Articles
Karakteristik Media Pembelajaran dalam Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Pendidikan
Indriani, Egita Dwisari;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.983 KB)
Tulisan ini membahas tentang karakteristik media pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan (PKn), dimana PKn adalah pendidikan yang membawa substansinya membentuk siswa menjadi insan yang cerdas, demokratis, metode pembelajaran, jenis-jenis media pembelajaran dan prinsip pemanfaatan media pembelajaran. Melalui hasil telaah penulis menemukan karakteristik pembelajaran PKn yang tepat diantaranya adalah: memuat nilai dan moral, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, media mampu memberikan pesan maupun harapan, menarik minat siswa, dan mampu membuat siswa untuk berfikir kritis. Berdasarkan karakteristik tersebut pendidik diharapkan mampu menentukan media yang cocok untuk pembelajaran PKn agar siswa lebih tertarik terhadap pelajaran tersebut. Kemudian pendidik dapat memanfaatkan media melalui prinsip: bahwa penerapan media memiliki kelebihan dan kekurangan, meningkatkan efektifitas pembelajaran, dan memperlakukan siswa secara aktif.
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH V-CAKES TRAINING (VEGETABLE CAKES) TO DEVELOP KNOWLEDGE AND ENTREPRENEURIAL ATTITUDES
Dinie Anggraeni Dewi;
Dudung Priatna;
Yayang Furi Furnamasari;
Enceng Suwarna
Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) Vol 2 No 2 (2020): Volume 02 Number 2 December 2020
Publisher : LPM Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pics.v2i2.3474
The research objective was to empower the community through training in v cakes (vegetable cakes) to increase the knowledge and entrepreneurial attitudes of the community in Palintang Village, Bandung. The method used is quasi-experimental combined with Systemic, Holistic, Interdisciplinary, and Participatory approaches. The research design used posttest only group design (treatment by subject design). The activities carried out began with problem identification, then prioritized problems, and then an action plan was made. This action plan was used as a research intervention in the form of entrepreneurship training. The independent variable is community empowerment through vegetable cakes. The dependent variables are (a) knowledge of entrepreneurship and (b) entrepreneurial attitudes. The data obtained were analyzed descriptively by looking for the percentage change and followed by a paired t-test with a significance level of 5% to analyze the differences in people's knowledge and attitudes between before and after the training. The results of the data analysis showed that the community's knowledge and attitudes were different between the pre and post-V cakes training (p <0.05). In this case, there was an increase in knowledge by 21.18%, and entrepreneurial attitudes increased by 9.57%. Thus it can be concluded that community empowerment through v-cakes training can improve the knowledge and entrepreneurial attitudes of the community in Palintang village, Bandung.
Penguatan karakter toleransi sosial pada siswa SD melalui pembelajaran PKN
Auliadi Auliadi;
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasar
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2021): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33487/mgr.v2i2.3209
Karakter adalah suatu watak atau sifat yang dimiliki oleh diri seseorang. Salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seluruh siswa yaitu Karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sebuah sikap atau suatu perilaku manusia yang sesuai aturan, di mana seseorang tersebut dapat menghargai, menghormati terhadap perilaku orang lain yang dikenali maupun yang tidak dikenali. Seseorang yang dapat menerapkan perilaku toleransi dalam kehidupannya akan dihargai oleh orang lain. Istilah Toleransi yang terdapat dalam konteks sosial budaya dan agama yaitu suatu sikap atau perbuatan seseorang yang melarang adanya suatu diskriminasi terhadap suatu kelompok yang terdapat dalam suatu masyarakat. Karakter toleransi berfungsi untuk menciptakan suatu kompetensi multikultural siswa. Suatu kasus intoleransi perlu dicegah melalui pengembangan pendidikan karakter di sekolah salah satunya yaitu dengan pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan.
Pengimplementasian Nilai-Nilai Pancasila pada Anak Sekolah Dasar dengan Berlandaskan Metode Contextual Teaching Learning
Silsi Nur Azizah;
Siti Fatimah;
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.181 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1547
Nilai – nilai yang terkandung pada pancasil merupakan nilai fondasi serta nilai yang dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia, maka dari itu pengimplelemtasian nilai Pancasila harus dimulai ketika anak masih usia dini. Sehingga kelak nilai-nilai Pancasila tersebut dapat mendarah daging pada diri anak. Penanaman nilai pancasila pada anak dapat dilakukan melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Agar memaksimalkan tujuan pembelajaran pendidik harus memilih dan menentukan metode serta strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan demikian pembelajaran ini didukung oleh metode Contextual Teaching and Learning, Metode tersebut merupakan metode pembelajaran yang menekankan siswa untuk dapat menghubungkan konsep pengetahuan yang telah diperoleh dengan kehidupan nyatanya. Penelitian ini peneliti menggunakan metode studi literature terhadap beberapa konsep yang berkaitan dengan penelitian ini, serta dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana setelah menelusuri berbagai sumber peneliti menyimpulkan dalam urairan makna yang dapat dipahami. Dalam mengimplementasi nilai-nilai Pancasila ini tentu tidak selamanya berjalan sesuai rencana, namun terdapat tantangan-tantangan yang menghambat dikarenakan seiring dengan perkembangan zaman yang semakin berkembang. Namun dengan adanya tantangan tersebut sebagai pendidik harus lebih memutar otak agar dapat mengatasi berbagai tantangan yang menghambat dalam pengimplementasian tersebut.
Implementasi Sikap Sopan Santun terhadap Karakter dan Tata Krama Siswa Sekolah Dasar
Fannia Sulistiani Putri;
Hafni Fauziyyah;
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.752 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1616
Pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter serta pembentukan tata krama yang baik. Sopan santun ini lah yang harus diajarkan pada anak sekolah dasar melalui pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini melihat bagaimana menerapkan sikap sopan santun terhadap karakter siswa sekolah dasar. Ada dua macam jenis sopan santun, yaitu sopan santun dalam berbahasa serta sopan santun dalam berperilaku, Dapat dilihat bahwa sopan santun bisa diajarkan pada pendidikan karakter di sekolah, selain itu peran orangtua dalam mendidik anak di rumah, serta penanaman budaya 5S di sekolah menjadi sangat penting. Pada penelitian ini pengkaji menggunakan metode deskriptif kualitatif. Diharapkan dengan adanya penelitian ini budaya sopan santun di sekolah dasar dapat menjadi lebih baik lagi
Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Salah Satu Pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar
Defany Dwi Rahmadhani;
Indah Cahaya Putri;
Dinie Anggraeni Putri;
Yayang Furi Furnamasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.411 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1574
Saat ini media pembelajaran dirancang sesuai dengan perkembangan teknologi, seperti penggunaan internet, gadget dan alat-alat elektronik pun sudah menjadi menjadi faktor keberhasilan dalam mengembangkan pendidikan, sehingga sudah menjadi keharusan sebagai seorang pendidik untuk mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi terutama pada Pendidikan Kewarganegaraan sebagai acuan untuk meningkatkan jiwa kebangsaan ditengah perkembangan teknologi di dunia, serta Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan tertentu untuk menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah era globalisasi terhadap generasi muda.[None1] Penelitian ini dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah era gloobalisasi terhadap generasi muda, agar generasi muda saat ini tidak terjerumus pada kepada pengaruh negatif dari perkembangan teknologi. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data dari beberapa Jurnal, Buku Online, dan Karya Ilmiah yang dapat dipercaya karena relevansinya. Pada penelitian ini memiliki peran untuk memfokuskan salah satu cara dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Karena pada implikasinya pemanfaatan teknologi pada proses pembelajaran ini bisa membuat peserta didik dapat menemukan alternatif dalam belajar, baik itu di sekolah maupun di rumah
Penggunaan Metode Student Created Case Studies untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pkn di Sekolah Dasar
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasari;
Naura Lathifah Jayadi;
Rani Fitriani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.94 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1563
Rendahnya respon siswa di Sekolah Dasar terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan PKn menimbulkan ketidaktercapaiannya pembelajaran PKn di SD. Metode Pembelajaran yang kerap kali masih monoton membuat siswa Sekolah Dasar cenderung bosan mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan PKn. Sedangkan, di satu sisi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini merupakan mata pelajaran yang wajib di ampuh diberbagai jenjang Pendidikan dan memberikan implikasi besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan Penelitian ini tidak lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa Sekolah Dasar terhadap pembelajaran PKn di SD melalui metode Student Created Case Study (SCCS). Metode penelitian yang digunakan yaitu Studi literatur dimana peneliti mengkaji dan menganalisis teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang bersumber pada Buku, Jurnal, Artikel maupun sumber-sumber lainnya yang dapat dipercaya dan relevan dengan penelitian, kemudian peneliti menganalisis dan mengkaji data hingga pada tahap menafsirkannya menjadi sebuah kesimpulan baru yang di dapat. Metode Student Created Case Studies (SCCS) dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan PKn di SD, karena dalam implikasinya metode ini menggunakan strategi kooperatif yang melibatkan siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga siswa dapat termotivasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas
Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pkn di Sekolah Dasar
Desviana Zakiya Agistiani;
Dipta Afrilia Putri;
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.576 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1581
Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peningkatan hasil belajar PKn di sekolah dasar melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Dengan judul penelitian “Implementasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar kewarganegaraan di sekolah dasar”. Sifat analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana implementasi pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran kewarganegaraan di sekolah dasar? Penerapan pendekatan saintifik pada pendidikan kewarganegaraan telah menunjukkan dampak yang cukup positif terhadap berbagai perspektif kecakapan kewarganegaraan peserta didik, terutama di bidang menjawab, bertanya, berdiskusi dan berpartisipasi aktif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan studi kepustakaan telah terpenuhi, dengan begitu menunjukkan hasil penelitian dimana penggunaan pendekatan saintifik dalam pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar juga menunjukkan perbedaan dengan peserta didik yang mengambil kelas berdasarkan model pembelajaran siswa konvensional. Maka, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik memiliki peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran PKn
Peran Guru dalam Meningkatkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Pkn di Era Globalisasi
Ghina Fauziah Hazimah;
Nabila Ratri Widya Astuti;
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.484 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1566
Di era globalisasi yang semakin modern perlu menuntut memiliki jiwa nasionalisme yang semakin tinggi, karena apabila ilmu dan pengetahuan tidak diimbangi dengan rasa nasionalisme menyebabkan hilangnya pendidikan sebagai wadah humanis. Penulis mengangkat judul ini dalam penelitiannya bertujuan agar siswa sekolah dasar di generasi berikutnya memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi supaya tidak terpengaruh hal negatif globalisasi. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif melalui pendekatan studi literatur dari berbagai jurnal serta buku-buku yang relevan sebagai referensi. Hasil dari peneletian ini yaitu jiwa nasionalisme dalam diri siswa sudah mulai hilang akibat dampak dari globalisasi. Oleh karena itu guru sangat berperan penting dalam hal ini, upaya yang dilakukan guru yaitu memaksimalkan pembelajaran PKn kepada siswa. Pembelajaran PKn di sekolah sangatlah penting sebagai sarana menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada siswa agar siswa memiliki jiawa nasionalisme yang tinggi. Selain memberikan pembelajaran PKn, guru juga berperan untuk memberikan contoh perilaku-perilaku yang baik dan menjadi teladan terhadap siswanya serta menjadikan siswa memiliki kemampuan berfikir kritis serta bijak dalam menyikapi berbagai pengaruh di era globalisasi saat ini. Jadi pembelajaran PKn perlu diajarkan dan diterapkan kepada siswa sekolah dasar agar tidak terpengaruh arus globalisasi
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Peserta Didik melalui Pembelajaran Pkn
Syofiyah Hasna;
Amanda Ramadhan Firdaus;
Dinie Anggraeni Dewi;
Yayang Furi Furnamasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.146 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1570
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesadaran nasionalis anak-anak di negara Indonesia yang menurun menjadi fokus tersendiri, seperti sikap dan perilaku sosial anak, remaja, dan generasi muda saat ini dan kemerosotan generasi muda telah menyebabkan penurunan kesadaran nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter nasionalisme siswa sekolah dasar dan pentingnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk jiwa nasionalisme pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, dengan teori atau landasan yang bersumber dari penelitian kepustakaan, yang mencakup berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel. Metode ini menitikberatkan pada pemahaman fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dan digunakan untuk menentukan kebenaran dalam suatu realitas yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mata pelajaran PKn menaruh anak didik citra buat mempunyai perilaku yg berkarakter misalnya semangat nasionalisme dan patriotism. Dan tugas guru PKn lebih dari sekadar menyampaikan gagasan tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik kepada siswa itu juga memerlukan pemberian pengetahuan, motivasi, menanamkan pola pikir, dan mempromosikan sikap dan perilaku etis yang sangat baik