Articles
Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Kemasan Air Mineral Menggunakan Model Economic Order Quantity (EOQ)
Nonny Helena Maria Simbolon;
Sunarsih Sunarsih;
Kartono Kartono
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24246/juses.v4i2p52-58
Persediaan bahan baku yang optimal pastinya sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Perusahaan akan melakukan berbagai persiapan yang matang pada proses produksi untuk memastikan kelancaran produksi setiap saatnya. Bahan baku adalah salah satu komponen penting dalam persiapan produksi. Persediaan bahan baku yang optimal akan memperlancar persiapan proses produksi. CV Tirta Makmur merupakan perusahaan yang memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), CV Tirta Makmur juga sangat memperhatikan permasalahan persediaan yang optimal. Perusahaan memiliki kebijakan tersendiri untuk menghadapi permasalahan persediaan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengoptimalan dalam persediaan bahan baku cup 120 ml di CV Tirta Makmur, dimana cup 120 ml merupakan produk yang memiliki jumlah permintaan paling banyak. Pada penelitian ini akan dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) untuk mencari jumlah pemesanan yang optimal terhadap bahan baku cup 120 ml. Hasil yang didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan metode EOQ akan dibandingkan dengan perhitungan kebijakan perusahaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebijakan yang digunakan oleh perusahaan selama ini masih kurang efektif untuk mengoptimalkan biaya pembelian bahan baku. Diharapkan dengan menggunakan metode EOQ sebagai perhitungan untuk mengoptimalkan persediaan bahan baku cup 120 ml dapat menjadi masukan yang baik bagi perusahaan dalam menghadapi permasalahan persediaan dan dapat mengantisipasi terjadinya kerugian maupun kekurangan stok saat dilakukan produksi.
SUBJECT SPECIFIC PAEDAGOGIC (SSP) BASED ON HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) TO IMPROVE THE ABILITY OF SD TEACHERS IN SURAKARTA
Siti Istiyati;
Kartono Kartono;
Idam Ragil Widianto Atmojo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.169 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v1i1.23690
The purpose of this service is to train elementary school teachers in the administrative area of Surakarta city to have capabilities that are in accordance with the times or disruption era. In detail, the aim of this activity is to improve the ability of teachers to develop high order-based specific pedagogic (SSP) subjects. thinking skill (HOTs). The subject of this service is an elementary school teacher in the city of Surakarta. The method used in this service begins the Workshop, Practices, and Implementation. In conducting this training the subjects were asked to work on tests related to the development of the SSS based HOTs. Analysis of the data used is pre-test and post-test. The result of this activity is that there is an increase in the knowledge and understanding of teachers regarding the development of SSS based on HOTs
MODEL DINAMIK TRANSMISIPENYAKIT HEPATITIS B TANPA KEKEBALAN
Atik Rumariyanti;
Kartono Kartono;
Sutrisno Sutrisno
MATEMATIKA Vol 20, No 1 (2017): JURNAL MATEMATIKA
Publisher : MATEMATIKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (704.976 KB)
Liver is an important organ for humans. One of the liver disease that received both national and international attention is caused by Hepatitis B. Hepatitis B has the first rank in term of number and spread which it is transmitted through blood or body fluids. In this paper, we discussthe mathematical model in facing Hepatitis B spread.Firstly, we formulate the dynamics of Hepatitis B spread by dividing the population into five classes namely susceptible, exposed, infected, carrier and recovered subpopulation. By using the basic reproduction number value,we analyze the spread of Hepatitis B. From the result, the increasing of the recover rate for infected and carrier subpopulation and the decreasing of infected individu are the best strategy in order to make the rate of Hepatitis B spread is decreasing.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran Matematika untuk Siswa Sekolah Dasar
Mia Hafizah Tumangger;
Kartono Kartono;
Saiful Ridlo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3623
Tujuan di balik penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif dalam pelajaran Matematika siswa kelas IV sekolah dasar di kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualiatif. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 3 guru dari 3 Sekolah Dasar Kecamatan Besitang Kabapaten Langkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga pedoman observasi, pedoman wawancara dan smartphone digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru belum memiliki instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif kelas IV Sekolah Dasar. Guru menilai kemampuan berpikir kreatif siswa hanya berdasarkan penilaian sikap. Oleh karena itu, pegembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar perlu dikembangkan. Guru sangat berharap adanya pengembangan penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar sehingga guru dapat mengukur dan mengetahui tingkat berpikir kreatif siswa.
Pola Asuh dan Kedekatan Orang Tua (Ibu) yang Bekerja pada Pencapaian Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SD
Iir Nikmatul Fathonah;
Kartono Kartono;
Eko Purwanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3862
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis pola asuh , jenis kedekatan dan pengaruh pola asuh dan kedekatan orang tua (ibu) yang bekerja pada hasil belajar IPS.Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN 2 Raksa Budi. Jenis penelitian mixed methods (sequential exploratory) yaitu mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif kemudian mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif.berdasarkan hasil penelitian ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja menerapkan pola asuh demokratis. Dengan jumlah skor ibu yang bekerja 417 (42,95%) dan ibu yang tidak bekerja 413 (42,43%) dari skor maksimal 1000. Kedekatan yang diterapkan oleh ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja yakni kedekatan aman. Dengan skor ibu yang bekerja 413 (42,71%) dan skor ibu yang tidak bekerja 338 (41,64%) dari skor maksimal 900. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap hasil belajar siswa , dimana nilai thitung 6,307 dan nilai koefisien pola asuh orang tua menunjukkan angka positif dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 dengan dibuktikan hasil belajar siswa tidak ada nilai yang sangat rendah.
The Implementation Of Feedback In Means-Ends Analysis Of Student's High-Level Mathematic Thinking Ability
Mei Astuti;
Kartono Kartono;
Nuriana Rachmani Dewi
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37303/jelmar.v3i2.83
This research goals is to apply learning by using the Means-Ends Analysis model with direct corrective feedback to hope that higher-order thinking skills and students' self-efficacy can increase. Researcher used mixed method with sequential designs. Result of this research obtained means-ends analysis with a quality direct corrective feedback on achievement of learners’ higher order mathematical thinking skill. This research population was class VIII MTs Ma'arif 20 Kalidadi in the first Semesters for the 2020/2021 Academic Year. Sampling using cluster random sampling technique, which is randomly selected two classes from the population. Higher order thinking ability with high self-efficacy category shows that subject 1 has shown that answer has reached indicators of analyzing then evaluating but has not seen achievement of indicator of creativity.High-order thinking skills with moderate self-efficacy category indicate that subject 2 has shown that the answer had reached the indicators of analyzing and evaluating but has not seen achievement of indicators of creativity; Higher order thinking skills with high self-efficacy category indicate that subject 3 does not show the answer, has reached the indicators of analyzing, evaluating then creating and at evaluation stage there is no correct answer to complete answer to the end. This can also be seen in the interview stage which shows that subject 3 cannot give the right reason.
Mathematical Communication Skills in Terms of Student Learning Motivation on ARCS Model with Immediate Feedback
Iva Lutviana;
Kartono Kartono;
Isnarto Isnarto
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37303/jelmar.v3i2.87
This research objective is to describe mathematical communicarion skill through ARCS- IF Model based on learners motivation. Type of this research is Mixed Method with concurrent embedded designs. This research population was Eight grader of SMP Maarif Kyai Gading Demak 2020/ 2021. Result of this research showed that ARCS- IF learning is effective in learners mathematical communication skill. Result of learners description with high learners motivation categories were able to complete mathematical communication skill with the indicator ability to express mathematical idea to write and convey them visually. Ability in stating idea or situation of problem into mathematical models (pictures, graphs, diagrams, tables and equations), ability to use right formulas in solving problems, students with motivation categories students are being able to complete communication skills mathematical with indicators Motivation learners were Ability to express mathematical ideas in writing and express them visually, Ability to use right formula to solve problems, students with low motivation categories were able to complete mathematical communication skills with Low Motivation indicators Ability to express mathematical idea to write and convey them visually.
Creative thinking ability and student learning motivation with project based blended learning model for students of class XI
Rosyidatul 'Ulya;
Kartono Kartono;
Scolastika Mariani
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33654/math.v8i2.1843
Tujuan dari penelitian yaitu mendeskripsikan kemampuan siswa dalam berpikir kreatif dan motivasi belajar yang dimiliki siswa selama memperoleh model pembelajaran Project Based Blended Learning (PjB2L) dengan descriptive feedback di kelas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 2 Rembang dengan 6 subjek penelitian yang dipilih berdasarkan tingkatan motivasi belajar siswa tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data melalui tes, observasi, wawancara dan angket. Indikator yang digunakan pada kemampuan berpikir kreatif meliputi berpikir lancar, luwes, orisinal dan rinci. Hasil dari penelitian yaitu bahwa siswa pada kategori motivasi belajar yang tinggi memenuhi 4 indikator pada kemampuan berpikir kreatif. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi aktif pada saat pembelajaran dan belajar rajin latihan soal. Pada siswa pada kategori motivasi belajar yang cukup atau sedang, mampu memenuhi 3 indikator. Siswa dengan kategori rendah, hanya dapat memenuhi 1 indikator berpikir kreatif. Model PjB2L dengan descriptive feedback ini menjadi model pembelajaran yang inovatif dan meningkatkan kreativitas pada saat pembelajaran matematika.
Pola Asuh dan Kedekatan Orang Tua (Ibu) yang Bekerja pada Pencapaian Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SD
Iir Nikmatul Fathonah;
Kartono Kartono;
Eko Purwanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3862
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis pola asuh , jenis kedekatan dan pengaruh pola asuh dan kedekatan orang tua (ibu) yang bekerja pada hasil belajar IPS.Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN 2 Raksa Budi. Jenis penelitian mixed methods (sequential exploratory) yaitu mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif kemudian mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif.berdasarkan hasil penelitian ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja menerapkan pola asuh demokratis. Dengan jumlah skor ibu yang bekerja 417 (42,95%) dan ibu yang tidak bekerja 413 (42,43%) dari skor maksimal 1000. Kedekatan yang diterapkan oleh ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja yakni kedekatan aman. Dengan skor ibu yang bekerja 413 (42,71%) dan skor ibu yang tidak bekerja 338 (41,64%) dari skor maksimal 900. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap hasil belajar siswa , dimana nilai thitung 6,307 dan nilai koefisien pola asuh orang tua menunjukkan angka positif dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 dengan dibuktikan hasil belajar siswa tidak ada nilai yang sangat rendah.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran Matematika untuk Siswa Sekolah Dasar
Mia Hafizah Tumangger;
Kartono Kartono;
Saiful Ridlo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3623
Tujuan di balik penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif dalam pelajaran Matematika siswa kelas IV sekolah dasar di kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualiatif. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 3 guru dari 3 Sekolah Dasar Kecamatan Besitang Kabapaten Langkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga pedoman observasi, pedoman wawancara dan smartphone digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru belum memiliki instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif kelas IV Sekolah Dasar. Guru menilai kemampuan berpikir kreatif siswa hanya berdasarkan penilaian sikap. Oleh karena itu, pegembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar perlu dikembangkan. Guru sangat berharap adanya pengembangan penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar sehingga guru dapat mengukur dan mengetahui tingkat berpikir kreatif siswa.