p-Index From 2021 - 2026
16.499
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Media Teknik Sipil NOTARIUS Jurnal Ilmu Lingkungan The Indonesian Journal of Business Administration REKA INTEGRA Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Gaung Informatika Pandecta PRIVATE LAW Jurnal Transportasi Indonesian Journal of Forestry Research JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Sains Peternakan Bimbingan dan Konseling Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil JURNAL ISTINBATH Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Agrivet Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Pelita Perkebunan Indonesian Green Technology Journal Rekayasa Sipil Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Jurnal Media Hukum AGRIMOR Jurnal Teknik Sipil HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Humanis : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora SainETIn Taman Cendekia : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Ilmiah Pena: Sains dan Ilmu Pendidikan ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Compiler Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Astonjadro International Journal of Elementary Education Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship Jurnal Yuridis Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Portal: Jurnal Teknik Sipil Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi, dan Teknologi Kabupaten Batang Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Dinasti International Journal of Management Science Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) PERSPEKTIF Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal Abdi Insani Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Istinbath : Jurnal Hukum Jurnal TIKOMSIN (Teknologi Informasi dan Komunikasi Sinar Nusantara) Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman V-MAC (Virtual of Mechanical Engineering Article) International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Jurnal Nukleus Peternakan Jurnal Teknik Sipil Cendekia (JTSC) Abdi Masya Cokroaminoto Journal of Primary Education JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JLCEdu (Journal Of Learning And Character Education) Mejuajua GEOGRAPHIA: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Jurnal Teknologi Hasil Peternakan RISTEK: Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Indonesian Journal Of Educational Research and Review Journal of Digital Learning and Distance Education Journal of Legal and Cultural Analytics (JLCA) Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Legal Studies Journal Malcom: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Media Bina Ilmiah Politeknosain Journal of Mechanical and Manufacture Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Cendekia: Journal of Law, Social and Humanities Journal of Engineering Science and Technology Management Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Komunikasia: Journal of Islamic Communication and Broadcasting Lentera : Jurnal Kajian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Contemporary Law Studies Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Eduscape: Journal of Education Insight Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jurnal PGSD Indonesia SURAKARTA ABDIMAS JOURNAL Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Sigma: Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Matematika Sawerigading Journal of Professional Elementary Education Mantra Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Health Gate Jurnal Agripet Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) Jurnal Matematika Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kuningan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Arsitektur ARCADE Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Jurnal Pedagogi dan Inovasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Coupling of Finite Element and Boundary Element Methods for Structural Analysis of Shear Wall - Frame Building Suarjana, Made; Wibowo, Ari
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.321 KB)

Abstract

Abstract. In this study a method to couple the finite element method (FEM) and the boundary element method (BEM) for solving structural analysis problems is investigated and implemented. The investigation is focused on developing and selecting a practical method for integrating the system of linear equations derived from the FEM and the BEM into a combined global system, and to study the efficiency and accuracy of the coupled method. A coupling method that based on transforming the system of equation from the BEM into a form that can be assembled to the global system of equation of the FEM is implemented. The coupled method is useful for solving structural analysis problem of shear wall-frame building. Shear walls are modeled as plane stress BEM regions, while frames are modeled as beam-column FEM regions. The accuracy and efficiency of the coupled method is studied by solving structural analysis problems of an 8 stories shear wall-frame building model. The coupled FEM and BEM method has been implemented for structural analysis of shear wall-frame building in a personal computer program. The coupled method is much more complicated to implement compared to the FEM. However, the benefit of reduced complexity in mesh generation and increased efficiency in both memory requirement and computing time can be very significant.Abstrak. Pada studi ini diteliti metode untuk menggabungkan metode elemen hingga (FEM) dengan metode elemen batas (BEM) dalam menyelesaikan masalah-masalah analisis struktur. Fokus penelitian adalah mengembangkan dan memilih metode yang praktis untuk menggabungkan sistem persamaan linier yang diturunkan dari FEM dan BEM menjadi satu sistem persamaan global, dan untuk mempelajari efisiensi dan akurasi dari metode gabungan. Metode penggabungan yang diterapkan pada dasarnya mentransformasikan sistem persamaan BEM menjadi bentuk yang dapat dirakit ke sistem persamaan global FEM. Sistem gabungan dipergunakan untuk menyelesaikan masalah analisis struktur gedung dengan sistem struktur portal dan dinding geser. Dinding geser dimodelkan dengan BEM plane stress, sedangkan portal dimodelkan dengan FEM balok-kolom. Metode gabungan diterapkan menjadi program komputer. Akurasi dan efisiensi metode gabungan dipelajari dengan menyelesaikan analisis struktur gedung 8 lantai dengan sistem portal-dinding geser. Sistem gabungan lebih rumit dalam proses pemrogramannya, tetapi keuntungan diperoleh dari kemudahan pembuatan model struktur dan peningkatan efisiensi dalam pemakaian memori komputer dan waktu penyelesaian.
KINERJA WAKTU TEMPUH KERETA API SEGMEN BOJONEGORO-KANDANGAN Wibowo, Ari; Wicaksono, Achmad; Djakfar, Ludfi
Jurnal Transportasi Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.537 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i3.1755.%p

Abstract

Abstract The train is a mode of transportation that has the ability to transport passengers and goods in bulk, saving energy, saving the use of space, has a high safety factor, low pollution levels, as well as more efficient to transport over long distances. However, railway performance has a major problem, as reflected in the delay, with the main indicators of speed and travel time. The purpose of this study is to optimize travel time and determine the factors that cause train delays. In this study, train speed was simulated using the software developed based on Newton’s equation of the dynamic equations and applied in the area of Regional Operations 8 Surabaya, for Bojonegoro-Kandangan corridor. The results indicate that the train travel time can be accelerated and the accretion of coach 1 to 5 coaches for all train classes does not add the travel time significantly. Keywords: speed, travel time, train performance, train delays  Abstrak Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki kemampuan mengangkut penumpang dan barang secara massal, hemat energi, hemat penggunaan ruang, memiliki faktor keamanan yang tinggi, memiliki tingkat pencemaran yang rendah, serta efisien untuk angkutan jarak jauh. Namun kinerja kereta api mempunyai masalah utama, yang tercermin dari keterlambatannya, dengan indikator utama kecepatan dan waktu tempuh. Tujuan studi ini adalah untuk melakukan optimasi waktu tempuh dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab keterlambatan kereta api. Pada studi ini dilakukan simulasi  kecepatan kereta api menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan berdasarkan persamaan pergerakan dinamik Newton dan diaplikasikan di wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya, untuk koridor Bojonegoro-Kandangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu tempuh kereta dapat dipercepat dan penambahan jumlah rangkaian kereta api dari 1 sampai dengan 5 kereta untuk semua kelas tidak menambah waktu tempuh secara signifikan. Kata-kata kunci: kecepatan, waktu tempuh, kinerja kereta api, keterlambatan kereta api
Drift Capacity Of Lightly Reinforced Soft Storey Structures Wibowo, Ari
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.066 KB)

Abstract

Lightly reinforced concrete columns and soft storey configurations are prevalent in many old buildings in regions of lower seismicity. This type of structure is believed to have a very low lateral load and drift capacity from a conventional design perspective. Furthermore, the application of design standards in low and moderate seismic regions such as Australia, results in most of the lightly reinforced structures being deemed unsafe in an earthquake. Therefore, an earthquake damage reconnaissance, experimental field test, and laboratory study of non ductile columns has been undertaken to examine the drift capacity and failure mechanism of such columns. Firstly, a field reconnaissance was conducted in China after the Wenchuan Earthquake in 2008, particularly in regions with similar design intensity MMI VI to VIII experienced in Australia. A comparison between the Wenchuan Earthquake and the characteristics of design earthquakes in Australia was made to provide insight for the development of future design standards and for the assessment of existing buildings in Australia. A unique experimental field testing of a precast soft storey building in Carlton Melbourne was then undertaken. Four tests were conducted to measure the drift capacity and loaddeflection behaviour of such buildings. The experimental results together with a comparison with theoretical predictions showed that the precast columns with weak connection had significant displacement capacity controlled by the column rocking irrespective of strength degradation. Lastly, a laboratory research project has been undertaken to investigate the collapse behaviour of insitu lightly reinforced concrete columns. The effect of variation of axial load ratio and longitudinal reinforcement ratio on flexural, yield penetration, and shear displacement as components of the drift capacity were observed. Interesting outcomes showed that lightly reinforced concrete columns were able to sustain lateral drift considerably greater than the code recommendations, whilst the present shear capacity predictions tended to overestimate the nominal shear strength of the column. 
Prosentase Penurunan Lendutan Model Jembatan Rangka Baja Akibat Penggunaan Kabel Prategang Internal Tipe Segitiga Budio, Sugeng Prayitno; Wibowo, Ari; Antara, I Komang
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.239 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi menyebabkan meningkatnya arus tranportasi yang menuntut peningkatan sarana dan prasarana tranportasi. Salah satu sarana transportasi yang secara langsung harus ditingkatkan dengan adanya peningkatan arus transportasi adalah jembatan. Pada jaman yang semakin modern ini jembatan dibangun tidak hanya ditingkatkan secara kuantitas tetapi juga secara kualitas. Peningkatan kualitas jembatan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan meningkatkan mutu bahan yang dipergunakan dan dengan memberikan gaya prategang pada jembatan sebagai upaya peningkatan mutu jembatan yang sudah ada. Untuk mengetahui besarnya peningkatan kekuatan jembatan akibat penambahan kabel prategang tersebut maka dilakukan penelitian terhadap jembatan prategang.Untuk melihat seberapa besar pengaruh penambahan kabel prategang maka jembatan ditambahkan dengan kabel prategang internal tipe segitiga. Pengujian pun dilakukan dengan dua kondisi yaitu kondisi pertama ketika jembatan belum ditambahkan prategang dan kondisi kedua ketika jembatan ditambahkan prategang internal tipe segitiga. Dengan harapan hasil yang diperoleh dapat dibandingkan. Secara spesifik hasil pengujian yang dibandingkan adalah besarnya lendutan yang terjadi. Selain dibandingkan dengan dua kondisi diatas hasil pengujian di laboratorium juga dibandingkan dengan hasil pengujian secara teoritis dengan menggunakan software StaadPro 2004 tiga dimensi.Besarnya gaya prategang yang diberikan pada kabel prategang akan mempengaruhi besarnya lendutan yang terjadi pada jembatan rangka. Gaya prategang yang terlalu besar dapat mengakibatkan lendutan ke atas yang besar ketika beban minimum pada jembatan bekerja. Akan tetapi gaya prategang yang terlalu kecil juga dapat mengakibatkan lendutan ke bawah yang sangat besar pula ketika beban maksimum pada jembatan bekerja. Pada percobaan ini besarnya gaya prategang yang menghasilkan lendutan terkecil baik berupa lendutan ke atas maupun lendutan ke bawah ketika beban minimum dan maksimum bekerja adalah sebesar 484,714 kg. Sedangkan prosentase penurunan lendutan yang terjadi dari penelitian ini berkisar antara 1,786 % sampai 10,345 % dari gaya prategang acuan pertama 242,357 kg. 
PENGARUH LETAK LAP SPLICE DAN RASIO TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP POLA RETAK KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Adnin, Chaniva; Wibowo, Ari; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.918 KB)

Abstract

Kolom berperan penting dalam menahan beban gempa. Kegagalan pada kolom sama dengan keruntuhan total bangunan. Meskipun Indonesia memiliki intensitas gempa tinggi, banyak bangunan tua dan rumah penduduk yang menggunakan kolom dengan rasio tulangan dibawah 1% atau dikenal kolom bertulangan ringan. Dengan banyaknya bangunan bertingkat dibutuhkan adanya lap splice pada penulangan kolom. Berdasarkan penelitian yang telah ada sebelumnya, letak lap splice dapat mempengaruhi perilaku dari kolom. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh rasio tulangan longitudinal dan letak lap splice terhadap pola retak kolom bertulangan ringan akibat beban siklik. Pada penelitian ini digunakan empat benda uji kolom dengan dimensi 150 mm x 160 mm x 800 mm. Terdapat 2 variasi dalam penelitian ini, yaitu rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan letak lap splice (dasar kolom SB dan ½ tinggi kolom SM). Benda dengan mutu beton 25 Mpa dan dilakukan pengujian pada umur lebih dari 28 hari. Pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0,1 P, serta beban lateral siklik pada ketinggian 640 mm dengan metode displacement control. Diperoleh data beban dan perpindahan, serta pola retak tiap siklusnya. Hasil dari pembahasan data secara analisis aktual maupun teoritis menunjukkan benda uji dengan ρv lebih tinggi (1,1%) tentunya memiliki momen kapasitas yang lebih besar daripada benda uji dengan ρv lebih rendah (0,8%). Berdasarkan letak lap splice, retak pertama pada benda uji SM terjadi dengan perpindahan lebih kecil dibandingkan benda uji SB. Sehingga benda uji SM lebih kaku dibandingkan benda uji SB. Selain itu, dengan letak lap splice pada dasar kolom (SB), retak utama terjadi pada dasar kolom dengan pola retak dominan lentur. Dan untuk letak lap splice pada ½ tinggi kolom (SM), retak utama bergeser pada ketinggian sekitar 7,5 cm dengan pola retak dominan geser. Kata kunci: Beban gempa, metode displacement control, retak geser, retak lentur.
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DAN LETAK LAP SPLICE TERHADAP DAKTILITAS KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Kurniasari, Desi Putri; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.149 KB)

Abstract

Kolom merupakan struktur yang sangat vital dalam bangunan, jika terjadi kegagalan pada kolom maka kemungkinan gagalnya seluruh bangunan sangat lah tinggi. Bangunan tua dan rumah penduduk banyak yang dibangun dengan rasio tulangan longitudinal kurang dari 1% atau umumnya dikenal sebagai kolom bertulangan ringan, karena kurangnya pengetahuan pelaksana tentang struktur. Disisi lain, kerap muncul bangunan bertingkat yang mengharuskan penggunaan lap splice pada kolom untuk dapat meneruskan tulangan, dimana peletakan lap splice yang tidak tepat dapat mempengaruhi kegagalan suatu kolom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku kolom bertulangan ringan dengan lap splice akibat gempa, perilaku yang dimaksud adalah daktilitas perpindahan. Pada penelitian ini digunakan dua jenis variasi yaitu rasio tulangan longitudinal (0.8% dan 1.1%) dan letak lap splice (bawah dan tengah). Terdapat 4 spesimen yang mewakili variasi tersebut dengan ukuran 150x160 mm dan f’c 25 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0.1 Pu dan beban siklik hingga kolom melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control. Data yang dicatat untuk analisis daktilitas berupa data beban dan perpindahan tiap siklusnya. Hasil eksperimental dari penelitian ini menunjukkan bahwa kolom dengan rasio tulangan longitudinal 0.8% memiliki daktilitas yang jauh lebih besar dari kolom dengan rasio 1.1%, sedangkan kolom dengan letak lap splice di tengah memiliki daktilitas lebih besar dari kolom dengan letak lap splice di bawah, meskipun perbedaannya tidak signifikan. Kata kunci : perilaku kolom, beton bertulangan ringan, daktilitas perpindahan, beban gempa, keruntuhan kolom
PENGARUH RASIO TULANGAN LOGITUDINAL DAN JARAK SENGKANG TERHADAP KAPASITAS BEBAN LATERAL MAKSIMUM KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Theophilus, Stefan; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.207 KB)

Abstract

Kolom merupakan komponen struktural yang berfungsi sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Di Indonesia masih sering dijumpai bangunan dengan  kolom berrasio tulangan longitudinal kurang dari 0.01 kali luas bruto penampang atau bisa disebut kolom bertulangan ringan. Kolom bertulangan ringan seringkali dipercaya memiliki performa yang buruk dalam menahan gempa. Padahal di beberapa kasus yang ditemui bahwa di banyak negara, walaupun kolomnya bertulangan ringan, mereka cukup mampu bertahan terhadap gempa. Apabila ditinjau dari bidang ketekniksipilan, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kolom tulangan ringan tersebut dengan dikaitkan dengan aspek-aspek konstruksi. Aspek-aspek tersebut diantaranya adalah mengenai kekuatan struktur kolom tulangan ringan beserta komponen penyusunnya, daktilitas, kuat kapasitas beban lateral, ketahanan terhadap gempa, pola retak dan lain sebagainya Dalam penelitian ini kolom beton bertulang digunakan sebagai benda uji dengan banyak benda uji sebanyak 4 buah kolom dengan variasi rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan variasi jarak sengkang (15cm dan 25 cm). Kolom benda uji diletakkan diatas frame pengujian. Beban lateral siklik dan beban aksial yang juga akan dianalisa kapasitas beban lateral terhadap perpindahan. Hasil dari penelitian dan pembahasan data menjelaskan bahwa benda Uji L25C (r = 0.8% ; Æ6-250)  dapat menahan 2270,5 kg saat kondisi push dan 1778,5 kg pada kondisi pull. Benda Uji L15C (r = 0.8% ; Æ6-150)  dapat menahan 1508,5 kg saat kondisi push dan 2061,25 kg pada kondisi pull. Benda Uji M25C  dapat menahan 2080 kg(r = 1,1% ; Æ6-250) saat kondisi push dan 2322,5 kg pada kondisi pull . Benda Uji M15C  dapat menahan 2202,5 kg (r = 1,1% ; Æ6-150) saat kondisi push dan 2079,5 kg pada kondisi pull. Kata kunci: kolom, ringan, kapasitas beban lateral, sengkang, rasio tulangan
PENGARUH JARAK SENGKANG DAN RASIO TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP DAKTILITAS KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Vadra, Karina Pearlaura; Wibowo, Ari; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.552 KB)

Abstract

Kolom merupakan struktur batang tekan vertikal yang memiliki fungsi utama sebagai penyalur beban-beban bangunan dari atas hingga ke pondasi, sehingga kolom memiliki peran yang sangat penting pada sebuah struktur bangunan. Di Indonesia, masih sering dijumpai bangunan tua dan rumah tinggal yang memiliki rasio tulangan longitudinal kurang dari 1% atau biasa dikenal dengan  kolom bertulangan ringan. Jarak sengkang merupakan salah satu aspek konstruksi yang penting pada kolom, dimana perencanaan jarak sengkang yang kurang tepat dapat mempengaruhi kegagalan suatu kolom. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku kolom bertulangan ringan akibat gempa, dimana perilaku yang akan diteliti adalah daktilitas perpindahan. Pada penelitian ini digunakan kolom beton bertulangan ringan sebagai benda uji sebanyak 4 buah dengan 2 variasi, yaitu rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan variasi jarak sengkang (15 cm dan 25 cm). Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0.1 Pu dan beban siklik hingga kolom melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control. Data berupa beban dan perpindahan setiap siklusnya dicatat untuk analisis daktilitas. Hasil eksperimental dari penelitian ini adalah kolom L15C dengan rasio tulangan 0.8% dan jarak sengkang 15 cm, memiliki nilai daktilitas sebesar 1.6 sampai 2.4. Untuk kolom L25C dengan rasio tulangan 0.8% dan jarak sengkang 25 cm, memiliki nilai daktilitas sebesar 1.5 sampai 2.9. Kemudian untuk kolom M15C dengan rasio tulangan 1.1% dan jarak sengkang 15 cm, memiliki nilai daktilitas 2.2 sampai 2.4. Sedangkan untuk kolom M25C dengan rasio tulangan 1.1% dan jarak sengkang 25 cm, memiliki nilai daktilitas 1.8 sampai 1.9. Hal ini menjelaskan bahwa kolom dengan rasio tulangan longitudinal 0.8% memiliki daktilitas yang lebih besar dari kolom dengan rasio 1.1%, sedangkan kolom dengan jarak sengkang 15 cm memiliki daktilitas lebih besar dari kolom dengan jarak sengkang 25 cm. Kata Kunci: kolom bertulangan ringan, daktilitas, jarak sengkang, rasio tulanganlongitudinal, beban siklik
INTERAKSI MUTU BETON DAN RASIO VOLUME BATA RINGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KOMPOSIT BETON DAN BATA RINGAN ., Claudia; Dewi, Sri Murni; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.876 KB)

Abstract

Inovasi beton terus mengalami perkembangan. Salah satu contohnya inovasi tentang beton ringan. Teknologi beton ringan ini bertujuan untuk memperingan struktur bangunan sehingga dapat meminimalisir efek gempa. Penelitian ini menggabungkan dua bahan yaitu beton dan bata ringan menjadi sebuah elemen struktur balok komposit. Penelitian ini didesain dengan dua variabel bebas yaitu mutu beton dan volume bata ringan. Mutu beton yang digunakan adalah 24,57 MPa dan 29,81 MPa sedangkan variasi bata ringan yang digunakan adalah bata ringan dengan tinggi 8,5 cm dan 6,5 cm. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui interaksi mutu beton dan volume bata ringan terhadap kuat lentur balok komposit. Untuk  mendapatkan hasil pengujian lentur murni maka balok ditempatkan di atas dua tumpuan sederhana dan dibebani dengan beban terpusat. Berdasarkan hasil uji analisis varian dua arah didapatkan hasil F tabel sebesar 5,32 sedangkan F hitung untuk sumber variasi volume bata ringan sebesar 0,017, F hitung untuk sumber variasi mutu beton sebesar 0,035 ,dan F hitung untuk interaksi kedua sumber variasi sebesar 0,317. Meskipun semua hasil F hitung lebih kecil dari F tabel namun jika F hitung antar ketiganya dibandingkan hasilnya adalah F hitung interaksi antara mutu beton dan volume bata ingan terlihat lebih besar. Hal ini menandakan bahwa terdapat interaksi antara mutu beton dan volume bata ringan terhadap kuat lentur balok meskipun kontras tidak terlihat secara signifikan. Kata kunci: balok, komposit, bata ringan, interaksi, kuat lentur
PERILAKU LENTUR DAN POLA RETAK DINDING PANEL JARING KAWAT BAJA TIGA DIMENSI AKIBAT BEBAN LATERAL SIKLIK Aldian, Farli; Wibowo, Ari; Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya batu bata adalah material yang paling sering digunakan dalam membuat dinding pada bangunan. Namun, dengan kemajuan pada bidang teknologi infrastruktur  ztelah muncul lagi salah satu jenis dinding yang dapat dijadikan alternatif dalam pembangunan, yaitu dinding panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) yang terdiri dari shotcrete, wiremesh, dan expanded polystyrene (EPS). Pada aplikasinya diawalmaterial ini digunakan sebagai komponen struktural yang menahan beban lateral tetapi informasi serta literatur mengenai perilaku dari PJKB-3Dmasih sulit ditemukan. Pada penelitian terdapat 2 (dua) variasi dinding yaitu M4 dan M8. Setiap variasi terdapat 3 (tiga) benda uji dengan ukuran 900 x 600 mm, f’c ± 21 MPa dan rasio perbadinga tinggi dan lebar sebesar 1,5. Penelitian dilakukan dengan memberikan beban lateral siklik dari dua arah sampai dinding mengalami kegagalan dengan kontrol pada defleksi. Data yang dihasilkan dari eksperimen adalah beban dan perpindahan untuk setiap siklus. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding dengan M4 dan M8 memiliki kapasitas rata-rata beban lateral tidak jauh berbeda tetapi mekanisme kegagalan yang terjadi pada dinding dengan RWC4 adalah lentur geser sedangkan M8 mengalami kegagalan penetrasi leleh. Kata Kunci:lentur, mekanisme keruntuhan,  dinding panel,  siklik.
Co-Authors ., Claudia ., Halidazia Abdul Hakim, Nurman Abdul Malik Abdul Rivai, Muhammad Abdullah, Asep Junaedi Abdurrahman, Yusril Abyad, Muliawan Nur Achfas Zacoeb Achmad Wicaksono Adhe Aryswan Adi Syahputra Purba Adicita, Yosef Adiputra, Kirana Dara Dinanti Adnin, Chaniva Adya Paramita Prabandari Afifah, Uci Ulfa Nur Afifah, Ummul Fitri Afiyah, Siti Agoes SMD Agus Hadiyarto Ahmad Hamim Thohari Ahmi, Afif Fakhri Akbar, Miftahur Rizqi Akhmat Rizkuna Al Machroja, Balad Fachruda Aldian, Farli Alena Uperiati Alfian Helmi Alfian Rokhmansyah Alfiansyah, Muhamad Aldi Alfiya, Sofyana Allo, Jonathan Ama, Jefrianus Tamo Amin, Rahmasinar Andesta Granitio Irwan Andik Yuliyanto Anggraini, Devica Novia Anhar Faisal Fanani Anindyasari, Dinar Anindyasari, Dinar Anisa Nur Laila Anisarida, An An Anita-Sari, Indah Anjani, Fandini Meilia Anjani, Fandini Melia Annisa Fitria Annisa Fyona Anton Setiawan Honggowibowo Aprillia Wijaya, Stefani Aqilah, Rifda Layyin Nur Ardhani, Dhea Chlarista ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardyan, Muhammad Ichsan Arie Desrianty Arif Ismanto, Arif Arif Satria Arinata, Achmad Subki Arroniri, M. Ridho Aryanto, Sani aulia, sherly Aulianesia, Bunga Avianindyas, Putri Azami, Muhammad Rif’at Azhari, Muhammad Reza B.K., Bhondana Bayu Bagas Permana, Andika bahar Bait, Intan Yuningsi Puspitasari Bangun, Michael Hagana Bashawri, Atta Batubara, Ninda Hardina Bayu Setyawan, Bayu Bisri, Moh. Boedi Hendrarto Brahmana K, Bhondana Bayu Brahmana K, Bhondana Bayu Budianto, Irawab R.d Budiman Budiman Butar, Hendra Butar Cahyo Budi Nugroho Chaijan, Manat Christin Remayanti Christin Remayanti N Christin Remayanti N. Christin Remayanti Nainggolan Cicilia Puji Rahayu Cori Qamara Cyntia Lasmi Andesti Dahlan Susilo Dahri Dahlan, Dahri Dani Durahman Darrisman, M. Rifki Dede Aprylasari Dedek, Rahmad Desy Setyowulan Dhiniaty Gularso Dian Susanto Dimyati, Asep Rohman Divayanti, Fauziyyah Domi Kamsyah Dwi Budi Santoso Dwi S, Framanda Bayu Dzuhri, Akhmal Eferedy, Jhon Efriyani Efriyani Eko Cahyono, Eko Elawati, Tuti Elvianti, Elvianti Elvira Zondra, Elvira Ema Sustia Dewi, Ni Kadek Enrico, Dio Erna Setiany Euis Happy Wangloan Evadini, Sukma Evaliata Br Sembiring Fadillah Sabri Fadillah, Andika Fadla, Hafizh Fajrih, Nurul Fajrin, Aulia Faleria, Angelina Fani, Ryan Farrasi, Muhammad Alif Fatmarischa, Novemia Fawait, Ilfan Febriana, Anisa Ferdiyansyah, Imam Denis Fernandes Manurung, Rido Jonatahan Fernando, Riki Fiqri, Muhamad Saikul Firdaus, Adhimas Miftahul Firdausy, Ananda Insan Firdhaus Hari Saputro Al Haris Firmansyah, Rico Fitria Kasih Fuadi Mubaroq, Zahrul Hakim, Rifaldi Ali Halim, Riandy Hamdi Mayulu Handayani, Mella Indra Handayani, Nadya Satya Hapsari, Tasya Harijanto, Griffin Septian Haris, M. Ichsan Haris, Muh Ichsan Haris, Muh. Ichsan Haris, Muhammad Ichsan Harris, Muhammad Ichsan Haruna, Nana Harlina Haryanto Haryanto Hasan, Gamma Fathul Hatam, Wa Riani Hazra Yuvendius Helvis, Helvis Hendro Prassetiyo Hendro Suseno Hengki Yandri Herawati, Alifah Hernawan Hadi I Komang Antara I Putu Gede Didik Widiarta Ibrahim Ibrahim Ibrahim, Rifa Fatria Indana, Khoiru Indra Waluyohadi, Indra Indradi Wijatmiko Iqbal, Ammar Irfansyah, Roni Irma Irma Irma Irma Ishak, Suryadi Ishaq, Muh. Nurul Iskandar, Sutarmo Isnadi Isnain, Auliya Rahman Istiqomah, Diyah Ayu Jamaluddin, Rafiqah Indah Jannah, Zulaika Nur Jofaturrahmah, Aisyah Jokhu, Paulus Daniel Junaedi Junaedi Kadarusman, Rizky Andhika Kadir, Syukron Abdul Karnedi, Rozian Kasanah, Devi Kholifah Kasda Khoirunnisa, Alfi Nur Kim Budiwinarto Kim, Siriporn Riebroy Kireina, Annisa Widia Krisdiyanto, Ahmad Krisna Febrian Anugerahputra Kurniasari, Desi Putri kustianah, kustianah Kustiawan, Fery Kuswanazia, Reni Laili Lalu Giat Juangsa Putra Lani Gumilang Lestari, Ayu Rahfiza Lestariningsih, Dwi Lies Permana Lilya Susanti LINDAWATI Ludfi Djakfar Lukman Hakim, Muhammad Wildhan M. Taufik Hidayat Made Suarjana Madobaafu, Sarivanoly Mahditya, Alma Malikthun Badriyah, siti Manullang, Julinda Romaulli Marilyn Lasarus Marliana, Panisa Masriwilaga, Ari Ajibekti Masrur, Muhammad Masruroh, Ainul Ma’muriyah, Ni’matul Mega Gemala Mega Sukma Megayuniar, Fara Meilani Mandhalena Manurung Metta Santiputri Michella Beatrix Ming Narto Wijaya Mohamad Alif Dzulfiqar Mohammad Hamsal Mufida, Mir’atul Khusna Muhamad Nazif, Muhamad Muhammad Luthfi Muhlasin, Muhlasin Muhtar Kosim Mulyadi, Fiona Puspitasari Munandar, Kukuh Mustika, Arinda Diah Nur Nabil Akmal, Ngakan Made Nainggolan, Christin Remayanti Naufal Abdurrahman Prasetyo Nawipa, Stepanus Nazarius, Nadesta Nazirman, , Nenggolan, Steven Endrow Ningrum, Anna Cahya Ninsih, Nurul Fajri Novia Rahma Rista Utami Novtrian, Fauzi Nugroho Pratomo Ariyanto Nunung Cipta Dainy Nur Fitria Pujo Leksonowati Nur Zahrati Janah Nurfintasari, Ayu Febrianti Nurhidayat Nurhidayat Nurlaili Nurlaili Nurman Pamungkas Nurmasytah, Andi Nurmasytha, Andi Nursalim Nursalim Nurul Laili Arifin Nurul Ulfah OKTI PURWANINGSIH Pakusadewo, Lutfi Palijama, Martje Leninda Pambudi, Bayu Indra Pande Made Kutanegara Pangestu, I Made Surya Wisnu Panpipat, Worawan Pantur, Arianus Parlindungan Tambunan Patricia, Louce Pradana, Egi Prakosa, Arga Yudhistira Prakoso, Arie Prasetio, Leonard Prastuti Sulistyorini Prastyo, Roni Dwi Pratama, Dodi Rajendra Pratita, Afifah Rahma Pratsiwi, Dyah Ayu Prayoga, M. Fajar Prayogi, Arie Puji Rahayu, Cicilia Puji Rahmawati Purnamasari, Dwi Amalia Puspandari, Suci Nandiah Puspitasari, Qona Dwi Putra, Geraldy Widianto Putra, Rama Dani Eka Putri, Naimah R, Redita Putri Rachman Hakim, Mochamad Arief Rachman, Nur Raden Tina Dewi Judistiani Rahadyan, Harits Hanif Rahayu, Ekcha Fuji Rahman, Erval Ade Rahman, Kamal Rahmanta, Anugrah Perdana Rahmasari, Novita Rahmawati, Atiqa Rahmayani, Nida Raihani, Sherly Ramadani, Fitri Ismiyati Ramadhan, Gilang Bagus Ramadhani, Adithia Ramedlon, Ramedlon Randha, Yehuda Keyzia Ratini Setyowati Rendi Rendi, Rendi Retno Anggraini Ridho, Hatta Rimawati, Elistya Rinaldi, Ferdian Rinastiti, Aghnetha Lintang Rinjani, Diliya Mariam Risma Fahrul Amin Ristinah S Riyanti, Vera Rizki Amalia Tri Cahyani Rokhayati, Yeni Roland Martin Simatupang Romauli Manullang, Julinda Roosena Yusuf, Roosena Roza Puspita Ruth Dameria Haloho Ryan Fani S, Ruth Navratilova Sabeli Aliya Sabinus Rainer N. Christi Safitri, Apdila Sagoro, Gawan Saha Prakasa, Ida Bagus Saisbuwono Bauw, Umas Salido, Achmad Samad, Irfawandi Sandhi, Reza Dwipa Sandi Prasetyaningsih Sao, Fransiska Pindan Sapto Wiratno Satoto Saputra, Randy Saputra, Rizky Adhi Perdana Saputri, Ayu Sartikha, Sartikha Sefita Aryuti Nirmala Sekarrizki, Yayu Annisa Sembiring, Aldi Efrata Sembiring, Nikolas SEPTI, ALEZA DWI setiadi, endang Setiawan, Fadilah Setioputro, Novandri Tri Shakti, Roberto Pradana Sherliana, Sherliana Sibagariang, Samuel Madeardo Sidiq, Zaeni Rahman Sihotang, Alodia Vannia Silalahi, Andrew Timothy Silalahi, Jogi Silviana , Anastasya Simanjuntak, Jackson Bernath Simanjuntak, Servis Siti Azizah Siti Nurlina Sitompul, Even Peacestar Situmorang , Tonny Sofiana, Dini Solikah, Nur Hidayati Sri Harjanto Sri Murni Dewi Sri Sumaryati Srijadi, Yana Kusnadi Srijadi Sriyanto Sriyanto Subaidi Subaidi, Subaidi Sudibyo, Doni Sudiyanto Sudiyanto Sugeng P Budio, Sugeng P Sugeng P. Budio Sugeng P. Budio Sugeng Prayitno Budio Suhardi Suhardi S Suhardi Suhardi Suharjono, Suharjono Sukiman Sukiman Sulaiman, Agus Sulestry, Andi Indra Sulhan Sulhan Suli, Vivi Novita Sulistyowati, Anastasya Dian Supriyana Nugroho Surendra, Arya Suroso . Susanto Susanto Syaekhu, Ahmad Syambodo, Bayu Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Tekad Urip Pambudi Sujarnoko Theophilus, Stefan Tillah, Mardha TOHA, ANDI MUHAMMAD Trisna , Dika Ayu Tyarpratama, Marsa Achadian Tzu Ying, Lee Ulum, Abrori Usman Ependi Utomo, Mochammad Surya Budi Uuf Brajawidagda V P, Andreas Brian Vadra, Karina Pearlaura Veronica Wanniatie W., Ming Narto W., Thariq Ramzie Wahyuningtyas, Amalina Nur Wajdi, Fathullah Wangge, Ketrina Novika Wardani H, Rizki Claudia Wardhani, Arimurti Wisnu Wattimury, Yanti Widjatmoko, Indradi Widya Pintaka Bayu Putra Wijatmiko, Indra Wiliartha, Samuel Windy Stefani Wiradinata, Rizky Wisnumurti Wisnumurti . Wiwin Astuti Wiwiwinanda, Wiwiwinanda Yodyawira, Kemal Yoga Nugraha, Irsandi Yudhakusuma, Dudi Yuli Astuti Yulianto, Rudi yunaidi yunaidi Yunita Lisnawati Yusuf, Nabil Mochammad Zainuddin, Zainuddin Zalfa Eisna Kanaya Zalfah Nurullail, Anna Zulfikar Judge Zuraida Hanum