Articles
SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA HALAL MELALUI RADIO KOMUNITAS
Susie Perbawasari;
Dian Wardiana;
Yanti Setianti;
Renata Anisa;
Aat Ruchiat Nugraha
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/swarna.v1i2.32
Perkembangan pariwisata di Indonesia mendorong wilayah destinasi wisata lainnya untuk meningkatkan akses dan fasilitas publik. Indonesia kini sedang mengembangkan potensi wisata halal di sepuluh daerah yang dijadikan percontohan bagi wilayah lainnya yang dipersiapkan menuju destinasi wisata halal. Salah satu visi pemerintah pusat adalah pengembangan wisata halal bagi provinsi Jawa Barat yang dinilai memenuhi kriteria sebagai destinasi halal yang variatif dan kreatif. Jawa Barat memiliki potensi untuk pengembangan konsep pariwisata halal. Untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai destinasi wisata halal maka masyarakat perlu mengetahui dan memahami konsep pariwisata halal melalui sosialisasi dengan memanfaatkan radio komunitas. Metode pendekatan yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Sasaran utama dari sosialisasi ini adalah pengelola radio komunitas. Setelah dilaksanakan sosialisasi, peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan mengenai konsep wisata halal dan peran radio komunitas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Implementasi Keterbukaan Informasi Publik pada Humas Kota Bekasi di Era Digital
Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO Vol 3, No 2 (2022): Vol.3 No.2 September 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/progressio.v3i2.955
In managing data, there are still many institutions that do it manually and are ineffective and efficient. In response to this, the Public Relations Section of the Bekasi City Regional Secretariat created a technology-based application system for the management of e-clippings and data releases belonging to the Public Relations Department, namely Saker Humas. This article aims to find out the function of the Saker Pr public relations website as a medium for public information disclosure. The research method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and literature studies. The results showed that the Saker Humas website has the function of making it easier for employees of the Public Relations Department to find information needed by external parties. The management of the Saker Humas website serves to foster a responsive and informative attitude of the Bekasi City government as part of the functions and duties of the Main PPID carried out by the Public Relations Department regarding public information disclosure.
Pelatihan Optimalisasi Penggunaan Media Sosial untuk Membentuk Brand Produk Industri UMKM Bordir Tasikmalaya
Trie Damayanti;
Kokom Komariah;
Aat Ruchiat Nugraha
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25008/parahita.v3i2.86
Pandemi Covid-19 telah menenggelamkan ekonomi negara dan masyarakat. Hal ini secara langsung menurunkan tingkat ekonomi masyarakat dan negara. Hal ini perlu disikapi dengan meningkatkan kreativitas masyarakat terutama pada kalangan industri kecil dan menengah, karena menurut beberapa ahli ekonomi, pengusaha kecil dan menengah adalah industri yang menyelamatkan kehidupan ekonomi negara. Dinas Koperasi dan UMKM selama ini hanya mengembangkan potensi pasar tanpa pengembangan brand produk, padahal untuk bertahan di tengah persaingan produk sejenis dari dalam dan luar negeri diperlukan pembentukan brand produk untuk menunjukkan positioning produk dan menunjukkan potensi produk di mata pembeli. Metode pelatihan pengenalan pada strategi digital branding dengan pendekatan optimalisasi penggunaan sosial media digunakan pada pelatihan UMKM Bordir di Kota Tasikmalaya. Pelatihan ini untuk mengenalkan konsep strategi pada penggunaan media sosial di kalangan para pengrajin. Hasil pelatihan menunjukkan, pemanfaatan media sosial yang hanya untuk penjualan, bisa ditingkatkan dengan mengoptimalkan penggunaan untuk membranding produk bordir, bukan hanya sebagai alat untuk promosi produk saja.
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor
Kokom Komariah;
Susie Perbawasari;
Aat Ruchiat Nugraha;
Heru Ryanto Budiana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (873.896 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042
Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
SOSIALISASI DAN LITERASI POLITIK BAGI GENERASI MILENIAL JAWA BARAT
Diah Fatma Sjoraida;
Novie Indrawati Sagita;
S. Kunto Adiwibowo;
Aat Ruchiat Nugraha
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4821
Milenial adalah generasi yang usianya berkisar antara 24 hingga 39 tahun. Telah dipastikan bahwa generasi ini berpartisipasi dalam semua jenis pemilihan parlemen. Jelang pemilihan umum 2024, generasi milenial menjadi sumber suara yang cukup menentukan bagi para elit politik maupun elit partai untuk dapat membawa mereka ke kursi parlemen maupun keukuasaan. Oleh sebab itu, kami tim pengabdian pada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran melaksanakan pemberian sosialisasi dan literasi politik sebagai wujud pembekalan pengetahuan bagi pemilih pemula di Jawa Barat. Kegiatan ini memberikan dampak yang cukup baik secara pengetahuan bagi pemilih pemula agar dapat menentukan pilihannya dan tidak terhasut ole informasi-informasi hoaks seputar politik.
Representasi Perempuan dalam Film Ayat-Ayat Cinta
Rosnandar Romli;
Mella M. Roosdinar;
Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (521.663 KB)
|
DOI: 10.24815/jkg.v7i2.11239
Film as part of mass communication has a considerable influence on the formation of opinions that occur in society. One of the best-selling films in 2008 was the film Ayat-Ayat Cinta. This research was carried out with assumptions about the existence of ideological battles that took place in a media discourse and representation of women in a film. The purpose of this research was to find out the representation of women in the film Ayat-Ayat Cinta through events in film stories that were commodified by cinematographers and audiences. The type of research method used is qualitative descriptive research analyzing media content with critical discourse analysis methods by Sara Mills. The research was conducted by dissecting the text in the film, looking at the subject-object position and the producer-reader position in climax scenes, to see how women are represented in the scenes. The results showed that the film still uses male perspectives in viewing the events; women are still represented more as objects than subjects; women are still viewed from the perspective of other parties (mostly men); the film leads the audience to identify themselves with male figures; and this film still affirms the patriarchal ideology
Manajemen Branding Femme In STEM Sebagai Platform Pemberdayaan Perempuan
Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 1 (2023): April 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jk.v9i1.881
Femme in STEM sebagai organisasi yang bertujuan untuk menjadi sarana pemberdayaan perempuan berbasis mahasiswa memiliki branding sebagai platform pemberdayaan perempuan. Namun masih ditemukan ketidakselarasan antara branding yang diinginkan oleh Femme in STEM dengan apa yang ditangkap oleh lingkungan eksternal mereka terkait brand mereka. Sebagai organisasi yang bergerak secara nonprofit, Femme in STEM mengelola dan memperkuat brand-nya dengan keterbatasan sumber daya mulai dari dana hingga sumber daya manusia sehinggan Femme in STEM memanfaatkan peran stakeholders dalam pengelolaan brand-nya. Penelitian ini menggunakan konsep Brand IDEA: Integrity, Democracy Affinity dari Nathalie Ladler-Kylander dan Julia Shepard Stenzel untuk mengetahui upaya manajamen branding dari Femme in STEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Femme in STEM membentuk brand identity dan mengkomunikasikannya melalui media seperti word-of-mouth, term of references (TOR), dan media sosial. Femme in STEM juga melakukan kerjasama kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai perusahaan serta komunitas. Kesimpulannya, terdapat beberapa aspek dari Brand IDEA yang belum dilakukan secara maksimal oleh Femme in STEM sehingga dapat disarankan Femme in STEM perlu mempublikasikan identitasnya dengan jelas terutama di media sosial, membuat guidelines penyampaian identitas, dan memperluas tema event pada kolaborasi yang dilakukan.
Personal Branding KPH. Purbodiningrat Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta
Anggita Sarasati;
Susanne Dida;
Aat Ruchiat Nugraha
Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister S2 Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53977/sadharananikarana.v5i1.901
Popularity does not guarantee that others will know the individual. One of the politicians is KPH Purbodiningrat, who was only considered to have taken advantage of the popularity and title he had as the advantage that he had as a mantu ndalem of the Yogyakarta Palace when he was a member of the DPRD-DIY. The purpose of this research is to discover the identity that KPH Purbodiningrat wants to show, the efforts made in building and maintaining personal branding, and the performance and achievements obtained while being a member of the DPRD-DIY. This research uses a post-positivistic paradigm with a qualitative approach and case study research type. The data obtained in this study were through observation, interviews, online data searches, and literature study. The result from this research is identity shown by KPH Purbodiningrat is that it still holds the cultural value of the privilege of Yogyakarta. It looks conservative because it keeps cultural values. However, this conservative's values can only be seen from his values and ideology till he keeps. In carrying out activities and other activities, KPH Purbodiningrat can adapt to the environment and the times. His activities are cut up into online and offline, and the performance and achievements obtained by KPH Purbodiningrat are not only in the realm of members of the DPRD-DIY but also outside the role of members of the DPRD-DIY. The conclusion of this study conclude that the identity shown by KPH Purbodiningrat is as a member of the DPRD-DIY who has adaptive conservative. The advice given from the results of research in strengthening personal branding can emphasize the value of communicating messages by using jargon, as well as by utilizing social media. The consistency of messages must be the highlight and monitoring and evaluation of content and news in social media.
Pengaruh Digital Marketing dan Brand Image Terhadap Minat Beli Produk Kosmetik Make Over
Purnaya Sari Tarigan;
Dwi Wahyono;
Trisnawati Kusumawardhani;
Syusantie Sylfia Sairdama;
Aat Ruchiat Nugraha
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 9 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jemsi.v9i4.1352
Modernisasi akan selalu mengalami perkembangan. Penelitian ini bertujuan.agar mengetahui pengaruh digital marketing dan brand image terhadap minat beli produk kosmetik Make Over. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di kota Medan. Jumlah sampel diperoleh 100 responden. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan perolehan data dari kuesioner melalui google from. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi linier berganda dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan secara masing-masing bahwa digital marketing dan brand image memiliki pengaruh parsial yang positif dan signifikan terhadap minat beli kosmetik Make Over di kota Medan. Hasil digital marketing dan brand image secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli kosmetik Make Over di kota Medan. Hasil nilai R Square dibuktikan sebesar 86,2% oleh variabel dalam penelitian ini.
Edukasi Literasi Digital Era Cybernetics Dalam Meminimalisir Penyalahgunaan Media Sosial Bagi Anak Di Pinggiran Kota
Darimis Darimis;
S. Sumihatul Ummah MS;
Agus Salam;
Aat Ruchiat Nugraha;
Nunung Suryana Jamin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v3i2.253
Tim pengabdi melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan maksud untuk memberikan pemahaman tentang literasi digital kepada anak-anak yang tinggal di pinggiran kota. PKM ini mengusung tema literasi digital dan mencakup materi pengantar literasi digital, etika dalam bermedia sosial, serta pemahaman tentang Undang-Undang Informasi serta UU ITE. Dalam pelaksanaannya, PKM ini memakai metode ceramah serta diskusi untuk menyampaikan konsep literasi digital. Hasil penelitian ini berdampak pada pemahaman anak-anak terkait literasi digital dan etika bermedia sosioa. Dengan perkembangan pengguna internet yang senantiasa meningkat di setiap tahun, internet memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif seperti kecanduan serta berbagai bentuk kriminalitas seperti hacking dan cracking. Oleh karenanya, penting bagi anak-anak untuk memiliki literasi digital agar bisa memakai media digital dengan baik serta bertanggung jawab. Edukasi tentang literasi digital dijalankan untuk meratakan pemahaman mengenai topik ini. Pelatihan literasi digital dan pemahaman tentang tantangan dalam era digital termasuk bagian dari upaya ini. Sasarannya ialah agar peserta bisa menjelaskan konsep dasar literasi digital dan memahami dampak negatif dari kurangnya literasi digital. Dimana Peserta antusias pada kegiatan literasi digital, diketahui dari diskusi yang aktif antara peserta serta pemateri. Ini memungkinkan pertukaran informasi serta pengetahuan yang bertujuan untuk memaksimalkan manfaat positif dari perkembangan informasi serta meminimalkan dampak negatif di era cybernetics