Articles
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PESERTA KB AKTIF DI KELURAHAN MEKAR WANGI KECAMATAN TANAH SAREAL TAHUN 2019
Fitriya Ariyani Lubis;
Wina Rachmania;
Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v3i3.4174
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi, sehingga penggunaan MKJP sangat diperlukan. Penggunaan MKJP di Kelurahan Mekar Wangi cenderung menurun, dan sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di Kelurahan Mekar Wangi. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah peserta KB aktif di Kelurahan Mekar Wangi. Subyek sejumlah 110 orang peserta KB aktif MKJP dan non MKJP, dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Analisis bivariate dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 26.36 % responden yang menggunakan MKJP, Analisis bivariat didapatkan ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi (p=0.003),sementara kepercayaan (p=0.653), sikap (p=0.519), dan dukungan teman (p=1.00) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP, maka dari itu disarankan untuk lebih meningkatkan pelayanan MKJP kepada seluruh PUS.
GAMBARAN PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) DI KELURAHAN CILENDEK TIMUR KECAMATAN BOGOR BARAT TAHUN 2019
Yusti Hanifah;
Fenti Dewi Pertiwi;
Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 3, No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v3i6.5573
Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan menggalakan program Keluarga Berencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Intra Uterine Device (IUD) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Cilendek Timur Kecamatan Bogor Barat tahun 2019. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain Rapid Assesment Procedure (RAP). Dengan jumlah populasi sebanyak 18 informan yaitu 4 informan yang menggunakan (IUD), 4 informan non-IUD, dan 10 orang informan kunci, data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan melakukan wawancara mendalam kepada informan dan informan kunci. Hasil penelitian menunjukan 4 WUS yang menggunkaan IUD memiliki pengetahuan cukup mengenai kontrasepsi IUD, 4 WUS bersikap positif terhadap kontrasepsi IUD, 8 informan IUD maupun non-IUD mendapat dukungan dari suami, 7 dari 8 WUS di berikan tanggapan yang postif oleh suami, 8 WUS pernah mendapatkan, 1 WUS non-IUD yang mendapatkan informasi dari tetangga sehingga memeberikan dampak negatif terhadap pengetahua WUS. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pengetahuan WUS yang menggunakan IUD lebih baik dari WUS yang non-IUD, sikap WUS peserta IUD bersikap positif terhadap kontrasepsi IUD di bandingkan dengan WUS bukan peserta IUD, 7 dari 8 WUS pernah mendapatkan informasi mengenai IUD dari pelayanan kesehata, dan hanya 1 WUS yang mendapatkan informasi dari tetangga.
Ketersediaan Data dalam Mendukung Smart City Readiness di Kota Surakarta
Miraeki Herawati;
Achmad Djunaedi
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 4 No. 1 (2020): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.577 KB)
|
DOI: 10.29244/jp2wd.2020.4.1.63-73
Data Availability in Supporting Smart City Readiness in Surakarta City The smart city concept is one of the developing concepts in overcoming various urban problems. The concept must be supported by mature implementation guidelines. The preparation of smart city guidelines is based on the readiness of each region. The readiness measurement is carried out with smart city readiness measurements that have been developed by several experts. This study will use compilation of several smart city readiness measurement models to measure smart city readiness in Surakarta City, in order to understand data required and available in Surakarta City Government, data required and available outside Surakarta City Government, and data required but not yet provided by both the City Government and other agencies. The method used in this study is case study with a qualitative approach. Measurement results show that the availability of data and the quality of available data in Surakarta City is quite good. This shows that Surakarta City is ready to develop the smart city concept to overcome various city problems faced.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS DI SMA NEGERI 1 SAKTI
Junaidi
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (653.142 KB)
|
DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.241
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis Matematika siswa dengan menggunakan Graded Response Models. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Sakti tahun ajaran 2016-2017. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA₁ yang berjumlah 24 siswa. Untuk memperoleh data tentang kemampuan berpikir kritis Matematika siswa digunakan tes yang diberikan setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes terdiri atas 5 butir soal yang disusun dengan mengacu pada indicator kemampuan berpikir kritis. Penyekoran setiap butir soal terdiri atas 4 kategori bertingkat (graded), yaitu dari 5 - 20 (5 = jawaban benar jika hanya sampai pada persoalan dasar; 10 = jawaban benar jika sampai pada persoalan menengah; 15 = jawaban benar jika sampai pada persoalan akhir; 20 = jawaban benar sempurna). Untuk analisis data dilakukan dengan menggunakan persentase yang dirumuskan oleh Arikunto. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh keterangan 9 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika sangat tinggi, 1 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika tinggi, 2 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika rata-rata, dan 6 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika rendah, serta tidak ada satu pun siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika sangat rendah.
THE IMPLICATION OF SPECIAL PROVISIONS FOR DISPUTES OVER OWNERSHIP RIGHTS AND OTHER CIVIL DISPUTES TOWARDS RELIGIOUS COURT JURISDICTION
Mrs. Hartini
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 27, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.495 KB)
|
DOI: 10.22146/jmh.15897
This study analyzes the meaning and scope in terms of property rights disputes or other disputes on specialis rule of clause (2) Article 50 paragraph (2) of the Law on Religious Courts and its implications to the boundary of the absolute competence between religious court and district court. This research also viewed the practice of disputes settlements deal with the property rights or other disputes on Islamic economics cases. The study was conducted by analyzing the legal regulations and court rulings related to islamic economic cases lodged property rights disputes or other disputes. Research was equipped with primary data and analyzed qualitatively. Penelitian ini mengkaji dan menganalisis makna dan cakupan dalam istilah sengketa hak milik atau sengketa lain pada aturan spesialis, Pasal 50 ayat (2) UU Peradilan Agama beserta implikasinya terkait batas kewenangan absolut antara pengadilan agama dengan pengadilan negeri serta praktik penyelesaian sengketa hak milik atau sengketa lain yang selama ini diputus terkait perkara ekonomi syariah. Penelitian dilakukan dengan menganalisis peraturan hukum dan putusan pengadilan terkait perkara ekonomi syariah yang tersangkut sengketa hak milik atau sengketa lain. Penelitian dilengkapi dengan data primer yang selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif kualitatif.
Cerai Talak Suami Non-Muslim di Pengadilan Agama
Mrs. Hartini
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 21, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.47 KB)
|
DOI: 10.22146/jmh.16250
Religious Courts were established with mandate to serve Indonesia Moslem in case settlement based on Islamic Law. The Religious Courts are Courts of limited or special jurisdiction and party (as specified in their Statutes). They differ from the General Courts which have a general jurisdiction. The jurisdiction are limited on marriage, inheritance, will (wasiat), gift (hibah), waqf (wakaf), tithe (zakat), infaq, alms (shadaqah) and Shariah Economic (Act Number 3 of 2006 on Amendment of Act Number 7 of 1989 on Religious Court ). The courts take exclusive jurisdiction in marriage affairs concerning a Moslem husband and wife relating to marriage, revocation, reconciliation and divorce where the intervention of a religious court judge is necessary. Practically, the Courts jurisdiction extends to same range in divorce matters but the party in the case is non-Moslem. The jurisdiction is based on Islamic Personality principle; first, she or he was Moslem when marriage was conducted and second, the contract based on Islamic Law.
Pengecualian terhadap Penerapan Asas Ultra Petitum Partium dalam Beracara di Pengadilan Agama
Mrs. Hartini
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 21, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.362 KB)
|
DOI: 10.22146/jmh.16271
A judge must examine and adjudicate all charges thoroughly on the lawsuit brought to the court. The judge should not only examine and adjudicate part of the charge and disregard the rest. On the other hand, judge in his/her adjudication is prohibited to accede above the suit brought by the parties. This prohibition is called ultra petitum partium. A judge who accedes in excess of the suit partium is considered to be exceeding his/her authority. In Religious Court proceedings, the implementation of ultra petitum partium principle is an exception in several types of cases. In the procedure of divorce (cerai talak), a judge may grant something not demanded by wife either in the petition of divorce or in the reconvention by charging certain obligations upon the husband, which is the wife’s right as the consequence of the separation. In the procedure of divorce, judge may order a preliminary injunction even if such injunction is not demanded. The argument that justifies the judge’s action is the Marriage Act and the procedural law in the Act on Religious Court is a lex specialis stipulation, judge as judge made law must dig into the values of life, and the judge may execute contra legem action if the stipulation in an article considered to be in contradiction with justice and benefit.
Pelayanan Proses Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (KTP-el)
Desilia Purnama Dewi;
Harjoyo Harjoyo;
Rudi Irawan
SOCIETAS Vol 9 No 1 (2020): Societas : Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/sjias.v9i1.2751
Layanan administrasi kependudukan yang berlangsung pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipildi Kabupaten Karawang mengalami keterlambatan penerbitan KTP-el, sebagian warga yangmelaksanakan perekaman KTP-el pada Kecamatan masing-masing, kenyataannya di lapangan masihbanyak warga yang belum mendapatkan KTP-el dikarenakan penerbitan melebihi waktu yangditetapkan.Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pemahaman Pelayanan dalam Proses Penerbitan KTP-eldan secara khusus untuk mengetahui pelayanan dalam proses penerbitan KTP-el pada DinasKependudukan dan Pencatatan Sipil Karawang serta solusinya kepada masyarakat yang memiliki dataganda. Jenis penelitian adalah riset deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Metodepengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan memilih informan utama, observasi secaralangsung terhadap pelaksanaan pelayanan dan dokumentasi hasil. Teknik analisis data menggunakantriangulasi sumber data. Berdasarkan pembahasan dan hasil mengenai pelayanan dalam proses penerbitanKTP-el bahwa alur pelayanan perekaman KTP yang telah terdaftar dalam basis data Kependudukan telahberjalan dengan baik melalui aplikasi SIAK, masalah yang terjadi yaitu terbatasnya blanko KTP-el yangberdampak pada keterlambatan dalam proses penerbitan KTP-el yang seharusnya dapat diselesaikandalam empat belas hari kerja serta pemberlakukan KTP-el seumur hidup dengan konsep layanan One DayService Catpil dijadikan media untuk mengajukan penunggalan data dan mengajukan penerbitan KTPelektronik baru.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEGAWAI BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE MULTIFACTOR EVOLUTION PROCESS (MFEP) (STUDI KASUS: RSUP H. ADAM MALIK MEDAN)
Sri Wahyuni;
Debi Yandra Niska
Jurnal Mantik Penusa Vol. 3 No. 2,Des (2019): Manajemen Dan Informatika
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (620.7 KB)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan setiap tahunnya memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi. Dalam proses penilaian pegawai berprestasi masih secara manual dan sangat tidak efektif, sehingga dirasa kurang optimal dan memerlukan banyak waktu baik dalam menyusun laporan maupun proses memutuskan calon pegawai berprestasi. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, maka diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menbantu pihak rumah sakit dalam memilih pegawai yang berkualitas dan berpretasi. Dalam pengambilan keputusan, model yang dipakai dalam SPK ini adalah MultiFactor Evalution Process (MFEP). Pada metode MFEP ini pengambilan keputusan dilakukan dengan memberikan pertimbangan subjektif dan intuitif terhadap faktor yang dianggap penting. Pertimbangan tersebut berupa pemberiaan bobot atas multifactor yang terlibat dan dianggap penting. Aplikasi yang digunakan dalam pembuatan sistem ini adalah bahasa pemprogramana PHP untuk pembuatan programnya dan MySql untuk pembuatan database. Dengan menggunakan sistem pendukung keputusan ini, pemilihan pegawai berprestasi pada RSUP H. Adam Malik Medan menjadi lebih efektif dan efisien serta menutup kemungkinan terjadinya kecurangan. Kata Kunci : SPK, Pegawai Berprestasi, MFEP.
Implementation of the IMAKOM Organization Presence (Computer Student Association) Panca Budi Medan Development University Using QR Code-Based ID Cards: Implementation of the IMAKOM Organization Presence (Computer Student Association) Panca Budi Medan Development University Using QR Code-Based ID Cards
Kairul Fahmi;
Sri Wahyuni;
Muhammad Iqbal;
Eko Hariyanto
Jurnal Mantik Vol. 4 No. 2 (2020): Augustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35335/mantik.Vol4.2020.846.pp1063-1069
Progress in the field of information systems today has helped a lot in processing data that is very appropriate in supporting the processing of data into information. One of the technologies in question is the development of software applications, especially for mobile devices. One of the fastest mobile devices is a Smartphone. In writing this thesis, the writer raises the title of the thesis of Attendance in the Organization of IMAKOM (Computer Student Association) Medan Unpab Based on Id Card Using Qr due to the still manual validation process at imakom organization so with this application later it will attendance online and the data generated online real-time. This application is made using Android smartphone technology because of the many members of imakom using this smartphone because it has many advantages such as the availability of social media and can be used anytime and anywhere, in learning java programs that can be run on this smartphone, in this application later it will do a barcode performance in the form of QR code which will later be compiled to the database automatically and generate reports in real-time.