p-Index From 2021 - 2026
20.747
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Attoriolong Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Omni-Akuatika Phinisi Integration Review Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) SYARI'AH : Jurnal Ekonomi Syari'ah JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Media Mahardhika Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Tasamuh: Jurnal Studi Islam Jurnal Pelita PAUD Jurnal Basicedu International Journal of Elementary Education Jurnal Golden Age Jurnal Ilmiah Ecosystem Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science Jurnal PORKES IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) PINISI Discretion Review JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Paedagogy Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Al asma : Journal of Islamic Education Journal La Edusci Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Dharmas Education Journal (DE_Journal) International Journal of Social Service and Research Journal Peqguruang: Conference Series DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Indo-MathEdu Intellectuals Journal JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Social Landscape Journal SIGn Journal of Social Science Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Government Science Studies Jurnal Basicedu Journal of Innovation and Research in Primary Education Tamaddun Mamangan Social Science Journal JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education International Journal of Science and Environment Journal of Management and Administration Provision Innovative: Journal Of Social Science Research Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Education and Humanities Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Education, Vocational and Social Science Multidisciplinary Indonesian Center Journal Education Specialist Journal of Islamic Economics and Business Review (JIEBR)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Phinisi Integration Review

Nilai Sosial Dalam Tradisi Minu Ae Petu Pada Masyarakat Suku Lio di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende Yusuf, Nur Wahida; Najamuddin, Najamuddin; Ihsan, Andi
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i2.21521

Abstract

Nilai Sosial Tradisi Minu Ae Petu pada Masyarakat Suku Lio di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende.(Dibimbing oleh Najamuddin dan Andi Ihsan).  Penelitian ini bertujuan untuk, mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi Minu Ae Petu pada masyarakat suku Lio di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu; Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi Minu Ae Petu yaitu, nilai kebersamaan, nilai solidaritas, nilai ekonomi, nilai motivasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberi pengetahuan yang yang mendalam bagi mahasiswa, dosen, tokoh budaya, dan bagi peneliti selanjutnya agar mampu menggali secara mendalam tentang tradisi Minu Ae Petu terkhusus di Kabupaten Ende maupun daerah lainnya sebagai ciri khas dari daerah masing-masing.
Addatuang Sawitto (1942-1960) Indira, Fuji; Bosra, Mustari; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i2.22083

Abstract

The results show that the role and function of Addatuang Sawitto before independence from 1942 to 1945 was only a symbol because his role in goverment was taken over by Japan. During the reign og the Dutch East Indies, the kings in South Sulawesi, especially in the Kingdom of Sawitto, were subjected to a short agreement or Korte Veklaring. Then during the independence revolution from 1945 to 19429 Addatuang Sawitto said he was submissive and was behind the Republic of Indonesia, but after the Dutch returned to Indonesia with NICA, the power of the aristocrats or kings was returned to the interests of the Netherlands in winning the hearts of the people. Meanwhile, after the independence revolution in 1950 to 1960 after the Dutch recognized Indonesian sovereignty and the elimination of puppet states including NIT and returned to the Republic of Indonesia, the government system was changed, where the system of government of the Kingdom of Sawitto was abolished and replaced by the Pinrang Level II Region. At the time, Addatuang Sawitto had the honor to lead the Pinrang Level II Region by appointing the crown prince or heir to the throne of  the Kingdom of Sawitto. The one who was appointed as regional headwas Andi Makkulawu who was the husband of Addatuang Sawitto We Rukiyah. Thus, the reign of the Kingdom of Sawitto ended and was changed to the Pinrang Level II Region which later became the Pinrang Regency.
Dinamika Kabupaten Dompu Pada Masa Pemerintahan Abubakar Ahmad Tahun (2000-2005) Azis, Abdul; Najamuddin, Najamuddin; Ahmadin, Ahmadin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i3.24392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (i) Gambaran Umum Kabupaten Dompu (ii) Proses pemilihan Bupati Dompu Tahun 2000-2005 (iii) Perkembangan Kabupaten Dompu Masa Pemerintahan Abubakar Tahun 2000-2005 (iv) Perkembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Kabupaten Dompu Tahun 2000-2005 (v). Hasil Penelitian menunjukan bahwa: DPRD Kabupaten Dompu menetapkan pemilihan Kepala Daerah dengan mengacu pada Keputusan Mendagri No. 36 Tahun 1995 pada pasal 8 dan pasal 14 ayat 1. Terjadinya perubahan dalam sistem ketatanegaraan pusat, diharapkan agar dapat terfokus dalam penyelenggaraan pemerintah daerahpun mengalami perubahan. Perubahan itu dilakukan dengan penetapan presiden (panpres No 6 tahun 1959) tentang pemerintah daerah disempumakan dengan penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang urusan rumah daerah (Otonomi) dan tugas. Struktur pemerintahan tersebut berlaku seragam di yang baru terbentuk integral termasuk Dompu. Pemerintah Kabupaten Dompu telah membangun delapan (8) puskesmas dan sembilan (9) puskesmas keliling. Puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas Kecamatan Dompu,Puskesmas Dompu Timur, Puskesmas Pajo,Puskesmas Hu,u, Puskesmas Woja, Puskesmas Kempo, Puskesmas Manggelewa, Puskesmas Kilo, dan Puskesmas Pekat, dan masing-masing menpunyai mobil Puskesmas untuk membantu pekerjaan Puskesmas Tiap -tiap kecamatan Dan rumah sakit umum ada satu dan puskesmas pembantu ada 12 serta jumlah puskesmas keliling Pada tahun 2001-2005. Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten dompu sangat meningkat,
Pengaruh Bendungan Noling Terhadap Kehidupan Petani Padi Di Desa Padang Sappa Kabupaten Luwu 1982-1995 Anastasya, Endang; Bosra, Mustari; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i3.24429

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui  (i) bagaimana kondisi sosial ekonomi sosial petani di Desa Padang Sappa? Penelitian tentang pengaruh sistem saluran irigasi terhadap kesejahteraan petani. Penulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu (i) Heuristik (ii) Kritik (iii) Interpretasi (iv) historiografi. Dibantu dengan pendekatan teori ilmu bantu lain, seperti (i) Teori Pendapatan. Berdasrkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kehidupan sosial ekonomi masyarakat petani padi di Desa Padang Sappa Kabupaten Luwu 1982-1995 mengalami penigkatan yang signifikan terutama petani pemilik maupun petani penggarap dan mengalamidampak pada lingkungan alamnya. Sejak berfungsinya Bendungan Noling sudah tidak lagi kesulitan dalam mengairi lahan pertanian mereka karena sudah adanya sistem irigasi yang akan selalu menyalurkan sumber air yang tidak pernah berhenti. Sistem irigasi ini bisa dibuka tutup, sehingga kapan saja petani membutuhkan air untuk lahan pertanian mereka, tinggal membuka saluran air tersebut. Pemerintah sudah memberikan fasilitas irigasi dan membangun sistem irigasi untuk dimanfaatkan oleh para petani. Manfaat saluran irigasi yang harus diketahui diantaranya adalah melancarkan aliran air ke petak-petak sawah, mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian, mempermudah para petani untuk mengairi lahanya dan sebagai salah satu sarana pendukung ketahanan pangan.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN DEMOKRATIS PESERTA DIDIK Basaria, Basaria; Ridha, Rasyid; Ibrahim, Ibrahim; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.58785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap demokratis peserta didik pada mata pelajaran IPS di MTs Negeri 1 Mamuju. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Sampel penelitian ini terdiri dari 1 guru dan 1 kelas VIII di MTs Negeri 1 Mamuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap demokratis. Indikator merumuskan masalah menunjukkan kemampuan berpikir kritis. Peserta didik memiliki kemampuan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan, menganalisis masalah, mencari informasi yang relevan, dan membuat kesimpulan tentang hasil presentasi. Dari perspektif demokratis, peserta didik memiliki kebebasan berbicara, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama atau berkolaborasi dalam membuat keputusan, dan terbuka terhadap pendapat orang lain. Namun, sikap demokratis peserta didik yang paling menonjol dalam konteks ini adalah bekerja sama dalam kelompok. Perilaku demokratis peserta didik saat berbicara dinilai sangat mendukung aktivitas belajar mereka. The aim of the research is to find out how the application of the Problem Based Learning Model can improve students' critical thinking skills and democratic attitudes in social studies subjects at MTs Negeri 1 Mamuju. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques using observation and interviews. The sample for this research consist of 1 teacher and 1 class VIII at MTs Negeri 1 Mamuju. The research finding shows that applying the Problem Based Learning model can improve critical thinking skills and democratic attitudes. Indicators of formulating problems show critical thinking skills. Students have the ability to ask and answer questions, analyze problems, search for relevant information, and make conclusions about the results of the presentation. From a democratic perspective, students have freedom of speech, respect other people's opinions, work together or collaborate in making decisions, and are open to other people's opinions. However, the most prominent democratic attitude of students in this context is working together in groups. Students' democratic behavior when speaking is considered to really support their learning activities.
AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM TRADISI SAYYANG PATTU’DU PADA MASYARAKAT MANDAR DI DESA PAMBUSUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi; Manda, Darman; Idrus, Idham Irwansyah; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.59718

Abstract

This research aims to (i) explore and describe the process of cultural and religious acculturation in the Sayyang Pattu'du tradition in the Mandar community (ii) determine the views and meaning of the Mandar community towards the Sayyang Pattu'du tradition (iii). The research method used is descriptive qualitative. The number of informants in this study was 9 informants who were determined by considering the inclusion and exclusion criteria. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The research results found that (1) before Islam entered Mandar, Sayyang Pattu'du was only intended for traditional ritual events or as a means of welcoming nobles. However, after Islam entered the land of Mandar, precisely in the 16th century AD, during the 4th Balanipa king, Daetta Marra'dia, he then made children more active in reading the Koran, he announced to his people who was able to recite it. Al-Qur'an then he will be mounted on a dancing horse and paraded around the village. (2) The implementation of the Sayyang Pattu'du culture certainly has a big influence on people's lives, both from a social, religious and cultural perspective in the area. This celebration is a cultural celebration that is very meaningful and has a positive impact in the Muslim community, including the implementation of the Sayyang Pattu'du cultural celebration which can be a motivation for children to recite the Al-Quran.Penelitian ini bertujuan untuk (i) menggali dan mendeskripsikan proses akulturasi budaya dan agama dalam tradisi Sayyang Pattu’du pada masyarakat Mandar (ii) mengetahui pandangan dan pemaknaan masyarakat Mandar terhadap tradisi Sayyang Pattu’du (iii). Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif yang bersifat deskriptif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 9 informan yang ditentukan dengan memperhatikan kriteria inkluksi dan eksklusi. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) sebelum Islam masuk di Mandar, Sayyang Pattu’du hanya diperuntukkan pada acara ritual adat atau sebagai sarana penyambutan para bangsawan. Namun setelah Islam masuk di tanah Mandar tepatnya pada abad ke 16-M masa raja Balanipa ke-4 yaitu Daetta Marra’dia yang kemudian agar para anak-anak lebih giat dalam membaca Al-Qur’an beliau mengumumkan pada rakyatnya barang siapa yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an maka dia akan di naikkan di atas kuda yang menari dan di arak keliling kampung. (2) Dalam pelaksanaan budaya Sayyang Pattu’du tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, baik ditinjau dari segi sosial, agama ataupun budaya yang ada di wilayah tersebut. Perayaan ini menjadi suatu perayaan budaya yang sangat bermakna dan memiliki dampak positif di tengah-tengah masyarakat muslim diantaranya adalah pelaksanaan perayaan budaya Sayyang Pattu’du dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk mengkhatamkan Al-Quran.
PERAN GURU IPS SEBAGAI ALTERNATIF DISORIENTASI PERILAKU SOSIAL PESERTA DIDIK FASE D DI SMP NEGERI 1 POLEWALI Nurwapika, Nurwapika; Torro, Supriadi; Saleh, Sirajuddin; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi peran guru IPS dalam membimbing perilaku sosial peserta didik di SMP Negeri 1 Polewali (ii) mengidentifikasi faktor penyebab disorientasi perilaku sosial peserta didik di SMP Negeri 1 Polewali (iii) menganalisis strategi guru IPS dalam mengatasi disorientasi perilaku sosial peserta didik di SMP Negeri 1 Polewali. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 5 informan yang ditentukan melalui tehnic purposive sampling dengan kriteria guru IPS yang telah mengajar lebih dari empat tahun semester dan peserta didik yang memiliki catatan lebih dari 2 kali guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan kepala sekolah dan guru BK. Tehnik analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa (i) peran guru IPS dalam membimbing perilaku sosial peserta didik dapat dilihat dari (1) guru sebagai administrator, (2) guru sebagai korektor, (3) guru sebagai fasilitator, (4) guru sebagai pembimbing, (5) guru sebagai motivator (6) guru sebagai demonstrator, (7) guru sebagai pengelola kelas dan (8) guru sebagai evaluator (ii) faktor penyebab disorientasi perilaku sosial peserta didik (1) faktor pribadi (2) faktor keluarga (3) pergaulan dengan teman (iii) Strategi yang diterapkan  guru IPS dalam mengatasi disorientasi perilaku sosial peserta didik dilihat dari (1) pendekatan persuasif, (2) edukatif, (3) rehabilitatif dan (4) penguatan sistem regulasi aturan.This research aims to (i) identify the role of social studies teachers in guiding the social behavior of students at SMP Negeri 1 Polewali (ii) identify the factors that cause disorientation of social behavior of students at SMP Negeri 1 Polewali (iii) analyze the strategies of social studies teachers in overcoming disoriented social behavior students at SMP Negeri 1 Polewali. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The number of informants in this study was 5 informants who were determined through a purposive sampling technique with the criteria of social studies teachers who had taught for more than four semesters and students who had more than 2 guidance and counseling teachers' records. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The data validation technique uses source triangulation with school principals and guidance and counseling teachers. Data analysis techniques are carried out by condensing data, presenting data and drawing conclusions. The research results found that (i) the role of social studies teachers in guiding students' social behavior can be seen from (1) teachers as administrators, (2) teachers as correctors, (3) teachers as facilitators, (4) teachers as mentors, (5) teacher as motivator (6) teacher as demonstrator, (7) teacher as class manager and (8) teacher as evaluator (ii) factors causing disorientation of students' social behavior (1) personal factors (2) family factors (3) interactions with friends (iii) The strategies implemented by social studies teachers in overcoming disoriented student behavior are seen from (1) persuasive, (2) educative, (3) rehabilitative approaches and (4) strengthening the regulatory system.
TRADISI KORONGTIGI DALAM PESTA PERNIKAHAN MASYARAKAT DI DESA KARELAYU KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO (1980-2022) Masdayanti, Masdayanti; Bahri, Bahri; Bosra, Mustari; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Sejarah Tradisi Korongtigi, (2) Mengetahui Fungsi dan Makna Tradisi Korongtigi, (3) Mengetahui Proses Tradisi Korongtigi. (4) Mengetahui eksistensi dari Tradisi Korongtigi dalam pesta pernikahan masyarakat di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis data terdapat tiga jalur yaitu reduksi data, penyajian data dan pemeriksaan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Korongtigi  ialah suatu tradisi dalam rangkaian acara pesta pernikahan yang dilaksanakan oleh nenek moyang secara turun-temurun mulai dari tahun 1980 sampai sekarang. (2) Fungsi dan makna dari Tradisi Korongtigi ialah menjaga warisan nenek moyang dan sebagai pemanjatan doa dan harapan untuk calon mempelai. (3) Proses pelaksanaan Tradisi Korongtigi yaitu mulai dari acara anriobunting (siraman pengantin) appatamma’ (khatam Alquran), pembacaan barazanji sampai pada tahap korongtigi yang dilakukan oleh kedua orang tua, kerabat dan para tamu undangan. (4) eksistensi Tradisi Korongtigi di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto masih eksis dan bertahan sampai saat ini dikarenakan masyarakat Desa Karelayu masih menganggap bahwa Tradisi Korongtigi ini selain memberikan doa restu kepada mempelai juga sebagai tempat perkumpulan untuk mempererat tali kekeluargaan,persaudaraan dan untuk meningkatkan hubungan kerja sama baik untuk tuan rumah penyelenggara pesta dan juga masyarakat setempat yang hadir dalam acara tersebut.This research aims to (1) Understand the history of the Korongtigi tradition, (2) Understand the function and meaning of the Korongtigi tradition, (3) Understand the process of the Korongtigi tradition. (4) Knowing the existence of the Korongtigi Tradition in community wedding parties in Karelayu Village, Tamalatea District, Jeneponto Regency. This research is descriptive qualitative research with three data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and conclusion checking. The research results show that: (1) The Korongtigi tradition is a tradition in a series of wedding ceremonies carried out by ancestors from generation to generation from 1980 until now. (2) The function and meaning of the Korongtigi Tradition is to maintain the heritage of the ancestors and to offer prayers and hopes for the prospective bride and groom. (3) The process of implementing the Korongtigi Tradition starts from the anriobunting (bridal shower) appatamma' (khatam Al-Quran), the reading of barazanji to the korongtigi stage which is carried out by both parents, relatives and invited guests. (4) the existence of the Korongtigi Tradition in Karelayu Village, Tamalatea District, Jeneponto Regency still exists and survives to this day because the people of Karelayu Village still consider that the Korongtigi Tradition, apart from giving blessings to the bride and groom, is also a gathering place to strengthen family ties, brotherhood and to improve relationships. cooperation for both the host party organizer and also the local community who attended the event.
MEMBANGUN IDENTITAS LOKAL MASYARAKAT WADIABEROHAIYA MELALUI FESTIVAL MIENDO LIWU: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SEJARAH Alwi, Alimin; Kamaruddin, Syamsu Andi; Najamuddin, Najamuddin; Nur, Hasruddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.70220

Abstract

Kajian sosiologi sejarah mengungkap bagaimana perkembangan masyarakat sepanjang masa/sejarah. Kajian ini digunakan untuk menganalisis perkembangan masyarakat Wadiabero-Haiya Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara identitas local budaya masyarakat Wadiabero-Haiya melalui Festival Miendo Liwu dan mengungkap aspek budaya yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan cara mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan festival Miendo Liwu memperkuat ikatan sosial dalam komunitas orang Wadiabero-Haiya, memperkuat identitas kolektif dan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mewarisi tradisi nenek moyang mereka.  Festival budaya Miendo Liwu bukan hanya sekadar peristiwa budaya, tetapi juga merupakan proses yang penting dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas lokal. Aspek sosial dan budaya yang terbangun yaitu solidaritas sosial, pelestarian budaya, transmisi pengetahuan, spiritual, dan identitas. Implementasi temuan ini bahwa festival ini beradaptasi dengan perubahan zaman dan bagaimana komunitas Miendo Liwu tetap menjaga kesinambungan budaya mereka sambil merespons tantangan modern.The study of historical sociology reveals how society progressed and developed throughout time/history. This study is used to analyze the development of the Wadiabero-Haiya community. This research aims to reveal the local cultural identity of the Wadiabero-Haiya community through the Miendo Liwu Festival and reveal the cultural aspects that are developed. This research uses a qualitative study approach by collecting data including observation, interviews and documentation. The results of this research show that the Miendo Liwu festival strengthens social ties within the Wadiabero-Haiya community, strengthens collective identity and provides space for the younger generation to learn and inherit the traditions of their ancestors. The Miendo Liwu cultural festival is not just a cultural event, but also an important process in the formation and maintenance of local identity. The social and cultural aspects that are developed are social solidarity, cultural preservation, transmission of knowledge, spirituality and identity. The implementation of these findings is that this festival adapts to changing times and how the Miendo Liwu community maintains the continuity of their culture while responding to modern challenges.
DISHARMONI SOSIAL MASYARAKAT DESA KALUKUANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR PADA PEMIIHAN PRESIDEN TAHUN 2024 Arsyad, Ernawati; Rifdan, Rifdan; Suyitno, Imam; Nur, Hasruddin; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.69632

Abstract

Pemilihan umum Presiden/ wakil presiden yang berlangsung serentak seluruh Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu telah membawa akibat atau dampak negatif terhadap masyarakat di Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, karena telah terjadi disharmoni (ketegangan) masing-masing pendukung kandidat Penelitian ini bertujuan menganalisis harmoni sosial terjadi pada masyarakat Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar pada pemilihan Presiden tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi Awal, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan harmoni sosial terjadi pada pasca Pilpres 2024 oleh warga desa Kalukuang yang ditopang adanya potensi  berupa : a) nilai kebersamaan yang kuat sebagai warga desa; b) kesadaran dan pendidikan warga yang cukup memadai dan c). kesejahteraan ekonomi yang cukup baik.The simultaneous presidential/ vice presidential election throughout Indonesia on February 14, 2024 has had negative consequences or impacts on the community in Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency, because there has been disharmony (tension) between each candidate's supporters. This study aims to analyze the social harmony that occurs in the community of Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency in the 2024 presidential election. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used Initial Observation, Interviews and Documentation. The results of the study show that social harmony occurred after the 2024 Presidential Election by Kalukuang village residents which is supported by the potential in the form of: a) strong values of togetherness as village residents; b) adequate awareness and education of residents and c). fairly good economic welfare.
Co-Authors - Sapriya A Sakka, Abdul Rahman A. Octamaya Tenri Awaru A. Sakka, Abdul Rahman AA Sudharmawan, AA Abd Rahman Abdul Azis Abdul Latif Abdul Motalib Angkotasan Abdul Rahim Abdul Rahman Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abjan Ibrahim, Abjan Abubakar, Salim Abubakar, Yuyun Achmad, M Djanib Achmad, M. Djanib Achmad, M. Janib Achmad, Muhammad Djanib Achmar Mallawa Agus, Andi Agus, Andi. Aco Agustina, Rabiatun Adawiyah Ahmad Fuad Ahmad Jamalong, Ahmad Ahmad Yamin Ahmad, Khamsiah Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ainun Jariyah Akbar, Aidul Akhyar Muchtar, Akhyar Al Hadad, M. Said Al Islami, Achmad Idrus Alam, Luktfy Aldi, M ALFIAN DAHRUN, ALFIAN Alhieza, Nur Ali, Lalu Usman Alifka Alya Zhafirah Alimin Alwi Alisa, Nur Alvira, Evi Amaruddin, Amaruddin Amir, Dwita Aprilla Amiruddin Amiruddin Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi Amirullah -, Amirullah Ananta , Erwin Anastasya, Endang Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Ihsan Andi Ima Kesuma Andi Kasmawati Anjasmira, Evi Irdawanti Anwar Ramli Aprisal, Wahyu Arham, Mutmainnah Arifin, Jamaluddin Arifin, M Zulham Ariska, Jumriati Arlin Adam, Arlin Armin, Ahmad Arnold Kabangnga Arsyad, Ernawati Ashari Ashari Ashari, Siti Nurjannah Asman, Nur Rezky Asmunandar, Asmunandar Astuti, Dinar Aswan Aswan Aulia, Aulia Awaru, A. Octamaya Tenri Awaru Awaru, Andi Octamaya Tenri Azhaq, Muhammad Hud Baddu, S Baddu, Sartini Bahri bahri Bahri*, Bahri Bahri, Sarmila Bahtiar Bahtiar Bahtiar, Nur Lita Baiq Shofa Ilhami Bakhtiar Bakhtiar Bakkarrang, Masytha Basaria, Basaria Basri Bado, Basri Beginer Subhan Belo, Cecilio Alves da Costa Bosra, Mustari Bustan Bustan Bustan Bustan, Bustan Chalid Imran Musa Darman Manda Manda Darmawati Darmawati Darmiyati Muksin Dewi Lestari Dheafati, A.Tri Arwina Didik Daniyantara Dietriech Geoffrey Bengen Dina, Syafrina Dinda, La Ode Dondy Arafat Edwarsyah Edwarsyah, Edwarsyah Elfira Elfira, Elfira Eni Rosnija Fachry Abda El Rahman Fadel, Ariyati H. Fadila, Nabilatul Fajar, A. Malik Fathuddin Fathuddin, Fathuddin Fatwa, Magfirah Eka Firdaus Firdaus Firdaus, Muhammad Aryan FIRMAN UMAR, FIRMAN Fitriana, Iin Mahlia Fitriani A, Nur Fitriani Fitriani Gaus, Abdul Haedar, Muh. Hajar, M. Abduh Ibnu Hajar, Nurfahmi Halim, Muhammad Hamka Hamdan Hamdan Hamka Hamka, Hamka Hanafi, Nurharsyah Khaer Hapzi Ali Harahap, Zulhan Arifin Hariadi Hariadi Haripuddin . Haris , Hasnawi Hary Septianwari Hasbullah Hasbullah HASNAWI HARIS, HASNAWI Hasnawi, Hasnawi Haris Hasni Hasni Hasruddin Hayadin Hayadin, Hayadin HERI TAHIR Heri, Ririn Nurfaathyrani Heriansah, Heriansah Hidayat, Irwan Hidayaturrahman, Hidayaturrahman Husnul Laili, Husnul Hutamy, Ericha Tiara I Wayan Nurjaya Ibrahim , Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idrus, Idham Irwansyah Iftitah, Iftitah Ihda, Hijriani Ikbal Marus, Ikbal Ilham, Ahmad Ilyas, Sitti Nurhidayah Imam Suyitno Imam, Imam Suyitno Inanna, Inanna Inayah Inayah Indira, Fuji Indra, Arjuna Indrawan Aidina, Andrew Insani, Nabila Nurul Irmalita Tahir, Irmalita Irmayanti , Irmayanti Irwansyah Idrus, Idham Ishak, Wahyudi Iskandar Iskandar Ismail, Firdaut Jalil, Abd Rasyid Jayadi, Karta Jayawarsa, A.A. Ketut Jumadi Jumadi Junaedy Junaedy Junaidi Junaidi Juwita, Rahmi Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu Andi Kamarudin Kamarudin Kamarullah, Suryawan KAMRIAH NANGGA, KAMRIAH Karman, Amirul Karno Dinata, Karno Kasim, Eman Wahyudi Kepel, Rene C Khaeruddin Khaeruddin Khatimah, Andi Weyana Nurul KHUSNUL YAQIN Koli, Yulenni Bandora Kotta, Raismin Kumala, Andi Larasati, Deswita Liku, James. E.A Lukman Lukman Lukman, Cici Nurmawaddah M. Faqih M. Farid Samawi, M. Farid M. Rasyid Ridha Maemunah Maemunah Magno, Marito Mahfud Palo Majdina, Richlah Nur Makmur Makmur Malihu, La Mansur, Nuraeni Mappangile , Andi Surraya Mardiana, Ainun Marimba, Andi Assir Marwan Marwan Masdayanti, Masdayanti Massuanna, M. Watif MASTORY, BAGUS Mastun, Mastun Meidiana Wahda, Aulya Mina Holilah, Mina Mohammad Alwi Ashari Muannif Ridwan Muchlis Muchlis Mufti Amir Sultan, Mufti Amir Muh Rasyid Ridha Muhammad Agus Muljanto Muhammad Azis Muhammad Nur Muhammad Rakib Muhammad Syukur Muhlis Muhlis Muin, Mukrimah Mukminati, Mukminati Mukti Zainuddin Muktiyanto, Ali Multazam, Riana Mustakim Mustakim Mustari Mustari Mutijima, Pacifique Mutmainnah Mutmainnah Mutmainnah, Asri Ainun Nana Supriatna Nangga, Amirah Nasiruddin, Fadly Nasruddin Nasruddin Natalia, Devitri Natasya, Rukma Nebuchadnezzar Akbar Nelwan, Alfa F P NEVIATY PUTRI ZAMANI Nirfayanti, Nirfayanti Nugraha, Fikri Nur Fajri, Muhammad Nur Intan, Nur Nur Wahida Yusuf Nurdiansah, Doni Nurfauziah Kasmin Nurfyanti, Rezki Nurlailah Nurlailah, Nurlailah Nursyahran, Nursyahran Nurul Fajri Nurul Mutmainnah, Nurul Nurwapika, Nurwapika Nurwira, Nurwira Nuryadin, AM. Alfauzan Nyoman M N Natih Octamaya Tenri Awaru, A. Okarniatif, Andi Almadani Marennu Padli, Feri Padli, Sul Paembonan, Rustam E Paluphi, Raut Wahyuning Paramitha, Dyan Puspandini, Mega Putri, Nurchumairah Rabihatun Adawiyah Raden, Muhammad Sahlan R Rahim, Abd Rahimah, Insaniah Rahman Rahman Rahmania, St. Rahmat Zulfikar Hamid Rahmawati, St. Ramadani, Andi Nur Ramadani, Zuhud Ramdhani, Zuhut Ramili, Yunita Ramli, Sapriani Randan, Gracela Hera Rasul, Muh. Rasyid Ridha Rasyid Ridha, Rasyid Ridha Rauf, Ichsan Reskiawan, Muh Miftahul Nurul Rettang, Lidia Riang Tati, Andi Dewi Rifal, Rifal Rifal, Rifal Rifa’I, Ahmad Rifdan . Rina Noviana, Rina Rina Rina Riri Amandaria Riyadi Subur, Riyadi Rizki Ananda Rizki, Sari Rohyana Fitriani Romansyah Sahabuddin Ronaldi, Ronaldi Ropu, Muh. Homsur Homang Ros, Rosmiati Anas Rosidi, Ahyar Rovina Ruslami, Rovina Ruhana, Siti Rumpa, Arham Rusdi Rusdi Rusdi, Widya Anugrah Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Ruzadi, Andi Syahreza Nugrawan Sabaruddin Sabaruddin Sahabuddin, Rohmansyah Sahrip, Sahrip Said Ahmad, M. Ridwan Said Kelana Asnawi Saifuddin Saifuddin Sakka, Abdul Rahma A Salata, Sri Astuti Salvador, Mateus Sari, Futri Sari, Rara Noviana Sastia, Thesa Nur Satriani, Nur Selvi Marcellia Serosero, Rugaya H Setiamin, Asnah Siahaan, Kevin William Andri Simon I Patty sinaga, samuel juliardi Sintawati Sintawati, Sintawati Siolimbona, Abdul Ajiz Sirajuddin Saleh Siti Mariana Soares, Domingos Sofian, Sofian Solissa, Welly Ervina Solly Aryza sriwahyuni Sriwahyuni Sugeng Santoso Suhaeb, Firdaus W Suhaeb, Firdaus W. Suhelmi, Suhelmi SUHIRMAN SUHIRMAN Sukardi Sukardi Sukmawati Sukmawati Sukron Makmun Sulaiman, Sofyan SULFIANA, SULFIANA Sulmiah, Sulmiah Sunarti Suparman Suparman Supatmaningsih, Tuti Surahman Surahman Suryansah SUSANTI, NOVRIANI Susy Herwaty Suyikno, Imam Suyitno, Iman Syachrir, Khumaerah Syahnul Sardi Titaheluw Syam, A Fitria Syam, A. Fitria Syamsidah, Syamsidah Syamsu A. Kamaruddin Syarifah Aini Syukurman, Syukurman T, Riska Taeran, Imran Tahir, Ali Tamrin, Sopian Tenri Awaru, A. Octamaya Thamrin Tahir Torro, Supriadi Tuti Supatminingsih Usman, Alwi Usra Utami Wulansari, Sri Veithzal Rivai Zainal w Suhaeb, Firdaus Wahab, Iswandi Wahidah, Lailatul Wahyudi Gani, Andika Waluyo Waluyo Warham, Syahrul Syahrir Wibowo, Eko S Widhi, Raut Nugrahening Widia Yunita, Widia Wulandari, Astria Yadi, Sahrul Yani, Lisa Yantahin, Muliaty YANTI, HERA Yati, Suci Yuliana Yuliana Yulisatri, Nur Adiyah Yuniar Yuniar Yuyun Abubakar Zalianava, Zalianava Zamzam, Zulkifli Zuhut Ramdani Zulham Apandy Harahap Zulhan A Harahap, Zulhan A