Articles
ANALYSIS THROUGH THE IMPLEMENTATION OF REGIONAL PROPERTY MANAGEMENT POLICY IN AN EFFORT TO ACCOMPLISHED GOOD GOVERNANCE AT LOCAL FINANCIAL AND ASSETS MANAGEMENT OFFICE (BPKAD) IN TANGERANG SELATAN CITY
Sundari, Sri;
Sri Lestariningsih, Wahyuni
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 3 No. 1 (2021): Dinasti International Journal of Digital Business Management (December 2021 - J
Publisher : Dinasti Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31933/dijdbm.v3i1.1080
This research aims to investigate and evaluate the implementation of regional property management policies at the Local Financial and Assets Management Office (BPKAD) in Tangerang Selatan City. It was trying to find out the factors which hinder the implementation of regional property management policies, analyze about the obstacles which are faced in improving good governance and analyze the strategies undertaken in the implementation of regional property management policies in order to realize good governance. This research currently uses a descriptive qualitative method with the insider respondents from BPKAD office in Tangerang Selatan City. The collection of data techniques has been done through observation and interviews. The theory from George C Edward III has been used as a reference which stated that there are four things that will affect the implementation of policies, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. According to the research findings, it is known that the implementation of regional property management policies in Tangerang Selatan City's BPKAD has been going well, but there are still few regulations which have not been fully accomplished. The factors which support the implementation of regional property management policies in Tangerang Selatan City's BPKAD are communication, disposition, bureaucratic structure, resources. Meanwhile, the factors which hinder its implementation are Bureaucratic structure, resources, disposition. In order to overcome these obstacles, the efforts that have been made namely; immediately apply the concept of institutional strengthening, more focus on improving the governance of regional property so that good governance could be realized and strengthened in terms of regulation and preparation from Standard Operating Procedures in the management of property area.
PERAN EKONOMI INDUSTRI PERTAHANAN DALAM MEWUJUDKAN PERTAHANAN INDONESIA
Megalin Walukow Seso, Kristin;
Suwarno, Panji;
Sundari, Sri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4173-4180
Industri pertahanan harus menjaga dan meningkatkan keunggulannya di tengah perubahan global yang pesat serta usaha untuk mencapai kemandirian dalam pemenuhan alat perlengkapan dan persenjataan di dalam negeri. Perusahaan yang berkinerja baik dapat didefinisikan sebagai memiliki keunggulan kompetitif dan daya saing dari perspektif manajemen yang efektif dan efisien. Namun demikian, data pemenuhan alutsista menunjukkan bahwa setiap tahap masih berada di bawah target yang telah ditetapkan lebih awal.Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi likuiditas dan daya saing industri pertahanan domestik mempengaruhi pencapaian Minimal Essential Force (MEF). Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dikenal sebagai likuiditas. Penelitian ini menganalisis likuiditas keuangan berdasarkan laporan keuangan PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) berturut-turut dari tahun 2015 hingga 2019.Likuiditas yang baik menunjukkan seberapa baik suatu perusahaan membuat keputusan, memenuhi kebutuhan militer, dan bahkan mengekspor barang ke luar negeri, meningkatkan daya saing dan meningkatkan ketahanan nasional.
Keberlanjutan Pengembangan Wilayah Dalam Dinamika Kebijakan Publik
Sri Sundari
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/comserva.v4i6.2555
Kebijakan pengembangan wilayah dapat dilihat mulai awal perencanaan (ex-ante), eval_uasi pelaksanaan kebijakan (on-going), maupun eval_uasi atas pelaksanaan kegiatan kebijakan public (ex-post)) sehingga kebijakan dalam pengembangan wilayah dapat menghasilkan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan hasil kebijakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kabijakan pengembangan wilayah juga tidak terlepas dari konsep good governance yang meliputi: konsistensi, transparansi, akuntabilitas, keadilan, partisipatif, efektivitas, dan efisiensi. Penulisan dilakukan melalui hasil analisis melalui sumber-sumber atau referensi yang terkait dengan kebijakan publik. Pembahasan tentang kebijakan publik memiliki cakupan yang sangat luas sehingga memerlukan batasan dalam pembahasan sesuai dengan konteks pengembangan wilayah melalui kebijakan di level nasional maupun di level daerah. Dinamika kebijakan publik merupakan fenomena yang berkembang pada suatu wilayah atau daerah sesuai dengan situasi dan kondisi yang suatu wilayah. Berbagai faktor dapat mempengaruhi pelaksanaan kebijakan publik dalam rangka pengembangan wilayah yang berkelanjutan yang dapat dilihat melalui dinamika kebijakan yang berkembang. Dalam pelaksanaannya kebijakan pengembangan wilayah yang dilakukan masih menunjukkan kurangnya penerapan keberlanjutan. Penilaian atas kurangnya keberlanjutan dapat dilihat berdasarkan pada pelaksanaan pembangunan yang belum melibatkan pihak-pihak yang harus dilibatkan dalam pelaksanaan keputusan kebijakan pengembangan wilayah. Dengan tidak terlibatnya pihak pemerintah, pihak swasta, dan pihak masyarakat maka dapat dipastikan tidak adanya kebersamaan, konsistensi, dan kesinambungan suatu program. Hasil dari pengembangan wilayah juga dapat dilihat berdasarkan wilayah tertentu yang memiliki otonomi dan kualitas pelaksanaan keputusan kebijakan yang berbeda.
Literature Review : Analisis Penerapan Balanced Scorecard dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi
Sri Sundari;
Eka Amelia;
Anne Kurry Anggreani;
Syamsuddin
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 9 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Jurusan Akuntansi FEB UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jakuho.v9i2.173
Di era globalisasi dan persaingan yang semakin intens, organisasi dituntut untuk memiliki sistem pengukuran kinerja yang efektif serta efisien. Pengukuran kinerja tidak hanya dilihat dari aspek finansial, tetapi juga melalui berbagai perspektif lain seperti pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Salah satu alat yang banyak digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah Balanced Scorecard (BSC). Balanced Scorecard hadir dengan menawarkan pendekatan pengukuran kinerja yang berupaya menyeimbangkan aspek keuangan dan non-keuangan, memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang performa organisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan tujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai efektivitas BSC. Penelitian ini juga akan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh organisasi dalam implementasi BSC dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan BSC memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja organisasi, baik sektor publik maupun swasta. BSC tidak hanya membantu dalam pengukuran kinerja, tetapi juga berfungsi sebagai alat strategis untuk perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kepuasan pemangku kepentingan. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa BSC dapat menjadi alat yang efektif dalam mengukur dan meningkatkan kinerja di berbagai sektor.
Innovation of Batik Cap Canting: Wooden Material with Scroll Technique, Traditional Minangkabau Ornaments
Nofrial, Nofrial;
Sundari, Sri;
Syahrul, Syahrul
Melayu Arts and Performance Journal Vol 7, No 2 (2024): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26887/mapj.v7i2.3972
Batik cap salah satu teknik pembuatan batik, prosesnya lebih cepat dan presisi pola motifnya. Menggunakan alat yang dinamakan canting cap. Selama ini canting cap dominan dibuat dari plat tembaga, yang proses pembuatannya rumit, lama dan harganya mahal. Sehingga kurang cocok untuk produksi batik yang terbatas. Di sisi lain batik di Sumatera Barat mulai memperlihatkan perkembangan menggembirakan, Sumatera Barat mempunyai potensi sangat besar untuk pengembangan batik. termasuk belum maksimalnya pemanfaatan ornamen Minangkabau sebagai motif batik.Pengembangan alat canting cap dan motif batik dilakukan guna menjawab berbagai persoalan terkait pengembangan batik khas di Sumatera Barat. Dengan metode eksperimen dan pengembangan dilakukan inovasi pembuatan canting cap dari bahan kayu, serta pengembangan ornamen tradisional Minangkabau menjadi motif batik. Ada dua strategi inovasi yang dilakukan, pertama inovasi alat canting cap yang dibuat dari bahan kayu dengan teknik scroll. Kedua inovasi motif batik, mengembangkan ornamen tradisional Minangkabau menjadi motif batik.Dalam penelitian telah dibuat canting cap dari kayu surian dan mersawa dengan teknik scroll sebanyak tiga belas buah. Pengembangan oranamen tradisional Minangkabau, berupa motif bidang besar empat buah, motif bidang sedang lima buah dan motif bidang kecil empat buah. Canting cap bahan kayu tersebut telah diujicobakan pengecapannya pada media kain.
The Potential of Integrated Reporting to Enhance Social and Environmental (Sustainability) in Universities
Yuliarti, Enny;
Sundari, Sri;
Madein, Afdal
Wahana Riset Akuntansi Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/wra.v12i2.126500
Purpose – This research aims to examine the potential application of International Relations (IR) in annual reports that can influence social and environmental disclosure (sustainability) through a case study approach at the University of Indonesia, using the longitudinal content analysis method.Design/methodology/approach – The study analyzes the UI IR annual reports from 2015 to 2022 using three analytical tools: the annual report analysis framework, sustainability reporting framework, and IIRC framework.Findings – The findings indicate that the UI annual reports have fulfilled the indicators of GRI G3 and G4, campus sustainability assessment tools, and elements of the IIRC framework. This research also employs stakeholder theory and legitimacy theory to understand the importance of implementing sustainability practices at UI and how it relates to the university's relationships with its stakeholders.Originality/value – The findings of this research contribute to the literature in the fields of sustainability and International Relations (IR) in the public sector, particularly in universities. It provides insights into the potential of IR that influences social and environmental disclosure (sustainability) within universities and the possibilities for widespread application.Research limitations/implications – The limitation of this study is that only the UI annual reports were analyzed, so it is not precisely known to what extent sustainability practices are implemented in the university's operations. Further research can explore the factors influencing the adoption of sustainability practices by other universities in Indonesia and globally, as well as the challenges that may arise in the implementation process.
Doctor Consultation Duration on Patient Satisfaction at The Internal Medicine Outpatient Clinic
Iskandar, Muhamad Taufan;
Sundari, Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kemas.v20i1.48763
Long waiting times for healthcare services are one of the causes of patient dissatisfaction. The average waiting time for patient services at the Internal Medicine outpatient clinic is 280 minutes with the average duration of a doctor’s consultation being only 6 minutes. Nowadays, patients can decide for themselves whether long waiting times for short doctor consultations are worth the effort. This study aimed to determine patient satisfaction based on the duration of the doctor’s consultation. This research was conducted at the Internal Medicine Clinic using a quantitative observational analytical research design with a cross-sectional data collection method using a questionnaire. The patient satisfaction questionnaire uses a 1-5 Likert scale, while the doctor consultation duration questionnaire uses actual recording in minutes. The respondents for this study were 139 respondents based on epi-info software calculations with a confidence interval of 95%, and the sampling method used consecutive sampling. The research results were analyzed using SPSS version 21 with the chi-square analysis method. The duration of the doctor consultation, with an average of 6 minutes, does not affect patient satisfaction (p-Value 0.842). There are many other factors that can influence patient satisfaction, not limited to the duration of the doctor consultation.
Peningkatan Kreativitas Masyarkaat Binaan TBM Makrame Kreatif melalui Pelatihan Makrame
Yulimarni, Yulimarni;
Ditto, Anin;
Yuliarni, Yuliarni;
Widdiyanti, Widdiyanti;
Sundari, Sri
Batoboh Vol 9, No 2 (2024): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26887/bt.v9i2.4823
Kegiatan pelatihan yang merupakan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di TBM Makrame Kreatif yang beralamat di kelurahan Bukit Surungan. Sasarannya adalah masyarakat binaan TBM Makrame Kreatif yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan lanjutan dalam mengembangkan teknik dasar makrame sehingga bisa membuat produk makrame dengan menggunakan berbagai media. Untuk meningkatkan kreativitas masyarakat agar lebih kreatif dalam berinovasi melalui seni makrame. Untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar selalu berkarya dalam rangka membuka lapangan kerja. Pelatihan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Pelatihan ini menghasilkan dua bentuk produk, terdiri dari tempat vas bunga gantung dan vas bunga dinding yang dikombinasikan dengan media anyam
Management Visit Evaluation to Improve the Quality of Ponek Services at Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang
Agus Widodo;
Sri Sundari
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI1 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI1.2025.155-162
Background: All hospital staff, both functional and managerial, are responsible for continuous quality improvement. Bhakti Wira Tamtama Hospital in Semarang has committed to sustainable quality improvement. This commitment is embodied in the innovative work program of the Hospital Quality and Patient Safety Committee (KMKP) of Bhakti Wira Tamtama Hospital in the form of Management Grand Rounds. This innovative work program involving management visits by the Quality and Patient Safety Committee at Bhakti Wira Tamtama Hospital has been implemented for about three years but has not been evaluated for its effectiveness. Objective: To evaluate the Management Visit in the Ponek Department of Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang. Methods: The type of research used in this study is a Mixed-method research design known as The Explanatory Sequential Design. Mixed Method research is a method for analyzing, collecting, and blending quantitative and qualitative research methods within a single study to understand the research problem better. Results: The Influence of Internal Factors on Staff Perception Based on the hypothesis testing results, a P-Value of 0.179. The Influence of Staff Perception on Service Quality Improvement Based on the hypothesis testing results, a P-Value of 0.000 was obtained. Conclusion: Internal factor variables have no significant influence on staff perception. There is a significant influence between the staff's perception variable regarding service quality improvement, with a correlation value of P-Value = 0.000. This result is supported by in-depth interviews that indicate positive reception by the medical staff.
Penerapan Terapi Rendam Kaki Di Air Hangat Dengan Campuran Garam dan Serai Untuk Menurunkan Tekanan Darah Dengan Hipertensi
Sri Sundari;
Mona Hastuti
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 1 (2025): VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62027/vitamedica.v3i1.256
Hypertension is a condition where there is an increase in blood pressure in the arteries. A person can be said to be hypertensive if the person has systolic blood pressure >140 mmHg and diastolic >80 mmHg. One way to lower blood pressure in hypertensive patients is by soaking the feet in warm water with a mixture of salt and lemongrass. This article uses a case study design and the subjects used in this case are hypertensive patients in the Mabar Hilir environment. The results of implementing the intervention found that there was an effect of warm water foot soak therapy with a mixture of salt and lemongrass with blood pressure observations of 135/80 mmHg. Conclusion: Application of warm water foot soak therapy with a mixture of salt and lemongrass can reduce blood pressure in hypertension patients. The advice is that patients can change their lifestyle to a healthier lifestyle, reduce risk factors for hypertension and continue to carry out regular health checks.