Articles
Manajemen Fisioterapi pada Gangguan Fungsional Tangan Penyintas Tennis elbow Tipe 2: Case Report
Murtafiah Murtafiah;
Nastiti Az Zahra;
Taufik Eko Susilo;
Arif Pristianto
Physio Journal Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v2i1.823
Tennis elbow atau yang biasa dikenal sebagai lateral epicondylitis merupakan masalah yang terjadi di sekitar tendon siku, yang bekerja sebagai penggerak otot ekstensor tangan. Selain pada pemain tenis, kasus ini juga sering terjadi pada pekerja yang menggunakan alat berat atau melakukan tugas mencengkram, mengangkat dengan gerakan yang berulang, atau gerakan memutar pada lengan secara berulang dan berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah modalitas Fisioterapi berupa microwave diathermy (MWD), mill’s manipulation, pain free grip strength dan kinesio taping efektif digunakan dalam penanganan kasus tennis elbow tipe 2. Dengan metode penelitian case report (studi kasus) yang dilakukan pada seorang pasien tennis elbow di klinik Fisioterapi Muskuloskeletal Esa Unggul yang dilakukan pada bulan Desember 2021. Hasil penelitian di dapatkan bahwa intervensi Fisioterap yang dilakukan selama 4 kali pertemuan menunjukkan hasil akhir berupa penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot tangan dan peningkatan kemampuan fungsional pasien.
Program Latihan Peningkatan Kemampuan Fungsional Pasien Post ORIF Fracture Collum femur hip dextra: a Case Report
Kurnia Kusuma Ramadhan;
Arif Pristianto
Physio Journal Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v2i1.824
Collum femur merupakan tempat yang sering terjadi fraktur pada usia lanjut akibat jatuh dengan energi rendah karena tingkat estrogen yang rendah. Pada kasus ini pasien mengalami nyeri gerak dan nyeri tekan, keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot serta penurunan aktifitas fungsional. Penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan yaitu active mobilization, active resisted exercise, core stability exercise, dan latihan pola jalan. Setelah dilakukan fisioterapi sebanyak 6 kali, diperoleh hasil penurunan nyeri dan peningkatan LGS pada hip joint. Kemampuan aktifitas dan fungsional dihitung menggunakan indeks barthel pasien memiliki ketergantungan moderat tetapi sudah mengalami peningkatan hingga kemandirian. active mobilization, active resisted exercise, core stability exercise, dan latihan pola jalan dapat mengatasi problematika post ORIF fracture collum femur dekstra.
PENGARUH PEMBERIAN TENDON GLIDING EXERCISE PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) : CASE REPORTS
Imas Winda Asmoro;
Arif Pristianto
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.846
Efek kumulatif dari pekerjaan menjadi indikator kesehatan di kemudian hari pada proses penuaan, pada usia tua memiliki kecenderungan secara signifikan untuk mempengaruhi beberapa karakteristik dari saraf perifer. Nyeri dan paresthesia pada carpal tunnel muncul sebagai akibat dari iskemia saraf dikarenakan padatnya struktur pada carpal tunnel yang berisi jalan untuk 8 digital flexor tendon (2 masing masing untuk 4 jari medial), tendon flexor policic longus untuk ibu jari, selubung synovial, median nerve ditambah dengan keadaan yang dapat dapat meningkatkan volume struktur di dalamnya akan menyebabkan kompresi pada nerve medianus. Penatalaksaan fisoterapi yang diberikan ialah tendon gliding exercise, setelah dilakukan latihan selama tiga kali didapatkan hasil bahwa nyeri diam pada T0:2 menjadi T3:1, nyeri tekan T0:4 menjadi T3:2 dan nyeri gerak T0:7 menjadi T3:4. Derajad paresthesia pada saat diam T0 hingga T3:1, paresthesia saat ditekan T0:3 menjadi T3:2, paresthesia saat bergerak T0:4 menjadi T3:2. Pemberian Tendon Gliding Exercise pada Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat menurunkan nyeri dan paresthesia.Â
EFFECTIVENESS OF EARLY POSTOPERATIVE EXERCISE PROGRAM IN POST HIP ARTHROPLASTY PATIENTS
Arif Pristianto;
Prihantoro Larasati Mustiko;
Taufik Eko Susilo
Gaster Vol 21 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gaster.v21i1.880
Background: Patients after undergoing arthroplasty surgery will experience several changes in carrying out functional activities and daily routines. This is due to altered joint and muscle function due to decreased strength and limited range of motion after arthroplasty surgery. Post-hip arthroplasty conditions require comprehensive treatment so as not to cause impairment/disability that will interfere with function and gait. How effective is the early postoperative exercise program in preventing further decline in ability and speeding recovery? Methods: This exercise program is given since the patient has finished surgery and is gradually progressing to standing and walking exercises. This research was conducted on patients in the inpatient room of RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Assessment and evaluation of post-hip arthroplasty results using the Harris Hip Score functional index before and after being given an exercise program. Results: The statistical test showed that the data was not normally distributed (p<0.05) and the results of the influence test using the Wilcoxon Test showed that there was an effect of early postoperative exercise on reducing pain (p=0.005) and increasing the Harris Hip Score (HHS) index. The result of the action is that there is an increase in functional ability in post-hip arthroplasty patients. Conclusion: Based on this study, it can be concluded that the program of giving exercise therapy as early as possible in post-hip arthroplasty patients can accelerate recovery and improve functional ability.
The Relationship of Bag Load to Changes Vertebra Curves in Students (Study on Students Age 9-12 Years at SDIT Al Ikhlas, Magetan)
Andera Prastina Sukmawati;
Arif Pristianto;
Dwi Rosella Komalasari
Gaster Vol 21 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gaster.v21i2.1100
In children aged 9-12, reduced bone density, length of schooling, duration of daily bag use and bag weight exceeding the recommended weight of 10-15% of body weight can affect changes in the vertebral curve either into kyphosis, lordosis or scoliosis. The purpose of this study was to determine the relationship between bag load and changes in the vertebral curve as measured by the plumb line and scoliometer. The load of the bag is seen from 2 things, namely the weight of the bag and the duration of use of the bag. The research method used a cross sectional study with a sample of 207 school children aged 9-12 years using 2 analytical tests. The results of the Kendall's tau-b analysis test showed p-value = 0.773 and 0.262 (>0.005) which showed that there was no relationship between the weight and duration of bag use and changes in the vertebral curve. The results of the Spearman Rho test analysis showed p-value = 0.448 and 0.407 (> 0.005) which showed no relationship between weight and duration of bag use with the degree of change in the vertebral curve (Angle of Trunk Rotation/ATR).
Edukasi Pencegahan ISPA dengan Program K3 dan Moderate Exercise pada Pekerja Pabrik Mebel di Sukoharjo
Arif Pristianto;
Ery Nafisah Hanum;
Cartika Volta Pradanov;
Alreda Fitriana;
Candra Arung Ariyani
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.274
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah. Pekerjaan bidang industri mebel menjadi salah satu contoh pekerjaan dengan risiko tinggi terjadinya ISPA. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan terkait pencegahan ISPA adalah untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mementingkan kesehatan dan keselamatan diri dalam bekerja. Sebagai tujuan akhirnya, edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja pekerja di pabrik mebel PT. Giri Bangun Angkasa, Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode edukatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan media poster edukasi terkait pencegahan ISPA berupa pentingnya penggunaan masker dan pemberian aerobic moderate exercise. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan peserta yang diukur menggunakan kuisioner pre-test dan post-test sebesar 26,7 points. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan lancar, dilihat dari antusias peserta dalam bertanya terkait materi yang dipaparkan.
Edukasi Lansia Sehat Bebas Osteoarthritis Lutut di Posyandu Teratai Keprabon
Fendi Gustofa;
Arif Pristianto;
Yusuf Arianto
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 3 (2023): Vol.2 No. 3, 2023 : Desember 2023
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/kreativasi.v2i3.30423
The elderly are an age where degenerative diseases often occur, one of the diseases suffered by the elderly is knee osteoarthritis. Knee osteoarthritis (OA) is a degenerative and progressive disease that attacks the knee joints resulting in functional limitations in the elderly. Knee osteoarthritis is caused by an unhealthy lifestyle, lack of exercise, and body weight which are risk factors for knee osteoarthritis. At the posyandu Teratai Keprabon, many elderly people complained of knee pain. This activity is an outreach regarding osteoarthritis and education regarding independent exercise to strengthen and reduce pain in the knee. This activity takes the form of providing leaflets, pre-test, post-test to measure the level of knowledge of the elderly regarding osteoarthritis. Based on the results of filling out the questionnaire, it was seen that the elderly had an increased understanding of osteoarthritis, such as signs and symptoms as well as exercises to reduce pain and strengthen muscles in the knee.
Edukasi Pencegahan dan Penanganan Cedera Akut pada Komunitas Taekwondo Indonesia Muda
Achmad Briliansyah Arieputra;
Luluk Setya Arimbi;
Lisa Grafita;
Dimas Budi Lestari;
Isnaini Herawati;
Arif Pristianto
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52072/abdine.v3i2.617
Cedera olahraga seringkali diakibatkan oleh trauma ringan maupun berat. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi pencegahan dan penanganan cedera pada komunitas taekwondo di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Metode penyuluhan ini adalah pengisian kuesioner, pemberian materi, demonstrasi dan pemberian treatment mengenai pencegahan dan penanganan cedera akut dengan core stability, star excursion balance exercise serta PEACE and LOVE. Hasil assessment pengetahuan materi yang disampaikan pada anggota komunitas Taekwondo Indonesia Muda yang dilakukan pre-test didapat 15 orang (23%) memiliki pengetahuan dalam kategori paham, 52 orang (77%) memiliki pengetahuan dalam kategori tidak paham. Sedangkan pada post- test didapat 56 orang (83%) memiliki pengetahuan paham, 11 orang (17%) memiliki pengetahuan dalam kategori tidak paham. Hasil evaluasi nyeri menggunakan NRS pada atlet yang cedera didapatkan nilai pre-test untuk nyeri diam (5), nyeri tekan (6), nyeri gerak (5). Sedangkan untuk nilai post-test pada evaluasi nyeri didapatkan nilai nyeri diam (4), nyeri tekan (4) dan nyeri gerak (3). Berdasarkan hasil pre dan post test kegiatan didapat peningkatan pemahaman pada responden sebanyak 60% dan penurunan tingkat nyeri.
Addition of Blood Flow Restriction in Squat Exercises to Increase the Strength of Quadriceps Muscle Groups
Arif Pristianto;
Alifia Putri Latifah;
Taufik Eko Susilo
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 9, No 1 (2024): Improve physical competence, fitness, motivation, and enjoyment of physical acti
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jpjo.v9i1.68251
The quadriceps muscle group is important for daily activities and generating power during sports, especially sports involving the lower extremities. Squat is an effective exercise to increase the strength of the quadriceps muscle group. The Blood Flow Restriction (BFR) can increase the load during exercise leading to a significant increase in strength. The purpose of this study was to determine the effect of adding BFR in squat exercises to increase MVIC values in the quadriceps muscle group. This research was a pilot study using an experimental method with a pretest-posttest control group design. The samples of this study were 11 respondents selected using a purposive sampling technique. The samples were divided into two groups. Group 1 involved 5 respondents given a squat training with BFR, while group 2 involved 6 respondents given a squat training without BFR. The measurement of muscle strength was carried out using SEMG with the MVIC method. The result of the effect test using the paired sample t-test in group 1 obtained p-values of rectus femoris (0.018), vastus medial (0.030), and vastus lateral (0.014). The test of group 2 gained p-values of rectus femoris (0.141), vastus medial (0.034), and vastus lateral (0.04). The result of independent t-test for the different effects of the test obtained p-values of the rectus femoris (0.885), vastus medial (0.211), and vastus lateral (0.404). It concludes that squat training with BFR could significantly increase the strength of the quadriceps muscle group. Meanwhile, the squat exercise without BFR did not significantly increase the strength of the rectus femoris muscle but there was a significant muscle strength on the vastus lateral and medial muscle. There was no significant difference in the effect of squat with BFR and squat without BFR.
Upaya Preventif Gangguan Postur Pada Siswa dan Siswi SDN 2 Gonilan Dengan Media Boneka Karakter Tangan
Arif Pristianto;
Pramudita Utami;
Alya Gamal;
Nadhiira Amri;
Maharani Maharani;
Devi Latifa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6774
Postur merupakan suatu sistem atau kerangka yang menghubungkan ekstremitas atas dan ekstremitas bawah. Akibat kesalahan postur dan sikap, menyebabkan kelainan bentuk atau perubahan pada lekukan tulang belakang seperti kifosis, lordosis, dan skoliosis. Siswa dan siswi SDN 2 Gonilan mengeluhkan adanya rasa sakit pada punggung dan bahu karena pengaruh dari peralihan sekolah online menjadi sekolah offline yang mengharuskan untuk menggunakan tas dengan beban yang cukup berat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi postur tubuh yang baik menggunakan media boneka tangan kepada siswa dan siswi SDN 2 Gonilan serta memberikan contoh latihan untuk memperbaiki postur tubuh. Hasil didapatkan bahwa pengetahuan siswa dan siswi sebelum pemberian edukasi (pre test) adalah 9 dan sesudah mendapatkan edukasi (post test) adalah 18. Peningkatan hasil post test ini dipengaruhi oleh ketertarikan siswa dan siswi SDN 2 Gonilan terhadap materi yang disampaikan dengan menggunakan karakter boneka tangan.