Articles
PERILAKU SISWA BERPRESTASI TERHADAP TEMAN SEBAYA DI SMA NEGERI 2 SOPPENG
Rahma Safitri;
Muhammad Syukur;
Muhammad Watif Massuanna
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 3, November 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.313 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13366
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku siswa berprestasi terhadap teman sebaya di SMA Negeri 2 Soppeng. 2) Untuk mengetahui dampak perilaku sosial siswa berprestasi terhadap teman sebaya di SMA Negeri 2 Soppeng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Jumlah informan sebanyak 12 orang siswa. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu siswa SMA Negeri 2 Soppeng, siswa yang meraih juara umum 1-3 dalam bidang akademik kelas XI IPA dan IPS. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bagian; 1) Faktor yang membentuk perilaku sosial siswa yang berprestasi yaitu (a) faktor perilaku dan karakter orang lain (b) faktor kognitif (c) faktor lingkungan (d) dan faktor latar budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarat yang selama ini berkembang. 2) Dampak perilaku siswa berprestasi terhadap teman sebayanya yaitu (a) secara umum mereka dapat diterima (b) bergaul dalam hal-hal yang baik, (c) dari jurusan IPS terlihat lebih ramah dibanding dari jurusan IPA (d) kesemua siswa yang berprestasi memiliki rasa simpatik.
Analisis Dampak Keluarga Berpisah Terhadap Karakter Anak Dan Minat Belajar Di Bulu Kelurahan Manarang Kecamatan Mattiro Bulu Kab. Pinrang
Mutmainnah Arham;
Andi Agustang;
Muhammad Syukur
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9434
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana dampak keluarga berpisah terhadap karakter anak, 2) bagaimana dampak keluarga berpisah terhadap minat belajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan pada penelitian ini sebanyak 11 informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perpisahan orang tua memberikan dampak positif dan juga negatif kepada anak. 2) dampak perpisahan orang tua terhadap minat belajar anak yang Pertama, Beberapa anak-anak yang ada di lingkungan bulu merasa kesepian dan tidak diperhatikan, mereka mengatakan bahwa orang tuanya hanya sebatas bertanya tanpa memberikan arahan ataupun perhatian lebih sehingga mereka terkadang merasa kesepian dan hanya tinggal bersama nenek, dikarenakan orang tua yang sibuk bekerja. Hal ini membuat anak tidak memiliki motivasi belajar karena tidak mendapat dukungan dari orang tua. Kedua, tidak semua anak-anak yang orang tuanya berpisah mengalami masalah pada minat belajarnya, bahkan beberapa dari mereka justru menjadi lebih fokus dan bersemangat pada proses belajar dan mengajar. Mereka mengatakan bahwa ia tetap fokus untuk menggapai cita-citanya dan ingin membahagiakan orang tuanya.
Eksistensi Masyarakat Berdasarkan Status Sosialnya di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng
Sulfiana Sulfiana;
Andi Agustang;
Muhammad Syukur
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9435
Eksistensi Masyarakat Berdasarkan Status Sosial di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Program Studi Pendidikan Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Andi Agustang dan Muhammad Syukur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peristiwa aktual yang terjadi di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan metodologi kualitatif. Kajian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dan semacam kajian yang dikenal dengan istilah library research, yaitu pengumpulan data atau makalah akademik yang berkaitan dengan tinjauan pustaka, yaitu literatur. Berdasarkan fenomena yang ada dapat dilihat bahwa eksistensi masyarakat di desa palangiseng tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat di pedesaan berusaha untuk tetap eksis meskipun diketahui bahwa tidak dipungkiri bahwa bukan saja orang yang memiliki status sosial yang tinggi bisa eksis. Namun, masyarakat yang memiliki status sosial yang rendah pun tidak menutup kemungkinan untuk eksis. Pada umumnya masyarakat di pedesaan memiliki status sosial yang berbeda-beda. Berdasarkan fenomena yang ada masyarakat di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng ada beberapa status sosial yang menonjol antara lain, dari segi profesi masyarakat desa palangiseng yang memiliki status sosial yang tinggi, misalnya dokter, polisi, bidan dan lain sebagainya. Selain dari segi profesi, masyarakat yang tergolong memiliki kekayaan yang lebih menempatkan posisi strata yang paling tinggi. Namun dengan adanya perbedaan status sosial mengakibatkan adanya perlakuan yang berbeda yang diterima. Hal inilah yang membuat masyarakat berlomba-lomba untuk meningkatkan status sosialnya agar mereka lebih eksis di kalangan masyarakat.
Suru Maca: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Masyarakat Desa Pakkabba Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan
Abdul Rahman;
Muhammad Syukur;
Abdul Aziz
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (767.328 KB)
|
DOI: 10.18784/smart.v6i2.1097
The suru maca ritual is a tradition of the Islamic community of Pakkabba Village in Takalar Regency, South Sulawesi province, to welcome Ramadan's arrival. At present, the implementation of this tradition is enjoyed by local communities and enjoyed by immigrant communities of different ethnicities and religions. This tradition is alive and well in society because it is functional and has a significant symbolic meaning for this culture's owner. This study aims to determine the purpose and function of the suru maca ritual for Pakkabba Village people. This research is a qualitative study that uses an ethnographic approach. Data was collected through literature review, participatory observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using a functional, structural approach. The results showed that the existence of Islam had been accepted and became part of the Pakkabba village community's social system so that the month of Ramadan, which is the holy month of Muslims, is expressed through the local tradition of suru maca. The suru maca ritual means a communicative act and is an arena of women's power. At the same time, its functions include expressing feelings, strengthening solidarity, strengthening kinship relationships, moral renewing, and maintaining identity
Implementasi Dan Kontribusi Komite Sekolah Terhadap Program Sekolah Ramah Anak Di SMA Negeri 11 Pangkep
Nur Sita Dewi;
Muhammad Syukur
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.244 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) implementasi program sekolah ramah anak di SMA Negeri 11 Pangkep. 2) Kontribusi komite sekolah terhadap pengimplementasian program sekolah ramah anak di SMA Negeri 11 Pangkep. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria guru yang memiliki sertifikasi pendidik, guru yang mengajar di SMA Negeri 11 Pangkep minimal 5 tahun dan guru yang pernah mengikuti sosialisasi sekolah ramah anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakancek anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi program sekolah ramah anak mengenai SMA Negeri 11 Pangkep yaitu: a) adanya sosialisasi program sekolah ramah anak kepada seluruh pihak sekolah, b) pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan hak-hak anak, c) adanya sarana dan prasarana yang ramah anak, d) pembelajaran yang ramah anak, e) memiliki lingkungan sekolah yang baik untuk perkembangan anak dan f) partisipasi anak dalam kegiatan sekolah ramah anak. 2) Kontribusi komite sekolah terhadap implementasi program sekolah ramah anak di SMA Negeri 11 Pangkep yaitu: a) pertimbangan atau saran terhadap perencanaan program sekolah ramah anak, b) pengontrol program sekolah ramah anak,
Sosialisasi Pendidikan Seksual Orangtua Pada Anak Di Era Digital (Studi Di Kelurahan Pa’bundukang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar)
Jusmawati Ridwan;
Muhammad Syukur
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 2, Nomor 3 November 2022
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.112 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bentuk sosialisasi pendidikan seksual orangtua pada anak diera digital (studi di Kelurahan Pa’bundukang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar) dan 2) Proses perubahan sosialisasi pendidikan seksual orangtua pada anak diera digital (studi di Kelurahan Pa’bundukang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Jumlah informan sebanyak 10 orang dan ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu, orangtua yang memiliki anak berusia 2 sampai 17 tahun, orangtua yang telah menempuh pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) dan orangtua yang memiliki handphone android. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data dilakukan menggunakan member check. Teknik analisis data yakni, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bentuk sosialisasi pendidikan seksual orangtua pada anak diera digital (studi di Kelurahan Pa’bundukang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar) adalah; a) menciptakan komunikasi yang harmonis dengan anak, b) toilet training, c) menyampaikan bagian tubuh yang tidak boleh dilihat dan disentuh sembarang orang, d) penyampaian informasi mengenai masa pubertas, e) mendampingi dan berinteraksi dengan anak saat menggunakan perangkat dan media digital, f) mendiskusikan perilaku baik dan tidak dari karakter tokoh diperangkat dan media digital, g) menghindari program yang menampilkan unsur kekerasan, ketakutan, seksualitas dan penggunaan bahasa yang tidak pantas, h) peningkatan pengetahuan agama dan 2) Proses perubahan sosialisasi pendidikan seksual orangtua pada anak diera digital (studi di Kelurahan Pa’bundukang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar) adalah; a) akses anak dalam sistem informasi dan komunikasi berlangsung cepat dan b) penggunaan metode ceramah menjadi metode digital parenting.
Persepsi Orang Tua Tentang Kelanjutan Pendidikan Anak Ke Perguruan Tinggi Di Desa Samaturue Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai
Ulfa Ningsih;
Muhammad Syukur;
Andi Dody May Putra Agustang
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.257 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). persepsi orang tua tentang kelanjutan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi di desa Samaturue dan 2). Kendala yang dihadapi orang tua dalam melanjutkan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive. Adapun kriteria informan yang pertama adalah orang tua yang anaknya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, dan yang kedua yaitu anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam kurung waktu 2 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui tahap-tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member check. Hasil penelitian menunujukkan bahwa: 1). Persepsi orang tua tentang kelanjutan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi di Desa Samaturue Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai yaitu a). orang tua menyatakan bahwa perguruan tinggi tidalah terlalu penting, b). perguruan tinggi membuang banyak waktu serta membutuhkan biaya yang banyak, c). lulusan perguruan tinggi belum tentu menjamin masa depan anak, dan d). sekolah SMA saja sudah cukup untuk mencari pekerjaan. 2). kendala yang dihadapi orang tua dalam melanjutkan pendidikan anak ke perguruan tinggi adalah a). ekonomi yang kurang mencukupi, b). biaya kuliah yang cukup mahal, dan c). kurangnya kesadaran anak terhadap pentingnya pendidikan.
Dampak Sikap Oveprotective Orangtua Terhadap Pola Interaksi Siswa Di MAN 1 Sinjai
Andi Nurul Jannah;
Muhammad Syukur
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 2, Nomor 3 November 2022
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.602 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran sikap overprotective orangtua terhadap siswa MAN 1 Sinjai, 2) Penyebab orangtua bersikap overprotective, 3) Dampak sikap overprotective orangtua terhadap pola interaksi siswa MAN 1 Sinjai. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan dan jenis penelitian kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu siswa dan orangtua. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan membercheck. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Gambaran sikap overprotective orangtua dengan bersikap mengawasi lingkungan pertemanan anak secara berlebihan, melakukan pembatasan kepada anak agar anak tidak melakukan perbuatan yang merugikan pribadi dan keluarga, dan melindungi anak dari lingkungan sosial yang tidak teratur. 2) Penyebab orangtua bersikap overprotective adalah perilaku pergaulan anak remaja di zaman sekarang, menjaga pendidikan untuk masa depan anak, serta orangtua ingin mempertahankan nilai norma dalam keluarga. 3) Dampak positif terhadap pola interaksi siswa adalah perilaku anak terarah dan disiplin, anak memiliki karakter yang baik dan sopan kepada semua orang, anak memiliki prestasi di sekolahnya dan anak akan bersikap hati-hati dalam lingkungannya. Sedangkan dampak negatifnya siswa cenderung bersikap tidak percaya diri, pemalu, dan anak akan lebih mudah untuk berbohong kepada orangtua, serta anak tidak mampu menyesuaikan diri di dalam lingkungan sosialnya.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan KKN Domisili Universitas Negeri Makassar Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Gowa
Juasmar Azis;
Muhammad Syukur
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 2, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.822 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan KKN Domisili Universitas Negeri Makassar pada masa pandemi covid 19 di Kabupaten Gowa. Pendekatan dengan jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitan ini sebanyak 12 orang yang ditentukan melalui teknik snowball sampling dengan kriteria a) Mahasiswa UNM b) Telah melaksanakan KKN domisili c) Berdomisili di Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member check. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan KKN Domisili Universitas Negeri Makassar pada masa pandemi covid 19 di Kabupaten Gowa adalah, a) Cukup paham dan merasa kurang tertarik, b) Kesan dan ekspektasi, c) Keterbatasan kegiatan d) Hasil atau penilaian secara terbuka.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI MA NEGERI 1 WATANSOPPENG
Fitri Handayani;
Muhammad Syukur
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 1, Nomor 3, November 2021
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (582.866 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Implementasi pembelajaran Higher Order Thinking Skil, dan 2) Hambatan dalam penerapan pembelajaran Higher Order Thinking Skill. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 7 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu guru yang menerapkan pembelajaran Higher Order Thinking Skill pada mata pelajaran yang di Ujian Nasionalkan, dan guru yang berusia 30-50 tahun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Implementasi pembelajaran Higher Order Thinking Skil yaitu: a) menelaah informasi secara kritis, melalui apersepsi berupa video, gambar, contoh kasus, kegiatan literasi yang kemudian ditanggapi atau dikritisi baik berupa isi maupun bentuknya b) menciptakan daya kreatif siswa, melalui pengamatan atau penelitian untuk menemukan sendiri jawabannya, membuat laporan praktikum, atau membuat sebuah karangan dan c) meningkatkan kemampuan memecahkan masalah melalui diskusi, debat dan membuat soal-soal HOTS 2) Hambatan dalam penerapan pembelajaran Higher Order Thinking Skill yaitu: a) HOTS belum familiar bagi siswa dan guru, b) waktu yang terbatas dan c) kurangnya fasilitas dalam pembelajaran berbasis HOTS.