Articles
Pemodelan Inversi Data Vertical Electrical Sounding (VES) Menggunakan Hybrid Differensial Evolution Flower Pollination Algorithm (HDEFPA)
Pattiasina, Liora Chrissa;
Warsa, Warsa;
Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 2 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.2.108-121
Geoelectric Resistivity is a geophysical method for mapping subsurface resistivity. Vertical Electrical Sounding (VES) is often used because of its ease in providing information on vertical lithological distribution. Modeling inversion of VES data is a complex challenge due to the non-linear relationship between data and model parameters. This research uses the Hybrid Differential Evolution Flower Pollination Algorithm (HDEFPA) as a global optimization method to overcome this problem. HDEFPA combines Flower Pollination (FPA) and Differential Evolution (DE) algorithms, which have both global and local search capabilities. Tests were carried out with synthetic VES data on two-layer, three-layer (K-type and H-type), and four-layer earth models. In addition, field data from seawater intrusion in Pelauw, Maluku, Indonesia were used. The results show that HDEFPA is superior to FPA and single DE in fast convergence and fewer iterations. The HDEFPA algorithm successfully validates field data, producing reliable and accurate results. This research provides insight into the advantages of global optimization methods over local inversion methods in inversion modeling of VES data.
Pembuatan Progam Inversi Gayaberat 2D Menggunakan Algoritma Levenberg-Marquadt
Kaharudin, Husnaniah;
Bahri, Samsul;
Dahrin, Darharta
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 3 No 1 (2025): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.3.1.33-40
This research implements 2D gravity data inversion using the Levenberg-Marquardt algorithm to analyze the sensitivity of modeling results to variations in initial models. Testing was conducted on two synthetic models, namely intrusion and fault, with density contrasts of 0.5 g/cm³ and 0.7 g/cm³ respectively. The inversion results demonstrate a critical dependence on the initial model. A homogeneous initial model produced distorted density estimates concentrated near the surface. Conversely, an initial model approximating the actual synthetic model yielded faster convergence and more accurate density distribution reconstruction. Comparative analysis revealed that the fault model achieved better fit, indicating the superior lateral resolution of the gravity method compared to its vertical resolution. These findings confirm that the accuracy of gravity data inversion heavily relies on geological constraints integrated through the initial model, where an informed approach produces more reliable subsurface models.
Studi Perbandingan Prediksi Panjang Garis Pantai di Teluk Ambon dalam Menggunakan OBIA (Object-Based Image Analysis)
Ramadhan, Aditya;
Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.10-17
Teluk Ambon Dalam (TAD) merupakan salah satu bentang alam di Pulau Ambon. Garis pantainya dimulai dari Tanjung Martafons sampai Galala. Kedalaman maksimum Teluk Ambon Dalam kurang lebih 45 meter. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengaplikasikan penggunaan metode OBIA berbasis aturan (rule-based) melalui studi perbandingan prediksi panjang garis pantai di Teluk Ambon Dalam dengan cara melakukan pemisahan antara batas air dan daratan. Kajian perbandingan prediksi panjang garis pantai dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 multitemporal. Interpretasi visual dilakukan dengan menggunakan band merah pada citra. Nilai piksel pada band merah menjadi input dalam proses interperetasinya. Hasil yang diperoleh dari hasil interpretasi data citra menunjukkan bahwa panjang garis pantai pada tahun 2013, 2018 dan 2023 secara berturut-turut adalah 19,950 km, 19,620 km, dan 20,730 km. Hasil menunjukkan bahwa dari perbandingan prediksi panjang garis pantai mengalami perubahan yang tidak signifikan. Akhirnya, metode OBIA berbasis aturan dapat menjadi salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mendelineasi garis pantai yang diprediksi dapat mengalami perubahan berdasarkan hasil perbandingan yang diperoleh secara multitemporal.
Visualisasi Grafik Tiga Dimensi (3D) untuk Informasi pada Simulasi Topografi di Lingkungan Pura Siwa Stana Giri, Kota Ambon dengan Menggunakan Algoritma Berbasis Aturan
Ramadhan, Aditya;
Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 2 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.2.65-72
Negeri Nusaniwe merupakan adalah satu desa yang berada di Kota Ambon yang daerahnya banyak ditemui perbukitan yang salah satunya berada tepat di atas lahan kawasan tempat ibadah yaitu Pura Siwa Stana Giri. Topografi di lokasi tersebut dapat dieksplorasi dengan cara survei topografi seperti pengambilan titik lokasi dari ketinggian tertentu dari dasar bukit menuju ke puncak bukit terutama dalam mengetahui bidang miring yang membentang di lereng bukit. Representasi data dapat disajikan dalam model grafik 3D untuk dapat berpikir secara spasial terutama dalam memahami peta dengan melihat objek dari berbagai sudut pandang. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan grafik 3D yang mensimulasikan topografi bukit yang berada di lingkungan Pura Siwa Stana Giri menggunakan algoritma berbasis aturan dari MATLAB. Alur kerja dimulai dari persiapan data (langkah dari konsep hingga visualisasi) hingga penyajian data untuk desain peta 3D. Saat membuat visualisasi 3D, tentunya sejumlah tantangan akan dihadapi khususnya terkait pemilihan sudut pandang. Algoritma dapat memvisualisasikan grafik 3D dengan cukup baik untuk menunjukkan bidang miring lereng bukit. Topografi permukaan bidang lereng dapat diprediksi berdasarkan modelnya melalui simulasi. Rancangan model topografi disajikan dalam bentuk grafik 3D yang kemudian divertifikasi hasil prediksinya. Hasil yang diperoleh, model topografi dapat digambarkan dengan menginput variabel nilai khususnya nilai ketinggian di lokasi bukit dan jarak kemiringan di lereng bukit. Masalah teknis visualisasi data 3D tentu dapat ditemui saat melakukan simulasi penggambaran topografi bidang miring pada lereng bukit.
Inversi Gaya Berat Model Talwani Menggunakan Flower Pollination Algorithm
Latupeirissa, Pricilia O. M;
Bahri, Samsul;
Alawiyah, Susanti
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 1 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.1.13-21
Tantangan utama dalam semua metode geofisika, termasuk pemodelan gayaberat adalah rekonstruksi distribusi parameter fisik bawah permukaan berdasarkan data yang diamati dan diambil di permukaan. Inversi gravitasi ditujukan untuk memperoleh informasi untuk membuat model distribusi densitas dibawah permukaan menggunakan percepatan gravitasi terukur yang dikenal sebagai anomali gravitasi. Pemodelan inversi adalah salah satu teknik pemodelan di mana parameter modelnya diperoleh langsung dari data pengamatan, Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemograman pemodelan kedepan model Talwani serta pemodelan kebelakang dengan metode flower pollination algorithm. FPA merupakan bagian dari contoh inversi non-deterministik dan sering disebut juga sebagai algoritma penyerbukan bunga serta dikembangkan oleh Xin-She Yang pada tahun 2012. Sesuai dengan namanya, algoritma ini merupakan suatu algoritma yang terinspirasi dari proses penyerbukan bunga. Pemodelan dalam penelitian ini menggunakan tiga model sederhana yang menggambarkan suatu kondisi di bawah permukaan. Model pertama yang digunakan yaitu model dengan intrusi, model kedua yaitu model dengan patahan serta model yang terakhir yaitu model dengan adanya cekungan.
Identifikasi Mineral Logam Daerah X Kabupaten Solok Selatan Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas dan Polarisasi Terimbas
Siahay, Michael Marthin;
Warsa, Warsa;
Limehuwey, Resti;
Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 1 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.1.1-12
Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sumber daya mineral yang melimpah. Hal ini diakibatkan oleh pertemuan antara tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Lokasi penelitian terletak pada daerah “X”, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Diperkirakan bahwa Daerah “X” merupakan salah satu daerah yang memiliki potensial sebaran endapan mineral logam sulfida seperti tembaga, emas, dan perak. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi mineralisasi pada daerah penelitian dilakukan dengan memanfaatkan salah satu metode geofisika yakni metode polarisasi terimbas. Konfigurasi elektroda yang digunakan ialah dipol-dipol. Lintasan pengukuran terdiri atas sebelas lintasan, dari lintasan F hingga lintasan P. Lintasan F menggunakan spasi elektroda sebesar 25 m, sedangkan Lintasan G hingga lintasan P menggunakan spasi elektroda sebesar 50 m. Pengolahan data polarisasi terimbas menghasilkan model 2D tahanan jenis dengan rentang nilai 0 sampai 1500 Ωm dan chargeabilitas dengan rentang nilai 0 sampai 20 mV/V. Zona mineralisasi diduga berada pada setiap lintasan dengan nilai chargeabilitas tinggi (lebih dari 10 mV/V) yang berasosiasi dengan nilai tahanan jenis rendah (kurang dari 100 Ωm) hingga tinggi (lebih dari 1000 Ωm). Pengeboran awal dapat dilakukan pada titik M-1550 hingga M-1800, dimana hal tersebut didasarkan pada hasil nilai chargeabilitas tinggi (lebih dari 10 mV/V). Berdasarkan hasil pengolahan data diperkirakan volume zona mineralisasi pada daerah penelitian sebesar 0.0248 km3.
Ekstraksi Fitur Objek Tutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi (Studi Kasus : Daerah Desa Argomulyo, Yogyakarta)
Ramadhan, Aditya;
Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 2 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.2.100-107
Citra beresolusi tinggi merupakan generasi terbaru dalam teknologi penginderaan jauh yang menawarkan daya tarik lebih besar, memberikan peluang baru, dan memungkinkan pemetaan serta estimasi area tutupan lahan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan citra beresolusi menengah maupun rendah. Klasifikasi citra adalah sebuah proses yang digunakan untuk menghasilkan model peta tematik berdasarkan data citra satelit. Tema yang dihasilkan dapat mencakup berbagai kategori, seperti: lahan, vegetasi, dan air permukaan untuk gambaran umum wilayah pedesaan, hingga klasifikasi yang lebih spesifik. Ekstraksi fitur adalah suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh atribut atau karakteristik spesifik dari sebuah objek, di mana hasil dari proses ini akan dianalisis lebih lanjut pada tahap selanjutnya. Kajian ini memusatkan perhatian pada proses ekstraksi fitur dari dataset citra, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengklasifikasikan objek berdasarkan jenis tutupan lahannya. Kajian ekstraksi fitur dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Pleiades. Interpretasi visual dilakukan dengan menggunakan komposit band merah, band hijau, band biru serta band NIR yang dipadukan dengan band pankromatik. Nilai piksel menjadi data input dalam proses interpretasinya. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi fitur efektif untuk mengklasifikasi tutupan lahan sesuai dengan kelas yang telah ditentukan.
Pemodelan Inversi Data Vertical Electrical Sounding (VES) Menggunakan Hybrid Differensial Evolution Flower Pollination Algorithm (HDEFPA)
Pattiasina, Liora Chrissa;
Warsa, Warsa;
Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 2 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.2.108-121
Geoelectric Resistivity is a geophysical method for mapping subsurface resistivity. Vertical Electrical Sounding (VES) is often used because of its ease in providing information on vertical lithological distribution. Modeling inversion of VES data is a complex challenge due to the non-linear relationship between data and model parameters. This research uses the Hybrid Differential Evolution Flower Pollination Algorithm (HDEFPA) as a global optimization method to overcome this problem. HDEFPA combines Flower Pollination (FPA) and Differential Evolution (DE) algorithms, which have both global and local search capabilities. Tests were carried out with synthetic VES data on two-layer, three-layer (K-type and H-type), and four-layer earth models. In addition, field data from seawater intrusion in Pelauw, Maluku, Indonesia were used. The results show that HDEFPA is superior to FPA and single DE in fast convergence and fewer iterations. The HDEFPA algorithm successfully validates field data, producing reliable and accurate results. This research provides insight into the advantages of global optimization methods over local inversion methods in inversion modeling of VES data.
Pembuatan Progam Inversi Gayaberat 2D Menggunakan Algoritma Levenberg-Marquadt
Kaharudin, Husnaniah;
Bahri, Samsul;
Dahrin, Darharta
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 3 No 1 (2025): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/tanahgoyang.3.1.33-40
This research implements 2D gravity data inversion using the Levenberg-Marquardt algorithm to analyze the sensitivity of modeling results to variations in initial models. Testing was conducted on two synthetic models, namely intrusion and fault, with density contrasts of 0.5 g/cm³ and 0.7 g/cm³ respectively. The inversion results demonstrate a critical dependence on the initial model. A homogeneous initial model produced distorted density estimates concentrated near the surface. Conversely, an initial model approximating the actual synthetic model yielded faster convergence and more accurate density distribution reconstruction. Comparative analysis revealed that the fault model achieved better fit, indicating the superior lateral resolution of the gravity method compared to its vertical resolution. These findings confirm that the accuracy of gravity data inversion heavily relies on geological constraints integrated through the initial model, where an informed approach produces more reliable subsurface models.
Efforts to Improve Students' Ability to Memorize the Quran, Surah Asy-Syams, through the Tikrar Method at SD Negeri 4 Meurah Dua
Bahri, Samsul;
Faridah
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 3 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jppg.v3i2.8556
Classroom Action Research was carried out at SD Negeri 4 Meurah Dua with a research subject that focused on grade V students totaling 22 students. This research is based on the low learning outcomes of students in memorization. Based on the initial observations made previously, the learning process carried out by the previous students was to memorize themselves individually without the guidance of the teacher, so that students were less courageous and confident in the results of their memorization. Another factor that becomes a problem in the memorization process is the lack of repetition. Therefore, the tikrar method is very suitable in an effort to improve the memorization ability of students of the Quran letter Ash-Shams in Class V of SD Negeri 4 Meurah Dua, Pidie Jaya Regency, Academic Year 2024/2025. The implementation of learning has also increased, namely in the first cycle it reached 45.45% and in the second cycle it increased to 86.36%. Based on these results, the application of the tikrar method to the material of the Qur'an surah Ash-Shams showed an increase in student learning outcomes. Likewise, the results of observation, in the first cycle 83% were obtained and in the second cycle it increased to 92.22%. The level of success of student activities based on the observations of the two observers is included in the very good category.