Articles
DE-RADIKALISASI AGAMA DAN PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ANDI DJEMMA DI KOTA PALOPO
Zainuddin, Fauziah
PALITA: Journal of Social - Religion Research Vol 1, No 1 (2016): PALITA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) IAIN Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This article discussed about the perceptions of Administration Department students at Andi Djemma University of Palopo on religious de-radicalization and local wisdom as well as the roles of local wisdom education among the students. To answer these problems, it surveied 50 out of 150 students of Administration Department at Andi Djemma University of Palopo. It was found that; a) the studentsâ perception level on local wisdom was categorized moderate. This category means that the respondents simply knew the terms of local wisdom based on their native language labelity, not the meaning or the substances. b) The studentsâ perception level on radicalism and de-radicalization was categorized moderate. This category tends to be close with radical. It means that the students conceptually knew about modern religious views that are rational and fundamental. However, they did not realize as a form of radicalism. c) The studentsâ perception level on the roles of local wisdom education regarding the de-radicalization was categorized good. It means that the lecturers integrated the local wisdom in the learning process. It adequately contributed to the development of studentsâ thinking that serves as a comparison in counteracting radical ideology to reach the consciousness of humanity.
THE JAVANESE SPECIES OF TETRAPLOA
Rifai, Mien A.;
Zainuddin, Hardaniah;
Cholil, Abdul
REINWARDTIA Vol 10, No 4 (1988): vol. 10 No.4
Publisher : Research Center for Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.047 KB)
|
DOI: 10.14203/reinwardtia.v10i4.278
Two species of the hyphomycete genus Tetraploa are reported from Java, namely the widespread Tetraploa aristata and the newly described Tetraploa javanica. Illustrated descriptions are presented for both species.
ANATOMI DAUN DAN TAKSONOMI JENIS-JENIS VANDA
ZAINUDDIN, HARDANIAH;
RIFAI, MIEN A.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.226 KB)
|
DOI: 10.14203/bb.v2i9&10.1415
Salah satu marga anggrek yang penting dari segi hortikultura ialah Vanda R. Br. Marga ini mempunyai anggota kiia-kira 60 jenis yang tersebar luas mulai dari India. Asia Tenggara sampai ke Papua Nugini. Berdasaikan bentuk daunnya Vanda dap at dibedakan dalam dua kelompok. Yang pertama adalah kelompok Vanda pensil, memiliki daun yang berbentuk tabling seperti pensil, penampang melintang daunnya bundar (contoh : Vanda hookerana Rchb.f., Vanda teres (Roxb.) Lindl. dan Vanda tricuspidata J.J.S. Kelompok kedua disebut Vanda sabuk, mempunyai daun lebai yang memanjang seperti sabuk dan penampang melintang daunnya sepertikupu-kupu atauburung terbang (contoh: Vanda helvola BL, Vanda dearii Rchb.f., Vanda insignis BL, Vanda sumatrana Schlt., Vanda limbata BL Vanda suavis Rchb.f., Vanda celebica Rolfe dan Vanda tricolor Lindl.).
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI PT. INTILAND DEVELOPMENT
Rachmawati, Siti;
Zainuddin, Moch.;
Irfan, Maulana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (565.969 KB)
Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah diterapkan di banyak perusahaan di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mewajibkan perusahaan untuk melakukan program CSR. Hal ini termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia no 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Program CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan biasanya meliputi beberapa aspek, yaitu pemberdayaan komunitas, ekonomi, sosial, pengembangan kreatifitas pemuda, maupun olahraga.Salah satu perusahaan yang menjalankan program Corporate Social Responsibility ialah PT. Intiland Development. Penelitian di perusahaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah program CSR yang telah dilaksanakan oleh PT. Intiland Development menjalankan prinsip sustainable development. Mengingat pentingnya aktifitas pembangungan berkelanjutan sehingga tidak hanya dilaksanakan dalam jangka waktu singkat saja.Penelitian ini dilakukan dengan cara studi lapangan dan juga mengkaji dari literatur terkait. Peneliti akan melakukan wawancara mendalam kepada seorang pelaksana program CSR di PT. Intiland Development. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif.
APLIKASI KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN DI JATINANGOR
Amrullah, Muhammad Fahmi;
Zainuddin, Moch.;
Fedryansyah, Muhammad
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.431 KB)
Jatinangor merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Sumedang. Melihat kondisi kecamatan Jatinangor yang semakin maju di bidang pendidikan, ekonomi, ketenagakerjaan, dan kesehatan, tidak dapat dipungkiri permasalahan-permasalahan yang ada pun semakin kompleks sebagai dampak dari kemajuan tersebut. Khusus dalam bidang kesehatan, pemerintah Kabupaten Sumedang mempunyai program Jaminan Kesehatan Semesta (JAMKESTA) dan program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA). Jamkesda merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial dibidang kesehatan untuk menjamin akses untuk masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang layak dan menyeluruh yang dilaksanakan oleh daerah. Melihat RPJMD Kabupaten Sumedang tentang implementasi program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) maka dalam mengaplikasikan kebijakan, semua orang harus ikut serta mengawasi dimulai dari proses formulasi kebijakan sampai dengan proses implementasi kebijakan di masyarakat. Hal ini sangat penting jika kebijakan sosial mampu di terapkan dengan baik maka tujuan dari kebijakan tersebut dapat tercapai. Proses pembentukan kebijakan ini meliputi political sphere, administrative sphere, dan operational sphere.Oleh sebab itujika kebijakan jaminan kesehatan ini mampu di implementasikan dengan baik maka tujuan dari kebijakan tersebut dapat tercapai.
PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK JALANAN DAN ORANG TUA ANAK JALANAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL
Ummuhanifah, Intifadah;
Zainuddin, Moch.;
Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.715 KB)
Anak jalanan merupakan istilah yang dipakai untuk anak-anak yang hidup di jalan yang umumnya sudah tidak memiliki hubungan dengan keluarganya. Permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah Program penanganan anak jalanan yang dilakukan pemerintah dinilai belum efektif mengurangi jumlah anak jalanan. Banyak program penanganan anak jalanan yang hanya berfokus pada penanganan anak jalanan saja tidak kepada orang tua anak jalanan. Pekerjaan sosial adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada pengetahuan dan keterampilan ilmiah guna membantu individu, kelompok maupun masyarakat agar tercapainya kepuasan pribadi dan sosial serta kebebasan. Pelayanan sosial itu sendiri adalah pelayanan yang digunakan untuk semua (communal services) yang berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan mengurangi jenis-jenis masalah sosial tertentu, khususnya, kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah yang memerlukan penerimaan publik secara umum atau tanggung jawab sosial dan yang tergantung pada pengorganisasian hubungan-hubungan sosial untuk pemecahannya. Dalam artikel ini akan membahas mengenai pelayanan sosial kepada anak jalanan dan orang tua anak jalanan ditinjau dari proses pekerjaan sosial, yang dilakukan oleh Lembaga Sosial. Adapun tahap-tahap pelayanan yang diberikan sosial meliputi assessment, planning, intervention, evaluation, termination, dan follow up. Upaya peningkatan pelayanan sangat diperlukan oleh pengurus Lembaga Sosial dan Pekerja Sosial, agar tercipta pelayanan sosial yang lebih baik bagi anak jalanan dan orang tua anak jalanan.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL (Studi Kasus Mengenai Pelatihan Karyawan di Aksi Cepat Tanggap Jakarta Selatan)
Arifah, Salma;
Zainuddin, Moch.;
Gutama, Arie Surya
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.761 KB)
Pengembangan SDM sangat diperlukan karena memiliki aspek yang penting bagi peningkatan produktivitas SDM dan juga memiliki tujuan-tujuan terrtentu yang pastinya harus dicapai demi kemajuan suatu perusahaan atau organisasi pelayanan sosial. Pengembangan SDM dapat dilakukan dengan pelatihan. Pelatihan yang dilakukan oleh lembaga organisasi pelayanan sosial ditujukan untuk meningkatkan kinerja para SDM. Pelatihan ini biasa dilakukan sesuai dengan kebutuhan para karyawan. Pelatihan ini terkait dengan pengelolaan SDM. Penelitian dilakukan di Lembaga Organisasi Pelayanan Sosial Aksi Cepat Tanggap yang bergerak di bidang non profit. Dalam suatu lembaga tentu ada manajemen. Menurut Kettner ada 5 fungsi manajemen, yakni planning, organizing, HRD, fundraising dan system information. Dan pelatihan ini berada dalam manajemen HRD. Dalam hal ini, pekerja sosial penting guna mengetahui manajemen HRD pada lembaga ACT. Terlebih lagi mengenai pengembangan kemampuan individu. Hal ini masuk dalam praktik pekerja sosial industri. Yang dapat menjabat sebagai divisi HRD. Dalam hal ini, metode penelitian yang digunakan adala metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif yang dimana hasil peneitian akan menjabarkan secara deskriptif mengenai proses dari mulainya ditentukan sasaran pelatihan, kegunaan hingga output dari pelatihan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi lembaga ACT ketika mengadakan pelatihan selanjuutnya.
KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Marienda, Winda;
Zainuddin, Moch.;
Hidayat, Eva Nuriyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.952 KB)
Di tengah perkembangan pengetahuan dan teknologi serta dinamika perubahan sosial-budaya masyarakat yang semakin cepat, maka tuntutan profesionalisme di dalam pelaksanaan tugas juga semakin menjadi tuntutan. Bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), profesionalisme utamanya dapat diukur dari sejauhmana kemampuan mengaktualisasikan kompetensi yang dipersyaratkan. Empat kompetensi inti guru yang dijabarkan ke dalam kompetensi guru PAUD bermuara pada pengaktualisasian profesionalisme. Dalam ruang lingkup tugasnya, guru dituntut untuk memiliki sejumlah keterampilan terkait dengan tugas-tugas yang dilaksanakannya. Bila disimpulkan dari pendapat Wragg (1994), maka terdapat beberapa faktor yang menyebabkan semakin tingginya tuntutan terhadap keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai dan dimiliki oleh guru. Faktor pertama adalah karena cepatnya perkembangan dan perubahan yang terjadi saat ini terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. Implikasi bagi guru adalah di mana guru harus memiliki keterampilan-keterampilan yang cukup untuk mampu memilih topik, aktivitas dan cara kerja dari berbagai kemungkinan yang ada. Guru-guru juga harus mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga mendorong para siswa untuk belajar secara bebas dalam batas-batas yang ditentukan sebagai anggota kelompok. Mereka juga harus menemukan keseimbangan yang tepat antara tradisi dan modernitas, dan antara berbagai gagasan dan sikap yang dibawa oleh anak ke sekolah dan isi kurikulum. Jadi dengan berkurangnya kekakuan pemisahan ruang kelas dengan dunia luar, maka para guru juga perlu berusaha membawa proses belajar ke luar ruang kelas.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM REHABILITASI SOSIAL KEPADA ORANG DENGAN DISABILITAS MENTAL EKS PSIKOTIK DI PANTI SOSIAL BINA LARAS âPHALA MARTHAâ SUKABUMI
Ruswanto, Ruswanto;
Zainuddin, Moch.;
Wibowo, Hery
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.93 KB)
Orang dengan disabilitas mental eks psikotik adalah seseorang yang mempunyai kelainan mental atau tingkah laku karena pernah mengalami sakit jiwa yang oleh karenanya merupakan rintangan atau hambatan baginya untuk melakukan pencarian nafkah atau kegiatan kemasyarakatan dan dengan faktor penyebab utama adalah adanya kerusakan/tidak berfungsinya salah satu atau lebih Sistem Syaraf Pusat (SSP) yang terjadi sejak lahir, penyakit, kecelakaan dan juga karena keturunan. Oleh sebab itu, orang dengan disabilitas mental eks psikotik membutuhkan suatu bentuk pelayanan sosial dalam rangka mengembalikan fungsi sosialnya. Pelayanan sosial bagi penderita gangguan jiwa Psikotik selama ini dilaksanakan melalui sistem dalam panti, seperti Panti Sosial Bina Laras (PSBL) âPhala Marthaâ Sukabumi. PSBL Phala Martha merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, sehari-hari secara fungsional dibina oleh para Direktur terkait sesuai dengan bidang tugasnya. PSBL Phala Martha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut kepada orang dengan disabilitas mental eks psikotik agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standar pelayanan serta pemberian informasi dan rujukan. Subyek dalam penelitian ini adalah pekerja sosial yang bekerja di lingkungan PSBL Phala Martha. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif
PENANGANAN GIZI BURUK DENGAN PERSPEKTIF PERSON IN ENVIRONMENT OLEH PEKERJA SOSIAL
Bastari, Zulkarnain;
Zainuddin, Moch.;
Apsari, Nurliana Cipta
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.347 KB)
Anak adalah aset dan generasi penerus bangsa. Anak harus mendapatkan hak-hak dan kewajiban sebagai seorang anak agar dapat tumbuh dan berkembang. Kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan makan-makanan yang bergizi masih kurang. Person in environment memandang faktor penyebab gizi buruk berasal dari individu dan lingkungan. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke 5 di dunia dengan jumlah penduduk 252.124.458 jiwa, jumlah penduduk miskin 28,53 juta orang dan hidup dilingkungan tidak sehat, dan setiap 5-6 juta bayi lahir di Indonesia, 75 - 85 persen berasal dari keluarga miskin, sekitar 1,67 juta jiwa menderita gizi buruk dan sekitar 10ribu anak meninggal akibat gizi buruk sehingga dibutuhkan intervensi khusus oleh pekerja sosial yang melihat dari person in evirenment untuk menanggulangi gizi buruk yaitu berupa pemberdayaan masyarakat miskin, penyadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan penguatan sektor pertanian.