Articles
Perkembangan nilai agama-moral tidak tercapai pada anak usia dasar: Studi kasus di Kelas VB SD Muhammadiyah Karang Bendo Yogyakarta
Suyadi, Suyadi;
Destiyanti, Afifah Zulfa;
Sulaikha, Nurul Ana
Jurnal Psikologi Islam Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.302 KB)
|
DOI: 10.47399/jpi.v6i1.69
Penelitian ini membahas mengenai perkembangan nilai agama-moral pada anak usia dasar di SD Muhammadiyah Karang Bendo Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah waka kesiswaan, wali kelas, serta peserta didik yang dipilih secara bertujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai agama-moral pada anak usia dasar di kelas VB SD Muhammadiyah Karang Bendo Yogyakarta dapat disimpulkan dan dikatakan sebagai nilai agama-moral yang tidak tercapai karena adanya perilaku anak yang tidak mulia, rendahnya kualitas akhlak, serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Penelitian ini juga menunjukkan adanya faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi adanya ketidaktercapaian nilai agama-moral pada anak usia dasar. Kata Kunci: Nilai Agama-Moral, Anak Usia Dasar, Akhlak
EKSPERIMEN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN WATERBOOM MINI
Fajriati, Ruliana;
Suyadi, Suyadi
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3649
This research is motivated by the lack of variety of learning media in schools so that learning is less attractive to children and children cannot construct their own knowledge. The purpose of this study is to find out how science experiments through this mini Waterboom game in developing the scientific abilities of children aged 5-6 years. This research uses descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted at Nasyithatun Nisa Kindergarten. The results of this study in addition to developing children's scientific abilities can also develop six aspects of the development of children, namely cognitive development, language, social-emotional, moral and religious, physical-motor and arts. In the ability of science there are three substances that are basically fulfilled by this game, namely science as a process, science as a product and science as a scientific attitude.     ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi dari kurangnya variasi media pembelajaran di sekolah sehingga pembelajaran kurang menarik bagi anak dan anak tidak bisa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana eksperimen sains melalui permainan waterboom mini ini dalam mengembangkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di TK Nasyithatun Nisa. Hasil penelitian ini selain mengembangkan kemampuan sains anak juga dapat mengembangkan enam aspek perkembaangan anak yaitu perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, moral dan agama, fisik-motorik serta seni. Dalam kemampuan sains ada tiga substansi secara mendasar yang dipenuhi permainan ini yaitu sains sebagai suatu proses, sains sebagai suatu produk dan sains sebagai suatu sikap keilmuan.  Â
Religious Inclusivity Through Al-Islam And Kemuhammadiyahan Education: A Case From Universitas Muhammadiyah Palopo
Rizka;
Suyadi, Suyadi
el-Tarbawi Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal el-Tarbawi
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/tarbawi.vol18.iss1.art2
Although courses on multiculturalism and tolerance have emerged at state Islamic religious universities, to date, no state Islamic university has accepted non-Muslim students. In contrast, private Islamic religious universities, particularly Muhammadiyah universities, accept non-Muslim students. In fact, more than 60% of Muhammadiyah universities in eastern Indonesia have non-Muslim students. The urgency of this research is a critical analysis of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) education for non-Muslims at UM Palopo. The purpose of this research is to discover the concept of multicultural AIK expressed by 20 non-Muslim students at UM Palopo in religion classes. This research uses a descriptive qualitative approach with non-Muslim students at UM Palopo as informants. The results show that the expression of multicultural religiosity among non-Muslim students at Muhammadiyah universities is very different from the multicultural concepts in studies of religious scriptures as they have developed so far. Non-Muslim students: Christians are becoming more Christian and Catholic students are becoming more devout in church, likewise Muslims are becoming more devout in worship. The findings of this study complement the theory of Christian Muhammadiyah (Krismuha) which has successfully managed multiculturalism in Papua.
CONCEPT OF NAFS AND QALB FROM THE PERSPECTIVE OF NEUROSCIENCE: A STUDY OF AL-GHAZALI'S THOUGHTS
Rizayanti, Hana;
Suyadi, Suyadi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/kontem.2023.11.1.49-66
Nafs dan qalb adalah entitas yang membedakan karakteristik manusia. Artikel ini bertujuan menganalisis perspektif neurosains terhadap konsep nafs dan qalb berdasarkan pemikiran Al-Ghazali. Al-Ghazali menggambarkan nafs sebagai substansi batin yang berkaitan dengan kualitas manusia, sedangkan qalb adalah dimensi spiritual dengan sifat ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, mengacu pada Ihya'Ulumuddin dan artikel ilmiah tentang nafs dan qalb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nafs dan qalb dalam pandangan Al-Ghazali menggambarkan aspek lathifah al-ruhaniyah dan lathifah al-rabbaniyah, yaitu substansi halus yang memiliki dimensi ketuhanan dan kerohanian. Perspektif neurosains mengartikan nafs sebagai ekspresi emosi dari dalam dan luar diri, sedangkan qalb memiliki peran dalam menerima informasi, kecerdasan qalbiah, pengendalian tubuh, dimensi spiritual, dan emosional manusia.
Logoterapi, Sebuah Upaya Pengembangan Spiritualitas Dan Makna Hidup Dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam
Suyadi, Suyadi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/jpi.2012.12.267-280
Character education has become an important part of the national education system for character education has been positioned to be one step for curing social illness. However, it is still asked about what the content and process that will be done by the leaders of educational character of this nation. The moral values which are to be developed in the educational character of the nation of Indonesia consist of religious values, cultural values, and the values of Pancasila. Those are character educations which can be regarded as an authentic or specific character education in Indonesia.
Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Behaviorisme Berbasis Neurosains di SD Muhammadiyah Purbayan
Harahap, Zunaidi M. Rasid;
Suyadi, Suyadi
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 1 (2020): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/psikoislamedia.v5i1.6199
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan pendidikan karakter melalui pendekatan behavior berbasis neurosains. Metode penilitian ini adalah kualitatif jenis penomenologi. Setting penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Purbayan Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah guru ismuba sebnyak 3 (dua) informan dan siswa kelas 3 amanah sebanyak 22 (duapuluh tiga) terdiri dari 10 laki perempuan 12 berusia antra 9 dan 10 tahun. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dekumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru ismuba , observasi partisifan dikelas dan diluar terkait pembelajaran ismuba dalam pembentukan karakter. Dokumentasi dilakukan pada kegiatan-kegiatan perilaku agama siswa disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agama siswa sudah cukup baik, akan tetapi siswa dalam menjalankan agamanya tidak terlepas dari pengawasan dan sitimus karna tanpa itu siswa belum mampu menjalankan agamanya dengan baik. Oleh karena itu behaviorisme berbasis neurosain perlu dimasukkan dalam pembelajaran supaya pembiasaan yang dilakukan di sekolah sesuai dengan perkembangan otaknya. yang peneliti dapatkan bahwa siswa dalam menjalankan perilaku agamanya itu tidak terlepas dari pengawasan dan stimulus dari guru, sehingga tanpa itu siswa belum mampu mejalankan perilaku agamnya dengan baik dan benar seperti yang di cita-citakan sekolah. Oleh kerena itu teori behaviorisme dalam konsep neurosain sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter agama siswa. [This study aims to describe and analyze the development of character education through neuroscience-based behavioral approaches. This research method is a qualitative type of phenomenology. The setting of this study is SD Muhammadiyah Purbayan Yogyakarta. The subjects of this study were three teachers from Ismuba, 3 (two) informants and grade 3 students of the mandate of 22 (twenty-three) consisting of 10 12 male women aged between 9 and 10 years. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Interviews were conducted with ismuba teachers, participant observation in class and outside related to ismuba learning in character building. Documentation is carried out on activities of students' religious behavior at school . Research resultshows that the religious character of students is good enough, but students in practicing their religion can not be separated from supervision and sitimus because without it students are not able to practice their religion well. Therefore neurosain-based behaviorism needs to be included in learning so that the habituation done in school is in accordance with the development of the brain. researchers find that students in carrying out their religious behavior is inseparable from the supervision and stimulus from the teacher, so without that students are not able to carry out religious behavior properly and correctly as expected by the school. There fore, the theory of behaviorism in the concept of neuroscience is very much needed in the formation of students' religious character.]
Strategi Grandparenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun (Studi Kasus di Lingkungan Tembelok Kota Mataram NTB)
Dewi, Linda Atika;
Diana, Raden Rachmy;
Suyadi, Suyadi;
Saputra, Angga;
Nur’ainy, Nur’ainy
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7542
Salah satu fenomena yang umum terjadi di Nusa Tenggara Barat adalah praktik grandparenting yang dominan dalam pengasuhan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengasuhan grandparenting dalam membentuk kemandirian anak usia 5–6 tahun di Lingkungan Tembelok Kota Mataram NTB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga pasangan grandparent yang menjadi pengasuh utama cucunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengasuhan grandparenting dalam membentuk kemandirian anak dilakukan melalui empat pendekatan utama, yaitu strategi keteladanan, pembiasaan, dukungan emosional dan penghargaan, serta bimbingan moral dan religius. Keempat strategi tersebut membentuk sistem pengasuhan yang saling melengkapi dan efektif dalam menumbuhkan kemandirian anak secara fisik, emosional, dan moral.
Menjadi Orang Tua Bijak di Era Modern: Strategi Gen Z dalam Menguatkan Karakter Sopan Santun dan Toleransi AUD
Hijjatin, Siti Nur;
Suyadi, Suyadi;
Shomiyatun, Shomiyatun
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7544
Nilai sopan santun dan toleransi pada akhir-akhir ini mulai menurun di kalangan anak-anak sehingga berdampak pada kualitas interaksi sosialnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pengasuhan orang tua generasi Z dalam menanamkan nilai sopan santun dan toleransi pada anak usia dini di era digital. Metode studi kasus digunakan untuk mendalami pola pengasuhan yang diterapkan oleh tiga keluarga di Kelurahan Palupi, Kota Palu, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang reflektif dan kolaboratif, yang memadukan nilai tradisional dan literasi digital, efektif dalam membangun karakter empatik dan toleran anak. Orang tua menerapkan rutinitas harian yang bermakna, memanfaatkan media edukatif, dan menanamkan perilaku sopan santun melalui keteladanan serta dialog terbuka. Pola pengasuhan ini mendukung pengembangan karakter moral dan sosial anak di tengah tantangan era digital.
Otak karakter: model pendidikan karakter berbasis neurosains
Yakup, Ricki;
Suyadi, Suyadi
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gw.v14i1.383
Kajian tentang pendidikan karakter selama ini masih berbasis pada teori behavioristik yang menaruh perhatian pada pembiasaan belum berbasis pada neurosains yang menaruh perhatian pada kinerja otak. Akibatnya pendidikan karakter hanya bersifat sementara bukan perubahan perilaku yang bersifat permanen. Penetitian ini bersifat kualitatif yang didasarkan pada kajian kepustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pendidikan karakter berbasis kinerja otak atau neurosains. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa otak manusia merupakan sentral terhadap setiap aktiviatas manusia, di mana setiap aktivitas manusia itu selalu berkaitan dengan enam sistem kinerja otak yang memegang peranan penting terhadap aktivitas manusia. Enam sistem tersebut yaitu Cortex Prevontalis, Lobus Temporalis, sistem limbik, Gyrus Cingulatus, Ganglia Basalis dan Cerebellum. Fungsi kinerja otak juga menunjukkan bahwa perilaku atau karakter termasuk kedalam ranah sistem kerja otak sehingga dengan memaksimalkan fungsi kinerja otak seorang pendidik dapat memberikan pembelajaran atau penanaman karakter yang lebih efisien terhadap peserta didik.
Pengaruh Manajemen Konflik Terhadap Produktivitas Kerja Pendidik di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus MA Sabilunnajah Prambon Sidoarjo)
Mauliya, Afina;
Suyadi, Suyadi
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/lorong.v11i1.2108
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh manajemen konflik terhadap produktivitas kerja pendidik di masa pandemi Covid-19 studi kasus di MA Sabilunnajah Prambon Sidoarjo. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian mix methode dengan embedded design. Analisis data menggunakan software SPSS 25 dengan regresi linier sederhana serta pengumpulan data melalui penyebarankuesioner dengan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan nilai signifikansi dalam uji T sebesar Sig0,000>0,05 dan Fhitung 4,54>dari Ftabel 4,29. Analisis menunjukkan jika nilai signifikansi sejumlah 0,000 dan kurang dari 0,05 maka H1 diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat dinyatakan variabel manajemen konflik berpengaruh pada variable produktivitas kerja. Hasil menunjukkan bahwa manajemen konflik di MASabilunnajah Prambon Sidoarjo penting dilakukan karena mempengaruhi produktivitas kerja pendidik selama pandemi Covid-19. Strategi manajemen konflik MA Sabilunnajah meliputi dua yaitu strategi pendekatan birokratis dan strategi reorganisasi struktural.