Articles
EKSPERIMEN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN WATERBOOM MINI
Fajriati, Ruliana;
Suyadi, Suyadi
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3649
This research is motivated by the lack of variety of learning media in schools so that learning is less attractive to children and children cannot construct their own knowledge. The purpose of this study is to find out how science experiments through this mini Waterboom game in developing the scientific abilities of children aged 5-6 years. This research uses descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted at Nasyithatun Nisa Kindergarten. The results of this study in addition to developing children's scientific abilities can also develop six aspects of the development of children, namely cognitive development, language, social-emotional, moral and religious, physical-motor and arts. In the ability of science there are three substances that are basically fulfilled by this game, namely science as a process, science as a product and science as a scientific attitude.     ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi dari kurangnya variasi media pembelajaran di sekolah sehingga pembelajaran kurang menarik bagi anak dan anak tidak bisa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana eksperimen sains melalui permainan waterboom mini ini dalam mengembangkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di TK Nasyithatun Nisa. Hasil penelitian ini selain mengembangkan kemampuan sains anak juga dapat mengembangkan enam aspek perkembaangan anak yaitu perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, moral dan agama, fisik-motorik serta seni. Dalam kemampuan sains ada tiga substansi secara mendasar yang dipenuhi permainan ini yaitu sains sebagai suatu proses, sains sebagai suatu produk dan sains sebagai suatu sikap keilmuan.  Â
Religious Inclusivity Through Al-Islam And Kemuhammadiyahan Education: A Case From Universitas Muhammadiyah Palopo
Rizka;
Suyadi, Suyadi
el-Tarbawi Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal el-Tarbawi
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/tarbawi.vol18.iss1.art2
Although courses on multiculturalism and tolerance have emerged at state Islamic religious universities, to date, no state Islamic university has accepted non-Muslim students. In contrast, private Islamic religious universities, particularly Muhammadiyah universities, accept non-Muslim students. In fact, more than 60% of Muhammadiyah universities in eastern Indonesia have non-Muslim students. The urgency of this research is a critical analysis of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) education for non-Muslims at UM Palopo. The purpose of this research is to discover the concept of multicultural AIK expressed by 20 non-Muslim students at UM Palopo in religion classes. This research uses a descriptive qualitative approach with non-Muslim students at UM Palopo as informants. The results show that the expression of multicultural religiosity among non-Muslim students at Muhammadiyah universities is very different from the multicultural concepts in studies of religious scriptures as they have developed so far. Non-Muslim students: Christians are becoming more Christian and Catholic students are becoming more devout in church, likewise Muslims are becoming more devout in worship. The findings of this study complement the theory of Christian Muhammadiyah (Krismuha) which has successfully managed multiculturalism in Papua.
CONCEPT OF NAFS AND QALB FROM THE PERSPECTIVE OF NEUROSCIENCE: A STUDY OF AL-GHAZALI'S THOUGHTS
Rizayanti, Hana;
Suyadi, Suyadi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/kontem.2023.11.1.49-66
Nafs dan qalb adalah entitas yang membedakan karakteristik manusia. Artikel ini bertujuan menganalisis perspektif neurosains terhadap konsep nafs dan qalb berdasarkan pemikiran Al-Ghazali. Al-Ghazali menggambarkan nafs sebagai substansi batin yang berkaitan dengan kualitas manusia, sedangkan qalb adalah dimensi spiritual dengan sifat ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, mengacu pada Ihya'Ulumuddin dan artikel ilmiah tentang nafs dan qalb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nafs dan qalb dalam pandangan Al-Ghazali menggambarkan aspek lathifah al-ruhaniyah dan lathifah al-rabbaniyah, yaitu substansi halus yang memiliki dimensi ketuhanan dan kerohanian. Perspektif neurosains mengartikan nafs sebagai ekspresi emosi dari dalam dan luar diri, sedangkan qalb memiliki peran dalam menerima informasi, kecerdasan qalbiah, pengendalian tubuh, dimensi spiritual, dan emosional manusia.
Logoterapi, Sebuah Upaya Pengembangan Spiritualitas Dan Makna Hidup Dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam
Suyadi, Suyadi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/jpi.2012.12.267-280
Character education has become an important part of the national education system for character education has been positioned to be one step for curing social illness. However, it is still asked about what the content and process that will be done by the leaders of educational character of this nation. The moral values which are to be developed in the educational character of the nation of Indonesia consist of religious values, cultural values, and the values of Pancasila. Those are character educations which can be regarded as an authentic or specific character education in Indonesia.
Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Behaviorisme Berbasis Neurosains di SD Muhammadiyah Purbayan
Harahap, Zunaidi M. Rasid;
Suyadi, Suyadi
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 1 (2020): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/psikoislamedia.v5i1.6199
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan pendidikan karakter melalui pendekatan behavior berbasis neurosains. Metode penilitian ini adalah kualitatif jenis penomenologi. Setting penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Purbayan Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah guru ismuba sebnyak 3 (dua) informan dan siswa kelas 3 amanah sebanyak 22 (duapuluh tiga) terdiri dari 10 laki perempuan 12 berusia antra 9 dan 10 tahun. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dekumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru ismuba , observasi partisifan dikelas dan diluar terkait pembelajaran ismuba dalam pembentukan karakter. Dokumentasi dilakukan pada kegiatan-kegiatan perilaku agama siswa disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agama siswa sudah cukup baik, akan tetapi siswa dalam menjalankan agamanya tidak terlepas dari pengawasan dan sitimus karna tanpa itu siswa belum mampu menjalankan agamanya dengan baik. Oleh karena itu behaviorisme berbasis neurosain perlu dimasukkan dalam pembelajaran supaya pembiasaan yang dilakukan di sekolah sesuai dengan perkembangan otaknya. yang peneliti dapatkan bahwa siswa dalam menjalankan perilaku agamanya itu tidak terlepas dari pengawasan dan stimulus dari guru, sehingga tanpa itu siswa belum mampu mejalankan perilaku agamnya dengan baik dan benar seperti yang di cita-citakan sekolah. Oleh kerena itu teori behaviorisme dalam konsep neurosain sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter agama siswa. [This study aims to describe and analyze the development of character education through neuroscience-based behavioral approaches. This research method is a qualitative type of phenomenology. The setting of this study is SD Muhammadiyah Purbayan Yogyakarta. The subjects of this study were three teachers from Ismuba, 3 (two) informants and grade 3 students of the mandate of 22 (twenty-three) consisting of 10 12 male women aged between 9 and 10 years. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Interviews were conducted with ismuba teachers, participant observation in class and outside related to ismuba learning in character building. Documentation is carried out on activities of students' religious behavior at school . Research resultshows that the religious character of students is good enough, but students in practicing their religion can not be separated from supervision and sitimus because without it students are not able to practice their religion well. Therefore neurosain-based behaviorism needs to be included in learning so that the habituation done in school is in accordance with the development of the brain. researchers find that students in carrying out their religious behavior is inseparable from the supervision and stimulus from the teacher, so without that students are not able to carry out religious behavior properly and correctly as expected by the school. There fore, the theory of behaviorism in the concept of neuroscience is very much needed in the formation of students' religious character.]
Otak karakter: model pendidikan karakter berbasis neurosains
Yakup, Ricki;
Suyadi, Suyadi
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gw.v14i1.383
Kajian tentang pendidikan karakter selama ini masih berbasis pada teori behavioristik yang menaruh perhatian pada pembiasaan belum berbasis pada neurosains yang menaruh perhatian pada kinerja otak. Akibatnya pendidikan karakter hanya bersifat sementara bukan perubahan perilaku yang bersifat permanen. Penetitian ini bersifat kualitatif yang didasarkan pada kajian kepustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pendidikan karakter berbasis kinerja otak atau neurosains. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa otak manusia merupakan sentral terhadap setiap aktiviatas manusia, di mana setiap aktivitas manusia itu selalu berkaitan dengan enam sistem kinerja otak yang memegang peranan penting terhadap aktivitas manusia. Enam sistem tersebut yaitu Cortex Prevontalis, Lobus Temporalis, sistem limbik, Gyrus Cingulatus, Ganglia Basalis dan Cerebellum. Fungsi kinerja otak juga menunjukkan bahwa perilaku atau karakter termasuk kedalam ranah sistem kerja otak sehingga dengan memaksimalkan fungsi kinerja otak seorang pendidik dapat memberikan pembelajaran atau penanaman karakter yang lebih efisien terhadap peserta didik.
Pengaruh Manajemen Konflik Terhadap Produktivitas Kerja Pendidik di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus MA Sabilunnajah Prambon Sidoarjo)
Mauliya, Afina;
Suyadi, Suyadi
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/lorong.v11i1.2108
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh manajemen konflik terhadap produktivitas kerja pendidik di masa pandemi Covid-19 studi kasus di MA Sabilunnajah Prambon Sidoarjo. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian mix methode dengan embedded design. Analisis data menggunakan software SPSS 25 dengan regresi linier sederhana serta pengumpulan data melalui penyebarankuesioner dengan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan nilai signifikansi dalam uji T sebesar Sig0,000>0,05 dan Fhitung 4,54>dari Ftabel 4,29. Analisis menunjukkan jika nilai signifikansi sejumlah 0,000 dan kurang dari 0,05 maka H1 diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat dinyatakan variabel manajemen konflik berpengaruh pada variable produktivitas kerja. Hasil menunjukkan bahwa manajemen konflik di MASabilunnajah Prambon Sidoarjo penting dilakukan karena mempengaruhi produktivitas kerja pendidik selama pandemi Covid-19. Strategi manajemen konflik MA Sabilunnajah meliputi dua yaitu strategi pendekatan birokratis dan strategi reorganisasi struktural.
Identification of Genetic Diversity of P21-Activated Kinases (PAK1) Gene in Senduro Goats and Boerawa Goats using PCR-RFLP (Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism)
Heri Damayanti;
Susilorini, Tri Eko;
Prasetyo, Guruh;
Hidayah, Nur;
Efendi, Ahmad Zarkasi;
Ardiantoro, Ari;
Septian, Wike Andre Septian;
Suyadi, Suyadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 33 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jiip.2023.033.03.06
This study aimed to detect genetic diversity associated with litter size traits of the P21-activated kinases (PAK1) gene in Senduro and Boerawa goats using the PCR-RFLP method. The restriction enzyme used is MSP1 (C*CGG). A pair of primers used in this study, namely Forward ((5'-GCTCAGTGTTGTATTAGCAG-3') and Reverse (5'- CAAGATATAAAGCACAGCCG-3') product length 713 bp (access code ENSCHIG00000003071). The samples used in this study consisted of 80 samples of Senduro goats and 20 samples of Boerawa goats from UPT PT-HMT Singosari, Malang Regency. The results showed that the PAK1 exon 9 gene in Senduro goats and Boerawa goats UPT PT-HMT Singosari was uniform (monomorphic), it was because all samples had GG genotype and G allele frequency of 100%. In conclusion, the PAK1 exon 9 / MSP1 gene is monomorphic and does not associate with litter size in Senduro goats and Boerawa goats, so it cannot be used as a genetic marker.
MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA MELALUI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA BAGI PESERTA DIDIK TINGKAT SD DI KOTA MEDAN
Suyadi, Suyadi;
Harahap, Syaifuddin Zuhri;
Imran, Imran
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.176 KB)
|
DOI: 10.30596/bahterasia.v1i1.3742
Penelitian/pengkajian ini dilakukan atas dasar pentingnya faktor pembelajaran apresiasi sastra dalam mendukung efektivitas pancapaian kemahiran berbahasa Indonesia peserta pendidik. Pengkajian ini dilakukan untuk membuktikan apakah ada korelasi antara kegiatan apresiasi sastra dengan kemahiran berbahasa Indonesia peserta didik tingkat SD. Pendekatan yang digunakan dalam pengkajian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Dengan jumlah responden 60 peserta didik. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) tes mengarang dan (2) lembar pengamatan l. Dari hasil korelasi koefisien dengan program SPSS proses analisis data tentang korelasi antara kemampuan mengapresiasi sastra dengan kemahiran berbahasa Indonesia dengan menggunakan rumus koefisien korelasi berganda (multiple corelation). Hipotesis awal menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan apresiasi sastra maka semakin tinggi kemahiran berbahasa Indonesia.Kata kunci : kemahiran berbahasa, pembelajaran apresiasi sastra
The Relevance of K.H. Ahmad Dahlan's Tajdid Thoughts on Islamic Education During the Covid-19 Pandemic
Jailani, Mohammad;
Suyadi, Suyadi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 6 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30983/educative.v6i2.5176
The purpose of this study is to examine Tajdid K.H. Ahmad Dahlan’s concept of Islamic education and its relevance during the Covid-19 pandemic. The advancement of science and technology in the modern era, as well as the the emergence of research on the relevance of K.H. Ahmad Dahlan in the development of educational learning in Indonesia, is relevant in the discourse of Islamic education (tajdid). Research data are taken from library references in the form of published research, both manually and digitally, that focus on discussing K.H. Ahmad Dahlan's thoughts in Islamic education. The study’s findings demonstrate that K.H. Ahmad Dahlan’s concept of tajdid is in line with the advancement of Islamic education.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep pemikiran Tajdid K.H. Ahmad Dahlan terhadap pendidikan Islam dan relevansinya di masa pandemi Covid-19. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diera modern ini, sejalan dengan munculnya penelitian tentang relevansi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dalam pengembangan pembelajaran pendidikan di Indonesia, dalam perspektif ilmu pendidikan Islam disebut dengan pembaharuan (Tajdid). Data penelitian ini bersumber dari referensi kepustakaan berupa jurnal ilmiah maupun penelusuran terhadap referensi-referensi karya penelitian, baik secara manual maupun digital yang fokus membahas pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dalam pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsep Tajdid K.H. Ahmad Dahlan sesuai dengan pembaharuan dengan peningkatan pendidikan Islam.