p-Index From 2021 - 2026
41.957
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Educatio Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar ABDIMAS SILIWANGI JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Aulad : Journal on Early Childhood Journal on Education EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Academy of Education Journal Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) Jurnal Kewarganegaraan Action Research Literate (ARL) Indo-MathEdu Intellectuals Journal Malikussaleh Social and Political Reviews Jurnal Cakrawala Pendas Journal of Islamic Communication and Counseling Jurnal Basicedu Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Simpati: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Cendikia Pendidikan Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Al-Mubtadi : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Edumaspul: Jurnal Pendidikan ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat
Claim Missing Document
Check
Articles

Kebudayaan Indonesia di Era Globalisasi Terhadap Identitas Nasional Indonesia Muthia Aprianti; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2294

Abstract

Kebudayaan merupakan identitas Nasional suatu bangsa. Identitas Nasional bangsa dapat dikatakan sebagai keunikan, karakteristik, atau kecirikhasan, agar suatu bangsa tersebut dapat dibedakan dengan bangsa lainnya.. Akan tetapi kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat proses globalisasi ini. Sehingga menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan, misalnya hilangnya budaya asli suatu daerah, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kultur Indonesia. . Banyaknya budaya asing yang masuk dan memengaruhi di Indonesia karena longgarnya sistem pemerintahan dan melejitnya media komunikasi dan informasi terutama internet dan media sosial. Sehingga dengan masuknya budaya asing di era globalisasi ini sering kali membuat masyarakat merasa bahwa budaya tersebut lebih baik dari pada budaya bangsanya sendiri, bahkan kebudayaan asing justru dapat mematikan karya seni budaya bangsa sendiri. Sehigga hilangnya identitas Indonesia secara perlahan mulai terkikis oleh kebudayaan asing.
Peran Penting Pancasila dalam Membangun Karakter Generasi Muda di Era New Normal Melia Nurkhalisa; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2298

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak pandemik covid-19. Mulai dari tahun 2020 dimana tahun 2020 adalah tahun awal masuknya covid-19 ke negara ini tepatnya pada bulan maret, hingga sekarang bulan oktober tahun 2021 covid-19 masih belum hilang dari muka bumi ini walaupun penyebaran covid-19 mulai melandai. Akibat adanya covid-19 di negara Indonesia, membuat pemerintah negara Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait penanganan covid-19. Mulai dari kebijakan untuk mematuhi protokol kesehatan, kebijakan karantina wilayah (lock down), kebijakan PSBB, hingga PPKM. Kebijakan- kebijakan yang dibuat semuanya menuntut kita untuk berdiam diri di rumah untuk menghentikan penyebaran covid-19. Tentunya dengan adanya kebijakan tersebut sangat berpengaruh terhadap keadaan sekarang yang mana penyebaran covid-19 semakin melandai, akan tetapi dari kebijakan tersebut menimbulkan banyak dampak bagi generasi muda, terutama terhadap pengetahuan generasi muda akan pentingnya peran Pancasila untuk membangun karakter generasi muda di era new normal.
Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa di Era Globalisasi Asti Widiastuti; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2300

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pendidikan kewarganegaran sebagai pendidikan karakter bangsa di era globalisasi, apakah sudah diaplikasikan dengan baik atau belum dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang saya pakai dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur. Hasil dari penelitian ini yaitu, bahwa pendidikan karakter bangsa di era globalisasi dapat dibentuk dengan melakukan pengaplikasian atau penerapan nilai yang terdapat pada pendidikan kewarganegaraan. Meskipun dengan begitu, pendidikan karakter bangsa di era globalisasi ini tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan jika hanya berpacu pada lembaga pendidikan saja. Maka dari itu, perlu adanya kesadaran pada diri sendiri dan juga perlu adanya dukungan dari lingkungan sekitar.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Bangsa Annisa Laela Putri; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2318

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu proses pendidikan kewarganegaraan perlu dibenahi dalam kurikulum dan pembelajaran pada semua jalur dan jenjang pendidikan. Fungsi dan perannya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, pendidikan kewarganegaraan dirancang, dikembangkan, dilaksanakan dan dievaluasi dalam rangka perwujudan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi andalan dalam pengembangan karakter siswa. Membangun karakter bangsa melalui pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu keharusan karena pendidikan menjadikan peserta didik cerdas dan berakhlak mulia sehingga keberadaannya di masyarakat menjadi bermakna. Oleh karena itu, melalui Pendidikan Kewarganegaraan, peserta didik dapat membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik, moral dan etika sehingga dapat dipahami, dihayati dan mampu secara konsisten diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun pada kenyataannya mata pelajaran PKn belum cukup berhasil menjalankan peran tersebut dengan baik karena pembelajaran PKn hanya berorientasi pada prestasi kognitif. Sebaliknya, pencapaian afektif atau sikap cenderung diabaikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi pembelajaran PKn dengan mengintegrasikan konsep pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran agar lebih berperan dalam mengembangkan karakter siswa.
Pentingnya Menumbuhkan Sikap Toleransi pada Anak Usia Sekolah di Indonesia: Negeri Multikultural Alifa Nur Latifah; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2348

Abstract

Indonesia adalah negeri yang memiliki begitu banyak keragaman, terutama budayanya. Multikultural adalah istilah yang menggambarkan kondisi sosial budaya yang beragam ini. Melihat fakta tersebut, sulitnya hidup berdampingan dalam ruang perbedaan adalah nyata. Terbukti dengan banyaknya konflik sosial yang diakibatkan oleh hilangnya toleransi. Di mana, toleransi ini merupakan sumber kekuatan untuk bertahan dan berdamai dalam kebhinekaan Indonesia. Oleh karena itu, sikap toleransi harus menjadi karakter setiap individu bangsa ini. Demi mewujudkannya, perlu lah adanya sosialisasi terkait hal tersebut. Sosialisasi ini dilaksanakan melalui melalui serangkaian interaksi dalam pendidikan, terutama ketika anak-anak mulai mengenal dunia luar dengan seksama, yaitu pada usia sekolah. Berbagai analisis terhadap berbagai penelitian yang berkaitan, khususnya dengan menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, anak pada usia sekolah mengalami perkembangan yang pesat dan mendalam, mulai dari cara berpkir, hingga menemukan jati diri mereka. Maka dari itu, penanaman sikap toleransi pada anak usia sekolah ini akan menjadi ilmu abadi yang nantinya akan mereka terapkan dalam keseharian. Berkaitan dengan hal tersebut, pembinaan sikap toleransi pada anak usia sekolah sangatlah urgen. Demi menyiapkan anak-anak penerus bangsa ini, untuk dapat memperjuangkan nilai-nilai toleransi, yang juga dibutuhkan demi kehidupan mereka di negeri plural ini. Juga, demi masa depan bangsa multikultural ini yang beragam, dengan indahnya toleransi di dalamnya.
Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Identitas Nasional Bangsa Indonesia Saat ini Annisa Azzahra Julianty; Dinnie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2442

Abstract

Identitas nasional merupakan suatu hal yang sangat penting keberadaanya di dalam suatu negara. Tanpa adanya suatu identitas, sebuah negara tidak akan diakui keberadaannya di mata dunia. Identitas nasional dimaknai sebagai suatu kondisi yang bersifat dinamis yang terbentuk dari beberapa faktor, seperti etnisitas, kebudayaan, bahasa, agama, ideologi, dan lain sebagainya. Dinamika identitas nasional dapat dipengaruhi oleh arus globalisasi saat ini. Globalisasi dimaknai sebagai kebebasan dunia dalam mengembangkan berbagai aspek kehidupan, seperti teknologi, ilmu pengetahuan, budaya, dan lain sebagainya. Proses ini disebarluaskan oleh teknologi dan informasi yang dikendalikan oleh negara-negara maju. Dengan demikian, Indonesia sebagai negara berkembang memiliki peran sebagai pihak yang dipengaruhi daripada memengaruhi. Globalisasi memberi pengaruh yang bersifat positif maupun negatif. Pengaruh globalisasi yang positif dapat dimanfaatkan dalam membangun bangsa. Akan tetapi, dampak negatif dari globalisasi bisa menghilangkan identitas nasional bangsa. Oleh karena itu, diperlukan upaya dalam menguatkan identitas bangsa dengan cara memfiltrasi dampak-dampak negatif globalisasi yang dapat memberi pengaruh yang kuat terhadap tatanan masyarakat, serta pendidikan memiliki peranan penting dalam proses menumbuhkan kepribadian yang unggul bagi generasi penerus bangsa.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mengembangkan Rasa Toleransi di Kalangan Siswa Sekolah Dasar Sri Wulandari; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2505

Abstract

Penulisan ini ditujukan untuk mengethui bagaimana dan sejauh mana peranan pendidikan dalammenumbuh kembangkan rasa toleransi antar individu di kalangan sekolah dasar, karena pada usiarentan sekolah dasar masih sering terjadi pembulian karena ketidak pahaman mengenai toleransi.Masalah difokuskan pada kurang nya toleransi pada anak usia dini karena kurang nya pemahamanmengenai toleransi itu sendiri. Data data dikumpulkan melalui media cetak dan dianalisis secarakualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa peran pendidikan dalam hal ini sangatlah kuat, untukmembangun rasa toleransi antar sesama, mewujudkan peserta didik yang tidak pernah adapertentangan diantara mereka dan tidak pernah membeda bedakan antara agama yang satu denganyang lain. Toleransi yang telah dimiliki mereka telah dilakukkan dengan sebaik-baiknya. Jadi nampakjelas bahwa peranan pendidikan kewarga negaraan sudah berjalan sebagaimana mestinya sesuaidengan yang diajarkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Analisis Pendekatan Service Learning untuk Membentuk Karakter siswa dalam Pembelajaran PKn di SD Neng Ani; Yayang Furi Furnamasari; Dinie Anggraeni Dewi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2507

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang memiliki tujuan untuk mengembangkan peserta didik agar menjadi warga negara yang memiliki karakter baik. Namun, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih terlalu berfokus pada komponen civic knowledge yang hanya berkaitan dengan pengetahuan kewarganegaraan. Sementara itu, pembentukan karakter siswa melalu mata pelajaran ini kurang optimal. Service learning dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Service learning merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan ilmu yang siswa dapatkan di kelas dengan kebutuhan atau permasalahan yang di masyarakat. Pendekatan service learning dapat diterapkan pada siswa sekolah dasar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan mengikuti beberapa tahap, yaitu investigasi, perencanaan, melakukan aksi, refleksi, dan demonstrasi. Pendekatan service learning efektif dalam membentuk karakter karakter siswa untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab, berempati, berintegritas, berjiwa nasionalis, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter, Service Learning, Siswa Sekolah Dasar
Peran Pendidikan Dalam Menghadapi Arus Globalisasi Mustika Khoirunnisa Kholillah; Yayang Furi Furnamasari; Dinie Anggraeni Dewi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2508

Abstract

Globalisasi dapat menjadi ancaman yang serius bagi generasi penerus bangsa jika tidak ditanggapi dengan baik, karena globalisasi yang tidak terkendali akan merubah aspek kehidupan manusia terutama dalam nilai dan moral. Dampak negatif yang terjadi dari globalisasi yaitu menurunkan karakter generasi muda seperti menjadi individu yang lemah, tidak bertanggungjawab, dan tidak memiliki beretika. Hal ini perlu diatasi dengan dukungan dari keluarga, lingkungan sekitar, dan yang paling utama adalah pendidikan yang ditempuh oleh individu tersebut. Tulisan ini menjelaskan tentang peran pendidikan dalam menghadapi arus globalisasi yang terjadi di Indonesia dan membahayakan generasi muda sehingga akan terjadi krisis karakter, nilai, dan moral.
Pentingnya Melakukan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi Denis Desfriyati; Dinnie Anggreani Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2510

Abstract

ABSTRAK Generasi milenial merupakan generasi yang tumbuh di era serba teknologi seperti di zaman ini. Sudah banyak kemajuan baik dari segi transportasi, alat telekomunikasi, bahkan pendidikan. Generasi milenial bisa dibilang sudah tumbuh di zaman modern dimana banyak kemudahan yang diberikan, salah satunya adalah media sosial . Media sosial juga dapat menggeser nilai-nilai sosial di dalam masyarakat, yang mana nilai sosial tersebut terkadang tergantikan dengan nilai yang buruk, sehingga tentunya merusak moral generasi muda. maka ke depannya negara Indonesia akan memiliki penerus yang tidak baik, yang kemungkinan terburuknya dapat membuat Indonesia menjadi terbelakang dan mengancam keberlangsungan bangsa. Oleh karena itu, perlu diadakannya pengendalian berupa penanaman nilai-nilai kenegaraan yang baik berupa Pendidikan Kewarganegaraan yang telah diterapkan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah berbagai jenjang, bahkan juga universitas agar moral dari generasi muda sendiri tidak tergerus oleh zaman dan teknologi.
Co-Authors Achmad Soewardi Adhari, Putri Amelia Aditia, Ilham Maulana Aditya, Ferdino Arief Adriawan, Aura Nazwa Ar'zahra Adwa' Allifah Safwan Afifah, Linda Dwi Ayuni Afifah, Nabila Putri Nur Agnia, Ai Siti Gina Nur Ai Lisnawati Aigretta Maharani Ainun, Silmi Ireskiani Akbarkusumah, Muhammad Fadlan Akhmad Alwan Rabbani Alexandria Sarah Vania Alifa Nur Latifah Alvira Oktavia Safitri Alvira, Salma Alya Putri Ardani Alya Putri Ardani Alyanti, Siti Elni Amalia Dwi Pertiwi Amalia, Gina Amalia, Gina Amalia, Larissa Suci Amanatin, Ifah Amanda Ramadhan Firdaus Andika Adnan Tamami Andika Adnan Tamami Andika Eka Kurnia Andri Mauliddina, Shela Andriyani, Yunita Angel Dwi Septianingrum Anggia, Intan Ratu Anggraeni Dewi Anggraeni, Dinie Anggraeni, Putri Nur Anindya Nurshadrina Ramadhani Anisa, Rahma Annisa Azzahra Julianty Annisa Humaira Putri Annisa Laela Putri Annisa, Marcella Nurul Anti Muthmainnah Apriliani, Silviana Lilis Ardhiyansah, Saiful Arfi Purnama Nur Indah Arnold Kogoya Artirestu, Iqbal Resa Arya Wibawa Atmanegara Ashifa, Riswati Asti Widiastuti Asyahidah, Nur Laeli Atallah, Gavel Rizky Aulia Azzahra, Zaskia Putri Aulia Nur Jannah Aulia Nur Jannah Aulia, Lulu Rahma Aulia, Naifa Fae Aulia, Putri Varizza Auliadi Auliadi Awalia Marwah Suhandi Awaliyah, Chica Ayunda Cinta Dinanti Azahra Dewanti Galuh Azima, Nishfa Syahira Azizah, Shifa Nur Azizah, Winda Nur Azna Dewi Wulandari Azzahra, Dea ‘Adawiyyah, Ridla Bahani, Fadli Nur Bintang, Arcadhia Muhammad Bunga Bhagasasih Al-Kansa Cahyani, Sekar Ayu Cantika K, Salwa Ciranita Kanaka Suryadinata Santamanggala Crist Evan Lamhot Turnip Danova, Mohammad Gavin Darrell Hammam Luthfiadi Daud, Muhammad Rafi Bahiruddin Dede Margo Irianto, Dede Margo Defany Dwi Rahmadhani Delia Maharani Denis Desfriyati Desviana Zakiya Agistiani Deswita Diandra Deti Rostika Deti, Salsabila Dewi, Dini Anggraeni Dewi, Dini Angraeni Dewi, Dinie Anggraeni Dewi, Dinnie Anggraeni Dewi, Larasati Dewi, Syva Lestiyani Dhafin Salman Dinar Yuliani Dinarti, Novi Suci Dinda Zahra Rama Sabila Dini Anggraeni Dewi Dinie Anggraeni Dinie Anggraeni Dewi Dinie Anggraeni Dewi Dinie Anggraeni Dewi Dinie Anggraeni Putri Dinie Anggraenie Dewi Dinnie Anggraeni Dewi Dinnie Anggreani Dewi Dipta Afrilia Putri Dudung Priatna, Dudung Duha Naufal Zacky Duha Naufal Zacky Dwi Cahyo Mulyo Nugroho Dwi Putri, Yunita Nursyamsi Dwi Wulandari Dwitami, Dena Dzakwan, Rifqi Muhammad Dzikraa Febry Fauzie Dzikraa Febry Fauzie Egwu, Nurva Miliano Eka Fauziah Pratiwi Ekaprasetya, Sahma Nada Afifah Elgy Sundari Eliza, Hanum Ella Salsabila Julianti Enceng Suwarna Fadhilah Salsabila Riadi Fadhilah, Ossie Destiani Fahdini, Alya Malika Fajar Ramdani Fajriyatur Robi'ah Fannia Sulistiani Putri Farah Sabilla Febriany Faridah, Tsana Nur Fatimah, Siti Fauzi, TB Wildan Fauzy, Achmad Rizky Febriany, Farah Sabilla Feronika Manalu Firdan Umar Arisyawal Firdaus, Muhamad Davin Akbar Fitriani, Feni Fuadah, Insania Kamila Fuadah, Intan Samrotul Galuh, Azahra Dewanti Ghina Fauziah Hazimah Ghina, Hikmatul Giffari Aprillianto Rifaldi Gregorius Christian Sunaryo Gumilar, Dinda Amelia Hafni Fauziyyah Haifarashin, Ridha Haikal Putra Gustiansyah Hakim, Aulia Nur Hakim, Luqman Muhammad Fadhlul Nul Hakim, Putra Indika Malik Hanapiah, Frisian Nur Hani Risdiany Hanif, Salman Al Haq, Mohammad Arinal Hasanah, Syifa Atiatul Hendriyana Hendriyana Herawati, Nabila Herdiani, Syafa Herdiansyah, Rachel Fadila Putri Hermayanti, Risa Aulia Hidayat, Noviani Arum Sari Nur Humaira, Jihan Iga Ghufrani Juniarti Ihsan Abdurahman Bi Amrillah Ikhsan Fitrian Catur Nugraha Ikrom Bahari Indah Cahaya Putri Indriani, Egita Dwisari Insani, Galuh Nur Insani, Naila Isnaini, Putri Nur Izzati, Nurul Jannah, Aulia Nur Jasmine Nur Syamsina Jihan Qotrunada Salsabilla Juardi, Indri Fitriani Julya Marlita Khaerunisa, Seilla Juniarti, Iga Ghufrani Kartika Sari Dewi Kartini, Dewi Khairani, Ilmi Annisa Khoerunisa, Siti Khoirunnisa, Nabilla Velia Kholid, Muhammad Haidar Kholisah, Nur Khotimah, Humairo Husnul Kintan Vindria Salsabila Kintan Vindria Salsabila Kiranti, Nandia Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Kulsum, Maulidah Ummu Kurniawati Kurniawati Kurniawati Kurniawati Kurniawati Lailita, Nabila Aulia Lailufar, Hauna Fathiinah Larasati Azzahra Arief Latifah Meynawati Lisnawati Suargana Luthfia, Raisa Ayu Luthfiatunnisa, Farah Fauziah Luthfiyah, Hasna Muthi M Arya Anggara Gustiana Maghfira, Rhaudya Zihan Esa Maharani, Delia Maharani, Levina Amelia Marlita Khaerunisa, Seilla Julya Marsanda Claudia Parameswara Maryam Silva Rahayu Maulani, Cindy Maulida Sukmalia Meilani, Ersha Melia Nurkhalisa Melisa, Dhea Citra Meynawati, Latifah Mila Lisnadiani Iswanda Mochamad Figo Al-Faiq Mochamad Figo Al-Faiq Mochamad Iqbal Ardimansyah Mochammad Ahsan Nur Ilham Mochammad Arsya Akhtiar Permana Moreno Heber Fresa Mufidah, Kayla Rahma Mufti Malik Falhadi MUHAMAD ABDUL AZIS Muhamad Fattan Al-Farisi Muhamad Hata Muhamad Trias Firmansyah Muhamad Yanuar Alfaridzi Muhamad Zaki Fadilah Muhammad Ali Nur Rohman Muhammad Azzura Al Karazi Muhammad Azzura Al Karazi Muhammad Ilham Iskandar Muhammad Jilan Satria Muhammad Nasyih Ulwan Muhammad Naufal Fadlurrahman6 Muhammad Padli Septiana Muhammad Rafi Zamzami Muhammad Rafif Mulyawan, Rico Muna Aljamaliah , S. Nailul Mustika Khoirunnisa Kholillah Muthia Aprianti Muthia Saridewi Muthmainah, Annisa Muthmainnah, Anti Mutia Yasinta Muzamil, Ika Nur N, Putri Salma Nabila Cahyaningtiyas Nabila Ratri Widya Astuti Nabila, Khansa Shafa Nadiah, Leni Naila Melany Najmira, Salwa Nasywa Rofifah Naura Lathifah Jayadi Naura Lathifah Jayadi Nayla Salsabila Nayla Salsabila Neng Ani Neng Serli Nidda Adzkya Nurfitria Nisa, Nurul Noviani Arum Sari Nur Hidayat Novitasari, Nisha Noviyanti, Netha Salwa Nugraha, Ikhsan Fitrian Catur Nur Agnia, Ai Siti Gina Nur Fitriani Nurfadillah, Yoane Siti Nurfatimah, Siti Aisyah Nurhasanah, Anisa Nurjanah, Indri Januari Nurlaila Ramadhani Nurohmah, Ai Nurul Nurohmah, Widianti Nurul Fauziyah Arifin NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Nurul Kamilah Nurul Nisa Octavia, Nisagita Oktaviana, Dinda Parawangsa, Endah Pebriani, Yulia Nuraeni Permana, Belva Saskia Pertiwi, Amalia Dwi Pingkan, Anggista Dwiana Prasetio, Tegar Adi Pratiwi, Eka Fauziah Prihantini Pujasmara, Destiani Dwi Puji Ayu Handayani Pujma Rizqy Fadetra Puspitasari, Regita Putri Indah Pertiwi Putri Nur Isnaini Putri Salma N Putri, Ajeng Adistya Putri, Dipta Afrilia Putri, Fannia Sulistiani Putri, Frysca Amanda Putri, Nadia Nabilah Putri, Nasya Nurlillah Kusuma R. Muhammad Nadzriel Nuryaddin H Rachail, Meisya Siti Rachmania, Setyaningsih Rachmi Nursifa Yahya Raditya Muhammad Rafi Nurfadly Rafidah, Dita Dinar Rahadatul Aisy , Zulfa Ishmah Rahma, Dinda Rahma, Vadila Zikra Rahmadini, Rizqia Ramdani, Rizki Ramzar, Falih Athofa Randika Aryasatya Adipermana Randita Lestari Rani Fitriani Ranu Sudarmansyah Raras Noviana Putri Raras Noviana Putri Ratih Novi Septian Razan Megasatria Retno, Ajeng Sri Reygita, Haldini Rhyno Fairuz Melin Rhyno Fairuz Melin Rifalda Amadea Ardiani Rifki Rochiman Rika Hanipah Rina Rahayu, Rina Risdiany, Hani Riski Ananda Risti Sabila Ristianti, Risma Riswati Ashifa Rizkia, Yusril Fitra Rizkullah, Ahmad Zaki Rizqi Tsalats Fauzan Rizqi Tsalats Fauzan Robi'ah, Fajriyatur Rohmatilahi, Levy Rusmiati, Mei Nur Ruwaidah, Ai Ira Siti Ryan Gabriel Siringoringo Sa’aadah, Salwa Siti Sabilillah Hadian Sabilla, Annisa Sabina, Deby Sabirah, Ruzaina Safitri, Alvira Oktavia Safitri, Awalia Safrilia Alvi Kartika Safrilia Alvi Kartika Salima, Dinda Maryam Salman Sahid Sabiq Salsabil, Alfi Mardiyyah Salsabila, Shalwa Rizkya Salsabilah, Azka Salmaa Salsabilah, Tian Adha Salsyabella, Ratna Cahya Salwa Siti Sa’aadah Saputri, Shalaisa Sastradipura, Rizty Azzahra Satrio Waskito Septia, Della Septian, Ratih Novi Septiani, Sephia Septrian, Raden Farhan Rizki Setyaningsih Rachmania Setyawan Anshory, Muhammad Luthfi Shafira, Diva Shidiqqa, Queeny Qolbi Ash Sielvyana, Sielvyana Sihombing, Andreas Parlin Roberto Silsi Nur Azizah Silvia Agustini Silviana Lilis Apriliani Sinamo Kevin Nathanael Siti Aisyah Nurfatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Azzahra Siti Hajar Lutfiah Sofiyani, Navisa Elsofa Solly Aryza Sormin, Yeyen Sri Wulandari Suargana, Lisnawati Subhan Alief Putra Firdaus Subhan Alief Putra Firdaus Sudarmansyah, Ranu Sujarwadi, Ari Sukmana, Nana Sukmana, Salshabila Febrianti Sulistiawati sulistiawati Sulthan Ariq Haikal Supriatna, Chandra Supriyantomo, Nur Adi Syahdan Alfiansyah Syahroni, Rendi Herman Syamsiah, Dinda Nur Syaumi, Ihda Khaerunisa Syawang, Sirilus Daniel Agung Syifa, Nazwa Al Syifaun Nafisah Syifaun Nafisah Syifaun Nafisah Syofiyah Hasna Tatimmussa'adah, Raden Tin Rustini Tin Rustini, Tin Tita Mulyati Tita Mulyati, Tita Titin Rustini, Titin Triananda, Shalika Fajrin Tsaqib Abdan Ulfa, Ina Umairoh, Uum Umar Umar Utama, Muhammad Daffa Adika Vania Afiya Riannisa Vania Afiya Riannisa Vania, Alexandria Sarah Varina Handayani Vioreza Dwi Yunianti Wahyuni, Dianisa Wijaksono, Ammar Winti Ananthia Wulandari, Azna Dewi WULANDARI, WIDYA Yahya, Rachmi Nursifa Yona Wahyuningsih, Yona Yuga Fibra Nurhakim Yuliani, Dinar Yulianti, Delis Zafira, Zil Sala Zein Naufal Jasyr Zihan Adin Fisabilillah Zikri, Shiva Aqila ‘Adawiyyah, Ridla