p-Index From 2021 - 2026
16.499
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Media Teknik Sipil NOTARIUS Jurnal Ilmu Lingkungan The Indonesian Journal of Business Administration REKA INTEGRA Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Gaung Informatika Pandecta PRIVATE LAW Jurnal Transportasi Indonesian Journal of Forestry Research JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Sains Peternakan Bimbingan dan Konseling Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil JURNAL ISTINBATH Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Agrivet Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Pelita Perkebunan Indonesian Green Technology Journal Rekayasa Sipil Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Jurnal Media Hukum AGRIMOR Jurnal Teknik Sipil HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Humanis : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora SainETIn Taman Cendekia : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Ilmiah Pena: Sains dan Ilmu Pendidikan ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Compiler Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Astonjadro International Journal of Elementary Education Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship Jurnal Yuridis Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Portal: Jurnal Teknik Sipil Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi, dan Teknologi Kabupaten Batang Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Dinasti International Journal of Management Science Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) PERSPEKTIF Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal Abdi Insani Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Istinbath : Jurnal Hukum Jurnal TIKOMSIN (Teknologi Informasi dan Komunikasi Sinar Nusantara) Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman V-MAC (Virtual of Mechanical Engineering Article) International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Jurnal Nukleus Peternakan Jurnal Teknik Sipil Cendekia (JTSC) Abdi Masya Cokroaminoto Journal of Primary Education JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JLCEdu (Journal Of Learning And Character Education) Mejuajua GEOGRAPHIA: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Jurnal Teknologi Hasil Peternakan RISTEK: Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Indonesian Journal Of Educational Research and Review Journal of Digital Learning and Distance Education Journal of Legal and Cultural Analytics (JLCA) Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Legal Studies Journal Malcom: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Media Bina Ilmiah Politeknosain Journal of Mechanical and Manufacture Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Cendekia: Journal of Law, Social and Humanities Journal of Engineering Science and Technology Management Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Komunikasia: Journal of Islamic Communication and Broadcasting Lentera : Jurnal Kajian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Contemporary Law Studies Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Eduscape: Journal of Education Insight Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jurnal PGSD Indonesia SURAKARTA ABDIMAS JOURNAL Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Sigma: Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Matematika Sawerigading Journal of Professional Elementary Education Mantra Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Health Gate Jurnal Agripet Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) Jurnal Matematika Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kuningan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Arsitektur ARCADE Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Jurnal Pedagogi dan Inovasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PUSHOVER UNTUK PERFORMANCE BASED DESIGN (STUDI KASUS GEDUNG B PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA Febriana, Anisa; ., Wisnumurti; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.699 KB)

Abstract

Gempa merupakan salah satu bencana alam yang waktu dan tempatnya tidak dapat diprediksi serta banyak memakan korban jiwa. Diperlukan perencanaan bangunan tahan gempa yang baik agar korban jiwa dapat dihindari. Salah satu perencanaan terbaru untuk bangunan tahan gempa adalah Perencanaan Berbasis Kinerja (Performance Based Design). Tujuan dari perencanaan bangunan berbasis kinerja dalah agar perencana dapat menetapkan kondisi apa yang terjadi pada bangunan saat gempa maksimum terjadi. Dengan menggunakan program komputer SAP 2000 maka akan didapatkan kinerja bangunan yang ditunjukan dengan titik kinerja. Titik kinerja didapatkan dari perpotongan kurva demand dan kapasitas. Kurva demand menggunakan respon spektrum, kurva kapasitas di dapatkan dari kurva analisis pushover. Hasil studi kasus pada bangunan gedung berdasarkan ATC 40 bahwa gedung berada dalam tingkat kinerja Segera Huni/Immadiate Occupancy. Hal ini ditunjukan dari titik kinerjanya yaitu Sd dan Sa (0,0209 dan 0,125). Kata Kunci: Analisis pushover, Performance Based Design, Titik kinerja
EVALUASI PERFORMA GEDUNG MENGHADAPI BEBAN GEMPA BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 DAN SNI 03-1726-2002 Studi Kasus: Gedung PTIIK Universitas Brawijaya Jokhu, Paulus Daniel; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.137 KB)

Abstract

Dalam merencanakan sebuah gedung dengan ketinggian diatas 40 m, aspek beban gempa sangat mempengaruhi perencanaan tersebut. Sedangkan yang dapat menahan beban gempa ataupun beban lateral yang terjadi adalah struktur kolom dari gedung itu sendiri, pada dasarnya kolom berfungsi sebagai sistem penopang suatu gedung sedangkan balok dan plat adalah system penghubungnya, untuk itu perencanaan interaksi kolom sangat penting jika gedung direncanakan dapat menahan beban gempa rencana.Sistem rangka yang terdiri dari balok dan kolom disebut juga Sistem Rangka Pemikul Momen berdasarkan SNI 03-1726-2012. Dimana interaksi antara balok dengan kolom yang saling berhubungan, mengakibatkan perilaku gedung yang dapat berdilatasi sampai kemampuan rencana tergantung dari kategori SRPM yang direncanakan. Selain itu dengan sistem rangka tersebut, bangunan umumnya memiliki kemampuan yang tinggi dalam berdeformasi akibat beban gempa. Hal ini disebabkan oleh sambungan antar frame sehingga titik perpindahan dari bangunan tersebut berfariasi. Sehingga, apabila terjadi beban lateral, mode shape yang terjadi pada gedung tersebut akan semakin banyak. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa simpangan antar lantai (story drift) dan defleksi pada tiap joint yang ditinjau menggunakan peraturan SNI 03-1726-2012, lebih konservatif dan layak digunakan untuk perencanaan bangunan tahan gempa juga lebih aman karena memberikan batasan untuk simpangan ijin yang lebih kecil yaitu 1,5%hn. Kata kunci: bangunan tahan gempa, sistem rangka pemikul momen, SNI 03-1726, simpangan, defleksi
PERENCANAAN ALTERNATIF BANGUNAN KOMPOSIT GEDUNG B PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER (TAHAP 1) UNIVERSITAS BRAWIJAYA BERDASARAKAN SNI 1729-2015 Pratsiwi, Dyah Ayu; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.88 KB)

Abstract

Bangunan tinggi harus didesain sebagai bangunan tahan gempa menggunakan sistem struktur dan komponen material yang kuat. Selain itu diharapkan bangunan gedung direncanakan dengan kekuatan yang tinggi, penampang yang efisien, beban  batas layan yang memenuhi persyaratan keamanan dan kenyamanan. Perencanaan  struktur ini menggunakan sistem rangka pemikul momen dengan komponen struktur komposit. Konsep perencanaan menggunakan metode DFBK (desain faktor beban dan ketahanan) dan metode DAM (direct analysis method). Didapatkan balok komposit berupa material baja profil WF dengan pelat beton setebal 12 cm, sedangkan  untuk kolom  komposit berupa  material baja profil WF yang diselubungi beton bertulang.  Sebagai transfer gaya dan kekuatan dibutuhkan  penghubung geser stud headed anchor. Untuk sambungan balok-kolom dan balok anak-induk digunakan sambungan las sedangkan sambungan antar kolom dan sambungan antar kolom  menggunakan baut. Sehingga dapat disimpulkan, didapatkan beberapa keuntungan yaitu berat struktur gedung dapat lebih kecil, berat baja dapat diperkecil, penampang yang digunakan dapat semakin kecil, dan kekakuan pelat lantai meningkat sehingga sangat efisien sebagai alternatif perencanaan gedung bertingkat.   Kata Kunci: DAM,DFBK , gaya gempa, komposit, SRPM.  
PENGARUH VARIASI LETAK TULANGAN HORIZONTAL GANDA TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SEMI SIKLIK Randha, Yehuda Keyzia; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.317 KB)

Abstract

Dinding geser dirancang agar mampu menahan beban-beban lateral dengan efektif seperti gempa dan beban angin. Karenanya dibutuhkan perkuatan agar dinding geser menjadi kaku. Maka dari itu dinding geser menjadi sangat tinggi dalam hal pembiayaan. Dalam penelitian ini tulangan horizontal dipasang ganda dan divariasikan letaknya, dengan begitu dengan biaya yang sama dinding geser yang divariasikan diharap dapat memperoleh kekuatan yang lebih besar dari pada biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola retak yang terjadi pada dinding geser tanpa variasi dengan dinding geser variasi serta momen kapasitas yang dimiliki antara keduanya. Penelitian ini menggunakan tiga buah benda uji yaitu dinding geser tanpa variasi dengan konfigurasi tulangan horizontal berdiameter 8 mm dengan jarak 150mm, kemudian dinding geser dengan variasi tulangan horizontal ganda beriameter masing-masing 8 mm dengan jarak 300mm, dan dinding geser dengan variasi tulangan horizontal ganda diameter 8mm masing-masing dengan jarak 150mm. Dalam penelitian ini dinding geser dibebani secara semi siklik. Pembebanan lateral pada ujung bagian atas dinding geser diberikan sampai driftt yang diingin capai. Drift yang dimaksud mulai dari 0% sampai dengan 5%. Pada drift 0% sampai 1% pembebanan dihentikan setiap drift mencapai 0,25%. Selanjutnya drift 1% sampai 3% drift dihentikan setiap mencapai 0,5%. Kemudian drift 3% sampai 5% setiap 1% pembebanan dihentikan. Pada saat pembebanan dihentikan setiap driftnya dinding geser diamati dan ditandai pola retaknya, serta beban yang diterima pada saat itu dicatat. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah dinding geser tanpa variasi lebih kuat dari pada dinding geser dengan variasi tulangan horizontal ganda berjarak 300mm, namun tidak lebih kuat dari pada variasi salah satunya. Pola retak yang terjadi pada ketiga benda uji sama, pertama kali retak yang muncul adalah retak lentur kemudian selang beban bertambah muncul retak geser.       Kata kunci :Dinding Geser, drift, momen ultimate, momen retak, pola retak
PENGARUH VARIASI LETAK TULANGAN HORIZONTAL TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Sembiring, Aldi Efrata; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.664 KB)

Abstract

Tekanan angin dan gempa bumi adalah suatu beban lateral yang sering dihadapi oleh bangunan, terutama bangunan yang tinggi. Untuk itu penggunaan dinding geser sangat dibutuhkan dalam suatu struktur bangunan, dikarenakan dinding geser ini mampu menahan beban lateral. Akan tetapi penggunaan dinding geser cukup memakan biaya. Untuk mengurangi penggunaan biaya dilakukan penggunaan variasi pada tulangan horizontal. Pembebanan siklik adalah suatu metode yang dilakukan pada pengujian ini untuk mendapatkan beban yang diterima dinding geser setiap perubahan nilai drift, dimana pada akhirnya nilai ini dipakai untuk mencari besarnya daktilitas dan juga kekakuannya. Beban aksial yang diberikan selama pengujian yaitu sebesar 3000 kg. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah shear wall dengan jarak tulangan sengkang 150 mm (SW-50), shear wall dengan sengkang ganda jarak tulangan sengkang 150 mm (SD-150), dan shear wall sengkang ganda dengan jarak tulangan sengkang 300 mm (SD-300). Dari penelitian ini dapat disimpulkan dinding geser dengan jarak sengkang yang lebih rapat akan meningkatkan kekuatan dinding geser dan juga meningkatkan daktilitas dan kekakuannya.   Kata Kunci : dinding geser,drift, daktilitas, kekakuan
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN VERTIKAL TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Simanjuntak, Jackson Bernath; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.559 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan intensitas gempa bumi vulkanik dan tektonik cukup aktif oleh karena itu diperlukan struktur-struktur yang mampu bertahan selama gempa yang terjadi. Dinding geser merupakan dinding struktur yang diaplikasikan untuk menahan gaya momen, geser dan aksial. Pembuatan dan uji pembebanan siklik terhadap tiga spesimen benda uji dengan menggunakan material utama yaitu semen, air, agregat kasar dan agregat halus untuk mutu desain 20 Mpa serta tulangan polos ᴓ8 untuk pondasi dan dinding geser dengan rasio tulangan dinding geser vertikal 2,44% serta rasio tulangan horizontal 5,54%. Dinding geser pertama yaitu dengan jarak antar tulangan vertikal 50 mm. Dinding geser kedua yaitu dengan jarak antar tulangan vertikal 40 mm. Dinding geser ketiga yaitu dengan jarak antar tulangan vertikal 30 mm. Untuk masing-masing spesimen memiliki jarak antar tulangan horizontal 150 mm dengan tingga benda uji 800 mm, lebar 400mm serta tebal 80 mm. Pembebanan aksial yang diberikan sebesar 5% dari kapasitas desain benda uji. Pembebanan lateral yang diberikan berupa pembebanan siklik. Pada penelitian dilapangan dikarenakan berbagai kondisi maka spesimen dengan jarak antar tulangan vertikal 50 mm (jarak tengah tulangan 65mm) memiliki beban lateral 6780 kg, µpeak load =1,645, µSimp max load = 2,742 dan Ktangential= 678,154 kg/mm juga Ksecant= 464,829 kg/mm. Spesimen dengan jarak antar tulangan vertikal 40 mm (jarak tengah tulangan 105mm) memiliki beban lateral 7650 kg, µpeak load =1,137, µSimp max load = 2,274 dan Ktangential= 583,658 kg/mm juga Ksecant= 434,98 kg/mm. Spesimen dengan jarak antar tulangan vertikal 30 mm (jarak tengah tulangan 165mm) memiliki beban lateral 6782 kg, µpeak load =1,959, µSimp max load = 3,919 dan Ktangential= 1090,178 kg/mm dan Ksecant= 553,678 kg/mm. Kata kunci :Dinding geser, Pembebanan Siklik , % drift, Daktilitas, Kekakuan                   
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN VERTIKAL TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Allo, Jonathan; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.382 KB)

Abstract

Bangunan bertingkat sangat rentan terhadap gaya lateral seperti gaya angin dan gempa bumi. Kondisi ini membutuhkan sebuah struktur yang mampu menahan gaya lateral. Dinding geser adalah salah satu alternatif struktur penahan gaya lateral dan dapat meningkatkan kekakuan struktur. Banyak bangunan bertingkat yang telah mengaplikasikan dinding geser, namun tidak sebanding antara jumlah biaya dan kapasitas dari dinding geser. Maka dilakukan variasi jarak tulangan vertikal pada penulangan dinding geser. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas setiap dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang berbeda. Pada penelitian ini dinding geser diberikan beban aksial konstan (3000 kg) dan pembebanan siklik (quasi-statis) dengan nilai drift yang telah ditentukan, kemudian didapatkan besarnya beban lateral yang diterima dinding geser dan juga pola retak pada setiap nilai drift. Nilai beban lateral yang didapat dipakai untuk menghitung momen kapasitas dari dinding geser.Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi dinding geser yaitu dinding geser tanpa variasi yaitu SW-50 (jarak antara tulangan vertikal 50 mm dan spasi bagian tengah dinding sebesar 65 mm) dan dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang lebih rapat yaitu SW-40 (jarak antara tulangan vertikal 50 mm dan 40 mm serta spasi bagian tengah dinding sebesar 105 mm) dan SW-30 (jarak antara tulangan vertikal 30 mm dan 40 mm serta spasi bagian tengah dinding sebesar 165 mm). Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang lebih rapat dapat menghasilkan momen kapasitas yang lebih besar, dan juga semakin besar spasi bagian tengah dari dinding geser maka akan menghasilkan retak yang lebih panjang. Untuk pola retak yang terjadi selalu diawali retak lentur kemudian diikuti oleh retak geser. Kata kunci: Dinding geser, drift, momen ultimit, panjang retak, pola retak
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN HORIZONTAL DAN KEKANGAN TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Silalahi, Jogi; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.786 KB)

Abstract

Dinding geser adalah dinding yang dirancang untuk menahan gaya geser, gaya lateral akibat gempa bumi. Sehingga diperlukan  suatu perencanaan yang baik agar bangunan tinggi dapat menahan gaya-gaya lateral yang disebabkan oleh angin dan gempa. Jumlah benda uji untuk penelitian ini sebanyak tiga dengan menggunakan tulangan baja polos Ø8 mm. Adapun perbedaan dari ketiga benda uji tersebut berada pada variasi jarak tulangan horizontal dan kekangan. Ketiga dinding geser tersebut adalah SW-50, DGK-75 dan DGK-150. Dinding geser SW-50 memiliki jarak antar tulangan longitudinal sebesar 50 mm dan jarak antara sengkang sebesar 150 mm tanpa adanya kekangan. Dinding geser DGK-150 memiliki jarak antar tulangan horizontal  sebesar 150 mm dengan kekangan di sisi dinding. Kontrol perpindahan dilakukan dengan rasio drift untuk mendapat beban lateral yang diterima dinding geser.Dari hasil penelitian ini, dapat menunjukkan bahwa dinding geser yang memiliki jarak tulangan horizontal yang lebih rapat memberikan peningkatan kekuatan terhadap momen kapasitas dinding geser. Di mana DGK-75 memiliki nilai Mu =5222.4 kgm dan Mcr =1753 kgm berbeda dengan DGK-150 yang memiliki nilai Mu =5028.8 kgm dan Mcr= 1536 kgm dengan adanya kekangan pada sisi dinding. Untuk dinding SW-50 memiliki nilai Mu =5424 kgm dan nilai Mcr =1760 kgm. Jika ditinjau dinding geser yang memiliki jarak tulangan horizontal yang sama tanpa kekangan hanya  memiliki sedikit perbedaan yang tidak signifikan. Selisih persentase nilai Mu antara SW-50 dan DGK-150 adalah 6-10% dan nilai Mcr memiliki selisih sebesar 3-8%. Jarak antar retak benda uji yang kekangan rapat terlihat saling berdekatan. Daerah retak benda uji yang tanpa kekangan lebih terlihat jelas pada sambungan pondasi dengan dinding di mana adanya retak kompresi dan spalling. Juga panjang retak maksimum terjadi pada benda uji yang jarak sengkang dengan kekangan-nya rapat. Kata kunci:    dinding geser,horizontal , % drift, pola retak, momen kapasitas, beban siklik,      kekangan, momen retak(Mcr), momen ultimit (Mu)
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN HORIZONTAL DAN KEKANGAN TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Silalahi, Andrew Timothy; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.044 KB)

Abstract

Dinding geser berfungsi untuk menahan gaya lateral yang diterima oleh suatu bangunan. Perencanaan dinding geser yang tepat dapat menghasilkan dinding geser dengan kekuatan lebih dengan biaya yang sama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak tulangan horizontal dan kekangan pada dinding geser saat gempa. Perilaku yang diamati adalah daktilitas dan kekakuan dinding geser. Percobaan ini menggunakan 3 buah benda uji dan 3 variasi. Sebuah benda uji dengan perbedaan jarak tulangan horizontal tanpa kekangan (SW-50) dan 2 buahbenda uji dengan 2 variasi jarak tulangan horizontal dengan kekangan (DGK-75 dan DGK-150). Masing-masing benda uji memiliki dimensi 1000x400x350 mm untuk pondasi dan 400x80x800 mm untuk dinding geser dan f’c 20 Mpa. Pada saat pengujian, beban aksial diberikan secara konstan sebesar 0,05 Pu dan beban siklik hingga dinding geser melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control, dimana untuk drift 0-2%, kenaikan drift tiap siklusnya sebesar 0.25% sedangkan untuk drift 2-3% kenaikan siklus yang diberikan sebesar 0,5% dan untuk drift di atas 3% kenaikan siklus sebesar 1%.Beban lateral dan perpindahan tiap siklus dari percobaan dicatat untuk kemudian digunakan dalam analisis daktilitas dan kekakuan dinding geser. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinding geser SW-50 memiliki nilai daktilitas yang lebih besar dibandingkan DGK-150, sedangkan dinding geser DGK-75 memiliki peningkatan daktilitas yang lebih besar dari DGK-150, dan DGK-75 memiliki peningkatan daktilitas yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan SW-50. Kata kunci : dinding geser, beton bertulangan, daktilitas perpindahan, kekakuan, beban gempa, kekangan, tulangan horizontal
PENGARUH LAPIS STYROFOAM SEBAGAI RONGGA PENGISI TERHADAP KUAT LENTUR DAN BERAT VOLUME PADA PLAT BETON SATU ARAH BERTULANGAN BAMBU Darrisman, M. Rifki; Wibowo, Ari; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.536 KB)

Abstract

Beton merupakan campuran material yang umum digunakan dalam dunia konstruksi. Struktur Beton bertulang adalah salah satu sistem komposit yang diterapkan pada beton yaitu dengan menggunakan baja tulangan untuk menahan tarik. Sehingga bambu digunakan sebagai material alternatif pengganti baja tulangan karena dapat diperbaharui. Inovasi dalam struktur beton tetap berlanjut pada sisi berat volume. Beton normal memiliki berat volume yang besar. Tujuan darilpenelitian inikadalah untuklmengetahui perbandingan besar beban vertikal maksimum yang dapat ditahan dan selisih berat volume dari platubetonpbertulangankbambu  denganmlapisostyrofoam maupun tidak. Objek yang digunakan dalam penelitianviniradalahvplatsbeton bertulangancbambu dengan ukuran 160 cm x 80 cm x 12 cm  dengan lapisan styrofoam sebanyak 4 buah dengan jenis shear connector yang berbeda laluydibandingkanqdengan bendazuji pembanding platzbeton bertulangan bambuftanpa lapishstyrofoam sebanyak 2 buah. Material tulangan yang digunakanvadalah bambu jenisspetung. Dimensiitulangan memanjang adalah 1x2 cmddengan panjang150 cm dan 1x2 cm dengan panjang 70 cm untuk tulangan bagi. Styrofoam yang digunakan berdimensi 150x70x4 cm yang diletakkan di tengah ketebalan. Pembebanan beban vertikal statik pada benda uji ini akan dilakukan saat beton telah berumur 28 hari. Benda uji diberikan beban garis pada tengah bentang hingga mencapai keruntuhan, kemudian dilakukan pengambilan data antara lain beban maksimum, berat volume, dan lendutan plat. Hasil yang dapat diketahui dari penelitian ini adalah bahwa pelat tulangan bambu yang diberi rongga pengisi berupa styrofoam mengalami penurunan tahanan maksimal pelat sebesar 22,5 % dan berat volume berkurang sebesar 27,8 % dari berat volume pada plat beton bertulangan bambu  tanpa lapis styrofoam. Rata-rata hasil kuat lentur eksperimental pun berada di bawah kuat lentur teoritis yang direncanakan. Kata kunci : beton ringan, plat beton, tulanganjbambu, styrofoam, kuat lentur, berat volume
Co-Authors ., Claudia ., Halidazia Abdul Hakim, Nurman Abdul Malik Abdul Rivai, Muhammad Abdullah, Asep Junaedi Abdurrahman, Yusril Abyad, Muliawan Nur Achfas Zacoeb Achmad Wicaksono Adhe Aryswan Adi Syahputra Purba Adicita, Yosef Adiputra, Kirana Dara Dinanti Adnin, Chaniva Adya Paramita Prabandari Afifah, Uci Ulfa Nur Afifah, Ummul Fitri Afiyah, Siti Agoes SMD Agus Hadiyarto Ahmad Hamim Thohari Ahmi, Afif Fakhri Akbar, Miftahur Rizqi Akhmat Rizkuna Al Machroja, Balad Fachruda Aldian, Farli Alena Uperiati Alfian Helmi Alfian Rokhmansyah Alfiansyah, Muhamad Aldi Alfiya, Sofyana Allo, Jonathan Ama, Jefrianus Tamo Amin, Rahmasinar Andesta Granitio Irwan Andik Yuliyanto Anggraini, Devica Novia Anhar Faisal Fanani Anindyasari, Dinar Anindyasari, Dinar Anisa Nur Laila Anisarida, An An Anita-Sari, Indah Anjani, Fandini Meilia Anjani, Fandini Melia Annisa Fitria Annisa Fyona Anton Setiawan Honggowibowo Aprillia Wijaya, Stefani Aqilah, Rifda Layyin Nur Ardhani, Dhea Chlarista ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardyan, Muhammad Ichsan Arie Desrianty Arif Ismanto, Arif Arif Satria Arinata, Achmad Subki Arroniri, M. Ridho Aryanto, Sani aulia, sherly Aulianesia, Bunga Avianindyas, Putri Azami, Muhammad Rif’at Azhari, Muhammad Reza B.K., Bhondana Bayu Bagas Permana, Andika bahar Bait, Intan Yuningsi Puspitasari Bangun, Michael Hagana Bashawri, Atta Batubara, Ninda Hardina Bayu Setyawan, Bayu Bisri, Moh. Boedi Hendrarto Brahmana K, Bhondana Bayu Brahmana K, Bhondana Bayu Budianto, Irawab R.d Budiman Budiman Butar, Hendra Butar Cahyo Budi Nugroho Chaijan, Manat Christin Remayanti Christin Remayanti N Christin Remayanti N. Christin Remayanti Nainggolan Cicilia Puji Rahayu Cori Qamara Cyntia Lasmi Andesti Dahlan Susilo Dahri Dahlan, Dahri Dani Durahman Darrisman, M. Rifki Dede Aprylasari Dedek, Rahmad Desy Setyowulan Dhiniaty Gularso Dian Susanto Dimyati, Asep Rohman Divayanti, Fauziyyah Domi Kamsyah Dwi Budi Santoso Dwi S, Framanda Bayu Dzuhri, Akhmal Eferedy, Jhon Efriyani Efriyani Eko Cahyono, Eko Elawati, Tuti Elvianti, Elvianti Elvira Zondra, Elvira Ema Sustia Dewi, Ni Kadek Enrico, Dio Erna Setiany Euis Happy Wangloan Evadini, Sukma Evaliata Br Sembiring Fadillah Sabri Fadillah, Andika Fadla, Hafizh Fajrih, Nurul Fajrin, Aulia Faleria, Angelina Fani, Ryan Farrasi, Muhammad Alif Fatmarischa, Novemia Fawait, Ilfan Febriana, Anisa Ferdiyansyah, Imam Denis Fernandes Manurung, Rido Jonatahan Fernando, Riki Fiqri, Muhamad Saikul Firdaus, Adhimas Miftahul Firdausy, Ananda Insan Firdhaus Hari Saputro Al Haris Firmansyah, Rico Fitria Kasih Fuadi Mubaroq, Zahrul Hakim, Rifaldi Ali Halim, Riandy Hamdi Mayulu Handayani, Mella Indra Handayani, Nadya Satya Hapsari, Tasya Harijanto, Griffin Septian Haris, M. Ichsan Haris, Muh Ichsan Haris, Muh. Ichsan Haris, Muhammad Ichsan Harris, Muhammad Ichsan Haruna, Nana Harlina Haryanto Haryanto Hasan, Gamma Fathul Hatam, Wa Riani Hazra Yuvendius Helvis, Helvis Hendro Prassetiyo Hendro Suseno Hengki Yandri Herawati, Alifah Hernawan Hadi I Komang Antara I Putu Gede Didik Widiarta Ibrahim Ibrahim Ibrahim, Rifa Fatria Indana, Khoiru Indra Waluyohadi, Indra Indradi Wijatmiko Iqbal, Ammar Irfansyah, Roni Irma Irma Irma Irma Ishak, Suryadi Ishaq, Muh. Nurul Iskandar, Sutarmo Isnadi Isnain, Auliya Rahman Istiqomah, Diyah Ayu Jamaluddin, Rafiqah Indah Jannah, Zulaika Nur Jofaturrahmah, Aisyah Jokhu, Paulus Daniel Junaedi Junaedi Kadarusman, Rizky Andhika Kadir, Syukron Abdul Karnedi, Rozian Kasanah, Devi Kholifah Kasda Khoirunnisa, Alfi Nur Kim Budiwinarto Kim, Siriporn Riebroy Kireina, Annisa Widia Krisdiyanto, Ahmad Krisna Febrian Anugerahputra Kurniasari, Desi Putri kustianah, kustianah Kustiawan, Fery Kuswanazia, Reni Laili Lalu Giat Juangsa Putra Lani Gumilang Lestari, Ayu Rahfiza Lestariningsih, Dwi Lies Permana Lilya Susanti LINDAWATI Ludfi Djakfar Lukman Hakim, Muhammad Wildhan M. Taufik Hidayat Made Suarjana Madobaafu, Sarivanoly Mahditya, Alma Malikthun Badriyah, siti Manullang, Julinda Romaulli Marilyn Lasarus Marliana, Panisa Masriwilaga, Ari Ajibekti Masrur, Muhammad Masruroh, Ainul Ma’muriyah, Ni’matul Mega Gemala Mega Sukma Megayuniar, Fara Meilani Mandhalena Manurung Metta Santiputri Michella Beatrix Ming Narto Wijaya Mohamad Alif Dzulfiqar Mohammad Hamsal Mufida, Mir’atul Khusna Muhamad Nazif, Muhamad Muhammad Luthfi Muhlasin, Muhlasin Muhtar Kosim Mulyadi, Fiona Puspitasari Munandar, Kukuh Mustika, Arinda Diah Nur Nabil Akmal, Ngakan Made Nainggolan, Christin Remayanti Naufal Abdurrahman Prasetyo Nawipa, Stepanus Nazarius, Nadesta Nazirman, , Nenggolan, Steven Endrow Ningrum, Anna Cahya Ninsih, Nurul Fajri Novia Rahma Rista Utami Novtrian, Fauzi Nugroho Pratomo Ariyanto Nunung Cipta Dainy Nur Fitria Pujo Leksonowati Nur Zahrati Janah Nurfintasari, Ayu Febrianti Nurhidayat Nurhidayat Nurlaili Nurlaili Nurman Pamungkas Nurmasytah, Andi Nurmasytha, Andi Nursalim Nursalim Nurul Laili Arifin Nurul Ulfah OKTI PURWANINGSIH Pakusadewo, Lutfi Palijama, Martje Leninda Pambudi, Bayu Indra Pande Made Kutanegara Pangestu, I Made Surya Wisnu Panpipat, Worawan Pantur, Arianus Parlindungan Tambunan Patricia, Louce Pradana, Egi Prakosa, Arga Yudhistira Prakoso, Arie Prasetio, Leonard Prastuti Sulistyorini Prastyo, Roni Dwi Pratama, Dodi Rajendra Pratita, Afifah Rahma Pratsiwi, Dyah Ayu Prayoga, M. Fajar Prayogi, Arie Puji Rahayu, Cicilia Puji Rahmawati Purnamasari, Dwi Amalia Puspandari, Suci Nandiah Puspitasari, Qona Dwi Putra, Geraldy Widianto Putra, Rama Dani Eka Putri, Naimah R, Redita Putri Rachman Hakim, Mochamad Arief Rachman, Nur Raden Tina Dewi Judistiani Rahadyan, Harits Hanif Rahayu, Ekcha Fuji Rahman, Erval Ade Rahman, Kamal Rahmanta, Anugrah Perdana Rahmasari, Novita Rahmawati, Atiqa Rahmayani, Nida Raihani, Sherly Ramadani, Fitri Ismiyati Ramadhan, Gilang Bagus Ramadhani, Adithia Ramedlon, Ramedlon Randha, Yehuda Keyzia Ratini Setyowati Rendi Rendi, Rendi Retno Anggraini Ridho, Hatta Rimawati, Elistya Rinaldi, Ferdian Rinastiti, Aghnetha Lintang Rinjani, Diliya Mariam Risma Fahrul Amin Ristinah S Riyanti, Vera Rizki Amalia Tri Cahyani Rokhayati, Yeni Roland Martin Simatupang Romauli Manullang, Julinda Roosena Yusuf, Roosena Roza Puspita Ruth Dameria Haloho Ryan Fani S, Ruth Navratilova Sabeli Aliya Sabinus Rainer N. Christi Safitri, Apdila Sagoro, Gawan Saha Prakasa, Ida Bagus Saisbuwono Bauw, Umas Salido, Achmad Samad, Irfawandi Sandhi, Reza Dwipa Sandi Prasetyaningsih Sao, Fransiska Pindan Sapto Wiratno Satoto Saputra, Randy Saputra, Rizky Adhi Perdana Saputri, Ayu Sartikha, Sartikha Sefita Aryuti Nirmala Sekarrizki, Yayu Annisa Sembiring, Aldi Efrata Sembiring, Nikolas SEPTI, ALEZA DWI setiadi, endang Setiawan, Fadilah Setioputro, Novandri Tri Shakti, Roberto Pradana Sherliana, Sherliana Sibagariang, Samuel Madeardo Sidiq, Zaeni Rahman Sihotang, Alodia Vannia Silalahi, Andrew Timothy Silalahi, Jogi Silviana , Anastasya Simanjuntak, Jackson Bernath Simanjuntak, Servis Siti Azizah Siti Nurlina Sitompul, Even Peacestar Situmorang , Tonny Sofiana, Dini Solikah, Nur Hidayati Sri Harjanto Sri Murni Dewi Sri Sumaryati Srijadi, Yana Kusnadi Srijadi Sriyanto Sriyanto Subaidi Subaidi, Subaidi Sudibyo, Doni Sudiyanto Sudiyanto Sugeng P Budio, Sugeng P Sugeng P. Budio Sugeng P. Budio Sugeng Prayitno Budio Suhardi Suhardi S Suhardi Suhardi Suharjono, Suharjono Sukiman Sukiman Sulaiman, Agus Sulestry, Andi Indra Sulhan Sulhan Suli, Vivi Novita Sulistyowati, Anastasya Dian Supriyana Nugroho Surendra, Arya Suroso . Susanto Susanto Syaekhu, Ahmad Syambodo, Bayu Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Tekad Urip Pambudi Sujarnoko Theophilus, Stefan Tillah, Mardha TOHA, ANDI MUHAMMAD Trisna , Dika Ayu Tyarpratama, Marsa Achadian Tzu Ying, Lee Ulum, Abrori Usman Ependi Utomo, Mochammad Surya Budi Uuf Brajawidagda V P, Andreas Brian Vadra, Karina Pearlaura Veronica Wanniatie W., Ming Narto W., Thariq Ramzie Wahyuningtyas, Amalina Nur Wajdi, Fathullah Wangge, Ketrina Novika Wardani H, Rizki Claudia Wardhani, Arimurti Wisnu Wattimury, Yanti Widjatmoko, Indradi Widya Pintaka Bayu Putra Wijatmiko, Indra Wiliartha, Samuel Windy Stefani Wiradinata, Rizky Wisnumurti Wisnumurti . Wiwin Astuti Wiwiwinanda, Wiwiwinanda Yodyawira, Kemal Yoga Nugraha, Irsandi Yudhakusuma, Dudi Yuli Astuti Yulianto, Rudi yunaidi yunaidi Yunita Lisnawati Yusuf, Nabil Mochammad Zainuddin, Zainuddin Zalfa Eisna Kanaya Zalfah Nurullail, Anna Zulfikar Judge Zuraida Hanum