Articles
Tren Kecemasan Ibu terhadap Perilaku Seks Bebas Remaja: Pendekatan Studi Kasus
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i1.781
Pendahuluah: Segala perubahan yang dialami remaja membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orang tua. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Kecemasan orang tua ditunjukkan melalui sikap yang melarang anaknya bergaul bersama teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu terhadap perilaku seks bebas pada remaja di Desa Urek-Urek RW 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Metode: Desain penelitan yang digunakan adalah deskritif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak remaja di Desa Urek-Urek RW 04 Kabupaten Malang sebanyak 320 orang. Sampel sebanyak 139 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat kecemasan ibu terhadap perilaku seks bebas pada remaja. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner DASS 21. Tempat penelitian di Desa Urek-Urek RW 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal tanggal tanggal 13- 21 Februari 2023. Analisa Data menggunakan univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat kecemasan ibu terhadap perilaku seks bebas pada remaja di Desa Urek-Urek RW 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang sebagain besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 75 orang (54%), hampir setengah responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 55 orang (40%), sebagian kecil repsponden mengalami kecemasan berat sebanyak 6 orang (4%) dan sebagian kecil repsponden tidak ada kecemasan sebanyak 3 orang (2%). Hal ini dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan dan anak yang memilki pacar. Kesimpulan: Diharapkan orang tua mencari informasi tentang cara mengelola kecemasan dalam menghadapi pergaulan remaja agar orang tua tidak mengalami kecemasan berlebihan.
Tinjauan Masalah Kecemasan: Studi pada Lansia dengan Insomnia
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i1.782
Pendahuluah: Lansia sangat rentan terhadap gangguan pola tidur (insomnia). Gangguan tidur dan kekurangan tidur dapat merangsang kesulitan emosional yang dapat meningkatkan keadaan stres dan kecemasan secara subjektif serta meningkatkan reaksi simpatetik terhadap stimulus yang tidak menyenangkan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami insomnia di Dusun Gampingan Rw 07 Wonokerto Kecamatan Bantur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi nya adalah seluruh lansia di Desa Gampingan Rw 07 Wonokerto sejumlah 75 orang. Sampel penelitian sejumlah 40 responden yang didapatkan dengan purposive sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner HARS. Penelitian dilakukan pada 1 – 10 Mei 2023. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebagian besar lansia yang insomnia mengalami mengalami cemas berat 19 responden (47.55%), hampir setengahnya mengalami kecemasan sedang 13 responden (32.5%) ,sebagian kecil mengalami kecemasan ringan 5 responden (12.5%), dan sebagian kecil tidak ada kecemasan 3 responden (7.5%). Faktor yang mempengaruhi kecemasan pada lansia adalah umur, jenis kelamin, riwayat pendidikan, pekerjaan, dan mengonsumsi kafein. Kesimpulan: Penting untuk memahami penyebab insomnia pada lansia. Kecemasan dapat menjadi akibat insomnia yang berkepanjangan. Lansia yang mengalami insomnia dan kecemasan juga dapat mempertimbangkan perubahan gaya hidup sehat, seperti menghindari kafein sebelum tidur, berolahraga secara teratur, dan menjaga pola hidup sehat.
Peran Ayah dengan Status Gizi pada Anak Balita Usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i1.795
Pendahuluan: Status gizi anak usia 4-5tahun harus diperhatikan oleh Orang tua khususnya Ayah, peran Ayah sangat penting untuk membantu menentukan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran ayah dengan status gizi pada anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak Bina Insani Jombang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ayah yang mempunyai anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak Kanak Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang yang berjumlah 26 orang dan dengan jumlah sampel 21 orang dengan teknik pengambilan sampel sample random sampling. Variabel independen adalah peran ayah dan variable dependen status gizi anak usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan timbangan berat badan. Pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating dan analisa data menggunakan uji ranks spearman dengan alpha 0,05. Hasil: hampir setengah dari responden memiliki peran ayah baik sejumlah 9 orang (42,9%). Hampir setengahnya anak berstatus gizi normal sejumlah 9 anak (42,9%). Hasil uji rank spearman didapatkan nilai p=0,000< nilai a=0,05 artinya H1 diterima. Kesimpulan: Ada hubungan peran ayah dengan status gizi pada anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak Bina Insani desa Candimulyo Kecamatan Jimbang Kabupaten Jombang. Dengan penelitian ini diharapkan ayah terlibat dalam pengasuhan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dalam masa tumbuh kembangnya.
Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi S1 Kebidanan
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i1.826
Pendahuluah: kebanyakan wanita mengalami sejumlah perubahan dalam pola menstruasi selama masa reproduksi. Menstruasi tidak teratur disebabkan oleh hal-hal yang terkait dengan gaya hidup atau masalah kesehatan salah satunya adalah peningkatan stress. Stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi Wanita. Metode: penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain cross sectional dengan sampel mahasiswa S1 kebidanan berjumlah 60. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dan uji yang digunakan ialah rank spearman. Instrument yang digunakan menggunakan DASS dan kuesioner siklus menstruasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan tingkat stress sedang sebanyak 27 responden (45,0%) dan siklus menstruasi polimenorhea sebanyak 31 responden (51,7%). hasil analisis uji rank spearman Test dengan menggunakan SPSS 16 for windows, diperoleh nilai ρ-value 0,00 < 0,05. Artinya ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi Kemudian dibandingkan dengan tabel interpretasi data dengan nilai 0,546 maka dapat diketahui bahwa keeratan hubungannya kategori kuat. Arah korelasinya positif yang artinya hubungan keduanya searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat stres maka siklus menstruasinya terganggu pada kategori polimenorhea Kesimpulan: kita harus memberikan pendidikan tentang manajemen stres sehingga mahasiswa mempunyai siklus menstruasi yang normal.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Balita: Literatur Review
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i1.837
Pendahuluah: Era globalisasi menbuat gadget menjadi salah satu jenis teknologi yang cukup familiar penggunaannya tidak hanya pada orang dewasa namun juga pada anak usia balita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 95,8 persen anak di bawah usia dua tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang melambat akibat menghabiskan waktu berlebihan bermain gadget. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak usia balita. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature review. Kriteria artikel yang digunakan dalam studi literature review ini diantaranya artikel dengan tema pengaruh penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak usia balita, rentang waktu terbit 5 tahun terakhir, original research, dan full text. Strategi pencarian artikel dilakukan melalui database Proquest, research gate, dan willey online library dengan menggunakan kata kunci effect and gadget and toddler and growing development atau dampak dan gadget dan balita and tumbuh kembang. Hasil: Hasil review melibatkan 9 artikel yang melewati proses seleksi ketat. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak usia balita memiliki dampak positif dan negatif terhadap tumbuh kembang anak usia balita, dibuktikan dengan adanya 1 artikel yang menyatakan bahwa gadget juga memiliki dampak positif terhadap tumbuh kembang yaitu memudahkan dalam mengumpulkan kosa kata baru baik dalam bahasa indonesia maupun dalam bahasa asing, sedangkan 8 artikel menyatakan bahwa gadget ketika sudah menyebabkan kecanduan pada balita akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang berupa gangguan pada perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional, perkembangan motorik, dan perkembangan kognitif. Kesimpulan: Orang tua diharapkan dapat mengambil sikap bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi terutama keputusan mengenalkan gadget pada anak. Jika memang terpaksa Orang tua atau pengasuh memberikan gadget pada anak usia balita maka harus memperhatikan durasi penggunaan serta konten yang diberikan sesuai dengan usia anak dan bersifat edukatif.
MEMPERKUAT MUTU PROFESI GURU MELALUI ORGANISASI PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI)
;
Christin Nur Aini;
Lailatul Mukarromah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.945
Tantangan guru pada saat ini adalah perkembangan zaman. Sehingga guru perlumengembangkan mutu sesuai dengan perkembangan zaman. Mutu profesi seorang gurusangatlah penting dalam dunia Pendidikan. Karena dengan adanya guru yang mumpuni danberkualitas siswa bisa mengembangkan diri secara optimal. Sehingga peningkatan mutu profesiguru dianggap sangat penting. Apalagi dengan adanya tugas utama seorang guru adalahmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik.Mutuseorang guru sangat berkaitan dengan profesionalisme guru. Guru harus bisa menjadi fasilitatoragar peserta didik mampu berpikir kreatif dan kritis. Selain itu, guru juga harus bisa menjadikatalisator untuk mendorong peserta didik mencapai minat dan kemampuan yang dimiliki.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (LibraryResearch), yaitu mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal daribuku, jurnal, dan literatul lain yang layak untuk dijadikan sumber penelitian. Sehingga dengan adanya artikel ini bertujuan untuk menjadikan organisasi PGRI sebagai cara untuk memperkuatmutu profesi guru di Indonesia.
Development of Children's Moral Intelligence According to al-Ghozali
Izza, Yogi Prana;
Azmi, Ahmad Rifqi;
Fauzi, Mohammed Suhaimi Mohamed
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 8 No 2 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation collab with Letiges
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35723/ajie.v8i2.555
This research aims to explain the moral development of children according to al-Ghozali. Al-Ghozali as a Muslim philosopher has his views. This research is vital because child delinquency that is currently occurring, such as committing abuse and murder, can be categorized as a criminal act. One of the causes of delinquency is the weak distinction between goodness (al-khair) and evil (al-syar) as a fundamental moral principle. This research uses a qualitative approach with the type of library research. The data consists of the writings of al-Ghozali as the figure studied, books that study al-Ghozali's moral thinking, and scientific journals that discuss moral intelligence. The collected data was then analyzed using the content analysis method. The research results explain that motivation for intelligent morals is based on the spirit of religion, namely happiness in this world and the hereafter, and the measure of good and evil is not only the mind and heart but also the Shari'a. All children have the potential to be morally intelligent with the determining factors being education and family, not genetics. There are four virtues (fadhilah) which are the main aspects in developing children's intelligence through the concept of a "middle way" between excessive badness (al-ifrath) and negligence (tafrith), namely: al-hikmah (hikmah), as-syaja'ah (courage), al-iffah (self-preservation), and al-adl (justice). This research is limited to the moral aspects of child development. This research strengthens the concept of moral intelligence in children, which al-Ghazali has discussed, and provides differences in the idea put forward by al-Ghozali and Western thinkers.
Ibnu Khaldun's Constructivism in Islamic Religious Education: Case Study at the FAI Masters at Singaperbangsa University Karawang
Ferianto, Ferianto;
Makbul, M;
Firmansyah, Firmansyah
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 8 No 2 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35723/ajie.v8i2.557
Ibn Khaldun's works, such as al-Muqaddimah, contain elements that can be linked to the principles of constructivism. In Islamic education, constructivism can be interpreted as an approach that values students' active role in constructing their knowledge. This research aims to analyze Ibn Khaldun's constructivist thinking in the context of Islamic religious education. This research uses a qualitative approach with a case study type, focusing on a particular case to be observed and analyzed carefully until complete. The data source this time was carried out at Singaperbangsa University Karawang in the Islamic Education Masters study program. Data collection using interviews, observation and documentation techniques. The data analysis technique follows the Miles and Huberman analysis flow, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The research results show that according to Ibnu Khaldun, constructivism in education can be carried out through social relationships in building (constructing) students' understanding. By providing freedom in determining lecture contracts, determining groups in building an understanding of the material to be presented, and determining references or referents based on case studies for problem-solving, educators provide space and time for discussion. So that students can reflect on their experiences and build an understanding of the world in which they live. This research is limited to the thoughts of figures from an Islamic education perspective. The findings of this research are relevant to Ibn Khaldun's constructivist thinking, which states that building a person's understanding can be done through social interaction with the environment and people around him.
Pengembangan Buku Pedoman Praktek Kerja Lapangan (PKL) Untuk Mahasiswa
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/JPI.021.01
The development research is aimed to result a print media of guidebook practice of fieldwork for student in Majoring of Educational Technology. This guidebook can be used to facilitate the student who will implement fieldwork. In developing the guidebook, developers use the model product development presented by Rowntree through three rounds of the main planning; preparation of writing; writing and editing. Evaluation on research development it uses approach formative evaluation modified, consisting of experts review (expert matter and media experts) and field test. The evaluation involving one matter, one media experts and 22 users. Based on process and procedures in developing guidebooks, as well as the trial that has been carried out can be expressed that the guidebook has good quality and can be used to facilitate student Majoring of Educational Technology State University of Jakarta in terms of the fulfillment of information on fieldwork practice.
KEPEMIMPINAN KIAI PESANTREN DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PARA TOKOH
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kiai dalam ranah kepemimpinan khususnya di kalangan pesantren merupakan aktor utama. Dengan posisinya itu, kiai memungkinkan tampil dalam beraneka peran: perintis pesantren, pengasuh, dan yang menentukan mekanisme belajar dan kurikulum serta mewarnai pesantren dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan keahlian dan kecenderungan yang dimilikinya. Karena itu, karakteristik pesantren dalam banyak hal dapat deperhatikan melalui profil kiainya. Kiai ahli Fikih akan mempengaruhi pesantrennya dengan kajian Fikih, kiai ahli ilmu ”alat” juga mengupayakan santri dipesantrennya untuk mendalami ilmu ”alat”, begitu pula dengan keahlian lainnya juga mempengaruhi idealisme fokus kajian di pesantren yang diasuhnya. Tulisan ini berusaha mengeksplorasi peran-peran kiai khususnya dalam menyikapi perubahan sosial masyarakat.