Articles
Pengaruh Pembelajaran Pendekatan Humanistik Terhadap Kemampuan Pemecahan permasalahan Siswa
Suhandri Suhandri;
yaya Kusumah;
Turmudi Turmudi;
Dadang Juandi
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.36 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i4.15553
Ketakutan dan kecamasan siswa dalam matematika merupakan sumber utama kegagalan mereka menguasai matematika yang berdampak dengan ketidakmampuan mereka menyelesaikan masalah yang memerlukan pemahaman, keseriusan, dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran pendekatan humanistik terhadap kemampuan pemecahan perasalahan matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan Post-test Only Control Group. Populasinya adalah siswa MTs di Kota Pekanbaru, sedangkan sampelnya 60 siswa kelas VIII. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes berupa soal-soal pemecahan permasalahan matematis. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pembelajaran pendekatan humanistik terhadap kemampuan pemecahan permasalahan matematis siswa
PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS LINGKUNGAN
Dian Nopitasari;
Dadang Juandi
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 5, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v5i2.3307
Pembelajaran matematika berbasis lingkungan adalah salah satu cara pembelajaran matematika yang menjadikan isu-isu lingkungan sebagai media utama dalam pembelajaran. Pembelajaran matematika berbasis lingkungan mengangkat contoh permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan hidup pada setiap kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa pun akan merasa bahwa pembelajaran matematika tidak terpisah jauh dengan lingkungan kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru dalam pembelajaran matematika berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis lingkungan.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN STEM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Laili Rahmawati;
Dadang Juandi
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v7i1.6914
Perkembangan teknologi yang begitu pesat memerlukan pembelajaran matematika yang terintegrasi pada teknologi, Sains dan Engineriing. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang pembelajaran Matematika dengan pendekatan STEM (Sains, Technology, Engineering, and Mathematics) pada tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yaitu menganalisis studi penelitian terkait pendekatan STEM pada pembelajaran Matematika dari artikel jurnal yang diterbitkan pada rentang waktu antara tahun 2011 sampai tahun 2021. Pertanyaan kunci dari penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran Matematika menggunakan pendekatan STEM. Terdapat 30 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil studi menunjukan bahwa Pendekatan STEM bisa dilakukan dengan Pendekatan Silo (Silo Approach), Pendekatan Tertanam (Embeded Approach) dan Pendekatan Terintegrasi/Terpadu (Integrated Approach). Pendekatan STEM bisa dilakukan pada jenjang Pendidikan Dasar, Menengah, hingga Perguruan Tinggi. Integrasi pendekatan STEM terhadap model pembelajaran Matematika yaitu pendekatan STEM – PjBL dan pendekatan STEM – PBL. Media yang digunakan dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan STEM bisa menggunakan bahan ajar berbasis STEM seperti buku saku, modul, LKPD ataupun media pembelajaran berbasis android dan teknologi perangkat lunak seperti GeoGebra.
PEMBELAJARAN TERINTEGRASI STEM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA PADA PERKULIAHAN PRA-KALKULUS 1
Sulistiawati Sulistiawati;
Dadang Juandi;
Ricki Yuliardi
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 6, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v6i1.4727
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi matematis yang menjadi perhatian global dalam pembelajaran/perkuliahan matematika. Salah satu cara untuk menumbuhkan kemampuan literasi matematis adalah dengan mengintegrasikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan pembelajaran yang mengintegrasikan STEM pada perkuliahan Pra Kalkulus 1 bagi mahasiswa calon guru matematika pada materi fungsi;(2) mendeskripsikan bagaimana peningkatan kemampuan literasi matematis mahasiswa calon guru matematika melalui pembelajaran yang terintegrasi STEM; dan (3) mendeskripsikan bagaimana respon mahasiswa calon guru matematika terhadap pembelajaran yang terintegrasi STEM.Metode dalam penelitian iniadalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah enam mahasiswa STKIP Surya yang mengikuti pembelajaran/perkuliahan Pra-Kalkulus 1 padaSemester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes literasi matematis (7 butir soal) dan angket (30 butir pernyataan). Hasil penelitian ini adalah:(1) pembelajaran Pra Kalkulus materi fungsi terintegrasi STEM bagi mahasiswa calon guru disampaikan dengan menyampaikan konsep-konsep diawali dari konteks dan juga implementasinya dalam bidang sains, teknologi, rekayasa/teknik, dan matematika melalui proses pembelajaran secara ceramah, demonstrasi, eksplorasi, latihan, dan penugasan proyek; (2) mahasiswa memiliki penguasaan literasi matematis dengan peningkatan pada kategori sedang; dan (3) mahasiswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran terintegrasi STEM untuk meningkatkan literasi matematis.
Study Literature Review: Realistic Mathematics Education Learning on Students’ Mathematical Creative Thinking Ability
Ratu Sarah Fauziah Iskandar;
Dadang Juandi
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 6 No 1 (2022): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/sjme.v6i1.5739
This study aims to re-analyze Realistic Mathematics Education (RME) learning on students' mathematical creative thinking skills and then the results of the analysis from these studies are combined and obtained an overall conclusion. The method used in this study is the Systematic Literature Review (SLR) method. The SLR method is used to identify, review, evaluate, and interpret all available research with topic areas of interest to phenomena, with specific relevant research questions. With the use of the SLR method, a systematic review and identification of journals can be carried out, which in each process follows the steps or protocols that have been set. Data collection is done by searching journals and proceedings indexed by Scopus in the last 10 years with the keywords used in this search are "Realistic Mathematical Education (RME)", and "Creative Thinking Ability". From a search using these keywords, 8 articles were obtained that met the criteria for Realistic Mathematical Education (RME) on students' creative thinking abilities. Then the data obtained were analyzed. The data analysis used is quantitative data analysis with percentages and qualitative data analysis for the data from the narrative study of the studies encountered. Based on the results of research and discussion of research, it can be concluded that RME learning plays a role in improving students' mathematical creative thinking skills.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa: Studi Meta-Analisis
Nurmala Setianing Putri;
Dadang Juandi;
Al Jupri
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1264
Salah satu kemampuan matematis yang perlu dikembangkan oleh siswa adalah kemampuan komunikasi matematis. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write. Melalui Google Scholar, Portal Garuda, ERIC, SAGE Publishing dan Springer Publishing, penulis memperoleh 114 artikel jurnal maupun prosiding yang membahas pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap kumpulan studi tersebut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan desain penelitian meta-analisis. Dari keseluruhan artikel yang penulis peroleh, terdapat 19 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis menggunakan aplikasi Comprehensive Meta-Analysis sehingga diperoleh besar ukuran efek gabungan. Berdasarkan interpretasi dari ukuran efek gabungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write memberikan pengaruh yang kuat terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Adapula karakteristik studi yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi tahun penelitian, jenjang pendidikan dan ukuran sampel. Secara statistik, diperoleh bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa hanya dipengaruhi oleh tahun penelitian.
MATHEMATICS TEACHERS’ PERCEPTION ABOUT STEM-BASED LEARNING
Fitri Aida Sari;
Dadang Juandi
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/prima.v5i1.2678
STEM has long been developed to produce a generation who is ready to face the challenges of the future era. STEM combines four elements (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) in a learning process to make it more meaningful. STEM has been widely applied in developed countries, but in Indonesia, it has received less attention and has not been implemented in the education curriculum. The purpose of this study is to describe teachers' perceptions about the application of STEM, whether it is suitable to be applied in each school where the teacher works, what facilities are needed, and whether it is suitable to be applied during the pandemic Covid-19. This research method used a qualitative descriptive method by distributing open questionnaires to mathematics teachers from various regions. The results showed that most teachers agreed to use STEM in learning mathematics, including its application during the pandemic Covid-19. Besides, many things must be prepared before it can be applied, including the readiness and understanding of teachers regarding STEM, the availability of STEM teaching materials, and the availability of supporting facilities for each student and their ability to use them.
ANALYSIS OF HIGH SCHOOL STUDENTS LOGICAL-MATHEMATICAL THINKING ABILITY BASED ON THE POLYA STAGE SOLVING IN TERMS OF MATHEMATICAL SELF-CONCEPT ABILITY
Rika Mulyati Mustika Sari;
Nanang Priatna;
Dadang Juandi
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2022): Prima : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/prima.v6i1.5316
This research is based on the importance of logical-mathematical thinking skills in solving logical-mathematical problems. The research purpose is to describe high school students' logical thinking abilities on geometric transformation material in terms of mathematical self-concepts. The research used a qualitative approach, with the research subject as many as six students of 12th grades science class from one of Bandung Regency high schools selected by sampling technique. Students' logical thinking ability is known from the test scores in solving compiled problems. The score refers to logical-mathematical thinking ability indicators, and the problem-solving technique refers to the Polya stages. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, descriptive statistical calculations, and conclusions/verification. The results showed that the overall students’ logical-mathematical thinking ability in the geometry transformation material is in the medium category. In the self-concept category, subjects with high self-concept can fulfil logical thinking questions based on Polya stages. As for subjects with moderate self-concept, the students can only fulfil several indicators of logical-mathematical thinking skills with problem-solving techniques. The result is still not perfect refer to the Polya stage. As for the subject with low self-concept, almost all Polya stages are not fulfiled. The students in the low self-concept category answered the questions incompletely. They had difficulty understanding the problem and planning a solution so that their answers did not match the questions.
Students' Critical Thinking Skills in Solving on The Topic of Sequences and Series
Eris Iswara;
Darhim Darhim;
Dadang Juandi
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.1317
Salah satu keterampilan matematika yang paling penting dari abad ke-21 adalah keterampilan berpikir kritis. Pada awal tahun 2020 sistem pendidikan Indonesia menerapkan pembelajaran online akibat Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis dalam memecahkan barisan dan deret pada saat penerapan pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan populasi seluruh siswa kelas 12 SMA Negeri 25 Garut. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan pertimbangan subjek telah mempelajari materi barisan dan deret serta dipilih sebanyak 32 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes dengan tipe deskripsi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan soal secara online melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas 12 SMA Negeri 25 Garut dalam menyelesaikan materi barisan dan deret berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata 56,92%. One of the most important mathematical skills of the 21st century is critical thinking skills. In early 2020 the Indonesian education system implemented online learning due to Covid-19. This study aims to analyze the ability of mathematical critical thinking in solving sequence and series at the time of online learning application. This study uses a qualitative descriptive method with a population of all students in 12th grade on SMA Negeri 25 Garut. The sample was chosen based on purposive sampling, with the subject having studied the sequence and series materials and selected a class of 32 students as a research sample. The instrument used is a test with a description type. The data collection technique is done by providing questions online through a google form. The results showed the mathematical critical thinking skills of 12th-grade students on SMA Negeri 25 Garut in solving sequence and series materials were in the medium category with an average percentage of 56.92%.
Studi Penelitian Tindakan Kelas: Bagaimana Meningkatkan Pemahaman Matematis pada Siswa?
Rani Sugiarni;
Ari Septian;
Dadang Juandi;
Siti Julaeha
Journal of Instructional Mathematics Vol. 2 No. 1 (2021): Tantangan dan Daya Juang dalam Belajar Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jim.v2i1.905
Learning models that are not precise have an impact on low student understanding so that the student completeness score is still below 50%, so appropriate action is needed to improve the quality of learning so that students' understanding in learning mathematics increases. The purpose of this study was to determine the increase in mathematical understanding of students by using cooperative learning model type Snawbal throwing. This type of research is classroom action research through 3 cycles. The increase in learning outcomes is determined based on an increase in the average understanding of students, the attainment of absorption and learning completeness. Increment refers to the ratio between the value of cycle I, cycle II and cycle III. The results showed that the implementation of the snowball throwing type of cooperative learning model could improve students' mathematical understanding of set material. It can be seen from the students' average understanding of mathematics increased from 75 (cycle I) to 9 (cycle II), and 82 (cycle III). The increase also occurred in the attainment of absorption and learning completeness. The absorption capacity increased from 50% to 70% and 73%. The learning completeness has increased from 50% to 70% and 73%.