Articles
EFEKTIFITAS MEDIA LEAFLET ANEMIA PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2019
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.437
Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan yang mana kadar hemoglobin dalam tubuh dibawah nilai normal sesuai kelompok orang tertentu . Dampak buruk pada janin yaitu terjadinya prematur, bayi lahir berat badan rendah, kecacatan bahkan kematian bayi . Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dibandingkan dengan 2013, pada tahun 2013 sebanyak 37,1% ibu hamil anemia sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 48,9% . Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pre experimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019, populasi ibu hamil sebanyak 86 responden secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media leaflet. Variabel terikatnya adalah pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil. Hasil Penelitian : Pengetahuan ibu tentang anemia pada kehamilan sebelum diberikan leaflet menunjukkan nilai mean sebesar 41,39 dan sesudah diberikan leaflet menunjukkan nilai mean sebesar 63,72. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan leaflet yang artinya media leaflet efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Saran bagi ibu hamil diharapkan dapat mencari informasi secara mandiri bisa dengan membaca media elektronik atau mengoptimalkan buku KIA terkait informasi kesehatan terutama kesehatan selama kehamilan.
PERBEDAAN KECEMASAN MAHASISWA DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID – 19)
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.440
Virus Corona merupakan jenis virus baru yang muncul pertama kali di Wuhan, China. Karakteristik penularan virus corona yang cepat, berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia, salah satunya adalah kesehatan mental. Dampak pada kesehatan mental adalah kecemasan, khususnya mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kecemasan penularan Coronavirus Disease (Covid-19) pada mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dengan yang pulang kampung ke daerah. Jenis penelitian adalah komparasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2019 Universitas Respati Yogyakarta yang berjumlah 104 orang . Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dan pulang ke daerah pada Bulan September 2020, masing-masing berjumlah 37 orang. Instrumen menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kecemasan penularan corona virus disease pada mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dengan yang pulang ke daerah.
LITERATUR REVIEW : RIWAYAT BBLR DAN STUNTING PADA BALITA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.441
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan. BBLR merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dengan stunting pada balita. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literatur review melaui data base google scholar. Berat badan lahir rendah (BBLR) terbukti berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Nak dengan Riwayat BBLR memiliki risiki yang lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang lahir normal.
POLA PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI INDONESIA (LITERATURE REVIEW)
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.443
yang akurat untuk pertimbangan melakukan suatu tindakan. Perilaku penemuan informasi ini merupakan upaya menemukan sesuatu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam menyusun perencanaan program promosi dan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu 2019 sampai 2021. menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan merupakan penelitian terdahulu yang dapat diakses melalui google scholar. Hasil Penelitian : Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dapat ditingkatkan dengan melakukan pendidikan kesehatan. Sejalan dengan penelitian Debbiyantina pada remaja SMA di wilayah Jakarta Selatan bahwa pengetahuan remaja yang baik akan memiliki sikap yang positif, sebesar 82% tidak memiliki faktor risiko perilaku seks remaja. Penggunaan smartphone sudah dilakukan sejak dini, sehingga pemberian informasi kesehatan reproduksi juga bisa dilakukan sejak dini, terlebih usia pubertas pada remaja sudah semakin dini pula. Sarana layanan kesehatan diharapkan memiliki media sosial resmi yang khsusus menyampaikan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Informasi pada media ini dikemas dan disajikan dengan menarik, sesuai dengan karakteristik remaja.
PENYULUHAN PADA IBU BALITA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA BALITA SAKIT DI DESA CIKUNIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KAB TASIKMALAYA TAHUN 2021
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut WHO, balita adalah kelompok usia 0-60 bulan, masa balita merupakan masa rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan bahkan banyak balita tidak dapat menikmati masa keemasannya akibat orangtua tidak dapat menjaga kesehatan balita dengan baik. Angka kematian balita di seluruh negara pada tahun 2011 mencapai 6,9 juta jiwa. Tercatat 1.900 kematian balita terjadi dalam sehari, 800 kematian balita setiap jam dan 80% kematian balita terjadi di negara berkembang, dan lebih dari 2 juta balita meninggal karena pneumonia atau 1 balita per 15 detik, dari 5 kematian balita 1 diantaranya disebabkan oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau pneumonia. Bahkan menurut United Nations international children’s emergency fund (UNICEF), pneumonia merupakan The Forgotten Killer of Children atau pembunuh balita yang terlupakan karena kurangnya perhatian terhadap penyakit pneumonia. Dari semua kasus pneumonia yang terjadi di dunia, 8,7% cukup berat sehingga mengancam nyawa dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Tujuannya adalah Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pertolongan Pertama Pada Balita Sakit Di Desa Cikunir Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna Kab Tasikmalaya Tahun 2021. Sasarannya adalah ibu yang mempunyai balita sebanyak 25 orang yang bertempat tinggal di Desa Cikunir dengan kriteria diutamakan balita stunting, serta dapat menggunakan media zoom. Dilakukan secara daring via google meet. Pada Jumat, 13 Agustus 2021, pukul 13.00 s.d 15.00 WIB. Kegiatan PkM melalui kegiatan penyuluhan tentang pertolongan pertama pada balita sakit di Desa Cikunir Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna, memberikan kontribusi positif pada ibu balita dengan meningkatkan pengetahuan dalam pertolongan pertama ada balita sakit yang dapat dilakukan oleh ibu dirumah.
KELAS IBU HAMIL TENTANG BAHAYA ANEMIA DI WILAYAH KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2019
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 angka kematian ibu (AKI) masih tinggi sebesar 359/100.000 kelahiran hidup, target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 akan tetapi sampai tahun 2016 target tersebut belum tercapai terbukti pada tahun ini Angka kematian Ibu masih Tinggi yaitu 305/100.000 kelahiran hidup (Kemenkes, 2017). Menurut WHO (2010), 40% kematian ibu hamil di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Salah satu penyebab anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi(Novita, 2012). Hasil penelitian Chi, dkk,menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu ibu yang anemia dan 19,7% untuk ibu yang non anemia. Kematian ibu 15- 20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. (Ridwan E, 2012). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai anemia dan bahaya anemia. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu hamil di Kecamatan Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 30 orang. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Kecamatan Singaparna pada hari kamis, 29 Agustus 2019. Agar ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dapat mengetahui tanda bahaya.
KELAS IBU HAMIL PENTINGNYA ANTE NATAL CARE (ANC) PADA MASA KEHAMILAN DI DESA CIKUNIR TAHUN 2019
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan, persiapan persalinan dan nifas, serta memberikan bimbingan senam pada ibu hamil. Sasaran program ini adalah ibu-ibu hamil dengan usia kehamilan 22 minggu sd 32 minggu yang ada di desa Cikunir wilayah kerja puskesmas Singaparna. Kelas ibu hamil dilaksanakan di madrasah desa Cikunir. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 November 2019. Kelas ibu hamil meningkatkan penguasaan ibu hamil terhadap gerakan senam hamil. Bidan disarankan untuk melaksanakan kelas ibu hamil setiap bulan dan mengajarkan senam hamil.
GEBYAR VAKSINASI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2021
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah masuk pada tahap 2 untuk pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia dan petugas pelayanan publik. Vaksinasi untuk Lansia akan dimulai di ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia, di prioritaskan di Jawa Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kadar gula lansia sebelum di vaksin Covid-19. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu Lansia di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna sebanyak 120 orang. Gebyar vaksinasi dilaksanakan Desa Cikunir Kecamatan Singaparna .. pada tanggal 29 Mei 2021, Pukul 08.00 s.d Selesai. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas Singaparna. Sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19 lansia terlebih dahulu di cek tekanan darah dan kadar gula darah. Sebanyak 73 lansia melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Sambutan dari lintas sektor dan masyarakat sangat baik.
PEMBINAAN POSYANDU SEBAGAI SARANA PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Malnutrisi merupakan permasalahan global yang sedang dialami di beberapa negara termasuk stunting. Stunting merupakan permasalahan gizi dengan angka kejadian 150,8 juta anak (22,2%) di dunia. Penurunan angka stunting merupakan salah satu tujuan dari Ambitious World Heath Assembly dengan target penurunan 40% pada tahun 2025 (UNICEF/WHO/The World bank 2019; WHO 2014). Hasil riset Kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak adalah 37,3% (18,1% sangat pendek dan 19,2% pendek) atau setara dengan hamper 9 juta anak balita mengalami stutning di Indonesia (Pratama, B. 2019). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan peningkatan kapasitas kader mengenai peran posyandu sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang balita di Kp. Margamulya Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021, sehingga diharapkan kader mampu melakukan deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah kerjanya. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan di Posyandu Margamulya. Bertempat Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 5 orang. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada tanggal 22 sd 24 Juli 2021. Terdapat peningkatan yang signifikan rata-rata pengetahuan kader sebelum dan sesudah dilaksanakan peningkatan kapasitas dengan kenaikan sebesar 45,01. Selain itu, berdasarkan hasil observasi cara melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan sudah baik.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG GIZI PENCEGAH STUNTING PADA ANAK SEKOLAH TPA ALHIDAYAH
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di Indonesia masih terdapat permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia. Salah satu masalah gizi yang mendapatkan perhatian utama adalah masalah stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Meningkatnya pengetahuan siswa tentang kebutuhan gizi pada anak sekolah sehingga dapan mencegah stunting di TPA Al-Hidayah. Sasaran PHBS di TPA Al-Hidayah adalah seluruh warga sekolah yang terbagi dalam : (1) Sasaran Primer, Sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan di rubah perilakunya yaitu siswa, guru, serta penghuni TPA Al-Hidayah. (2) Sasaran Sekunder, Sasaran yang mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang bermasalah yaitu, kepala sekolah, serta orangtua murid. (3) Sasaran Tersier, Merupakan sasaran yang diharapkan menjadi pembantu dalam mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya status gizi pada anak sekolah. Bertempat di TPA Al-Hidayah tepatnya di Dusun Margamulya Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perubahan pengetahuan nampak dari nilai perbedaan rata rata pengetahuan tentang gizi yaitu dimana sebelum menggunakan aplikasi rata ratanilai adalah 4,5 dan meningkat menjadi 7,5 setelah menggunakan aplikasi. Sedangkan nilai sikap rata rata sebelum menggunakan aplikasi adalah 6,5 mengalami eningkatan menjadi 8 setelah menggunakan aplikasi KMS Remaja.