Articles
Kemandirian Anak Panti Asuhan
Ervina Rianti;
Ifdil Ifdil
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 2 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08406011
Kemandirian merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh seorang anak, apalagi untuk anak yang tidak lagi tinggal bersama orangtua. Kemandirian secara sederhana artinya tidak terlaliu bergantung kepada orang lain. Dalam beberapa hal tertentu anak memang sebaiknya dilatih untuk hidup mandiri agar ketika dewasa, mereka tidak merasa kesulitan jika harus tinggal jauh dari orang tua, dan sedini mungkin kemandirian itu harus dilatihkan kepada anak, terutama untuk anak yang tidak tinggal dengan orangtua, seperti anak panti asuhan. Panti Asuhan merupakan salah satu lembaga sosial yang sengaja didirikan oleh pemerintah ataupun kalangan swasta dengan tujuan menampung anak – anak terlantar, yang keluarganya tidak ada atau tidak mampu membiayai kehidupannya. Anak – anak yang tinggal di panti asuhan pada umumnya lebih mandiri bila dibandingkan dengan anak – anak yang tinggal dengan orangtua. Hal ini disebabkan salah satunya oleh ketersediaan materi yang dimiliki oleh orangtua dalam pemenuhan kebutuhan anak yang tinggal dengan orangtua, sementara di panti asuhan, anak – anak harus menerima segala keterbatasan baik materi ataupun hal lainnya.
Resiliensi Pada Single Mother Setelah Kematian Pasangan Hidup
Indah Permata Sari;
Ifdil Ifdil;
Frischa Meivilona Yendi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08411011
Peristiwa kematian pasangan hidup bisa menjadi hal yang tidak terduga bagi pasangan yang ditinggalkan. Kematian pasangan menjadi pemicu mengalami tekanan kesedihan dan emosional serta harus menerima kenyataan dengan status baru yang dimiliki yakni menjadi seorang single parent. Menjadi single parent menimbulkan banyak permasalahan baru bagi mereka yang menjalaninya, terkait masalah dalam hal ekonomi, sosial, dan urusan rumah tangga yang mana harus dikerjakan sendiri. Selain itu juga seorang single parent khususnya single mother harus mampu menjalani peran ganda sebagai ayah dan juga ibu bagi anak-anaknya. Hal ini menuntut seorang single mother memiliki kemampuan resiliensi untuk menghadapi segala persoalan. Resiliensi merupakan suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam hidup, karena kehidupan yang dijalani senantiasa diwarnai oleh ragam kondisi yang tidak dapat ditolak oleh individu baik kondisi menyenangkan ataupun sebaliknya.
Intimacy Istri dalam Pernikahan
Anggia Wahyu Agustin;
Asmidir Ilyas;
Ifdil Ifdil
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 1 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08417011
Intimacy merupakan suatu hal yang penting dalam pernikahan. Namun, pada kenyataannya intimacy banyak diabaikan oleh pasangan yang telah menikah. Pernikahan yang didasari dengan intimacy akan menciptakan komitmen yang baik dalam pernikahan. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian sebanyak 42 orang dengan teknik analisis deskriptif. intimacy merupakan bagian yang mendorong individu untuk lebih akrab, saling menghargai dan percaya serta adanya kedekatan emosional dengan pasangan.
The Role Online Counseling as a Part of Guidance and Counseling Services
Berru Amalianita;
Ifdil Ifdil;
Anggia Wahyu Agustin;
Zikra Zikra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08457011
Organizing online counseling is very helpful and possible to be developed in the world of guidance and counseling, especially in Indonesia. Although now specifically in Indonesia, there is no ethic that regulates but the existence of this media can support the implementation of guidance and counseling widely to improve the competence and efficiency of service for alleviating the problems faced by clients. Use and utilize information and communication technology. The availability of formal institutions that will train these skills. And also specifically can be included in a special curriculum with regard to Information and communication Technology in guidance and counseling. And also hopefully in the future there will be the establishment of specialized counseling institutions that deal with specific issues online counseling and e-counseling services in general.
Psychological well-being remaja dari keluarga broken home
Ifdil Ifdil;
Indah Permata Sari;
Viqri Novielza Putri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 1 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08591011
Keluarga merupakan unit kehidupan terkecil di masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak, tetapi keluarga menempati kedudukan yang primer dan fundamental. Setiap anak tentunya mendambakan kondisi keluarga yang harnomis, namun dalam kehidupan keluarga tidak lepas dari badai kehidupan yang turut mempengaruhinya sehingga membuat kondisi keluarga mengalami keretakan. Keretakan hubungan orangtua ini membuat kondisi dalam keluarga menjadi broken home yang mana kondisi tersebut memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Kesejahteraan psikologis merupakan suatu kondisi menjadi sejahtera dengan sikap-sikap seperti penerimaan diri, bertujuan, hubungan positif, pribadi mandiri, dan bertumbuh. Remaja dengan kondisi keluarga broken home tentu ini tidak mudah karena mereka berada pada kondisi penuh tekanan yaitu harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan mengalami perubahan-perubahan pada diri dan kehidupan mereka, sebagai remaja hendaknya perlu mencapai kesejahteraan psikologis yang baik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Art Therapy Sebagai Penyaluran Emosi Anak
Siti Azizi Fauziyyah;
Ifdil Ifdil;
Yola Eka Putri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 3 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08972011
Dalam undang-undang perlindungan anak pada tahun 2012 mengatakan bahwa anak merupakan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran penting dalam menjamin kelangsungan negara dan juga eksistensi bangsa ini. Dikarenakan hal ini tentu nya anak diharuskan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental serta sosial serta berakhlak mulia dan sejahtera kehidupannya. Dengan perkembangan emosi anak anak berbeda dan berkembang dengan pengalamanya serta hal diatas juga dapat menimbulkan permasalahan yang berbeda terkait. Emosi pada anak ibarat bom waktu yang ketika dibiarkan akan meledak dan jika demikian maka anak akan kehilangan pengendalian emosinnya. Oleh karena itu anak memerlukan wadah untuk penyaluran emosinya, seperti bermusik, olahraga, bermain, serta menggambar. Kegiatan menggambar pada anak dipercaya sebagai salah satu bentuk penyaluran emosia yang efektif dan kegiatan menggambar juga dapat sebagai bentuk terapi yang membantu anak menyalurkan emosi dalam diri nya yang dipendamnya selama ini yang berada di alam bawah sadarnya. Kegiatan ini dinamakan art therapy yang mana anak menggambar sesuai dengan hal-hal yang ingin disampaikan nya, dan melalui menggambar ini juga diharapkan juga efektif dalam penyelesaiain masalah yang di hadapi anak.
Cyber Aggression pada Siswa
Vinny Maulidya;
ifdil ifdil;
Dina Sukma;
Frischa Meivilona Yendi;
Annisaislami Khairati
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086300011
Cyber aggression merupakan perilaku agresif secara online yang bertujuan menyakiti seseorang secara psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku cyber aggression pada siswa berdasarkan faktor penyebabnya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 125 orang siswa SMP dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yag digunakan adalah cyber aggression typology questionnaire (CATQ) dengan nilai realibilitas cronbach alpha sebesar 0,941. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku cyber aggression pada siswa secara keseluruhan berada pada kategori rendah. Cyber aggression berdasarkan faktor (1) Rage (Kemarahan) berada pada kategori sedang, (2) Reward (Penghargaan) berada pada kategori sedang, (3) Recreation (Kesenangan) berada pada kategori sangat rendah dan (4) Revenge (Pembalasan) berada pada kategori sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyber aggression siswa secara umum berada pada kategori rendah, dengan aspek rage dan reward tergolong sedang. Beradasarkan hasil penelitian ini layanan yang dapat diberikan oleh guru BK untuk mencegah perilaku cyber aggression yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.
Konsep Nomophobia pada Remaja Generasi Z
Indah Permata Sari;
Ifdil Ifdil;
Frischa Meivilona Yendi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2020): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003414000
Perkembangan teknologi menghasilkan perangkat teknologi baru yang dapat memfasilitasi aktivitas manusia atau lebih di kenal mobile phone. Dengan kelebihan dari mobile phone atau smartphone membuat penggunanya menjadi cemas atau takut apabila tidak dapat mengakses ponselnya tersebut atau dikenal dengan istilah nomophobia. Nomophobia cenderung terjadi pada remaja generasi Z dikarenakan mereka hidup di era digital dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat. Teknologi sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya, sehingga mereka terlalu asyik dengan perangkat ponsel atau smartphonenya.
Urgensi Pengembangan Konseling Spiritual Bagi Pecandu Narkoba Untuk Mereduksi Thanatophobia
M. Fahli Zatrahadi;
Neviyarni Suhaili;
Ifdil Ifdil;
Marjohan Marjohan;
Afdal Afdal
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30031270000
We can reduce the psychological phenomenon of thanatophobia in clients by carrying out spiritual counseling and religious beliefs. This study discusses the urgency of spiritual counseling for drug addicts who experience the psychological phenomenon of thanatophobia. The research method is qualitative with the following stages: determining questions, collecting informant data, getting data, and reporting. The informants comprised two counselors, three residents of the Tampan Mental Hospital, Drug Installation, and three experts. The results showed that spiritual counseling could reduce anxiety about death in clients, but in terms of its implementation it was still not optimal because implementing spiritual counseling at the Tampan Mental Hospital with Drug Installation was carried out by the help of ustad/religious leaders in collaboration with counselors.
Urgensi kesadaran karier sejak dini (sekolah dasar)
Peni Okto Randi;
Neviyarni Suhaili;
Marjohan Marjohan;
Ifdil Ifdil;
Afdal Afdal
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30031456000
Keberhasilan individu pada tahap tugas pengembangan karir dasar menentukan keberhasilan dalam tahap perkembangan selanjutnya Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis kesadaran karir di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional dan internasional. Dimulai dengan kerangka teori, diberikan alasan intervensi dini oleh konselor sekolah dasar. Kajian yang menjelaskan praktik konseling di sekolah dasar yang masih minim.