Articles
Takalar Pada Masa Pemerintahan Burhanuddin Baharuddin, 2012-2017
Rahmawati, St.;
Najamuddin, Najamuddin;
Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi Kabupaten Takalar sebelum pemerintahan Burhanuddin Baharuddin, strategi kebijakan yang menjadi prioritatas pada masa Burhanuddin Baharuddin, serta hasil yang dicapai pada masa pemerintahan Burhanuddin Baharuddin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan; Heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemerintahan Burhanuddin Bahruddin, Kabupaten Takalar dari aspek pembangunan infrastruktur dan pendidikan masih relatif kurang dilihat dari produktifitas pembangunan lainnya. Selama lima tahun pemerintahannya Burhanuddin Bahruddin berhasil menjadikan Kabupaten Takalar menjadi Kabupaten yang lebih maju. Perkembangan Kabupaten Takalar dapat dilihat dari meningkatkan pembangunan daerah khususnya infrastruktur jalan, pembuatan jalan beton persawahan, pembuatan saluran irigasi pembangunan sarana dan prasarana umum lainnya seperti: Pembangunan Tribun, pembangunan taman, dan penambahan fasilitas umum dilapangan H. Makkatang Dg.Sibali. dibidang pendidikan (biaya pendidikan gratis dan bantuan biaya penyelesaian studi bagi mahasiswa) , dibidang ekonomi (pertanian), dan dibidang kesehatan (biaya kesehatan gratis dibuatnya Kartu Jaminan Kesehatan Daerah).
Usaha Tambang Pasir Batu di Desa Lonjoboko Kabupaten Gowa, 2006-2018
Aswan, Aswan;
Najamuddin, Najamuddin;
Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang , dinamika perkembangan, dan dampak usaha tambang pasir batu di Desa Lonjoboko Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya usaha tambang pasir batu adalah lokasinya yang strategis karena dekat dengan Sungai Je’neberang sebagai tempat untuk menambang, besarnya permintaan akan material untuk pembangunan serta letak desa lonjoboko yang juga strategis sebagai sentra produksi tambang. Dalam menjalankan usaha tambang pasir batu di Desa Lonjoboko mengalami beberapa dinamika baik dari segi permodalan, kegiatan produksi, serta beberapa pengeluaran untuk keperluan usaha sebagai penunjang berjalannya usaha tersebut.  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa munculnya usaha-usaha tambang pasir batu di Desa Lonjoboko Kabupaten Gowa telah mengakibatkan berbagai dampak diantaranya adalah dampak terhadap lingkungan seperti pencemaran tanah, pencemaran udara, debu yang berterbangan, kebisingan dan kerusakan jalan. Dampak sosial dengan adanya masala-masalah sosial seperti jalur lintasan penambangan yang harus melintasi tanah milik sendiri, rusaknya jalan sebagai sarana transportasi umum dan sengketa lahan. Selanjutnya dampak ekonomi, yakni dengan terserapnya beberapa tenaga kerja oleh usaha tambang tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif kesejarahan. Penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan dan kajian pustaka dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang mempunyai tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi
Perubahan Alat-Alat Produksi Pandai Besi Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang, 1990-2017
Sukardi, Sukardi;
Jumadi, Jumadi;
Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui masuknya modernisasi teknologi terhadap kegiatan industri pandai besi di kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 1990 – 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Massepe menjadi pusat industri pandai besi di kabupaten Sidenreng Rappang. Keberadaan pandai besi merupakan kegiatan industri turun – temurun yang awalnya masih sangat bersifat sederhana tradisional. Alat – alat yang di gunakan juga bersifat tradisional seperti pompa angin manual ( assaung ), palu – palu, dan alat pengasa manual ( kikir ). Masuknya teknologi mesin modern dimulai sejak tahun 1998 yaitu dengan adanya pengrajin yang alat – alat produksi mesin blower listrik, mesin tempa otomatis dan mesin gerinda listrik. Alat – alat modern tersebut membuat proses produksi menjadi semakin mudah dan menghemat waktu dan tenaga yang di gunakan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya modernisasi memberikan peningkatan dan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan moril yaitu berupa pemenuhan kebutuhan sandang pangan, peningkatan pendidikan dan peningkatan pendapatan masyarakat pandai besi di kelurahan Massepe, kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik intern dan ekstern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan terdiri dari wawancara dan mengumpulkan sumber arsip serta literatur-literatur yang berhubungan.
Barombong dalam Konstelasi Politik Perang Makassar Abad XVI-XVII
Tahir, Ali;
Najamuddin, Najamuddin;
Asmunandar, Asmunandar
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang posisi Barombong dalam konstelasi politik Perang Makassar abad XVI-XVII dengan menguraikan Barombong dalam panggung sejarah Kerajaan Gowa, Perang Makassar di Barombong serta dampak peperangan di Barombong terhadap pihak yang bertikai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barombong mulai hadir dalam panggung sejarah Kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa IX Karaeng Tumaparisi Kallonna yang menempatkan salah satu benteng pertahanannya di wilayah ini, kemudian dalam Perang Makassar terutama pada tahun 1667 Barombong tampil sebagai arena peperangan dan arena perundingan 13 November dan 18 November 1667. Posisi yang demikian penting itu membuat peperangan di Barombong memberikan dampak yang signifikan bagi pihak yang bertikai, terhadap Kerajaan Gowa menjadi titi awal melemahnya kekuatan poliknya, terhadap Kerajaan Bone dengan memperoleh kemerdekaan secara de facto dan bagi VOC ini menjadi awal untuk menguasai perdagangan khususnya di Timur Nusantara. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, penelitian ini menggunakan kajian pustaka yang diperoleh di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Sulawesi Selatan, Perpustakaan Umum Kota Makassar, Perpusakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, serta buku-buku koleksi pribadi. (2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.
Lapangan Karebosi Kota Makassar 1990-2017
Indrawan Aidina, Andrew;
Najamuddin, Najamuddin;
Malihu, La
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang: Bagaimana kondisi Lapangan Karebosi sebelum diadakan revitalisasi, selanjutnya bagaimana proses pelaksanaan revitalisasi Lapangan Karebosi. Dan serta bagaimana dampak revitalisasi terhadap perkembangan Lapangan Karebosi secara fisik dan fungsional. Hasil penelitian menunjukan bahwa:Â Awal mula keberadaan Karebosi pada masa kerajaan merupakan hamparan sawah lalu menjadi sebagai area publik atau tempat kegiatan penduduk makassar dengan bebas, pada masa berikutnya merupakan sebuah kawasan rekreasi yang dikenal sebagai lapangan karebosi. Perkembangan dari keadaan Lapangan Karebosi semakin kurang terawat lalu dengan proses revitalisasi yang bertujuan untuk membenahi sektor yang kurang terawat, reaksi terhadap proses pelaksaan revitalisasi Lapangan Karebosi mendapatkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dampak dari revitalisasi lapangan karebosi salah satunya adalah dengan mengoptimalkan daya fungsi lapangan karebosi termasuk fisiknya berserta meningkatkan fungsi kawasan tersebut dan telah dapat dinikmati oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data atau sumber), (2) Kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, (3) Interpretasi atau penafsiran sumber dan (4) Historiografi yaitu penulisan sejarah.
Samata: Dari Kampung hingga Kelurahan, 1981- 2017
Hamdan, Hamdan;
Najamuddin, Najamuddin;
Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perkembangan daerah Samata sejak berstatus kampung, desa, hingga kelurahan, perkembangan daerah Samata ketika berstatus kelurahan dan Bagaimana kehidupan masyarakat Kelurahan Samata ditinjau dari segi Agama, Ekonomi dan Sosial-Budaya. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan metode sejarah melalui tahapan kerja yakni heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran Samata sebagai suatu kampung telah ada sejak awal pembentukan Kerajaan Gowa dengan disebutkan namanya sebagai salah satu dari ke-9 Kasuwiyang atau lebih dikenal negeri-negeri kecil yang diketuai oleh Paccalaya (Dewan Ketua Legislatif). Setelah masa kerajaan berakhir dan Kerajaan Gowa berstatus kabupaten, daerah Samata berstatus desa dan bagian dari Kecamatan Tamalate. Pada perkembangan selanjutntya status Samata yang semula desa berubah menjadi kelurahan di bawah Kecamatan Somba Opu sebagai satu konsekuensi sebagian wilayah Kecamatan Tamalate di serahkan ke Kota Makassar pada tahun 1971, dengan terbentuknya Kelurahan Samata tentunya banyak mengalami perubahan – perubahan baik perubahan infrastrukrur maupun perubahan di bidang lainnya seperti, dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan tentunya pendidikan.
Industri Rumah Tangga: Kajian Sejarah Pade’de Uring-Uring Di Jipang Kabupaten Gowa, 1980-2018.
Nurwira, Nurwira;
Ahmadin, Ahmadin;
Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 19, No 1 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Pade’de Uring-Uring mampu bertahan di Desa Jipang dalam rentang waktu 1980-2018, dinamika Pade’de Uring-Uring di Desa Jipang, dan dampak keberadaan Pade’de Uring-Uring di Desa Jipang bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan kerja yakni heuristik atau pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kritik dilakukan dengan cara kritik ektern dan intern untuk melihat keotentikan data yang disampaikan. Kemudian interpretasi atau memberikan penafsiran terhadap data yang disampaikan narasumber,dan historiografi yaitu penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rumah tangga pade’de uring-uring dapat bertahan karena selain digunakan sebagai kebutuhan alat-alat dapur masyarakat setempat, uring-uring juga menjadi alat upacara tradisional. Permintaan terhadap kerajinan gerabah tidak pernah hilang sehingga bernilai ekonomi. Dalam perjalanannya pade’de uring-uring mengalami dinamika akibat adanya alat-alat dapur yang lebih efisien digunakan terbuat dari bahan plastic dan aluminium. Dampak keberadaan pade’de uring-uring dapat dilihat dalam berbagai aspek, yakni adanya hubungan kerja sama antar masyarakat, berdampak pada perekonomian pengrajin, dan digunakan pula dalam berbagai upacara tradisional, serta berdampak pada lingkungan dengan aktivitas penggalian tanah sebagai bahan baku uring-uring.
I Mangadacinna Daeng Sitaba Sultan Mahmud Syah Karaeng Pattingngalloang: Raja, Mangkubumi dan Ilmuwan Abad XVII
Meidiana Wahda, Aulya;
Najamuddin, Najamuddin;
Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan bagaimana: latar belakang kehidupan Karaeng Pattingngalloang, kiprah Karaeng Pattingngalloang sebagai Raja dan mangkubumi, serta kiprahnya sebagai ilmuwan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan kerja yaitu melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karaeng Pattingngalloang adalah sosok raja dan mangkubumi kerajaan Gowa yang namanya berkibar tidak saja di Nusantara tetapi juga sampai ke Eropa karena kemampuannya berdiplomasi dikarekanakan menguasai berbagai bahasa Asing. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Karaeng Pattingngalloang besar pengaruhnya dalam perkembangan Kerajaan Gowa pada pertengahan abad ke XVII. Karaeng Pattingngalloang sukses menjadikan Kerajaan Gowa-Tallo menjadi salah satu kerajaan yang besar di Nusantara lewat sains yang dikuasai, secara otomatis membawa Makassar tercatat sebagai kota/bandar terbesar sebagai pusat ibu kota saat itu, telah berkembang menjadi bandar niaga yang amat ramai di kunjungi, baik oleh pedagang-pedagang kerajaan lain di Nusantara maupun oleh bangsa-bangsa asing.
Jejak Sejarah Kerajaan Siang di Pangkep 1998-2019
Nur Fajri, Muhammad;
Najamuddin, Najamuddin;
Jumadi, Jumadi
Attoriolong Vol 19, No 1 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk peninggalan dari Kerajaan Siang di Pangkep, hubungan peninggalan dengan Kerajaan Siang, serta mengetahui bagaimana pandangan masyarakat tentang Kerajaan Siang di Pangkep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu : Heuristik yaitu penumpulan data dan sumber, Kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, Interpretasi atau penafsiran sumber dan Historiografi yaitu penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jejak sejarah Kerajaan Siang di Pangkep masih meningglakan jejak dengan adanya temuan benda – benda berupa keramik Asing, benda pusaka dan sebaran makam yang berada di wilayah kecamatan Pangkajene dan Kecamatan Bungoro. Berdasarkan temuan keramik dan benda-benda lainnya memberikan sedikit bukti bahwa kerajaan siang pernah berdiri dan berjaya di wilayah kabupaten Pangkep. Beberapa masyarakat mempercayai bahwa kerajaan siang pernah berdiri di Kabupaten Pangkep dan mereka juga berharap agar peninggalan dari kerajaan siang tetap terawat dengan baik. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa meskipun temuan benda –benda dan situs makam masih sedikit akan tetapi telah memberikan bukti bahwa Kerajaan Siang pernah berdiri dan berjaya di Sulawesi Selatan terkhususnya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Kerajaan Gowa Pada Masa Pemerintahan I Mangarangi Daeng Manrabbia 1593-1639
Mutmainnah, Mutmainnah;
Najamuddin, Najamuddin;
Ridha, Rasyid
Attoriolong Vol 19, No 1 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerajaan Gowa pada masa pemerintahan I Mangarangi Daeng Manrabbia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajaan Gowa yang dipimpin oleh I Mangarangi Daeng Manrabbia mengalami perubahan di bidang agama, politik dan ekonomi. Pada bidang agama masyarakat Gowa telah mengubah kepercayaan mereka dari animisme menjadi Agama Islam. Pada bidang politik, kerajaan Gowa tidak mengutamakan perang dalam malakukan ekspansi namun mengutamakan cara damai atau sesuai syariat Islam. Pada bidang ekonomi, pelabuhan Somba Opu yang awalnya menjadi pelabuhan transito antar kerajaan lokal menjadi pelabuhan transito antar bangsa. Serta keberhasilan I Mangarangi Daeng Manrabbia dalam pengislaman kerajaan Soppeng, Wajo dan Bone. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan I Mangarangi Daeng Manrabbia sangat mempengaruhi jalan keberhasilan kerajaan Gowa dalam menyebarkan ajaran Agama Islam dan juga menjadikan kerajaan Gowa sebagai kerajaan Maritim terbesar di Nusantara bagian timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: heuristik, kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, interpretasi dan historiografi.