Abstract This study Penelitian ini bertujuan menganalisis peran beatbox dalam mendongeng oleh Kak Al sebagai strategi kreatif untuk memperkaya bahasa reseptif anak. Keterlambatan bicara pada anak usia dini kerap terkait dengan minimnya interaksi sosial akibat paparan teknologi digital. Beatbox, sebagai stimulus auditori kreatif, diyakini mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan keterlibatan anak saat mendengarkan cerita. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan sesi mendongeng bersama anak usia 4–6 tahun, dengan Kak Al sebagai pendongeng utama. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan wawancara mendalam, menggunakan lembar observasi serta pedoman wawancara. Analisis dilakukan dengan model Miles–Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan beatbox mampu menjaga fokus anak, meningkatkan pemahaman kosakata baru, dan menguatkan kesadaran fonologis melalui respons aktif dan emosional. Simpulan penelitian menegaskan beatbox sebagai media inovatif yang mendukung pengembangan bahasa reseptif anak, dengan implikasi praktis pada strategi mendongeng yang menyenangkan dan efektif. aims to explore the role of beatboxing in storytelling by Kak Al in enriching the receptive language skills of early childhood learners. The background of this research stems from the high prevalence of speech delays among children, often linked to limited social interaction due to early exposure to digital technology. Beatboxing, as a creative auditory stimulus, is believed to enhance children's attention, comprehension, and engagement during storytelling sessions. This research employs a qualitative approach using observation and interview techniques, with Kak Al as the primary informant. The findings reveal that beatboxing is effective in maintaining children's focus, strengthening vocabulary comprehension, developing phonological awareness, and stimulating emotional responses and active participation. Furthermore, beatboxing serves as a form of scaffolding that supports holistic language learning. These findings suggest that beatboxing can be an innovative medium in storytelling to foster young children's receptive language development in an engaging and effective manner. Kata Kunci: dongeng kak al, beatboX, memperkaya bahasa, dan anak usia dini Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran beatbox dalam mendongeng oleh Kak Al dalam memperkaya bahasa reseptif anak usia dini. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya kasus keterlambatan bicara pada anak yang berkaitan dengan minimnya interaksi sosial akibat paparan teknologi digital sejak dini. Beatbox, sebagai stimulus auditori kreatif, diyakini mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan keterlibatan anak saat mendengarkan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap Kak Al sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beatbox efektif dalam menjaga fokus anak, memperkuat pemahaman kosakata baru, mengasah kesadaran fonologis, serta membangkitkan respons emosional dan partisipasi aktif. Beatbox juga berperan sebagai bentuk scaffolding yang mendukung pembelajaran bahasa anak secara menyeluruh. Temuan ini memperlihatkan bahwa beatbox dapat menjadi media inovatif dalam mendongeng untuk mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini secara menyenangkan dan efektif. Keywords: kak al's fairy tale, beatboX, language enrichment, and early childhood