Articles
Ego Status in Transactional Analysis in Bonjol 1 State Middle School
hidayat, rahmat;
Prayitno, Prayitno;
Netrawati, Netrawati;
Sukma, Dina
Widyagogik Vol 10, No 2 (2023): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/widyagogik.v10i2.10741
Transactional analysis is behavioral behavior - cognitive supporting activities to optimize individual ego - each individual ego moves our life according to the mind, and we are limited to the five senses, mind and intellect (reason), and also identify ourselves with terms to some degree. So it needs to be overcome in order to help students to understand themselves, the status of ego status that can be reduced in carrying out their roles. The purpose of this study was to obtain general information from information on the Ego Status of Class IX Students of SMP Negeri 1 Bonjol. The method used is a descriptive method in the form of survey research. The sample of this research is 40 students. The results of the analysis showed that grade IX students of SMP Negeri 1 Bonjol achieved the results of 58% child ego in the "Low" category, 96% adult ego in the "High" category and parental ego 91% in the "High" category.
Analisis Body Image dengan Kepercayaan Diri Siswa SMP N 1 Sungai Limau
Novriani, Atifa;
Netrawati, Netrawati
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0742cons
Adanya fenomena siswa yang mengalami masalah body image siswa SMP N 1Sungai Limau. Hal tersebut ditandai dengan adanya siswa yang masih tidak percaya diri dengan keadaan fisik atau body imagenya, seperti siswa yang tidak mau diajak berfoto bersama karena alasan ia merasa memiliki badan yang kurang ideal dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Hal tersebut juga bisa dilihat adanya siswa yang lebih memilih sendiri dibandingkan bersama teman-teman karena merasa memiliki body image yang negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII dan kelas VIII SMP N 1 Sungai Limau. Populasi dari penelitian ini berjumlah 229 orang siswa dan sampel sebanyak 146 orang siswa dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu instrumen angket. Data analisis menggunakan statistik deskriptif menggunakan rumus product moment correlations dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Body Image siswa di SMP N 1 Sungai Limu berada pada tingkat yang bervariasi, sebagian besar ada pada kategori sedang dengan 87,67%. (2) Kepercayaan diri siswa di SMP N 1 Sungai Limau berada pada tingkat bervariasi sebagian besar ada pada kategori sedang dengan 77,40%. (3) Terdapat hubungan yang posititf signifikan antara Body Image dengan Kepercayaan diri siswa di SMP N 1 Sungai Limau dengan nilai rhitung sebesar 0,557 dengan taraf signifikan 0,000.
Hubungan Konsep Diri dan Komunikasi Interpersonal Siswa di SMA Negeri 8 Padang
Asrul, Anisa;
Netrawati, Netrawati
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0714cons
There is a phenomenon of students who experience student self-concept problems at SMA N 8 Padang. This is marked by the lack of students' ability to communicate their thoughts, difficulty hearing the opinions of others, friends and teachers who criticize themselves and many students who are passive in class and do not provide responses, opinions, criticisms and suggestions when discussions are in progress. When that happens, many students are unable to make decisions because they do not believe in their abilities, such as the habit of students who often cheat when doing assignments given by the teacher. This research uses a quantitative approach with a descriptive correlational research type. The population of this study amounted to 970 students and a sample of 284 students using a proportional random sampling technique. The instrument in this research is the questionnaire instrument. The data were analyzed using descriptive statistics using the product moment correlations formula with the help of the SPSS version 23 program. The results showed that: (1) Students' self-concepts at SMAN 8 Padang varied, most of them were in the medium category with a percentage of 55.28%. (2) Interpersonal communication of students at SMAN 8 Padang is at various levels, most of them are in the medium category with a percentage of 54.93%. (3) There is a significant positive relationship between Self-Concept and Interpersonal Communication of students at SMA N 8 Padang with an rcount of 0.404 with a significant level of 0.000.
Analisis Statistik Deskriptif Perilaku Inner child pada Anak Korban Keluarga Broken home di SMP Kecamatan Padang Utara
Adinda, Amalia Feby;
Netrawati, Netrawati
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrackThe research aims to describe the relationship between broken home families and inner child behavior in students at junior high schools in Padang Utara sub-district. This research is a quantitative research with descriptive research type. The sample in this study was 135 students who were selected using purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire of inner child behavior with a Likert scale model. The results of the validity test in this study indicate that for the variable of inner child behavior in children who are victims of broken home families, 45 valid items are obtained (with a reliability result of 0.719). The results of the study were processed using descriptive statistical analysis techniques, with the results obtained as much as 51.11% of children who were victims of broken home families in SMP Kec. Padang Utara had inner child behavior in the low category. This can be interpreted that most students are quite able to control their inner child behavior. Then there are 47.41% of students who have inner child behavior in the moderate category. This can be interpreted that some students have not been able to control their inner child behavior.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antara keluarga broken home dengan perilaku inner child pada siswa/i di SMP Kecamatan Padang Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 135 orang siswa/i yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket perilaku inner child dengan model skala likert. Hasil dari uji validitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel perilaku inner child pada anak korban keluarga broken home diperoleh sebanyak 45 item yang valid (dengan hasil reliabilitas sebesar 0,719). Hasil penelitian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif,dengan diperolehnya hasil sebesar 51,11% anak korban keluarga broken home di SMP Kec. Padang Utara memiliki perilaku inner child pada kategori rendah. Hal ini dapat diartikan bahwa sebagian besar siswa cukup bisa mengendalikan perilaku inner child yang ada pada diri mereka. Kemudian terdapat 47,41% siswa yang memiliki perilaku inner child pada kategori sedang. Hal ini dapat diartikan bahwa beberapa siswa belum cukup mampu dalam mengendalikan perilaku inner child yang ada pada diri mereka.
Correlation between Self-Control and Cyberbullying Behavior
Azmi, Cici Adelia;
Netrawati, Netrawati
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0625cic
this the research is motivated by the phenomenon of the development of information technology making cyberspace a place for acts of online violence such as cyberbullying. Cyberbullying is a bad phenomenon that has negative implication for someone and is also a form of bullying. Self-control is one that influences online violence or cyberbullying. This study aims to reveal the relationship between self-control and cyberbullying behavior. This type research is quatitative using method of correlational description analysis. The research sample consisted of 137 students who were selected using the proportional stratified random sampling technique. The intruments used were self-control questionnaires and cyberbullying behavior scale model. The data was processed using the pearson produsct moment correlation hasd formula. The research revealed that (1) the self-control possessed students is the medium category (2) the cyberbullying possessed students is the medium category and (3) there is significant negative relationship between self-control and cyberbullying behavior.
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kedisiplinan Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Sungai Tarab
Raviando, Mhd Roland;
Netrawati, Netrawati
Current Issues in Counseling Vol 3, No 1 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0923cic
Kedisiplinan belajar sangat penting, bukan hanya untuk menjalankan aturan- aturan disekolah, akan tetapi untuk meningkatkan tingkat keberhasilan siswa nantinya. Dengan demikian, adanya kedisiplinan belajar pada diri siswa sehingga dapat mengontrol perilaku siswa agar tercapai kelas yang kondusif, yaitu kelas yang mendukung tercapaianya tujuan kegiatan belajar-mengajar. Itulah sebabnya kedisiplinan belajar di dalam kelas menjadi hal yang penting dalam menciptakan perilaku siswa yang tidak menyimpang dari ketertiban kelas.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sungai Tarab yang berjumlah 256. Sampelnya sebanyak 93 siswa. ditetapkan dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket disiplin belajar.Hasil penenlitian ini mengungkapkan bahwa: faktor internal yang menyebabkan rendahnya kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 1 Sungai Tarab yang meliputi keadaan fisik dan keadaan psikis memilki pengaruh yang cukup besar dalam menyebabkan rendahnya kedisiplinan belajar siswa. Rincian faktor internal sebagai berikut. Keadaan fisik termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 59 % dan keadaan psikis termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 65%. Selanjutnya faktor eksternal yang menyebabkan rendahnya kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 1 sungai tarab yang meliputi orang tua, teman di sekolah dan masyarakat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menyebabkan rendahnya kedisiplinan belajar siswa. Rincian faktor eksternal tersebut sebagai berikut. Orang tua termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 70%. pada faktor teman disekolah termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 29%, dan pada faktor masyarakat berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 61%.
Kepuasan Pernikahan Pada Istri yang Tidak Bekerja
Nurzam, Sri Wahyuni;
Netrawati, Netrawati
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0945cic
Kepuasan pernikahan merupakan hal yang sangat penting dalam proses perjalanan hidup berumah tangga, apabila semakin besar pengaruh positif yang di dapatkan dalam sebuah pernikahan maka akan semakin besar tingkat kepuasan pernikahan pada pasangan suami dan istri Kepuasan Pernikahan dianggap sebuah hal yang penting dalam kehidupan. Kepuasan dalam sebuah pernikahan dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang yang dapat mempengaruhi banyak aspek dalam hidupnya. Setelah menikah istri harus tunduk dan patuh pada perintah suami, demikian halnya apabila melarang istrinya untuk tidak bekerja atau bahkan kesadaran pada istri itu sendiri yang menyadari perannya sebagai istri tidak mencari nafkah apabila suami mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dengan demikian tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat kepuasan istri yang tidak bekerja dalam pernikahannya.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penarikan sampel menggunakan teknik total samplingdengan total sampel sebanyak 78 orang istri yang tidak bekerja di kecamatan koto tangah kelurahan lubuk buaya. Instrumen yang digunakan angket kepuasan pernikahan yang sudah diuji reliabilitas dengan cronbach’s alfa sebesar 0,949. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini kepuasan pernikahan istri yang tidak bekerja berada pada kategori tinggi dengan persentase 51.28%. Selanjutnya jika ditinjau dari masing-masing aspek yaitu: 1) Aspek isu kepribadian berada pada kategori sedang dengan persentase 35.90% . 2) Aspek kesetaraan peran berada pada kategori sedang dengan persentase 37.18%. 3) Aspek komunikasi berada pada kategori tinggi dengan persentase 41.03%. 4) Aspek pemecahan masalah berada pada kategori tinggi dengan persentase 35.90%.5) Aspek pengaturan keuangan berada pada kategori tinggi dengan persentase 38.46%. 6) Aspek aktivitas waktu luang berada pada kategori tinggi dengan 41.03%. 7)Aspek hubungan seksual berada pada kategori sedang dengan persentase 39.74%. 8) Aspek anak-anakdan pengasuhan berada pada kategori sedang dengan persentase 57.69%. 9) Aspek keluarga dan teman berada pada kategori sedang dengan persentase 28.21%. 10) Aspek orientasi keagamaan berada pada kategori tinggi dengan persentase 37.18%..Berdasarkan hasil penelitian ini layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan untuk memelihara dan mempertahankan kepuasan pernikahan pada istri yang tidak bekerja yaitu layanan informasi, dan layanan konseling individual.
Kepuasan Pernikahan Pada Istri yang Tidak Bekerja
Nurzam, Sri Wahyuni;
Netrawati, Netrawati
Current Issues in Counseling Vol 2, No 1 (2022): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0963cic
Kepuasan pernikahan merupakan hal yang sangat penting dalam proses perjalanan hidup berumah tangga, apabila semakin besar pengaruh positif yang di dapatkan dalam sebuah pernikahan maka akan semakin besar tingkat kepuasan pernikahan pada pasangan suami dan istri Kepuasan Pernikahan dianggap sebuah hal yang penting dalam kehidupan. Kepuasan dalam sebuah pernikahan dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang yang dapat mempengaruhi banyak aspek dalam hidupnya. Setelah menikah istri harus tunduk dan patuh pada perintah suami, demikian halnya apabila melarang istrinya untuk tidak bekerja atau bahkan kesadaran pada istri itu sendiri yang menyadari perannya sebagai istri tidak mencari nafkah apabila suami mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dengan demikian tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat kepuasan istri yang tidak bekerja dalam pernikahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penarikan sampel menggunakan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 78 orang istri yang tidak bekerja di kecamatan koto tangah kelurahan lubuk buaya. Instrumen yang digunakan angket kepuasan pernikahan yang sudah diuji reliabilitas dengan cronbach’s alfa sebesar 0,949. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini kepuasan pernikahan istri yang tidak bekerja berada pada kategori tinggi dengan persentase 51.28%. Selanjutnya jika ditinjau dari masing-masing aspek yaitu: 1) Aspek isu kepribadian berada pada kategori sedang dengan persentase 35.90% . 2) Aspek kesetaraan peran berada pada kategori sedang dengan persentase 37.18%. 3) Aspek komunikasi berada pada kategori tinggi dengan persentase 41.03%. 4) Aspek pemecahan masalah berada pada kategori tinggi dengan persentase 35.90%. 5) Aspek pengaturan keuangan berada pada kategori tinggi dengan persentase 38.46%. 6) Aspek aktivitas waktu luang berada pada kategori tinggi dengan 41.03%. 7) Aspek hubungan seksual berada pada kategori sedang dengan persentase 39.74%. 8) Aspek anak-anak dan pengasuhan berada pada kategori sedang dengan persentase 57.69%. 9) Aspek keluarga dan teman berada pada kategori sedang dengan persentase 28.21%. 10) Aspek orientasi keagamaan berada pada kategori tinggi dengan persentase 37.18%.. Berdasarkan hasil penelitian ini layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan untuk memelihara dan mempertahankan kepuasan pernikahan pada istri yang tidak bekerja yaitu layanan informasi, dan layanan konseling individual.Keywords: Kepuasan Pernikahan, Istri yang tidak bekerja.
Manajemen Waktu dan Prokrastinasi Akademik
Dayantri, Sri;
Netrawati, Netrawati
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0929cic
Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena yang dilakukan siswa ialah tidak mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, menunda mengerjakan tugas yang diberikan, mengerjakan tugas ketika sudah deadline, tidak pernah membuat daftar tugas, lebih suka bermain game daripada membuat tugas, mengumpulkan tugas disaat jam belajar habis, mengerjakan tugas disaat jam pelajaran berlangsung, catatan yang tidak lengkap, nilai siswa yang kosong akibat telat mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat manajemen waktu siswa, mendeskripsikan tingkat prokrastinasi siswa dan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara manjemen waktu dengan prokrastinasi. Metode penelitian ini digukan adalah deskriptif korelasional. Penelitian dilakukan kepada siswa SMAN 8 padang pada tahun ajaran 2023/2024. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 283 siswa dengan menggukan teknik proportional random sampling. Instrument penelitian kuesioner Manajemen Waktu dan instrument kuesioner Prokrastinasi Akademik dengan menggunakan model skala likert. Kemudian data di analisis dengan menggunakan teknik person product moment correlation. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: (1) manajemen waktu siswa pada kategori rendah (2) prokrastinasi akademik siswa pada kategori tinggi (3) terdapat hubungan negative signifikan pada kategori sedang antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik dengan koefisein -0,540. Artinya semakin tinggi manajemen waktu maka semakin rendah prokrastinasi akademik, sebaliknya semakin rendah manajemen waktu siswa maka semakin tinggi prokrastinasi akademik. Implikasi layanan bimbingan konseling yang dapat dilakukanan adalah layanan informasi, layanan penguasaan konten dan layanan bimbingan kelompok.
The Relationship between Self-Concept and Self-Adjustment in High School Students
Irfan, Witri Nengsi;
Netrawati, Netrawati
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0626cic
Self-adjustment is the process of how individuals achieve self-balance to meet needs according to their environment. One of the factors that influence self-adjustment is self-concept. This study aims to determine the relationship between self-concept and student self-adjustment at SMA Negeri 1 Guguak District. This research is a descriptive correlational research with quantitative methods. The total sample of 245 students was selected using the Simple Random Sampling technique. The instruments used were self-concept and self-adjustment questionnaires. The results showed that students at SMA Negeri 1 Guguak District had self-concept mostly in the high category with a percentage of 48.57%, and students' self-adjustment were in the high category with a percentage of 67.76%. The results of the correlation analysis show that there is a significant positive relationship between self-concept and self-adjustment of students at SMA Negeri 1 Guguak District with an r count of 0.526 with a significant level of 0.000. This means that the higher the student's self-concept, the higher the student's self-adjustment.