Articles
Upaya pencegahan Diabetes Melitus melalui edukasi kesehatan pada masyarakat Kampung Pelita Medika Buluh Cina
Miftah Azrin;
Suyanto Suyanto
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/unricsce.2.298-302
The incidence of Type 2 Diabetes Mellitus (DM) in rural areas shows an increasing number. For this reason, efforts to control diabetes need to be done through education to the public. Community service was conducted in the village of BuluhCina which is one of the fostered villages of Kampung Pelita Medika FK UNRI. Education is provided with Kukerta students through socialization of a healthy diet and checking blood sugar as a risk factor. Through this service, it is hoped that the community will have the awareness to control the risk factors for DM in BuluhCina village.
Pembentukan Kader Peduli Covid pada Masyarakat di Desa Rumbio, Kabupaten Kampar
Suyanto Suyanto;
Zulkarnaini Zulkarnaini
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/unricsce.3.439-444
The Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic has lasted almost two years. In Kampar Regency, there are a total of 3567 confirmed cases of COVID-19 as of May 1, 2021. One strategy that can be taken to reduce this Covid case is the development of cadres who care about Covid for village communities to recognize and report cases immediately to health facilities. For this reason, the Environmental Science Postgraduate Service Team of the University of Riau carried out community service activities in Rumbio village, Kampar district, Riau. This activity begins with the preparation of educational materials and is given to village cadres in order to increase their understanding of COVID-19. The method in implementing this service activity is carried out in 4 (four) stages, namely (1) Socialization, (2) Competency Improvement, (3) Implementation of activities, and (4) Monitoring and Evaluation. This activity is assisted by Kukerta students and periodic monitoring is carried out after the counseling. We also handed over visual media for Posbindu in the form of posters and banners. The existence of community service activities can improve the health status of the community.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, STATUS GIZI DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWI DI KOTA BOGOR
Tazkyatunnisa Adinda Aprilia;
Tika Noor Prastia;
Ade Saputra Nasution
PROMOTOR Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v5i3.6171
Dismenore adalah rasa sakit pada bagian bawah perut sebelum atau pada saat mengalami menstruasi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sakit kepala, merasa kelelahan dan bahkan mual muntah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur, aktivitas fisik, status gizi dan tingkat stres pada mahasiswi di Kota Bogor. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 responden dan didapatkan sampel aktif berjumlah 178 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan penyebaran secara online melalui google form. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p-value = 0,000), status gizi (p-value = 0,038) dan tingkat stres (p-value = 0,030) dengan kejadian dismenore. Kesimpulan menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik, status gizi dan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada mahasiswi di Kota Bogor. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis variabel lain yang secara teori berhubungan dengan penelitian ini.
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA UMUR 24-60 BULAN DI KELURAHAN TANAH BARU BOGOR TAHUN 2018
Leila siti chairani;
Merry maeta sari;
Andreanda nasution;
Tika noor prastia
PROMOTOR Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v2i2.1797
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi secara kronis dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan sehingga anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang terlihat dari tinggi badan menurut umur di bawah batas normal. Stunting diakibatkan oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat, praktek makan yang buruk dan seringnya terkena penyakit. Asupan nutrisi terbaik didapatkan dari pemberian ASI secara eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran karakteristik ibu dan balita, pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita umur 24-60 bulan di Kelurahan Tanah Baru Kota Bogor tahun 2018. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakanuji univariat untuk melihat gambaran variabel. Hasil penelitian didapatkan ibu sebagian besar berada di sekitar umur 29 tahun, pendidikan terakhir ibu paling banyak adalah tamat SD sebesar 34,8%, pekerjaan ibu paling banyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak 92,4%. Sebanyak 52,2%balita berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar berumur di sekitar usia 39 bulan. Didapatkan cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 31,5% dan angka kejadian stunting sebesar 33,7% yangberarti kejadian stunting di Kelurahan Tanah Baru sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat.
GAMBARAN STATUS GIZI BERDASARKAN LINGKAR LENGAN ATAS DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWI FIKES UIKA BOGOR TAHUN 2019
Chyntia Nurul Adha;
Tika Noor Prastia;
Wina Rachmania
PROMOTOR Vol 2, No 5 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v2i5.2523
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dampak jangka panjang dari masalah gizi pada WUS yang mengalami KEK adalah mempunyai risiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR, sedangkan dampak masalah gizi padaWUS yang mengalami obesitas adalah berisiko mengalami penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi berdasarkan Lingkar Lengan Atas dan Indeks Massa Tubuh pada mahasiwi Fikes UIKA Bogor. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswi FikesUIKA yang berjumlah 310 orang, dan sampel pada penelitian berjumlah 107 orang dengan menggunakan tekhnik Proportional Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengukuran dan lembar panduan pengukuran antropometri. Analisa data menggunakan software pengolah data dengan uji univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel yang diteliti.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata responden berumur 20 tahun, 23,4% mengalami KEK, 20,6% mengalami status gizi kurang, dan 23,4% mengalami status gizi lebih. Kesimpulan penelitian adalah mahasiswi dengan status gizi berat badan lebih cukup banyak dibandingkan mahasiswi dengan status gizi kurus, maka dari itu disarankan untuk menerapkandeteksi status gizi secara berkala kepada seluruh mahasiswa untuk mencegah gizi kurang dan gizi lebih.
GAMBARAN PERNIKAHAN DINI PADA PUS (PASANGAN USIA SUBUR) DI KELURAHAN PASIR JAYA KECAMATAN BOGOR BARAT TAHUN 2019
Idzni Haidi Nurfadilah;
Fenti Dewi Pertiwi;
Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v4i4.5599
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2013, sebanyak 14,2 juta anak perempuan setiap tahunnya akan menikah pada usia muda.. Dari berbagai macam pernikahan terdapat satu fenomena mengenai pernikahan yaitu pernikahan dini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pernikahan dini pada PUS (Pasangan Usia Subur) di Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, dimana data primer ini digunakan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi pada responden di Kelurahan Pasir Jaya. Populasi 992 informan. Sampel pada penelitian ini 8 informan dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara, alat perekam suara dan kamera. Hasil dari gambaran pernikahan dini yaitu pendidikan yang sebagian besar di tingkat sekolah dasar. Budaya yang menganggap pernikahan dini adalah hal yang biasa dan wajar. Akses menuju pelayanan kesehatan yang mudah dan biaya kesehatan dapat dari dana sosial dan asuransi pemerintah. Peran orang tua yang kurang sehingga menyebabkan pergaulan bebas dan dukungan dari keluarga terhadap pernikahan dini.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PESERTA KB AKTIF DI KELURAHAN MEKAR WANGI KECAMATAN TANAH SAREAL TAHUN 2019
Fitriya Ariyani Lubis;
Wina Rachmania;
Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v3i3.4174
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi, sehingga penggunaan MKJP sangat diperlukan. Penggunaan MKJP di Kelurahan Mekar Wangi cenderung menurun, dan sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di Kelurahan Mekar Wangi. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah peserta KB aktif di Kelurahan Mekar Wangi. Subyek sejumlah 110 orang peserta KB aktif MKJP dan non MKJP, dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Analisis bivariate dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 26.36 % responden yang menggunakan MKJP, Analisis bivariat didapatkan ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi (p=0.003),sementara kepercayaan (p=0.653), sikap (p=0.519), dan dukungan teman (p=1.00) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP, maka dari itu disarankan untuk lebih meningkatkan pelayanan MKJP kepada seluruh PUS.
GAMBARAN PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) DI KELURAHAN CILENDEK TIMUR KECAMATAN BOGOR BARAT TAHUN 2019
Yusti Hanifah;
Fenti Dewi Pertiwi;
Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 3, No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/pro.v3i6.5573
Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan menggalakan program Keluarga Berencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Intra Uterine Device (IUD) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Cilendek Timur Kecamatan Bogor Barat tahun 2019. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain Rapid Assesment Procedure (RAP). Dengan jumlah populasi sebanyak 18 informan yaitu 4 informan yang menggunakan (IUD), 4 informan non-IUD, dan 10 orang informan kunci, data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan melakukan wawancara mendalam kepada informan dan informan kunci. Hasil penelitian menunjukan 4 WUS yang menggunkaan IUD memiliki pengetahuan cukup mengenai kontrasepsi IUD, 4 WUS bersikap positif terhadap kontrasepsi IUD, 8 informan IUD maupun non-IUD mendapat dukungan dari suami, 7 dari 8 WUS di berikan tanggapan yang postif oleh suami, 8 WUS pernah mendapatkan, 1 WUS non-IUD yang mendapatkan informasi dari tetangga sehingga memeberikan dampak negatif terhadap pengetahua WUS. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pengetahuan WUS yang menggunakan IUD lebih baik dari WUS yang non-IUD, sikap WUS peserta IUD bersikap positif terhadap kontrasepsi IUD di bandingkan dengan WUS bukan peserta IUD, 7 dari 8 WUS pernah mendapatkan informasi mengenai IUD dari pelayanan kesehata, dan hanya 1 WUS yang mendapatkan informasi dari tetangga.
Ketersediaan Data dalam Mendukung Smart City Readiness di Kota Surakarta
Miraeki Herawati;
Achmad Djunaedi
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 4 No. 1 (2020): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.577 KB)
|
DOI: 10.29244/jp2wd.2020.4.1.63-73
Data Availability in Supporting Smart City Readiness in Surakarta City The smart city concept is one of the developing concepts in overcoming various urban problems. The concept must be supported by mature implementation guidelines. The preparation of smart city guidelines is based on the readiness of each region. The readiness measurement is carried out with smart city readiness measurements that have been developed by several experts. This study will use compilation of several smart city readiness measurement models to measure smart city readiness in Surakarta City, in order to understand data required and available in Surakarta City Government, data required and available outside Surakarta City Government, and data required but not yet provided by both the City Government and other agencies. The method used in this study is case study with a qualitative approach. Measurement results show that the availability of data and the quality of available data in Surakarta City is quite good. This shows that Surakarta City is ready to develop the smart city concept to overcome various city problems faced.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS DI SMA NEGERI 1 SAKTI
Junaidi
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (653.142 KB)
|
DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.241
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis Matematika siswa dengan menggunakan Graded Response Models. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Sakti tahun ajaran 2016-2017. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA₁ yang berjumlah 24 siswa. Untuk memperoleh data tentang kemampuan berpikir kritis Matematika siswa digunakan tes yang diberikan setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes terdiri atas 5 butir soal yang disusun dengan mengacu pada indicator kemampuan berpikir kritis. Penyekoran setiap butir soal terdiri atas 4 kategori bertingkat (graded), yaitu dari 5 - 20 (5 = jawaban benar jika hanya sampai pada persoalan dasar; 10 = jawaban benar jika sampai pada persoalan menengah; 15 = jawaban benar jika sampai pada persoalan akhir; 20 = jawaban benar sempurna). Untuk analisis data dilakukan dengan menggunakan persentase yang dirumuskan oleh Arikunto. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh keterangan 9 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika sangat tinggi, 1 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika tinggi, 2 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika rata-rata, dan 6 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika rendah, serta tidak ada satu pun siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika sangat rendah.