p-Index From 2021 - 2026
22.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Attoriolong Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Equilibrium: Jurnal Pendidikan Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Omni-Akuatika Phinisi Integration Review Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) SYARI'AH : Jurnal Ekonomi Syari'ah JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Media Mahardhika Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pelita PAUD Jurnal Basicedu International Journal of Elementary Education Jurnal Golden Age Jurnal Ilmiah Ecosystem Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science Jurnal PORKES IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) PINISI Discretion Review JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Paedagogy Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Al asma : Journal of Islamic Education Journal La Edusci Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Dharmas Education Journal (DE_Journal) Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama International Journal of Social Service and Research Journal Peqguruang: Conference Series DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Indo-MathEdu Intellectuals Journal JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Social Landscape Journal SIGn Journal of Social Science Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Government Science Studies Jurnal Basicedu Asian Journal of Management Analytics Journal of Innovation and Research in Primary Education Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa pendidikan Sosiologi Tamaddun Mamangan Social Science Journal JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education International Journal of Science and Environment Journal of Management and Administration Provision Innovative: Journal Of Social Science Research Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Education and Humanities JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Education, Vocational and Social Science Multidisciplinary Indonesian Center Journal Jurnal Cendekia Ilmiah Education Specialist Indonesian Journal of Innovation in Education Research Journal of Islamic Economics and Business Review (JIEBR) Al-Tafani: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran K.H.Abdurrahman Ambo Dalle pada Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso di Barru, 1938-1949 Muin, Mukrimah; Ridha, Rasyid; Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 19, No 1 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui biografi Anregurutta K.H.Abdurrahman Ambo Dalle,  keterlibatan K.H.Abdurrahman Ambo Dalle dalam mendirikan pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso di Barru serta dinamika Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso sebelumnya bernama MAI (Madrasah Arabiyah Al Islamiah) sejak dikembangkan oleh Anregurutta K.H.Abdurrahman Ambo Dalle. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan tehnik pengumpulan data, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anregurutta K.H.Abdurrahman Ambo Dalle  adalah sosok luar biasa lahir pada hari selasa tahun 1900 di UjungE Kecamatan Tana Sitolo, terletak 7 km sebelah utara Kota Sengkang, Ibu Kota Kabupaten Wajo. Anregurutta K.H. Abdurrahman Ambo Dalle merupakan putra tunggal dari pasangan Puang Ngati Daeng Patobo dan Puang Cendra Dewa. Anregurutta K.H. Abdurrahman Ambo Dalle pada masa kecil dikenal dengan namanya Ambo Dalle. Beliau selalu mendapatkan didikan yang baik dari orang tua terutama ibunya, sehingga telah memperlihatkan keteladanannya di tengah  masyarakat yang akan menjadi lampu di tengah-tengah  masyarakat yang terbukti dengan ilmu pengetahuannya dapat mendidirikan pesantren dan mengembangkannya di Mangkoso. Keterlibatan Anregurutta K.H. Abdurrahman Ambo Dalle untuk mencapai tujuan Darud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso dengan mengadakan/ mendirikan sekolah-sekolah, pesantren, pengajian, menyiarkan dakwah islamiah dengan jalan tablig, penertbitan buku / majalah dan media lainnya, mengamalkan ta’aun (gotong royong) dan mengadakan kerjasama dengan golongan yang menyetujui asas dan tujuan Darud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso. Adapun dinamika pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso pada tahun pertama berdirinya, santri yang belajar semata-mata menuntut pengetahuan agama dan memiliki ijazah tanda kelulusan dari pondok pesantren sendiri. Ketika itu mulailah ditambahkan pengetahuan umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu ukur, Ilmu Aljabar, Ilmu Bumi, Sejarah, Ilmu Hayat, Ilmu Falak dan Ilmu Alam. Sejalan dengan berkembangnya dunia pendidikan, keberadaan pesantren semakin dirasakan manfaatnya mengingat kemajuan tekhnologi semakin pesat dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai dan norma-norma islam. Untuk itu dibutuhkan lembaga pendidikan islam yang mampu menampung nilai-nilai budaya islam dan mempertahankannya. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian sejarah dengan tahapan kerja yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitif.
Pelabuhan Bima dalam Perdagangan Maritim Abad Ke XVII Yati, Suci; Najamuddin, Najamuddin; Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah munculnya pelabuhan Bima, untuk mengetahui bagaimanakah dinamika pelabuhan Bima dalam kegiatan perdagangan Maritim abad XVII dan dampaknya terhadap bidang ekonomi, sosial dan budaya dengan mendiskripsikan bagaimana Bima sebagai kerajaan bahari lintas pulau. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa asal usul munculnya pelabuhan Bima pada dasarnya karena letak geografisnya, yang dimana Bima pada zaman tradisional menjadi tempat singgah kapal-kapal. Pelaut atau para pedagang yang berlayar diperairan nusantara yang mencari rempah-rempah di kepulauan Maluku pasti singgah di Bima untuk mengisi pasokan atau memenuhi kebutuhan lainya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Sehingga seiring berjalanya waktu berkembang pula aktivitas lainnya yang mendukung Bima menjadi pelabuhan penting di Nusantara. Tidak hanya itu adanya pelabuhan Bima merupakan bagian dari kebutuhan Kesultanan Bima yang pada saat itu memegang peranan penting dalam perkembangan daerah Bima. Dinamika perdaganganyang terjadi di Pelabuhan Bima tidak terlepas karena adanya Angin Muson. Angin Muson Timur Laut dan Barat Laut dimanfaatkan para pedagang yang dari arah Barat untuk berlayar ke Timur maupun sebaliknya dan Angin Muson Utara dan Tenggara yang membuat para pedagang dari Makassar semakin intens di Nusa Tenggara. Komoditi yang dihasilkan seperti beras, kayu sapan, kuda maupun budak sebagai hasil utama saat itu mampu menggaet para pedagang-pedagang dari daerah lain untuk datang melakukan perniagaan. Terutama hubungan dengan para pedagang dari Gowa. Hal ini pulalah yang mendorong niat dari kompeni untuk melakukan monopoli perdagangan di Bima dengan sebuah kontrak, dan dengan adanya aktivitas maritim di pelabuhan Bima tersebut mendorong tumbuh dan berkembangnya kehidupan yang mulitkultural dari segi sosial budaya serta pengembangan kehidupan ekonomi Kesultanan Bima pada abad ke XVII M.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode historis, melalui langkah-langkah yakni (1) heuristik, penelitian ini menggunakan kajian p ustaka,(2) Kritik,(3) Interpretasi, dan (4) Historiografi.
PRODUKSI KOPRA PUTIH DALAM PANDANGAN EKONOMI ISLAM Najamuddin, Najamuddin; Fuad, Ahmad; Zalianava, Zalianava
Syari'ah Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Produksi Kopra Putih Dalam Pandangan Ekonomi Islam (Studi Kasus Pada Lembaga Pelatihan Keterampilan 8 Yan Ekhsan Kecamatan Tembilahan Kota). Dari hasil penelitian didapat bahwa Proses Kopra Putih di Lembaga Pelatihan Keterampilan 8 Yan Ekhsan dapat disimpulkan sudah sesuai dengan tahapan pembuatan Kopra Putih yang baik, namun proses penggunaan bahan sulfur/belerang masih membuat kekhawatiran dilingkungan masyarakat. Waktu kerja pembuatan Kopra Putih setiap hari sesuai dengan jumlah bahan baku yang masuk, jam kerjapun tidak ditetapkan tergantung kapan tenaga kerja mau masuk kerja jam berapa asalkan mereka siap untuk menyelesaikannya karena mereka bukan tenaga kerja tetap melainkan orang-orang yang sama-sama mau belajar, waktu pengerjaan bisa saja sampai malam hari tergantung dari bahan baku yang datang dan proses pengeringan dengan sulfur memang dilaksanakan pada malam hari. Pandangan Ekonomi Islam untuk Usaha milik Bapak Yan Ekhsan sudah menerapkan Prinsip Tauhid, Prinsip Kemanusiaan (al-insaniyyah), Prinsip Adl (Keadilan), Prinsip Kebajikan (al-maslahah), Prinsip Kebebasan (al-khuriyyah) dan Tanggung Jawab (al-mas’uliyah) karena mampu bertanggung jawab untuk individu, sosial dan pada Allah.
SOSIALISASI PEMAHAMAN SEJARAH DAN BUDAYA BAHARI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENCEMARAN LAUT PADA REMAJA Amiruddin, Amiruddin; Rifal, Rifal; Najamuddin, Najamuddin; Ahmadin, Ahmadin; Bahri, Bahri; Rahman, Abdul
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i3.2179

Abstract

Artikel ini merupakan pengabdian masyarakat yang bertujuan merekonstruksi pemahaman sejarah dan budaya bahari sebagai upaya mencegah pencemaran laut pada remaja di Pesisir Sungai Tuju-tuju, Sulawesi Selatan. Program ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, berdasarkan observasi dan wawancara di lapangan, masalah pencemaran laut menjadi persoalan utama, biota laut yang hidup di sepanjang sungai tidak dapat bertahan hidup lama atau memilih bergesar ke daerah yang jauh dari garis pantai, akibatnya mengurangi pendapatan masyarakarat yang bekerja sebagai pemancing ikan (fa’mmeng), penangkap kepiting (faddakang), dan penjala ikan (fa’jala) di sungai. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah 1) melakukan identifikasi masalah, 2) menyiapan materi sosialisasi berupa penyediaan buku sejarah dan budaya bahari mengenai pentingnya laut sebagai sumber kehidupan, 3) memberikan penjelasan kepada remaja tentang bahaya pencemaran laut, 4) menghimpun para remaja dan aparat desa untuk menyusun dan mempraktekkan dampak pencemaran lingkungan. Dengan bermitra dengan aparat desa, produk yang dihasilkan berupa pemahaman mengenai pentingnya menjaga sungai, serta pembuatan tempat sampah yang mudah diakses oleh masyarakat.
Nilai Sosial Dalam Tradisi Minu Ae Petu Pada Masyarakat Suku Lio di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende Yusuf, Nur Wahida; Najamuddin, Najamuddin; Ihsan, Andi
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i2.21521

Abstract

Nilai Sosial Tradisi Minu Ae Petu pada Masyarakat Suku Lio di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende.(Dibimbing oleh Najamuddin dan Andi Ihsan).  Penelitian ini bertujuan untuk, mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi Minu Ae Petu pada masyarakat suku Lio di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu; Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi Minu Ae Petu yaitu, nilai kebersamaan, nilai solidaritas, nilai ekonomi, nilai motivasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberi pengetahuan yang yang mendalam bagi mahasiswa, dosen, tokoh budaya, dan bagi peneliti selanjutnya agar mampu menggali secara mendalam tentang tradisi Minu Ae Petu terkhusus di Kabupaten Ende maupun daerah lainnya sebagai ciri khas dari daerah masing-masing.
Addatuang Sawitto (1942-1960) Indira, Fuji; Bosra, Mustari; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i2.22083

Abstract

The results show that the role and function of Addatuang Sawitto before independence from 1942 to 1945 was only a symbol because his role in goverment was taken over by Japan. During the reign og the Dutch East Indies, the kings in South Sulawesi, especially in the Kingdom of Sawitto, were subjected to a short agreement or Korte Veklaring. Then during the independence revolution from 1945 to 19429 Addatuang Sawitto said he was submissive and was behind the Republic of Indonesia, but after the Dutch returned to Indonesia with NICA, the power of the aristocrats or kings was returned to the interests of the Netherlands in winning the hearts of the people. Meanwhile, after the independence revolution in 1950 to 1960 after the Dutch recognized Indonesian sovereignty and the elimination of puppet states including NIT and returned to the Republic of Indonesia, the government system was changed, where the system of government of the Kingdom of Sawitto was abolished and replaced by the Pinrang Level II Region. At the time, Addatuang Sawitto had the honor to lead the Pinrang Level II Region by appointing the crown prince or heir to the throne of  the Kingdom of Sawitto. The one who was appointed as regional headwas Andi Makkulawu who was the husband of Addatuang Sawitto We Rukiyah. Thus, the reign of the Kingdom of Sawitto ended and was changed to the Pinrang Level II Region which later became the Pinrang Regency.
Sejarah Masuk dan Perkembangnya Islam di Australia Pada Abad Ke 18-20 M Syachrir, Khumaerah; Najamuddin, Najamuddin; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan awal masuknya Islam dan kondisi penduduk Muslim serta perkembangan Islam di Australia pada abad ke-18 hingga abad 20M. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah yang sifatnya deskriptif naratif dengan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan keadaan awal masuknya Islam dan proses perkembangan Islam di Australia. Dengan melalui tahap seperti heuristik, kritik sumber meliputi kritik internal dan eksternal, interpretasi dan tahap akhir yakni historiografi. Hasil analisis data yang bersumber dari buku-buku, jurnal maupun internet. Yakni Masuknya Islam ke Australia pertama kali dibawa oleh nelayan dari Sulawesi yang datang ke perairan Australia Barat, Australia Utara dan Queensland pada abad 17 M. Selanjutnya, Islam dibawa oleh penunggang unta dari Afghanistan yang didatangkan dalam ekspedisi ke padalaman Australia di abad 18 M. Kemudian, Islam dibawa oleh para Imigran dari berbagai daerah seperti Afghanistan, Malaysia, Lebanon, Turki, Bosnia, Pakistan, dan Indonesia di abad 19 dan 20 M. Kesimpulannya, Masyarakat Australia sekarang pada dasarnya adalah hasil dari proses pencampuran imigran yang memasuki Australia dalam tiga gelombang utama. Kondisi masyarakat sebagai melting pot itu tentu akan berpengaruh juga terhadap aspek kehidupan bangsa Australia. khususnya kehidupan beragama khususnya agama Islam, di mana Islam di Australia masih terbilang langka dan termasuk minoritas.
Tradisi Ma’nene di Desa Tonga’riu Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara: dari Aluk Tudolo ke Aluk Kristen, 1990-2017. Bakkarrang, Masytha; Patahuddin, Patahuddin; Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Ma’nene di Desa Tonga’riu Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara: Dari Aluk Todolo ke Aluk Kristen (1990-2017), Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar, (Dibimbing oleh Patahuddin dan Najamuddin). Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk  mengetahui tata cara pelaksanaan tradisi ma’nene berdasarkan Aluk Todolo dan Aluk Kristen di Desa Tonga’riu Kec. Sesean Sulora, Toraja Utara serta dampak pada masyarakat di Desa Tonga’riu Kec. Sesean Suloara, Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yakni: Heuristik (pengumpulan data dan sumber), kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan kritik ekstern, interpretasi atau penafsiran dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma’nene berdasarkan Aluk Todolo di sebut dengan man’ta’da artinya memohon berkat kepada nenek moyang agar dilimpahkan berkat dan dijauhkan dari malapetaka yang diawali dengan mengganti pakaian jenazah yang dipimpin oleh To’minaa. Hari selanjutnya seluruh hewan yang dikurbankan di kumpulkan untuk dipersembahkan kepada para leluhur nenek moyang. Dan diakhiri dengan mengundang arwah nenek moyang dengan cara pembacaan doa-doa dengan 80 kata-kata bahasa Toraja kuno yang dilakukan oleh Tomina. Setelah itu, arwah nenek moyang sudah dianggap datang memakan persembahan yang telah disediakan didalam tubuh Tominaa yang dengan kata lain Tominaa yang memakan persembahan itu. Adapun Tata cara pelaksanaan ma’nene berdasarkan Aluk Kristen disebut dengan ma’putu atau membungkus kembali yang diawali dengan beribadah di gereja yang dipimpin oleh pendeta.  Ritual ma’nene berdasarkan Aluk Kristen merupakan adat yang harus dilakukan pada waktu yang telah disepakati keluarga. Hewan yang dikurbankan sebagian dipersembahkan kepada nenek moyang dan sebagian dikomsumsi bagi mereka yang hadir diacara tersebut. Kegiatan ini diakhiri dengan acara ucapan syukur yang disebut massemba. Makna Ma'nene bagi Aluk Todolo dan masyarakat yang beragama Kristen memiliki kesamaan yaitu tanda kasih sayang terhadap kerabat yang meninggal. Pengaruh Ma'nene terhadap Kristen itu sesungguhnya tidak terlalu mencolok bagi masyarakat yang menganut agama Kristen, namun bagi orang Aluk Todolo itu sangat berpengaruh karena banyaknya perubahan yang terjadi dari segi tatacaranya dan aturan-aturan yang berlaku menurut Aluk Todolo.
Kerajaan Gowa dalam Proses Islamisasi di Kerajaan Bantaeng 1607-1887 Lukman, Lukman; Najamuddin, Najamuddin; Patahuddin, Patahuddin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang Kerajaan Gowa berperan aktif dalam proses Islamisasi di Kerajaan Bantaeng, upaya-upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Gowa, serta dampak Islamisasi terhadap masyarakat di Kerajaan Bantaeng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, setelah Kerajaan Gowa menerima Agama Islam maka keraajaan Gowa kemudian menjadi episentrum penyebar luasan Islam di Sulawesi Selatan, berbagai upayah pun dilakukan oleh Kerajaan Gowa untuk melakukan proses Islamisasi mulai dengan mengeluarkan Dekrit Kerajaan Gowa,  mengutus ulama bahkan jalur penaklukan pun dilakukan dalam proses Islamisasi, hadirnya Islam tentunya berdampak besar pada kehidupan masyarakat Bantaeng pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu pengumpulan data atau sumber tentang objek penelitian, kritik sumber untuk menentukan keterkaitan serta keaslian dari sumber tersebut sehingga sumber tersebut layak untuk dijadikan sebagai bahan referensi, interpretasi atau penafsiran dari hasil olahan data serta historiografi atau tahap penulisan hasil analisa dari temuan fakta sejarah.
Dinamika Kabupaten Dompu Pada Masa Pemerintahan Abubakar Ahmad Tahun (2000-2005) Azis, Abdul; Najamuddin, Najamuddin; Ahmadin, Ahmadin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i3.24392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (i) Gambaran Umum Kabupaten Dompu (ii) Proses pemilihan Bupati Dompu Tahun 2000-2005 (iii) Perkembangan Kabupaten Dompu Masa Pemerintahan Abubakar Tahun 2000-2005 (iv) Perkembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Kabupaten Dompu Tahun 2000-2005 (v). Hasil Penelitian menunjukan bahwa: DPRD Kabupaten Dompu menetapkan pemilihan Kepala Daerah dengan mengacu pada Keputusan Mendagri No. 36 Tahun 1995 pada pasal 8 dan pasal 14 ayat 1. Terjadinya perubahan dalam sistem ketatanegaraan pusat, diharapkan agar dapat terfokus dalam penyelenggaraan pemerintah daerahpun mengalami perubahan. Perubahan itu dilakukan dengan penetapan presiden (panpres No 6 tahun 1959) tentang pemerintah daerah disempumakan dengan penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang urusan rumah daerah (Otonomi) dan tugas. Struktur pemerintahan tersebut berlaku seragam di yang baru terbentuk integral termasuk Dompu. Pemerintah Kabupaten Dompu telah membangun delapan (8) puskesmas dan sembilan (9) puskesmas keliling. Puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas Kecamatan Dompu,Puskesmas Dompu Timur, Puskesmas Pajo,Puskesmas Hu,u, Puskesmas Woja, Puskesmas Kempo, Puskesmas Manggelewa, Puskesmas Kilo, dan Puskesmas Pekat, dan masing-masing menpunyai mobil Puskesmas untuk membantu pekerjaan Puskesmas Tiap -tiap kecamatan Dan rumah sakit umum ada satu dan puskesmas pembantu ada 12 serta jumlah puskesmas keliling Pada tahun 2001-2005. Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten dompu sangat meningkat,
Co-Authors - Sapriya A Sakka, Abdul Rahman A. Octamaya Tenri Awaru A. Sakka, Abdul Rahman AA Sudharmawan, AA Abd Rahman Abdul Azis Abdul Latif Abdul Motalib Angkotasan Abdul Rahim Abdul Rahman Abdul Rahman Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abjan Ibrahim, Abjan Abubakar, Salim Achmad, M Djanib Achmad, M. Djanib Achmad, M. Janib Achmad, Muhammad Djanib Achmar Mallawa Agus, Andi Agus, Andi. Aco Agustina, Rabiatun Adawiyah Ahmad Fuad Ahmad Jamalong, Ahmad Ahmad Yamin Ahmad, Khamsiah Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ainun Jariyah Akbar, Aidul Akhyar Muchtar, Akhyar Al Haris All, Muh. Akhyar Al Islami, Achmad Idrus Alam, Luktfy Aldi, M Alfiah JS, Nur ALFIAN DAHRUN, ALFIAN Alhieza, Nur Alifka Alya Zhafirah Alimin Alwi Alisa, Nur Alvira, Evi Alwi, Khairunnisa Amar, Muh Amar, Muh. Amaruddin, Amaruddin Amir, Dwita Aprilla Amiruddin Amiruddin Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi Amirullah -, Amirullah Ananta , Erwin Anastasya, Endang Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Ihsan Andi Ima Kesuma Andi Kasmawati Anjasmira, Evi Irdawanti Anwar Ramli Aprisal, Wahyu Arham, Mutmainnah Arifin, Jamaluddin Arifin, M Zulham Ariska, Jumriati Arlin Adam, Arlin Armin, Ahmad Arnold Kabangnga Arsyad, Ernawati Ashari Ashari Ashari, Siti Nurjannah Asman, Nur Rezky Asmunandar, Asmunandar Astuti, Dinar Aswan Aswan Aulia, Aulia Awaru, A. Octamaya Tenri Awaru Awaru, Andi Octamaya Tenri Azhaq, Muhammad Hud Baddu, S Baddu, Sartini Bahri bahri Bahri*, Bahri Bahri, Sarmila Bahtiar Bahtiar Bahtiar, Nur Lita Baiq Shofa Ilhami Bakhtiar Bakhtiar Bakkarrang, Masytha Basaria, Basaria Basri Bado, Basri Beginer Subhan Belo, Cecilio Alves da Costa Bosra, Mustari Bustan Bustan Chalid Imran Musa Darman Manda Manda Darmiyati Muksin Dewi Astuti Dewi Lestari Dheafati, A.Tri Arwina Didik Daniyantara Dietriech Geoffrey Bengen Dina, Syafrina Dinda, La Ode Dondy Arafat Edwarsyah Edwarsyah, Edwarsyah Elfira Elfira, Elfira Eni Rosnija Fachry Abda El Rahman Fadel, Ariyati H. Fadila, Nabilatul Fajar, A. Malik Fathuddin Fathuddin, Fathuddin Fatwa, Magfirah Eka Firdaus Firdaus Firdaus, Muhammad Aryan FIRMAN UMAR, FIRMAN Fitri, Eliatun Fitriana, Iin Mahlia Fitriani A, Nur Fitriani Fitriani Hadad, M. Said Al Haedar, Muh. Hajar, M. Abduh Ibnu Hajar, Nurfahmi Halfiah, Halfiah Halim, Muhammad Hamka Hamdan Hamdan Hamka Hamka, Hamka Hanafi, Nurharsyah Khaer Hapzi Ali Hariadi Hariadi Haripuddin . Haris , Hasnawi Hary Septianwari Hasbullah Hasbullah HASNAWI HARIS, HASNAWI Hasnawi, Hasnawi Haris Hasni Hasni Hasruddin Hayadin Hayadin, Hayadin HERI TAHIR Heri, Ririn Nurfaathyrani Heriansah, Heriansah Hidayat, Irwan Hidayaturrahman, Hidayaturrahman Husnul Laili, Husnul Hutamy, Ericha Tiara I Wayan Nurjaya Ibrahim , Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idrus, Idham Irwansyah Iftitah, Iftitah Ihda, Hijriani Ikbal Marus, Ikbal Ilham, Ahmad Ilyas, Sitti Nurhidayah Imam Suyitno Imam, Imam Suyitno Inanna, Inanna Inayah Inayah Indira, Fuji Indra, Arjuna Indrawan Aidina, Andrew Insani, Nabila Nurul Irmalita Tahir, Irmalita Irmayanti , Irmayanti Ishak, Wahyudi Iskandar Iskandar Ismail, Firdaut Jalil, Abd Rasyid Jayadi, Karta Jayawarsa, A.A. Ketut Jumadi Jumadi Junaedy Junaedy Junaidi Junaidi Juwita, Rahmi K, Fitriani. Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu Andi Kamarudin Kamarudin KAMRIAH NANGGA, KAMRIAH Karman, Amirul Karno Dinata, Karno Kasim, Eman Wahyudi Khaeruddin Khaeruddin Khatimah, Andi Weyana Nurul KHUSNUL YAQIN Koli, Yulenni Bandora Kotta, Raismin Kumala, Andi Lalu Usman Ali Larasati, Deswita Liku, James. E.A Lisdawati Lisdawati Lukman Lukman Lukman, Cici Nurmawaddah M. Faqih M. Farid Samawi, M. Farid M. Rasyid Ridha Maemunah Maemunah Magno, Marito Mahfud Palo Majdina, Richlah Nur Makmur Makmur Malihu, La Mansur, Nuraeni Mappangile , Andi Surraya Mardiana, Ainun Marimba, Andi Assir Marwan Marwan Masdayanti, Masdayanti Massuanna, M. Watif MASTORY, BAGUS Mastun, Mastun Meidiana Wahda, Aulya Mina Holilah, Mina Mizati, Kholisatul Husna Mohammad Alwi Ashari Muannif Ridwan Muchlis Muchlis Muh Rasyid Ridha Muhammad Agus Muljanto Muhammad Azis Muhammad Fajar Muhammad Nur Muhammad Rakib Muhammad Syukur Muhlis Muhlis Muin, Mukrimah Mukminati, Mukminati Mukti Zainuddin Muktiyanto, Ali Multazam, Riana Mustakim Mustakim Mustari Mustari Mustaring Mustaring Mutijima, Pacifique Mutmainnah Mutmainnah Mutmainnah, Asri Ainun Nana Supriatna Nangga, Amirah Nasiruddin, Fadly Nasruddin Nasruddin Natalia, Devitri Natasya, Rukma Nebuchadnezzar Akbar Nelwan, Alfa F P NEVIATY PUTRI ZAMANI Nezha Pangarungan Nirfayanti, Nirfayanti Nugraha, Fikri Nur Fajri, Muhammad Nur Intan, Nur Nur Wahida Yusuf Nurdiansah, Doni Nurfauziah Kasmin Nurhidayanti, Nurhidayanti nurikhsan, muh Nurlailah Nurlailah, Nurlailah Nursida, Nur Fajriani Nursidi, Nursidi Nursyahran, Nursyahran Nurul Fajri NURUL HAYATI Nurul Mutmainnah, Nurul Nurwapika, Nurwapika Nurwira, Nurwira Nuryadin, AM. Alfauzan Nyoman M N Natih Octamaya Tenri Awaru, A. Okarniatif, Andi Almadani Marennu Padli, Feri Padli, Sul Paembonan, Rustam E Paluphi, Raut Wahyuning Paramitha, Dyan Patahuddin Patahuuddin Prahastini, Sinta Puspandini, Mega Putri, Nurchumairah Rabihatun Adawiyah Raden, Muhammad Sahlan R Rahim, Abd Rahimah, Insaniah Rahman Rahman Rahmania, St. Rahmat Zulfikar Hamid Rahmawati, St. Ramadani, Andi Nur Ramadani, Zuhud Ramdhani, Zuhut Ramili, Yunita Ramli, Sapriani Randan, Gracela Hera Rasul, Muh. Rasyid Ridha Rasyid Ridha, Rasyid Ridha Rene Charles Kepel, Rene Charles Reskiawan, Muh Miftahul Nurul Rettang, Lidia Riang Tati, Andi Dewi Rifal, Rifal Rifal, Rifal Rifa’I, Ahmad Rifdan . Rina Noviana, Rina Rina Rina Riri Amandaria Riyadi Subur, Riyadi Rizki Ananda Rizki, Sari Rohyana Fitriani Romansyah Sahabuddin Ronaldi, Ronaldi Ropu, Muh. Homsur Homang Ros, Rosmiati Anas Rosidi, Ahyar Rovina Ruslami, Rovina Ruhana, Siti Ruhushandy, Ichwan Erlangga Rumpa, Arham Rusdi Rusdi Rusdi, Widya Anugrah Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Ruzadi, Andi Syahreza Nugrawan Safira, Nur Hikma Sahabuddin, Rohmansyah Sahrip Sahrip, Sahrip Said Kelana Asnawi Saifuddin Saifuddin Sakka, Abdul Rahma A Salata, Sri Astuti Salvador, Mateus Santoso, Andri Sari, Futri Sari, Rara Noviana Sastia, Thesa Nur Satriani, Nur Selvi Marcellia Serosero, Rugaya H Setiamin, Asnah Sholihah, Zurriyatun Siahaan, Kevin William Andri Simon I Patty sinaga, samuel juliardi Sintawati Sintawati, Sintawati Siolimbona, Abdul Ajiz Sirajuddin Saleh Siti Mariana Soares, Domingos Solissa, Welly Ervina Solly Aryza sriwahyuni Sriwahyuni Sugeng Santoso Suhaeb, Firdaus W Suhaeb, Firdaus W. Suhelmi, Suhelmi SUHIRMAN SUHIRMAN Sukardi Sukardi Sukmawati Sukmawati Sukron Makmun Sulaiman, Sofyan SULFIANA, SULFIANA Sulmiah, Sulmiah Sunarti Suparman Suparman Supatmaningsih, Tuti Surahman Surahman Suryansah SUSANTI, NOVRIANI Susy Herwaty Suyikno, Imam Suyitno, Iman Syachrir, Khumaerah Syahnul Sardi Titaheluw Syam, A Fitria Syam, A. Fitria Syamsidah, Syamsidah Syamsu A. Kamaruddin Syamsuridhawati, Syamsuridhawati Syarifah Aini Syukurman, Syukurman T, Riska Taeran, Imran Tahir, Ali Tamrin, Sopian Thamrin Tahir Tiatahulhusna, Sofa Torro, Supriadi Tuti Supatminingsih Usman, Alwi Usra Utami Wulansari, Sri Veithzal Rivai Zainal w Suhaeb, Firdaus Wahab, Iswandi Wahidah, Lailatul Wahyudi Gani, Andika Waluyo Waluyo Warham, Syahrul Syahrir Wibowo, Eko S Widhi, Raut Nugrahening Widia Yunita, Widia Wulandari, Astria Yadi, Sahrul Yani, Lisa Yantahin, Muliaty YANTI, HERA Yati, Suci Yuliana Yuliana Yulisatri, Nur Adiyah Yuniar Yuniar Yuyun Abubakar Zalianava, Zalianava Zuhut Ramdani Zulham Apandy Harahap Zulhan A Harahap, Zulhan A Zulhan Arifin Harahap Zumaro, Jannati