p-Index From 2021 - 2026
22.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal IPTA Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies Jurnal Pendidikan Seni Rupa Grenek: Jurnal Seni Musik El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam JOGED Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Dakwah Tabligh Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Potensia PIONIR: Jurnal Pendidikan KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Jurnal Pendidikan Islam ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) ESOTERIK Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial DERIVATIF Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Edukasia Islamika Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Penelitian Hukum De Jure Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam International Journal Pedagogy of Social Studies Jurnal Ekonomi Islam Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Transformatif Indonesian Journal of Primary Education Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Basicedu Journal on Education MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Abdi Seni Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Ilmu Dakwah Saliha : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Madinah: Jurnal Studi Islam Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Studi Budaya Nusantara Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Maha Widya Bhuwana: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Journal Civics and Social Studies AL-ADABIYA: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan AL-FIKR: Jurnal Pendidikan Islam Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat At-Tarbawi : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Al-Fath Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Jurnal Kajian Ilmiah Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Jendela Inovasi Daerah Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Religio Education (RE) TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Wanita dan Keluarga Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Didaktika Religia Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Jurnal Basicedu KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah Journal of Innovation and Research in Primary Education Millah: Journal of Religious Studies Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Pendidikan Islam Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Journal of Islamic Education Studies Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Jurnal Ekonomi Islam Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE) NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Linuhung: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Progresif AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Educational Research Indonesia Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Al-Irfan: Journal Of Arabic Literature and Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN FILSAFAT DALAM ILMU PENGETAHUAN: FONDASI EPISTEMOLOGIS DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN Nurpina, Ainun; Sonia, Gina; Maulidina, Siti; Zurrahmah, Zurrahmah; Parhan, Muhamad
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i3.19476

Abstract

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia yakni kata philos berarti cinta dan Sophia berarti pengetahuan, hikmah atau kebenaran. Secara etimologi, kata filsafat berarti cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia filsafat berarti pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal dan hukumnya. Filsafat juga dapat berarti teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan atau juga ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi.Menurut Aristoteles yang mengemukakan bahwa filsafat merupakan ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika. Berbeda dengan Al Farabi yang berpandangan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. Filsafat secara harfiah berarti cinta kepada kebijaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun manusia mungkin tidak sepenuhnya memahami segala sesuatu yang dimaksudkan dengan kebijaksanaan, mereka harus terus mengejarnya. Filsafat adalah jenis pengetahuan yang dapat diukur dan menembus inti dari segala sesuatu. Dapat disimpulkan bahwa filsafat pada dasarnya adalah kegiatan berpikir yang sistematis, menyeluruh, logis, dan radikal (Dr. Ismail Marzuki, 2021).Secara etimologis ilmu adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Arab yakni ‘alima yang berarti tahu atau mengetahui. Berdasarkan KBBI Ilmu merupakan pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Dalam bahasa Inggris, kata science diterjemahkan sebagai "ilmu," sementara knowledge berarti "pengetahuan. Dalam bahasa Indonesia, istilah science berasal dari bahasa Latin scio dan scire, yang berarti "mengetahui." Kata ini umumnya diterjemahkan sebagai "ilmu," tetapi sering juga digunakan dalam konteks "ilmu pengetahuan." Meskipun kedua istilah tersebut sering dianggap memiliki makna yang sama, secara konseptual terdapat perbedaan dalam penggunaanny (Syukri & Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2024).Sedangkan menurut Aristoteles ilmu adalah pengetahuan demonstratif tentang sebab-sebab hal (Syukri & Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2024).  Ilmu adalah istilah yang mengacu pada lebih dari sekedar pengetahuan. Pada zaman dahulu, orang yang dianggap berilmu jelas merupakan orang yang telah dianggap memiliki kemampuan yang didapat melalui syarat tertentu. Orang yang dianggap berilmu juga dianggap telah lulus ujian dan memiliki predikat kelayakan.Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui yang diperoleh melalui persentuhan panca indera terhadap sesuatu. Pada dasarnya, proses melihat, mendengar, merasakan, dan berpikir adalah dasar dari sikap dan perilaku manusia (Makhmudah, 2017). Pendekatan akal dan intuisi bekerja sama untuk membangun ilmu pengetahuan. Akal memiliki keterbatasan penalaran yang kemudian disempurnakan oleh intuisi, yang merupakan pemberian atau bantuan. Karena pemberian dari intuisi belum sistematis, bantuan nalar diperlukan untuk mensistematisasikan pengetahuan yang bersifat pemberian (Ulum, 2021). Filsafat dan ilmu pengetahuan merupakan upaya manusia dalam memahami suatu konsep dan metode dari sebuah disiplin ilmu (Fadli, 2021).            Pada tahap awal perkembangan pemikiran manusia, filsafat dan ilmu pengetahuan memiliki keterkaitan yang erat. Pada masa Yunani Kuno, pemikiran filosofis yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Aristoteles dan Plato mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk logika, metafisika, etika, serta kajian tentang alam semesta. Pada masa itu, belum ada batasan yang jelas antara filsafat dan ilmu pengetahuan, sehingga filsafat berperan sebagai landasan utama dalam pengembangan ilmu. Selain itu, dalam era skolastik, filsafat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari teologi, dimana keduanya saling melengkapi dan berkembang secara bersamaan (Taufik, 2020).Seiring dengan perkembangan intelektual manusia, ilmu pengetahuan dan filsafat mulai mengalami pemisahan. Ilmu pengetahuan semakin mendominasi pemikiran manusia, sedangkan filsafat tetap berperan dalam memberikan landasan konseptual dan kritis. Hal ini mendorong upaya untuk memposisikan keduanya secara tepat sesuai dengan batas wilayah masing-masing, bukan untuk mengisolasi, melainkan untuk memperjelas hubungan keduanya dalam konteks pemahaman khazanah intelektual manusia. Harold H. Titus mengakui bahwa sulit untuk menyatakan secara tegas dan ringkas tentang hubungan antara ilmu dan filsafat karena keduanya memiliki banyak persamaan dan perbedaan. Para ilmuwan berbeda-beda dalam berpendapat tentang sifat dan keterbatasan ilmu, dan para filsuf berbeda-beda dalam memberikan makna dan tugas filsafat. Dua tugas filsafat tidak ada pada ilmu, menurut Sidi Gazalba (1992). Yang pertama adalah merenungkan dunia secara menyeluruh, khususnya tentang makna, tujuan, dan nilai. Yang kedua adalah menguji pengertian secara kritis, baik yang digunakan oleh ilmu atau anggapan umum. Baik filsafat maupun ilmu menggunakan berpikir kritis, berpikiran terbuka, dan sangat berhati-hati pada kebenaran dalam upaya mereka untuk memahami dunia dan kehidupan. Ini adalah persamaan, jika tidak persamaan, antara keduanya (Syukri & Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2024).            Meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam upaya mencari kebenaran. Filsafat dan ilmu pengetahuan sama-sama menerapkan pemikiran reflektif, kritis, serta sikap terbuka dalam mengkaji realitas. Hubungan antara keduanya bukanlah hubungan yang bertentangan, melainkan saling melengkapi, di mana filsafat memberikan landasan konseptual bagi ilmu pengetahuan, sementara ilmu pengetahuan menyediakan fakta dan temuan empiris yang memperkaya filsafat. Ilmu pengetahuan bersifat analitis dan deskriptif dengan fokus pada objek tertentu guna menemukan fakta serta mengembangkan teknologi. Sementara itu, filsafat berusaha menemukan kebenaran yang lebih mendasar dan universal melalui pemanfaatan akal secara optimal. Dengan demikian, baik filsafat maupun ilmu pengetahuan memiliki kontribusi penting dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan manusia melalui pendekatan yang sistematis dan kritis (Fadli, 2021).Hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan kuat karena keduanya berasal dari upaya manusia. Kegiatan manusia dapat digambarkan baik dari segi prosesnya maupun dari segi hasilnya. Jika dilihat dari segi hasilnya, keduanya merupakan hasil dari berpikir manusia secara sadar. Jika dilihat dari segi prosesnya,menunjukkan suatu kegiatan yang mencoba memecahkan masalah dalam kehidupan manusia dengan menggunakan metode atau prosedur tertentu secara sistematis dan kritis untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan. Hubungan antara ilmu pengetahuan dan filsafat saling melengkapi. Mereka berfungsi sama-sama, bukan bertentangan. Pada hakikatnya, perbedaan itu terjadi karena metode yang berbeda digunakan. Ilmu pengetahuan menggunakan metode ilmiah, yang terdiri dari observasi, eksperimen, pengujian hipotesis, dan analisis berbasis data. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang objektif dan dapat diuji ulang. Sementara itu, filsafat lebih menekankan metode refleksi, analisis konseptual, dan argumentasi logis untuk memahami makna dari berbagai konsep yang digunakan dalam ilmu dan kehidupan. Jadi, kita perlu melakukan perbandingan dan perbandingan antara ilmu pengetahuan dan filsafat untuk melihat apa yang berbeda dan apa yang berbeda. Filsafat belajar dari ilmu pengetahuan dengan menekankan keseluruhan (sinopsis), karena keseluruhan memiliki sifat yang tidak ditemukan pada bagian-bagiannya.Sejak masa Renaissance yang kemudian disusul oleh Aufklärung pada abad ke-18, filsafat yang sebelumnya menjadi induk dari berbagai cabang ilmu pengetahuan mulai ditinggalkan oleh "anak-anaknya" (cabang-cabang ilmu pengetahuan). Seiring waktu, cabang-cabang ilmu berkembang secara mandiri, bersama dengan "anak kandungnya" yaitu teknologi. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mengalami kemajuan pesat dan menghasilkan berbagai temuan yang bersifat revolusioner, sehingga semakin memperkuat posisi mereka sebagai entitas yang berdiri sendiri. Namun, terdapat kecenderungan bahwa ilmu pengetahuan dikembangkan dan diterapkan berdasarkan asumsi-asumsi filosofis yang melandasinya. Permasalahan yang muncul, baik dari sisi teoritis maupun praktis, sering kali ditinjau secara sektoral dari sudut pandang masing-masing disiplin ilmu, tanpa adanya koordinasi lintas bidang. Akibatnya, komunikasi antar disiplin ilmu menjadi sulit dikembangkan, karena setiap bidang ilmu memiliki terminologi dan pendekatan teknisnya sendiri yang sering kali tidak selaras dengan bidang lainnya (Rofiq, 2018).Selain itu, Rofiq (2018) juga menyatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun lingkungan. Jika tidak diarahkan dengan baik, perkembangan ini dapat menimbulkan dampak negatif, seperti munculnya perilaku anti-kemanusiaan, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, komersialisasi ilmu pengetahuan tanpa mempertimbangkan etika, serta penerapan iptek yang merusak keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kritis dalam mengelola perkembangan ilmu dan teknologi agar tetap sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan. Sejalan dengan berbagai tantangan yang muncul akibat kemajuan iptek dan spesialisasi ilmu yang semakin terfragmentasi, ilmu pengetahuan mulai kehilangan sifatnya yang holistik dan integratif. Masing-masing disiplin ilmu berkembang secara terisolasi, sehingga tercipta kesenjangan dalam pemahaman yang utuh terhadap realitas. Dalam kondisi ini, terasa adanya kebutuhan untuk membangun interaksi yang lebih erat antara berbagai disiplin ilmu, sehingga upaya membentuk komunitas akademik yang inklusif dan kolaboratif menjadi semakin mendesak.Dalam konteks ini, filsafat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu. Filsafat tidak hanya membantu dalam memahami hubungan antar banyak bidang ilmu, tetapi juga mencegah pemisahan yang terlalu kaku antara sains, humaniora, dan teknologi. Lebih dari itu, filsafat memberikan kerangka berpikir kritis yang memungkinkan evaluasi terhadap konsep, metode, serta implikasi ilmu pengetahuan. Peran filsafat dalam etika juga menjadi sangat krusial, khususnya dalam memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan mempertimbangkan aspek moral, sosial, dan lingkungan. Sebagai contoh, perkembangan kecerdasan buatan (AI) di era digitalisasi menghadirkan berbagai dilema etis yang harus dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat (Djamhuri, 2011).Selain itu, pendekatan interdisipliner seperti pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dapat menjadi solusi dalam mengintegrasikan ilmu alam, humaniora, dan seni. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya pemahaman yang lebih komprehensif terhadap ilmu pengetahuan, sehingga tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan. Dengan demikian, filsafat tetap memiliki peran fundamental dalam ilmu pengetahuan, baik sebagai alat refleksi kritis maupun sebagai penjaga nilai-nilai etis dalam perkembangan sains dan teknologi (Djamhuri, 2011).Secara keseluruhan, filsafat memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan kerangka konseptual dan etis bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Filsafat tidak hanya berfungsi sebagai sarana refleksi dan pertanyaan kritis, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk paradigma berpikir manusia terhadap realitas dan pengetahuan. Interaksi antara filsafat dan ilmu pengetahuan memperkaya wacana intelektual, meskipun sering kali menimbulkan perdebatan mengenai sifat realitas dan batas-batas epistemologi manusia. Dengan demikian, filsafat dan ilmu pengetahuan bukanlah entitas yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam upaya memahami dunia dan kehidupan manusia secara lebih mendalam (Pabisa, 2024).Seiring dengan revolusi industri pada abad ke-17 yang melahirkan masyarakat modern, berbagai gagasan dan pandangan idealis mulai berkembang dan memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial. Gagasan-gagasan ini secara bertahap menjadi dasar bagi perubahan sosial yang terus berlanjut hingga kini. Namun, dalam perjalanannya, terjadi pergeseran tujuan yang menyebabkan penyimpangan dari maksud awal perubahan tersebut (Tasnur & Sudrajat, 2020). Meskipun demikian, studi filsafat tetap memiliki peran signifikan dalam proses modernisasi. Sebagaimana diungkapkan oleh Sani Susanti et al., (2023), filsafat dapat menjadi strategi budaya yang mendukung perkembangan peradaban. Oleh karena itu, filsafat dan teologi tetap relevan dalam menjawab berbagai pertanyaan manusia di era modern. Lebih dari sekadar refleksi pemikiran, filsafat berfungsi sebagai sarana untuk membentuk pola pikir yang kritis, kreatif, dan mandiri dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan yang sistematis dan rasional, filsafat membantu individu memahami perubahan sosial, teknologi, dan budaya secara lebih mendalam. Hal ini menjadikan filsafat tetap relevan dalam kehidupan manusia modern, di mana hanya mereka yang berpikir terbuka, inovatif, dan mandiri yang dapat menguasai serta beradaptasi dengan dinamika perubahan yang terus berlangsung.Dalam pandangan yang menyeluruh, filsafat ilmu memandang perkembangan ilmu pengetahuan sebagai sebuah proses pencarian yang tidak pernah berhenti, dengan kesadaran bahwa pengetahuan yang kita miliki saat ini selalu terbuka untuk dikembangkan dan disempurnakan (Tjahjadarmawan & X, 2023). Ilmu pengetahuan mendorong kemajuan teknologi, sedangkan teknologi berperan sebagai alat yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan sosial maupun pribadi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sering berjalan beriringan, memungkinkan manusia untuk lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Dengan kata lain, kemajuan dalam kedua aspek ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup manusia, baik dalam hal keterampilan maupun kecerdasan. Dampak dari perkembangan ini dapat bersifat positif maupun negatif. Salah satu dampak positifnya adalah kemudahan dalam aktivitas ekonomi lintas negara melalui e-commerce. Di sisi lain, dampak negatif yang dapat timbul adalah meningkatnya dekadensi moral atau kemerosotan nilai-nilai etika dalam masyarakat. Oleh karena itu, filsafat ilmu memiliki peran penting sebagai pengendali dalam setiap penerapan ilmu dan teknologi agar tetap sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Mengingat bahwa IPTEK telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, keseimbangan antara kemajuan teknologi dan etika dalam penggunaannya perlu terus diperhatikan.Filsafat dapat dipahami sebagai suatu cara berpikir yang mendorong individu untuk bersikap kritis, kreatif, dan mandiri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Di era modern yang penuh dengan dinamika dan perubahan cepat, filsafat tetap memiliki relevansi yang kuat karena mampu membentuk pola pikir yang analitis serta terbuka terhadap hal-hal baru. Dengan kemampuan berpikir yang tajam dan inovatif, seseorang dapat lebih adaptif dalam merespons perkembangan zaman, baik dalam bidang teknologi, sosial, maupun budaya. Oleh karena itu, pemikiran filosofis tidak hanya menjadi landasan dalam mencari kebenaran, tetapi juga sebagai alat untuk memahami dan mengatasi tantangan global secara bijaksana (Santi et al., 2022).Filsafat Islam tetap relevan di era modern karena mampu menjembatani ilmu dan agama dalam menghadapi tantangan sekularisme dan materialisme. Kemajuan sains dan teknologi sering kali membawa kehampaan spiritual, sehingga filsafat Islam berperan dalam menjaga keseimbangan antara rasionalitas dan nilai-nilai ketuhanan. Dengan pendekatan berpikir rasional dan konsep sunnatullah, filsafat Islam mendorong pemikiran kritis serta memberikan landasan etika bagi pengembangan ilmu pengetahuan agar tetap bermoral dan bermanfaat bagi kemanusiaan (Paramadina & 2017, n.d.).
Application of the Ulul Ilmi Model to Improve Critical Thinking and Religious Character in the 21st Century Budiyanti, Nurti; Parhan, Muhamad; Komariah, Kokom Siti
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2431

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Ulul Ilmi Model in enhancing critical thinking skills and religious character among 21st-century students. A qualitative approach was used to development into the experiences and perspectives of students and educators in the application of this model. Data were collected through in- depth interviews, focus group discussions (FGD), and participatory observations. The participants in this study included students, teachers, and school staff who applied the Ulul Ilmi Model in their learning activities. The findings indicate that the application of this model is positive impacts the development of students ' critical thinking , reflected in their ability to analyze, evaluate, and solve problems more rationally. Additionally, this model too Strengths students ' religious character , as evidenced by an increase in spiritual awareness and moral values in their daily lives. This study concludes that the Ulul Ilmi Model can be an effective alternatives in 21st-century education to shape a generation that is not only intellectually intelligent but also has a strong religious character.
Kesadaran Profetik : Upaya Mereduksi Neokolonialisme dalam Pendidikan Nova Nafisah Zulfa; Muhamad Parhan
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i2.3361

Abstract

Educational neocolonialism is a planned policy of developed countries to maintain their influence over developing countries which is a continuation of past practices. In line with Paulo Freire's ideas in his book "Education of the Oppressed", educational neocolonialism is the new face of "oppression" in the world of education in Indonesia. The aim of this research is to find a grand solution to the problem of this new form of colonialism. This research approach is qualitative with a library study method, namely reviewing books, literature and notes related to the topic raised. The concept of "Prophetic Awareness" presented by Kuntowijoyo (2001) in a book by Abdul Halim Sani (2011) can offer a solution to the above phenomenon, harmony between reason and faith which is manifested through a process of humanization-theocentric, liberation and transcendence, it is hoped that it can restore identity. Indonesian education is based on the divine principle of justice.
The Implementation of Cooperative Learning Method: Revitalizing the Learning Process of Islamic Religious Eduation Sandy, Wahyuni Eka; Fakhruddin, Agus; Parhan, Muhamad
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i2.8677

Abstract

Good classroom management is the key to creating active learning in Islamic Religious Education (IRE) learning. Cooperative learning is an alternative method for teachers to revitalize IRE learning to be more enjoyable and increase student activity. The purpose of this study was to evaluate the impact of the cooperative learning method in increasing student activity in IRE learning in schools, especially at SMP Putra Pakuan Bogor. The research method used in this study was a descriptive qualitative approach with observation and interviews with teachers and students as data collection techniques. Data were analyzed using thematic analysis to identify core themes related to student activity in IRE learning. The results showed that the application of the cooperative learning method succeeded in increasing student activity in IRE learning in schools. By creating a fun learning environment, students become active participants in learning so that it has an impact on students in understanding the material more easily. From this study, the author recommends that teachers consistently apply the cooperative learning method in IRE learning to continue to increase student activity and understanding of the material being taught. Pengelolaan kelas yang baik menjadi kunci untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Cooperative learning menjadi alternatif metode bagi guru untuk merevitalisasi pembelajaran PAI menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan keaktifan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak metode pembelajaran cooperative learning dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam Pembelajaran PAI di sekolah, khususnya di SMP Putra Pakuan Bogor. Metode penelitan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara terhadap guru dan siswa sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema inti yang terkait dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode cooperative learning berhasil meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran PAI di sekolah. Dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa menjadi aktif berpartisipasi dalam pembelajaran sehingga hal tersebut berdampak pada siswa dalam memahami materi menjadi lebih mudah. Dari penelitian ini penulis merekomendasikan agar guru secara konsisten menerapkan metode cooperative learning dalam pembelajaran PAI untuk terus meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
Analisis Pemikiran Islam Terhadap Perkembangan Sastra Indonesia: Kajian Historis Dan Kontemporer: DOI 10.58569/jies.v3i2.1135 Tasya Meilani; Tazkia Zharifa Ramadhani; Rahma, Zakiyyah; Muhamad Parhan
Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v3i2.1135

Abstract

Religion and literature can be interconnected, there are many literary works that contain Islamic teachings with learning values ​​that are used as life guidelines, both explicitly and implicitly. This is certainly inseparable from Islamic thought that is present in literary works, either from the author himself or from other figures who have sufficient knowledge about Islam. This study analyzes Islamic thought on the development of Indonesian literature with historical and contemporary studies on how Islamic thought influences literary works and is integrated into literary works. The results of the analysis will be presented descriptively qualitatively by describing Islamic thought on the development of Indonesian literature through a historical explanation of literature in Islamic teachings and the development of literature in Indonesia.
Hukum Positif Dan Hukum Islam: Sebuah Perbandingan Sederhana: DOI 10.58569/jies.v3i2.1138 Auralia Putri Ramona; Felawati; Nayla Yuliandri; Parhan, Muhamad
Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v3i2.1138

Abstract

Hukum berperan sebagai penggerak utama dalam kehidupan sosial, sebagai cara untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Selain hukum negara yang diterima oleh masyarakat, ada juga hukum Islam yang berfungsi sebagai acuan bagi umat Muslim. Dengan kemajuan zaman saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat, tantangan hukum menjadi lebih rumit. Beragam isu sosial, ekonomi, dan politik muncul, sehingga memerlukan regulasi yang sesuai dengan konteks masyarakat saat ini agar dapat memastikan keadilan yang tepat. Mengingat hal itu, penting untuk memperhatikan relevansi hukum islam terhadap sudut pandang hukum positif dalam kehidupan masyarakat. Ini juga mencakup bagaimana hukum positif dapat menyesuaikan diri dengan perubahan nilai-nilai dan cara hidup masyarakat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali peran hukum positif dalam kehidupan masyarakat, serta tantangan dan peluang yang muncul dalam pelaksanaannya. Sehingga, dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai hukum dan dapat berfungsi sebagai pedoman bagi para pembuat kebijakan untuk lebih mengoptimalkan dalam menyesuaikan fungsi hukum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Integrasi Nilai Spiritual dan Akademis dalam Era Modern Usyanu, Yudan; Maulidina, Siti; Hisyam, Ilham Muhammad; Sonia, Gina; Aryas, Elza Izzul; Parhan, Muhamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam adalah serangkaian proses pembinaan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia sehingga diharapkan peserta didik bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pendidikan islam harus melihat lingkungan praktik yang mendukung untuk mewujudkan pendidikan islam. Menemukan lingkungan yang ideal tidaklah mudah sehingga penelitian ini dilakukan dengan mengeksplor dan mengkaji beberapa literatur pustaka. Penelitian ini membahas tentang metode pengajaran dan lingkungan belajar yang islami. Peran guru dan keterlibatan orang tua akan sangat mendukung untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan islam. Tentunya, akan ada tantangan dalam mewujudkan pendidikan islam di era modern ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penelitian literatur sebagai desain penelitian kali ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana cara menerapkan pendidikan islam, siapa saja yang terlibat dan bagaimana tantangannya di era serba digital seperti sekarang ini.
Analisis Perbedaan Evaluasi Pendidikan Islam dan Nasional: Pendekatan Spiritual dan Penguasaan Karakter Sipa, Sipa; Nurpina, Ainun; Hanifah, Rifa; Julianti, Chantika Marsa; Maulana, Muhammad Irfan; Parhan, Muhamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbedaan evaluasi dalam pendidikan Islam dan nasional dari lima aspek utama: tujuan, metode, prinsip, fokus penilaian, dan penerapan. Evaluasi pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia paripurna (al-insān al-kamīl) dengan penekanan pada aspek spiritual, afektif, dan psikomotorik. Sebaliknya, evaluasi pendidikan nasional fokus pada pencapaian tujuan prosesonal meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi pustaka (library study) untuk menganalisis data dari berbagai sumber utama dan tambahan. Prinsip evaluasi pendidikan Islam menitikberatkan kesinambungan, totalitas, dan nilai-nilai agama, sementara evaluasi pendidikan nasional mengutamakan keterpaduan, kontinuitas, dan akuntabilitas. Fokus penilaian pendidikan Islam adalah perubahan sikap dan hubungan spiritual, sedangkan pendidikan nasional menilai prestasi akademik. Implikasinya, pendidikan Islam menghasilkan individu bertakwa, sedangkan pendidikan nasional menghasilkan individu yang berkarakter.
Krisis Moral Pendidik: Menyimpang dari Etika Islam dalam Dunia Pendidikan Mumtaz, Muhammad Mursyid; Aulia, Diva Nazira; Apriyanti, Susan; Nurpadlillah, Senja Khoerunnisa; Parhan, Muhamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi penerus bangsa, di mana pendidik berfungsi sebagai teladan utama bagi peserta didik. Namun, dunia pendidikan di Indonesia saat ini dihadapkan pada krisis moral yang serius di kalangan pendidik, seperti penyimpangan etika dan perilaku tidak profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab krisis moral tersebut dan mengusulkan solusi melalui pendidikan Islam. Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menekankan pentingnya pembentukan karakter pendidik yang dapat dicapai melalui pelatihan moral, pengawasan etika, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, serta masyarakat. Pendidikan Islam, yang menekankan nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab, berperan penting dalam mengatasi krisis ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang berperilaku baik memberikan dampak signifikan dalam pembentukan karakter siswa, dan pendidikan Islam memiliki potensi besar sebagai solusi krisis moral pendidik di Indonesia.
Pendidikan Manusia dalam Perspektif Ibnu Sina Rahma, Haifa Auliya; Fadhilah, Annatasya Dwi; Istiqliana, Aisya; Hakim, Wildan Nasrun; Parhan, Muhamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Sina melihat manusia sebagai entitas yang terdiri dari tubuh dan jiwa, di mana tubuh berperan sebagai instrumen bagi jiwa yang merupakan inti dari kehidupan manusia. Ia berpendapat bahwa jiwa dan tubuh saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Ibn Sina membagi jiwa manusia menjadi tiga tingkatan, yaitu jiwa nabati (pertumbuhan), jiwa haywani (indera), dan jiwa ‘aqli (akal). Jiwa manusia memiliki sifat kekal dan akan terus ada setelah tubuh meninggal, yang menggambarkan keterkaitan erat antara jiwa dan akal sebagai sumber pengetahuan dan tindakan.
Co-Authors Aam Abdussalam Aam Abdussalam Aam Abdussalam, Aam Ababil, Salza Nabila Abdulah, Mulyana Abizar Khairulimam Abizar Khairulimam Abu Warasy Batula Aceng Kosasih, Aceng Achmad Faqihuddin Achmad Ghiyats Setiawan Ade Sartika Ade Sucipto Adhe Noer Sholehah Adhimas Bagaskara Adiasta, Muhamad Akmal Adilla Tieky I. D Afifah Sahlah Aghnia Aghnia Agus Fakhruddin Ahmad Djubaeri Ramdani Ahmad Farohi Ahmad Fuaddin Ahmad Fu’adin Ahmad Ihsan Nur Solehudin Ahmad Syakir Wildani Ahmad, Nurwadjah Aisyah Munadiya Khoirah Aisyah, Wina Siti Ajeng Irma H. S Ajmal Hadi Maulana Akbar Subagja, Nadzar Al Haq, Ramadane Tepi Al Husna Al-Ghani, Muhammad Revashah Alawiyah, Risa Alfajrin, Muhammad Fakih Alfira Andhini Alghifari Hafizh Matin Alma Nur Fadilah Alni Dahlena Alwan Hafidz Darmawan Amaliah, Putti Nur Amanda Sephira Nuraini Amelia Putri, Nadia Amelia, Rika Amnasriyah, Aliyah Ana Sopanah, Ana Ananda Indriani Andewi Suhartini Andewi Suhartini, Andewi Andini Fitriani Anggi Anggella Hikhmalia Anggi Nur Pramesti Ani Adistyani Annatasya Dwi Fadilah Annisa Faujiah, Erlina Annisa Gilang Fitriah Anugrah, Eri Anwar Taufik Rakhmat Anwar Taufik Rakhmat Taufik Rakhmat Apriyanti, Susan Ari Kartiko, Ari Arie Budiawan Ariska Sara Arizka, Nessa Ahsani Arnis Susnita Arrasyid, Riko Aryas, Elza Izzul Asofah, Indri Asri Ananda Afsari A Rosid Asyiyah, Ilma Nur Atikah Salma Hidayati Audini, Yunisa Aulia Jasmine Maharani Aulia Tegar Wicaksono Aulia, Diva Nazira Auliya Fitria Auralia Putri Ramona Ayu Wulandari AYU WULANDARI Ayumi, Rahma Arindani Az-Zahra Khoirul Qolbi Azahra Harianti Azahra Hariyanti Azahra, Najwa Azhar Ghaida Kurniawan Azizah Azizah Azzahra, Audree Azzuri, Denisa Panseria Baari, Rosmalati Muthiatil Bagaskara, Adhimas Balqissa, Shagia Bangkit Nugraha Bastiar, Randis Dwi Nugraha Berliani Ninta Tribrata Billy Ramadhan Bilqis Nafilah Febrianti Bilqisty Nur Arasshifa Brenda Cahyadi, Shadrina Fakhrana Fildzah Cesya Hanifa Febryerko Choirunisa Mukaromah Choirunisa Mukaromah Cici Sari Puspita Dewi Cindiawati, Astria Cindy Anugrah Pratiwi Citra Ayu, Laela Clarisa Agustina Cucu Cahyati Cucu Surahman Dadi M. Nugraha Dalmeri Dalmeri Damayanti, Rike Dara Salsabila Rahman Defira Salma Salamah Delima Widi Astuti Della Putri Aprillianti Deni Abdul Ghoni Desti Septiana Devi Indah Nur'aeni Lukman Dewi Anggraeni Dhea Nadila Violita Dhia Shabrina Shaheeb Dhitkya Pradana Diana Dwi Pratiwi Dimas Febriansyah Krisna Dwiputra Dimas Meifal Nazry Dina Mayadiana Suwarma Dini Amalia Salsabila Dini Siti Rahmawati Dwi, Melan Deciani Dwiyanti, Siti Khafifah Eka Nur Lia Sukma Elan Sumarna Elsa Lysandra Elsa Salsabila Emiliawati, Emil Endah Ainurrohmah Eri Susan Eva Fauziah K Fachri Ahmad Yasin Fadhilah, Annatasya Dwi Fadia, Rahma Fadila Siti Hajar Fadlillah, Muhammad Fakhri Fahmi Ibrahim Fahmi Ibrahim Fahra Putri Wulandari Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Faiz Firdaus Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fatima, Sofi Nurani Fauzia, Adel Diba Fauziah, Intan Anisa Fauziah, Syifa Samrotul Fayzah Atsariyya Faza Aulia Az-Zahra, Putri Feby Auliya Rahmah Febyana Carolyna Felawati Figlia Mutmainnah Syakura Fikri Ilham Nugraha Firdaus, Faiz Firna Sabila Diria Fitri Regina Prayoga Fitriah, Annisa Gilang Fitriyani, Anindyta Ganjar Eka Subakti Gartiani, Prili Dwi George, Julia Relita Gilang Arya Alghifari Gilang Arya Alghifari Gina Fauzia Adnin Gumilar, Anggun H Udin Supriadi Hadiana Nasrullah Hafidz Noor Haifa Auliya Rahma Haikal, Muhammad Fajrin Hakam, Ahmad Hakim, Wildan Nasrun Hanifah, Bilqis Zahra Hanifah, Rifa Hanipa Nurul Nisa Haq, Muhammad Zaky Dhiyaul Haris Mubarak Haritsahrizal, Muhammad Zaid Hartiyani, Suci Hasna Aisyah Rastiadi Hayati, Inna Kamilah Hayatunnisa Hayatunnisa Helmy Abdullah Helmy Hendring, Muhammad Rama Herlianingrat, Ratu Stevanny Hidayah, Ilmi Nur Hidayat, Devi Hikayat, Bunga Anisa Hikmatiar, Zidny Hilma Aulia Hilmiyah, Alifah Hisyam, Ilham Muhammad Humayra, Zahra Siti Husein, Salima Muhammad Hyangsewu, Pandu Ibrahim, Adil Hasan Ibrahim, Rafi Malik Iin Ulfa Royani Ilham Kurnia Gustavakuan Ilham Muhammad Hisyam Ilma Hasanah Ilma Nur Asyiyah Ilmika Noer Humaedi Ilyasa, Faisal Fauzan Imas Kurniawaty Imelda Rara Rahmawati Indana Sulfa, Fadhila Indra Chepy, Indra Indra Hadi Kurniawan Indri Asofah Islahuddin, Islahuddin Isma Afina Salsabila Istiqliana, Aisya Izdihar, Najla Zalfa Izmi Nurul Azizah Jauza, Alfiyah Zahra Jenika Fejrin Jenuri Julia Relita George Julianti, Chantika Marsa Julianti, Sapna Justika Ainun Mufti Kama Abdulhakam Karim, Syahida Karyana Tri Utama Kesya Arla Kusnadi Khairulimam, Abizar Khairunnisa, Nurlaila Khalisha Syaifullah Khansa Ufairah, Marsa Asy-Syifa Khari, Asma Kharimah, Alma Nur Komariah, Kokom Siti Komariah, Kokom Siti Ksatria Mahardika Dwi Putra Wibowo Kusnadi, Kesya Arla Kusuma, Veliza Meliani Putri Lailatus Sa’adah Latifah, Syifa Asma Lestari Kusuma Dewi Lia Sylvia Dewi Lintang Ardiansyah Listy Tilania Listy Tilania Lulub Nurkhaliza Luthiya Zahira Shofa Lutviya Zahira Shofa M. Abdul Somad M. Rid Fadhilah M. Rindu Fajar Islami MA Muhammad Buchori Mah Kimkim Maraya Rabbani Maulana, Muhammad Irfan Maulia D. Kembara Maulia Depriya Kembara Maulidina, Siti Maysaroh Maysaroh Mazaya Elya Sakinah Mediyanti, Risma Melan Deciani Dwi Melan Deciani Dwi Mhd. Aksaril Huda Ritonga Mia Amanda Milki Salwa Nor Azizah Mita Nurfitriyani Mita Nurfitriyani Mohammad Bagas Rafif Mohammad Rindu Fajar Islamy Mohammad Rindu Fajar Islamy Mohammad Rindu Fajar Islamy Mokh. Iman Firmansyah Muhamad Agus Firmansyah Muhamad Akmal Adiasta Muhamad Hilman Muhamad ilham Muhamad Mauris Faruqi Ali Muhamad Rafli Chrismawan Muhammad Abyan Ashshidqi Muhammad Agam Nalf Saujani Muhammad Agus Firmansyah Muhammad Alviazha Qinthara Muhammad Alwan Fathurrobbanie Muhammad Azzara Muhammad Bahrul Ulum Muhammad Fadly Al-Ghifari Muhammad Fahri Aminuddin Muhammad Hizba Aulia Muhammad Mursyid Mumtaz Muhammad Rama Hendring Muhammad Riziq Falah Muhammad Rofiudin Muhammad Shafiq Al-Ghifari Muhammad Thoriq Alfaiza Muhammad Zaky Dhiyaul Haq Muhammad Zulfikar Mukaromah, Choirunisa Mulyadi, Syifa Friscilla Mulyana Abdullah Mumtaz, Muhammad Mursyid Munawar Rahmat Mupid Hidayat Mustika, Azmi Dian Mutiara Efrillia Shanaz Aurora Mutmainnah, Siti Nasywa Nabila Zalfina Rahmah Nabila, Disah Alya nabila, Nabila Hasna Rafilah Nabilah Safira Salamat Nada Dwiyasyah Nadiya Nadiya, Nadiya Nadzira Hasna Naila Nur Hikmah Najla Qanita Khairunnisa Najla Zalfa Izdihar Najla’ Pinkan Putri Suryadi Najmina Nasywa Syamila Najwa Azahra Najwa Muniq Layalia Naresta Putri Karimah Nasrudin, Ega Nayla Yuliandri Nazhan, Faiz Aswa Nazwa Tamailla Kanza Neng Sumarni Neti Sunarti Nirmala, Fatra Lena Nisrina Fitri Ghaida Nizar, Alif Naf'an Noor, Hafidz Nova Nafisah Zulfa Novianti Novianti Nugraha, Fikri Ilham Nur Amanah, Syarifah Nur Eliyah Nur Fauziah, Rosdiana Nur Wulan Ramadhani Nurafifah, Nabilla Putri Nurfitriyani, Mita Nurhalim, Ikhsan Nurhaliza Rizki Avrilla Nurirvan, Sopi Nurkhasanah, Khairunisa Nurpadlillah, Senja Khoerunnisa Nurpina, Ainun Nursani Awal Artha Nugraha Nursyabana, Muhamad Fadhilah Nurti Budiyanti nurul latifah Nurwadjah Ahmad Oktavia Fitriani Olpia Anggraeni Haqqu Paramarini, Indira Sechan Paramesthi, Amanda Permadi, Rizki Adit Permana, Rizal Phitaloka, Maharani Intan Praja Gumulya, Saskia Prajihan Nisrina Pratama, Gamma Cipta Surya Prihatini Riezky A Prili Dwi Gartiani Puspa, Celyna Isnaeni Septia Putri Aghniya Dhitareka Putri, Dinda Nauli Putri, Sifa Alya Putri, Zahra Nindianti Putti Nur Amaliah Putti Nur Amaliah Qolbiyah, Aini Qonita Sofyatul Karima Rafif Hartawan Mukmin Rahayu, Dini Nur Oktavia Rahayu, Risma Putri Rahma Arindani Ayumi Rahma Dhita Syakirah Rahma, Ellana Ardelia Jovita Rahma, Haifa Auliya Rahma, Zakiyyah Rahmatunnisa Ramadhani Raid, M. Raissa Vera Ivanna Raka Surya Ramadhan Rama Wijaya A. Rozak Rama Wijaya Abdul Rojak Rama Wijaya Abdul Rozak Ramadhan, Ahmad Faishal Ramadhani, Rahmatunnisa Ranti Ayu Sriwahyuni Rasyid, Erlinda Alya Ratna Fitria Ratna Primada Dewi Refi Wijaya Regina Candrika Regina Regina Renita Ratriana Resti Nurfaujiah Reviana, Alma Shafira Reza, Sopian Muhamad Rheina Fatimah Azzahra Riansyah, Rafa Ridwan, Rizki Muhamad Rifa Hanifah Rifqi Fathan Saepudin Muzakki Rika Agustina Rike Damayanti Rini Utari Rini Utari, Rini Rio Azfa Malik Riska Siti Nurjanah Rispiyanti Siti N Risris Hari Nugraha Rizka Ade Purnama Rizki Alfarizi, Bayu Rizki Ananda Rodilah Syafitri Rosmayati Rosmayati Rosy, Marshanda Sabila, Nadzira Hasna Sadiya, Sofia Rafa Saepul Anwar Safira Puspa Nugraha Safira, Putri Sahrudin, Rahmazani Salima Muhammad Husein Salis Salis Salma Aulia Riyanti Salma Maelani Marwah Salma Rahma Dina Salman Septiana Rohendi Salsa Nurul Aini Salsa Sabila Firmansyah Salsabila, Dini Amalia Salwa Rihadatul Aisy Salza Nabila Ababil Salza Nabila Ababil Samsul Ma’arif Sandy, Wahyuni Eka Sangaswari, Galuh Oktianjani Sarah Alifa Sa’bani, Muhammad Sahlan Selfi Verawati Senja Khoerunnisa Nurpadlillah Septia R Mutmainah Setyaningrum, Ika Shadrina Fakhrana Fildzah Cahyadi Shakhilla Wijayanti Putri Shakylla Putri Ragiel Utami Sheleisya, Adinda Hasna Sherly Lorenza Bunga Edelweis Shodri, Wridan Fauzi Rahman Shofa Sofia Rohimat Sholehah, Adhe Noer Silvia Siti Rachmawaty Sipa Sipa, Sipa Siti Habibah Siti Nuriatus Zahroh Siti Sarah, Siti Siti Syabana Rahmananda Sofyan, Rhisma Al-Vyanie Solly Aryza Somad, Momod Abdul Sonia, Gina Sri Lestari Sri Lestari Sri Nurhayati Suabuana, Cik Subadri, Sheila Mitha Nurahmi Subrata, Gabriela Oktaviani Suci Hartiyani Sukaenah, Sukaenah Sukma, Eka Nur Lia Supriadi, H Udin Suprima Susan Apriyanti SUSAN, ERI Sutari, Bunga Maretianti Sutedja, Bambang Syahidin Syahidin Syahidin Syahidin Syahidin, Syahidin Syahidin, S. Syaifullah, Husen Indarno Syakura, Figlia Muthmainnah Syalla Azzahrra Syarifah, Gina Meilina Sya’ban, Bildan Muhammad Sylvi Nur Aisyah Tahira, Kayla Nurul Tarishah Aulia Tasya Meilani Tausiah, Azizah Tazkia Zharifa Ramadhani Tiara Sisdayanti Tiktiek Kurniawati Udin Supriadi Usup Romli Usyanu, Yudan Utama, Karyana Tri Verananda, Ezita Vicka Wulandari Vini A. Hadian Wahyudi, Arbiansyah Wardani Wardani Wawan Hermawan Wawan Hermawan Wayan Gastiadirrijal Wijayanti, Indri Winiarti, Winiarti Wita Purnama Wiyana, Resa WULAN PURNAMASARI, WULAN Yudan Usyanu Yuni Rahmawati Zahara Zahara Zahroh, Siti Nuriatus Zalfina, Nabila Zidan Ramadan Muhammad Darda Zidan Ramadan Muhammad Darda Zilallah, Maimunah Zulfaqar Syah Rafsanjani Zurrahmah Zurrahmah