p-Index From 2021 - 2026
11.732
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering HAYATI Journal of Biosciences ACTA VETERINARIA INDONESIANA Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Rekayasa Proses Jurnal Ilmu Pertanian Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems Cakrawala Pendidikan Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Natural Science: Journal of Science and Technology E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) MEDIA MATRASAIN Jurnal Ekonomi BERKALA FISIKA Sosiohumaniora Journal of English Language Teaching English Language and Literature Konselor Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Hexagone Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Gizi, Kesehatan Reproduksi dan Epidemiologi JURNAL ITENAS REKARUPA Publikasi Pendidikan JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA Jurnal Ekonomi : Journal of Economic Interaksi Online Journal of Oceanography Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) BAPALA Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Jurnal Manajemen Bisnis BUNGAMPUTI Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Intuisi Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Jurnal Penelitian Hasil Hutan Al-Ulum JUIMA : Jurnal Ilmu Manajemen Jurnal Media Wahana Ekonomika At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi Fokus Bisnis Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal e-Komunikasi Lexicon Rekayasa Mesin Jurnal Dinamika Hukum JURNAL MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN (JMMP) Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Jurnal NERS Analisa Ecogreen KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Jurnal Sistem dan Informatika Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Jurnal Media Hukum Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Forum Geografi Annual Research Seminar Jurnal Litbang Industri Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) International Conference on Coastal and Delta Areas JEA17: Jurnal Ekonomi Akuntansi ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra Journal of English Literacy Education Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Fountain of Informatics Journal Sriwijaya University Learning and Education International Conference Accounting Analysis Journal Geo-Image Journal The Journal of Educational Development Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Perempuan Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Jurnal RAK (Riset Akuntansi Keuangan) As-syifaa Jurnal Farmasi Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam JIEET (Journal of Information Engineering and Educational Technology) Jurnal Office al-Uqud : Journal of Islamic Economics Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Notarius DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Jurnal Kebidanan Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Manajer Pendidikan: Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Window of Health : Jurnal Kesehatan Indonesian Journal of Cardiology Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) Theorems (The Original Research of Mathematics) SENTRALISASI Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurnal DISPROTEK Jurnal Kesehatan Prima Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Surya Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Klinikal Sains (Jurnal Analis Kesehatan) Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic International Journal of Social Science and Business JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Jurnal Peternakan Nusantara Islaminomics: Journal of Islamic Economics, Business and Finance Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA JUTEKIN (Jurnal Manajemen Informatika) SCIENTIA JOURNAL JURNAL MERCATORIA Unes Law Review Jurnal Mandiri Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Jurnal Hidrosfir Indonesia Pontianak Nutrition Journal (PNJ) PubBis : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) Jurnal Perempuan GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JFIOnline Performance Jurnal Penelitian Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Antivirus : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Teologi Berita Hidup Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS INDONESIA Atrium Pendidikan Biologi International Journal for Educational and Vocational Studies Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Al-Mursalah Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Yavana Bhasha : Journal of English Language Education Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Sylva Indonesiana Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Syntax Idea PERSPEKTIF Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Competitive Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Legalitas: Jurnal Hukum Indonesian Journal of Tropical Aquatic Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Maritim Jurnal Fisika dan Terapannya Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN Maspul Journal of Community Empowerment JURNAL ILMIAH MAKSITEK Jurnal Akuntansi dan Keuangan Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS) Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURMA : Jurnal Program Mahasiswa Kreatif Heart Science Journal Jurnal Agrotropika JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains) Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Jurnal TIKOMSIN (Teknologi Informasi dan Komunikasi Sinar Nusantara) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Surya Masyarakat Jurnal At-Taghyir : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Jurnal Komunitas Yustisia Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan EPSILON Jurnal Pendidikan Matematika Nursing Sciences Journal Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Albariq: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Wood Research Journal : Journal of Indonesian Wood Research Society Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang DEDIKASI PKM Report of Biological Education Wood Research Journal : Journal of Indonesian Wood Research Society KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL TEKNIK PATRA AKADEMIKA Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Journal Software, Hardware and Information Technology Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Technologic Indonesian Journal of International Law Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Indonesian Journal of Networking and Security - IJNS Jurnal Jalasena Jurnal Penyuluhan Pertanian Cermin Dunia Kedokteran Atthufulah : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Inovasi Fisika Indonesia (IFI) Jurnal Akuntansi dan Keuangan Jurnal Litbang Industri KINDAI : Kumpulan Informasi dan Artikel Ilmiah Manajamen dan Akuntansi Jurnal Penelitian Agama Jurnal Airaha
Claim Missing Document
Check
Articles

Interpretasi Khalayak terhadap Berita Konflik Papua di Televisi Bayu Ardyantara; Muchamad Yulianto; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.961 KB)

Abstract

Sumary PenelitanInterpretasi Khalayak terhadap Berita Konflik Papuadi Televisi1. PendahuluanBeberapa waktu terjadi pemogokan hampir dua bulan lamanya, berbagaikerusuhan di Puncak Mulia , jalur Freeport-di blokir,penembakan di Abepura,kekerasan dalam Kongres Rakyat Papua ke 3 , penembakan terhadap Kapolsek Mulia,serta sekarang terjadi lagi kasus serupa di Bandara Mulia.Sekelompok orang tidakdikenal menembaki pesawat Trigana yang menewaskan penumpangnya, serta melukailainnya. Penganiayaan orang tak dikenal terhadap aparat juga terjadi lagi di Sentaniyang menewaskan salah satu anggota kepolisian Polres Keerom. Anehnya lagiberbagai penembakan tersebut sampai sekarang belum bisa diungkapkan siapapelakunya yang berada di balik penembakan tersebut.Fakta merupakan dinamika yang lahir melalui interaksi antar manusia. Seringjurnalis merasa hanya berkepentingan untuk menangkap interaksi ini tanpa perlumempersoalkan kualitas dari interaksi tersebut. Karenanya pada sisi lain kemudianmuncul dorongan untuk mengajak jumalis menumbuhkan penghayatan atas posisiperson yang diceritakan.Realitas konflik menjadi sangat dilematis bagi media. Hukum pasar yangbertumpu pada diktum never ending circuit of capital accumulation mendorong mediauntuk menyajikan informasi semenarik dan sedramatis mungkin. Meskipun jarangsekali diakui, bahkan selalu disangkal, ramuannya cukup jelas: bad news is goodnews. Ramuan inilah yang menyebabkan realitas konflik (perang, pertikaian politik,kerusuhan, tawuran, demonstrasi yang anarkhis, dst) selalu menjadi primadonapemberitaan. “Konflik adalah oase yang tak pernah kering bagi kerja-kerjajurnalistik,” begitu kata George Wangtang. Konflik selalu menyajikan sensasi dandaya magnetik yang besar bagi publik. Liputan konflik dapat secara signifikanmenaikkan oplah, rating, hit,everage sebuah media.Pemberitaan konflik yang terjadi dipapua yang terakhir kali yaitu mengenaipembunuhan aparat keamanan yang berdinas di Polresta oleh sekelompok orang takdikenal dan penembakan kapolsek Muliya di bandara serta penembakan pesawatkomersil di daerah wamena.pembeitaan tersebut menimbulkan berbagai persepsi dibenak khalayak. Pemberitaan mengenai konflik Papua oleh media massa dapatmenimbulkan berbagai prasangka dalam benak khalayak yang diterpa ataupunmenyaksikan pemberitaan tersebut.Prasangka sosial (Manstead dan Hewstone, 1996) didefinisikan sebagai suatukeadaan yang berkaitan dengan sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan. Yaitu, ekspresiperasaan negatif, penunjukkan sikap bermusuhan atau perilaku diskriminatif terhadapanggota kelompok lain. Beberapa kasus tertentu yang berhubungan dengan rasismejuga dianggap sebagai prasangka. Prasangka sosial yang pada mulanya hanyamerupakan sikap-sikap perasaan negatif itu, lambat-laun menyatakan dirinya dalamtindakan-tindakan yang diskriminatif terhadap orang-orang yang termasuk golonganyang diprasangkai itu, tanpa terdapat alasan-alasan yang objektif pada pribadi orangyang dikenakan tindakan-tindakan diskriminatif.Pengalaman kebudayaan Amerika, yang dianggap sebagai kampiundemokrasi, juga tidak terlepas dari prasangka dan stereotipe sosial. Publikasipenelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association (Dovidio et. al,2002) menjelaskan bahwa di abad global-modern ini saja masih terdapat bias persepsipada diri orang kulit putih dalam perilaku verbal terhadap orang Negro. Orang-orangkulit putih ternyata lebih ramah dan bersahabat terhadap kalangan mereka sendiri.Hochschild (Dovidio et. al, 2002) menjelaskan bahwa perilaku orang-orang kulit putihyang kadang-kadang berbeda dan kontradiktoris terhadap orang kulit hitam dalaminteraksi antar-ras dapat memberikan kontribusi iklim yang miskomunikatif,mispersepsi, dan ketidakpercayaan di Amerika Serikat. Bahkan menurut Anderson(Dovidio et al, 2002) mayoritas orang kulit hitam di Amerika dewasa ini memilikiketidakpercayaan yang sangat besar terhadap polisi dan sistem hukum, terutamaketidakpercayaan terhadap orang-orang kulit putih.Kekerasan yang dibahas dalam pemberitaan konflik seputar Papua tidak lagisemata-mata untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai konflik yangterjadi di tanah Papua. Namun, kekerasan tersebut sudah masuk ke bisnis industrimedia yang mengikuti selera pasar yang tertarik pada berita-berita dengan unsurkekerasan didalamnya. Melihat fenomena di atas, penulis tertarik untuk menelitibagaimana interpretasi khalayak terhadap masyarakat Papua setelah menyaksikanpemberitaan mengenai konflik yang terjadi di Papua.2. Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interpretasi khalayakmengenai pemberitaan konflik Papua yang disajikan oleh televisi.3. Landasan TeoriDalam analisis resepsi disebutkan bahwa khalayak akan menginterpretasikanteks berita sesuai dengan latar belakang sosial, budaya, dan pengalaman subjektifyang dimiliki masing-masing khalayak. Perbedaan latar belakang membuatinterpretasi terhadap isi berita menjadi berbeda-beda. Berita di media massa,diinterpretasi oleh khalayak dengan dipengaruhi tiga kondisi antara lain :a) BudayaInformasi yang disampaikan komunikator melalui media massa akan diberi arti yangberbeda-beda yang sesuai dengan latar belakang budaya khalyak.b) PsikologiPesan komunikasi massa yang disampaikan media massa akan diberi arti sesuaiframe of reference (ruang lingkup pandangan) dan field of experience (ruang lingkuppengalaman) khalayak.c) FisikKondisi fisik khalayak baik internal maupun eksternal akan mempengaruhikhalayak dalam mempersepsi esan komunikasi massa melalui media massa. Kondisifisik internal dimaksudkan sebagai keadaan kesehatan seseorang. Jika komunikandalam keadaan tidak sehat, ia akan mengabaikan pesan apapun walaupun pesantertentu biasanya sangat menarik minatnya. Kondisi fisik eksternal dimaksudkankeadaan lingkungan disekitar khalayak ketika ia menerima pesan dari media massa.Misalnya khalayak merasa tidak nyaman ketika membaca surat kabar didalamkendaraan umum ketika berjalan. Atau khalayak merasa nyaman ketika menontontelevisi pada sorehari sambil meminum teh hangat (Winarni, 2003:18).Selain faktor latar belakang budaya, sosial, pendidikan, pengetahuan,yangdapat mempengaruhi interpretasi khalayak pada berita-berita dimedia massa,interpretative communities juga memberi pengaruh terhadap interpretasi khalayak.Stanley Fish (dalam Littlejhon, 1999 : 209) menyatakan bahwa pembaca bagian dariinterpretative communities, akan membangun pemaknaannya terhadap realita darihasil interaksi kelompoknya dan akan digunakannya saat membaca teks berita dimedia. Jadi bagaimana khalayak memaknai teks media, akan tergantung juga olehinterpretative communities dari pembaca itu sendiri.Untuk itu, Stuart Hall (dalam Baran dan Dennis K. Davis, 2000:262),membagi tiga tipe utama pemaknaan atau pembacaan khalayak terhadap teks media(dominant reading, negotiated meaning, oppositional decoding) :• Dominant readingKetika khalayak memaknai isi media sesuai dengan yang dimaksud oleh pembuatpesan atau media. Jika seseorang melakukan pemaknaan sesuai dengan maknadominan (preferred reading) yang ditawarkan oleh teks media.• Negotiated meaningKetika khalayak membuat pemaknaan alternatif atau pemakanaan sendiri pada pesanmedia yang berbeda dari preferred reading sesuai dengan kondisi mereka.• Oppositional decodingKetika khalayak menghasilkan pemaknaan atas isi media yang langsung berlawanandengan preferred reading.4. Metoda PenelitianTipe penelitian ini adalah kualitatif. Penelitan kualitatif adalah penelitian yangbermaksud untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian misalnyaperilaku, persepsi, motifasi, tindakan, dll secara holistik, dan dengan cara deskripsidalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dandengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2007:6).Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis resepsi.Analisis resepsi meneliti bagaimana khalayak mengkonstruksi makna keluar dari yangditawarkan oleh media.5. Hasil PenelitianAdapun hasil penelitian tersebut merupakan hasil dari wawancara mendalamdengan enam informan. Informan yang dipilih berdasarkan perbedaan jenis kelamin,latar belakang sosial-budaya dan tingkat pendidikan yang beragam. Pertanyaan yangdiajukan kepada informan mengacu pada interview guide yang telah dibuat., yaituseputar resepsi terhadap berita-berita konflik Papua di televisi. Tiap-tiap informanmemiliki interpretasi yang berbeda-beda terhadap pemberitaan konflik Papua ditelevisi, karena masing-masing informan memiliki latar belakang budaya, sosial,maupun pendidikan yang berbeda-beda.Konflik Papua dengan segala peristiwa yang terjadi didalamnya, diinterpretasioleh informan dengan sudut pandang dan pendekatan yang bervariasi. Terdapatkesamaan dan perbedaan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan kepadainforman. Interpretasi informan terhadap konflik Papua pada pemberitaan ditelevisi,melihat konflik Papua sangat dekat dengan kekerasan, pembunuhan dan hal-hal lainyang berhubungan dengan kekerasan. Selain itu konflik Papua juga dalampemberitaannya selalu dikaitkan dengan unsur kekerasan dan anarkisme. Hal inimenyebabkan penggambaran terhadap masyarakat Papua oleh informan menjadikurang baik dalam kehidupannya. Perangai yang keras, tidak bisa diatur dan sadismerupakan salah satu dari sekian citra negatif dalam pemberitan media mengenaimasyarakat Papua.6. PembahasanDari fokus permasalahan yang telah diteliti peneliti, yaitu menelusuripemaknaan yang diberikan audience televisi terhadap pemberitaan konflik Papua,ternyata peneliti menemukan resepsi yang dilakukan para informan terhadappemberitaan konflik Papua sangat beragam.Informan pertama bernama Gentur, masuk dalam posisi negotiated reading,gentur membuat pemaknaan alternatif atau pemaknaan sendiri pada berita konflikPapua. Meskipun Gentur melihat konflik Papua terjadi antara pemerintah dengansebagian warga Papua, Gentur juga memberikan penilaian bahwa konflik Papuaterjadi karena faktor kesenjangan ekonomi antara pendatang dan pribumi. Selain itugentur melihat konflik yang terjadi menyebabkan timbulnya banyak korban, akantetapi gentur menilai sebagian besar pihak yang berkonflik sudah memulai dialogdamai antar pihak pemerintah dengan pemuka adat. Gentur berada ditengah-tengahyang melihat konflik dari sisi negatif namun tetap memberikan penilaian positifberupa dialog damai dalam rekonsiliasi konflik Papua. Gentur yang memiliki latarbelakang sebagai polisi, tidak mudah terpengaruh dengan pemberitaan diberbagaimedia termasuk televisi. Gentur memiliki pendapatnya sendiri dalam memandangkonflik Papua. pengalaman, pengetahuan, dan latar belakang sosialnya tersebutmembuat Gentur memnculkan maknanya sendiri saat menginterpretasi berita konflikPapua yang diterimanya.Informan kedua adalah Zamzuri, menempati posisi dominant reading,Zamzuri memaknai berita konflik Papua yang dilihatnya, sesuai dengan maknadominan (prefered reading) yang ditawarkan oleh pemberitaan di televisi. Zamzurimelihat konflik Papua sebagai konflik bersenjata antara aparat dengan OrganisasiPapua Merdeka. Zamzuri melihat konflik selalu diliputi oleh berbagai kekerasanseperti penembakan dan pembunuhan. Unsur kekerasan yang ditonjolkan oleh televisidan melekat dengan dengan masyarakat Papua dalam pemberitaan konflik Papua,dimaknai sama oleh Zamzuri. Interpretasi yang dilakukan oleh zamzuri dipengaruhioleh latar belakang budaya dan sosialnya. Zamzuri yang tinggal dilingkungan barakbatalyon TNI selalu menganggap setiap permasalahn konflik berujung padakekerasan. Latar belakang dan kerangka pemikiran ini ikut mempengaruhipemikirannya dalam memandang konflik Papua. Konflik antara pemerintah denganmasyarakatnya sendiri menurut Zamzuri justru membuat stabilitas negara menjaditerganggu dan dengan itu harus diselesaikan dengan cepat.Informan ketiga bernama Sahrian, ia masuk dalam dominant reading. Sahrianmelihat konflik Papua sebagai upaya kurang perhatiannya pemerintah terhadapwarganya sendiri tanpa adanya penyelesian masalah dari pemerintah dan solusi.Sahrian menganggap kekerasaan yang terjadi di Papua lebih banyak menimbukankorban jiwa. Selain itu Sahrian menganggap kinerja aparat tidak maksimal dan tdakdapat menangkap pelaku kekerasan seperti yang diberitaka oleh media televisi dalampemberitaannya. Interpretasi Sahrian dipengaruhi oleh latar belakang budayasosialnya. Sahrian tinggal dikeluarga yang hangat dan tidak menyenangi konflikterbuka. Jika ada suatu masalah, Sahrian terbiasa untuk menyelesaikan baik-baiktanpa perlu bersitegang secara langsung. Latar belakang itu mempengaruhipemikirannya dalam menyikapi konflik yang terjadi di Papua.Informan keempat bernama Niko, ia termasuk dalam posisi oppositionalreading. Niko menilai konflik yang terjadi di Papua hanya protes warga terhadappemerintah hanya saja caranya yang berbeda dan tidak ditanggapi dengan baik olehpemerintah. Niko juga menilai bahwa orang Papua itu kehidupannya sama sajadengan kehidupan masyarakat pada umumnya. Niko memaknai berita konflik Papuayang diterimanya, berbeda dengan makna dominan yang dihasilkan pengelolapemberitaan ditelevisi. Niko sangat mudah bergaul dengan siapapun salah satunyadengan beberapa orang Papua yang ada di Semarang. Kebiasaan inilah yang membuatNiko tidak mudah terpengaruh denagn pemberitaan yang disajikan media televisidalam mengangkat peristiwa yang terjadi diPapua. Pengalaman bergaul dengan orangPapua inilah yang lebih dipercayai Niko daripada pemberitaan yang ada.Informan kelima adalah Meida, ia masuk dalam posisi negotiated reading.Menurut Meida kehidupan masyarakat Papua masih terbelakang namun mereka tidakbuta akan informasi. Konflik di Papua menurut Meida tidak pernah lepas dari aksikekerasan. Meida menilai konflik yang terjadi dipapua karena sebagian masyarakatPapua ingin memisahkan diri dari NKRI. Meida juga menambahkan selainmasyarakat Papua ingin memerdekakan diri, masyarakat Papua juga ingindiperhatikan seperti masyarakat Indonesia pada umumnya. Banyaknya koruptor yangmerajalela menjadi salah satu alasan terjadinya konflik di Papua. Meida membuatpemaknaan sendiri pada berita konflik papua yang disaksikannya. Interpretasi Meidadipengaruhi oleh latar belakang Meida sebagai seoang guru yang dituntut untukmemiliki wawasan dan pengetahuan meskipun dari media massa.Informan keenam adalah Nia, ia masuk kedalam posisi dominant reading,karena Nia menginterpretasikan berita konflik Papua yang disaksikan sesuai denganmakna dominan yang dihadirkan media televisi. Ia memaknai konflik yang terjadi diPapua selalu diliputi oleh kekerasan. Hal yang sering muncul dalam pemberitaankonflik Papua seperti pembunuhan, penembakan dan penyerangan yang ditujukanoleh aparat dan warga sipil oleh orang tak dikenal. Ia memandang negatif citramasyarakat Papua dan kehidupan masyarakat Papua sangat terbelakang dantemperamental. Secara keseluruhan Nia menilai konflik di Papua lekat dengananarkisme dan kekerasan. Interpretasi Nia tersebut dipengaruhi oleh kondisi sosialdan latar belakang budaya. Nia yang sangat kental dengan kebudayan Jawa ningratsangat tidak suka dengan hal-hal yang berbau kekerasan dan konflik.7. PenutupInterpretasi khalayak merupakan wujud interaksi antara khalayak denganmedia. Khalayak akan memaknai kembali informasi yang diterima melalua mediamassa sesuai dengan latar belakang sosial, budaya, pengetahuan, dan pendidikan yangmereka miliki. Begitupun dengan berita konflik Papua yang ditayangkan mediatelevisi, khalayak akan menginterpretasikannya sesuai dengan latar belakangnya yangberbeda.ABSTRAKSINama : Bayu ArdyantaraNIM : D2C606009Judul : Interpretasi Khalayak terhadap Pemberitaan Konflik Papua di TelevisiPascareformasi, Papua sering dilanda konflik. Konflik Papua rupanya memilki dayatarik tersendiri bagi media massa untuk mengengkatnya menjadi berita. Televisi, merupakansalah satu media yang memberitakan konflik Papua sebagai pemberitaannya. Akan tetapi,Televisi mengidentikan konflik Papua yang terjadi dengan kekerasan pada berita yangdihasilkan. Kata-kata penembakan, pembunuhan, dan kekerasan selalu ada dalam beritakonflik Papua di televisi.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana interpretasi khalayakterhadap berita- berita konflik Papua di Televisi. Tipe penelitian ini adalah kualitatif denganmenggunakan pendekatan analisis resepsi. Dalam analisis resepsi, khalayak dipandangsebagai produser makna, tidak hanya menjadi konsumen isi media. Khalayak akan menerimaberita konflik Papua yang diterimanya sesuai dengan latar belakang sosial, budaya, danpengetahuan mereka. Penelitian ini juga menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall,untuk menjeelaskan jalannya proses encoding dan decoding berita-berita konflik Papua.Hasil penelitian menunjukan bahwa khalayak aktif dalam menginterpretasi beritakonflik Papua yang diterimannya. Interpretasi khalayak terbagi dalam tiga posisi pemaknaan;dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Khalayak yang masuk posisidominant reading, memaknai konflik Papua identik dengan kekerasan didalamnya. Khalayaktersebut memaknai berita konflik Papua sesuai dengan makna dominan yang dihadirkanmedia televisi. Sementara khalayak dengan posisi negotiated reading, memaknai konflikPapua dengan pemaknaannya sendiri. Khalayak ini tidak memandang konflik Papua dari segikekerasannya saja tetapi dia lebih menonjolkan positif daripada konflik tersebut. Sedangkankhalayak yang masuk dalam posisi oppositional reading memaknai konflik Papua sama sekaliberbeda dengan makna dominan dari pemberitaan televisi.Penelitian ini sangat terbuka untuk dikaji dari sudut pandang dan metode yangberbeda. Penelitian serupa dengan memaknai pendekatan yang berbeda, diharapkan dapatdapat menambah dan menyempurnakan penelitian yang sudah ada.Key words : kekerasan, media massa, resepsi, interpretasi
Video Dokumenter Televisi ‘Ngesti Pandowo’ (Produser dan Editor) Astrid Henariani Prakoso; Djoko Setyabudi; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Kebudayaan merupakan salah satu identitas suatu bangsa. Bangsa Indonesia sendiri memiliki banyak kebudayaan yang tersebar di setiap wilayahnya. Seiring berjalannya waktu, masuk dan tumbuh kebudayaan baru di Indonesia. Dengan masuknya kebudayaan baru ditakutkan menggeser kebudayaan tradisional yang sudah ada. Terlebih lagi budaya modern yang lebih diminati banyak orang terutama anak muda daripada budaya tradisional yang sudah ada. Kebudayaan tradisional di Kota Semarang sendiri sebenarnya masih ada, sampai sekarang masih ada tempat yang mengandung unsur budaya tradisional yang tidak kalah bersejarah dibanding wisata Lawang Sewu dan Gereja Blenduk yang menjadi ikon kota Semarang. Tepatnya, terletak di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Tempat ini memiliki nilai budaya tradisional yang tinggi, bukan karena bangunannya tetapi kegiatan yang dilakukan di tempat tersebut.Kegiatan yang dilaksanakan di gedung ini adalah pentas kesenian wayang orang. Kelompok kesenian wayang orang di Semarang yang ada sejak tahun 1937 tampil setiap Sabtu malam di gedung TBRS. Kelompok ini mencoba untuk menampilkan kesenian tradisional kota Semarang dengan tujuan melestarikan kesenian wayang orang di Kota Semarang, seperti yang diungkapkan Cicuk Sastro Sudirdjo selaku pemimpin dari kelompok seni wayang orang Ngesti Pandowo ini. Tidak banyak masyarakat yang menonton pentas wayang orang ini, dalam sekali pementasan Ngesti Pandowo hanya mendapat kurang lebih Rp 500.000,00 dari penjualan tiket seharga Rp 20.000,00 tiket per orang. Padahal biaya produksi dalam sekali pementasan berkisar Rp 3.500.000,00.Hal diatas menunjukan adanya keterkaitan dengan kebudayaan tradisional yang semakin tidak dikenal masyarakat. Kegelisahan yang muncul dalam hal ini adalah apakah kesenian wayang orang dapat terus ada. Bagaimana cara untuk membuat kebudayaan tradisional wayang orang ini tetap hidup, dan menumbuhkan kembali minat masyarakat agar dapat menikmati kebudayaan ini.3Dari kegelisahan mengenai masuknya kebudayaan modern yang menggeser kebudayaan tradisional inilah yang kemudian menjadi tema untuk produksi dokumenter. Mengingat bahwa masyarakat akan lebih mudah mencerna informasi yang dikemas secara audio visual, dokumentaris memutuskan untuk membuat produk jurnalistik berbentuk video dokumenter mengenai kebudayaan seni Wayang Orang Ngesti Pandowo. Kesenian tradisional wayang orang merupakan kebudayaan lokal yang masih ada hingga saat ini, tetapi tidak banyak orang menyaksikan pementasan kesenian wayang orang. Terbukti dengan sedikitnya jumlah penonton yang datang untuk menyaksikan kesenian ini.Documentaries’ Statement :Tema : Budaya tradisional (kesenian wayang orang) yang tersingkirkan1. Aspek kepedulian : Mengenai bagaimana kepedulian pemerintah terhadap kesenian tradisional, apakah pemerintah peduli sepenuhnya terhadap paguyuban dan seniman-seniman didalamnya, atau apakah kepedulian pemerintah hanya setengah-setengah? Bagaimana kepedulian para pelaku seni itu sendiri? Mereka melakukannya demi mempertahankan kesenian tradisional atau materi (uang) ?2. Aspek minat dan ketertarikan Mencari tahu kenapa anak muda sudah tidak begitu minat dan tertarik dengan kesenian / kebudayaan tradisional (lewat voxpop). Bagaimana usaha Ngesti Pandowo sebagai salah satu kesenian tradisional di kota Semarang dalam menarik minat masyarakat khususnya anak muda untuk menonton? Memaparkan minat anak muda saat ini dengan munculnya berbagai tawaran produk kebudayaan baru yang muncul dan lahir dari adaptasi budaya asing.43. Aspek prioritas : Kesenian tradisional kurang menjadi prioritas dalam kegiatan pengembangan daerah, dan yang lebih sering diutamakan destinasi wisata seperti Kota Lama, Lawang Sewu dll.4. Aspek ruang dan waktu Mengenai Ngesti Pandowo yang bernegosiasi dengan kemajuan zaman, perubahan apa saja yang mereka lakukan ketika menyesuaikan modernitas sekarang ini, misalnya efek tata cahaya; bagaimana dengan rias dan kostum? Apakah masih sesuai pakem atau sudah banyak berubah dari pakemnya?II. TujuanMelalui video dokumenter ini dokumentaris ingin menginformasikan kepada target audiens akan potensi dan arti penting seni kebudayaan wayang orang, yang dimana saat ini sudah mulai tergerus keberadaannya oleh budaya-budaya modern yang masuk di kalangan anak muda. Selain itu juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pandangan terhadap nilai budaya tradisional antara generasi tua dan generasi muda.III. Signifikansi1. Praktis: bagi media TV lokal yang menayangkan, video dokumenter ini bisa menjadi salah satu tayangan yang mendidik masyarakat luas khususnya anak muda tentang kebudayaan.2. Akademis: karya bidang ini dibuat dalam bentuk video dokumenter, merupakan salah satu aplikasi mata kuliah konsentrasi jurnalistik dalam bidang jurnalistik televisi. Video dokumenter ini menjadi salah satu kontribusi jurnalistik dalam bentuk audio visual.3. Sosial: Nilai-nilai perjuangan hidup yang ada dalam video dokumenter diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi5muda supaya menyadari akan pentingnya pelestarian kesenian tradisional, sebagai contohnya kesenian Wayang Orang Ngesti Pandowo.IV. Tinjauan Literatur1. Dokumenter Sebagai Produk JurnalistikKomunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses penggunaan sebuah medium massa untuk mengirim pesan kepada audien yang luas untuk tujuan memberi informasi, menghibur, atau membujuk. Di sinilah dokumentaris sebagai komunikator massa membutuhkan sarana agar pesan dapat tersampaikan dengan baik kepada audien yang ditarget. Sarana tersebut bukan lain adalah video dokumenter yang ditayangkan di televisi.Istilah jurnalistik erat kaitannya dengan istilah pers dan komunikasi massa. Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran (Wolseley, 1969:3). Film atau video dokumenter termasuk salah satu produk jurnalistik, hal ini diperkuat dengan adanya bahasan mengenai film dokumenter sebagai salah satu tren film sebagai medium komunikasi massa (Vivian, 2008: 180-181). Sedangkan menurut Morrisan (2008: 211) video dokumenter merupakan sebuah produk jurnalistik berbentuk soft news yang bertujuan untuk pembelajaran dan pendidikan namun disajikan secara menarik. Televisi dipilih sebagai media untuk memutar video dokumenter karena masyarakat sangat akrab dengan televisi dan hampir semua kalangan dapat mengakses media ini.2. Gaya dan Strukur DokumenterAda banyak tipe, kategori, dan bentuk penuturan dalam dokumenter. Dalam pembuatan dokumenter ini, dokumentaris memilih menggunakan gaya perbandingan. Dalam bentuk perbandingan umumnya diketengahkan perbedaan suatu situasi atau kondisi, dari satu objek/subjek dengan yang lainnya (Ayawaila,62008: 40-43). Seperti halnya video dokumenter Ngesti Pandowo yang membandingkan budaya tradisional dan budaya modern di kalangan anak muda Semarang.Berkaitan dengan struktur penuturan film dokumenter, dokumentaris menggunakan struktur penuturan tematis dimana cerita dipecah ke dalam beberapa kelompok tema yang menempatkan sebab dan akibat digabungkan kedalam tiap sekuens. Struktur penuturan ini biasanya digunakan apabila fokus cerita adalah sebuah objek lokasi yang merupakan tempat sejumlah orang melakukan aktivitasnya. Seperti halnya Ngesti Pandowo yang merupakan tempat paguyuban seni wayang orang.V. Target AudiensPembuatan video dokumenter ini membidik khalayak usia remaja dengan kisaran umur 15-25 tahun, pria dan wanita yang berdomisili di Jawa Tengah khususnya kota Semarang serta bagi masyarakat penikmat maupun pecinta budaya tradisonal pada umumnya.VI. Format dan DurasiVideo ini akan diproduksi dengan durasi ± 23 menit, dan dikemas dalam bentuk dokumenter.VII. Mekanisme Produksi1. Pra produksi, merupakan tahapan awal dari keseluruhan rangkaian pembuatan video dokumenter ini. Beberapa hal yang harus disiapkan pada tahap pra produksi meliputi perencanaan (penentuan ide dasar, tema video dokumenter, pematangan konsep, pembuatan jadwal serta rancangan anggaran biaya), riset (riset disini antara lain riset lokasi sebagai lokasi pengambilan gambar, riset tokoh dokumenter, serta riset lain yang berkaitan dengan dokumenter), perekrutan tim (disini dokumentaris merekrut orang lain sebagai editor dan camera person tambahan), dan pengadaan alat seperti kamera, tripod, MMC, recorder, dan lain-lain.72. Produksi merupakan tahapan pelaksanaan dari apa yang telah direncanakan pada tahap pra produksi. Pada tahap ini segala perencanaan dan konsep dilaksanakan, membutuhkan waktu setidaknya kurang lebih tiga bulan karena berbagai hal yang terjadi diluar rencana pada saat produksi merupakan sesuatu yang bersifat fleksibel. Proses produksi meliputi kegiatan: pengambilan footage, wawancara dengan narasumber, dan evaluasi.3. Paska produksi atau proses editing merupakan tahap akhir dari pembuatan dokumenter. Pada saat ini dokumentaris mengolah bahan-bahan yang telah direkam menjadi gambar-gambar berhubungan (beralur cerita) untuk disajikan kepada penonton sesuai rancangan cerita yang telah dibuat pada tahap pra produksi. Pada tahap ini yang mengerjakan proses editing adalah orang luar yang dokumentaris rekrut sebagai operator aplikasi edit video di computer sesuai arahan dokumentaris sebagai editor. Tahap ini membutuhkan waktu kurang lebih tujuh minggu.4. Penayangan merupakan saat dimana karya bidang berupa video dokumenter ini akan ditayangkan pada sebuah stasiun lokal dengan durasi ± 23 menit dengan menyesuaikan format dan jadwal program sesuai persetujuan pihak instansi.VIII. Kesimpulan1. Sebagai produser, terdapat beberapa tanggungjawab dokumentaris terutama saat pra produksi, yaitu: perencanaan anggaran, perekrutan tim, pengurusan izin pengambilan gambar dan janji dengan narasumber, pengurusan izin dan lobi dengan stasiun televisi lokal, persiapan alat produksi maupun paska produksi serta pengaturan jadwal.2. Produser perlu mengurus beberapa izin sebelum mengadakan produksi, di antaranya izin untuk pengambilan gambar di Gedung Pandanaran yang membutuhkan surat pengantar dari kampus dan proposal (surat izin terlampir). Sedangkan untuk melakukan pengambilan gambar kegiatan Ngesti Pandowo di TBRS tidak memerlukan izin tertulis.83. Proses pengajuan kerjasama yang dilakukan dokumentaris sebagai produser untuk menayangkan produk ini di stasiun TV lokal juga tidak mudah. Setelah mencoba mengajukan proposal ke Kompas TV, Pro TV, dan TVKU, akhirnya didapat juga deal dengan Cakra Semarang TV yang menayangkan video dokumenter televisi ini pada hari Senin 11 Maret 2013 pukul 22.30.4. Produser melakukan beberapa perubahan dari anggaran biaya dan time schedule yang sudah dibuat sebelumnya, hal ini diakibatkan karena perkembangan alur cerita dan juga terkadang cuaca yang tidak mendukung untuk pengambilan gambar outdoor. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membuat video dokumenter ini dari proses pra produksi hingga paska produksi adalah sekitar 6,5 bulan (September 2012 – pertengahan Maret 2013)5. Selain mendapat jobdesk sebagai produser, disini dokumentaris juga merangkap sebagai editor, meskipun saat proses editing, dokumentaris meminta bantuan dari pihak luar sebagai operator edit yang bekerja di bawah petunjuk yang diberikan baik oleh dokumentaris maupun sutradara. Proses editing dan mixing dilakukan di Semarang dan memakan waktu sekitar 7 minggu, berdasarkan naskah yang dibuat oleh sutradara. Dalam prosesnya dokumentaris menggunakan software Adobe Premiere Pro CS 5 yang diinstal di komputer PC dengan spek yang sudah sangat memadai untuk mengedit video.6. Dokumentaris sebagai editor bersama dengan sutradara, kameramen, dan operator edit awalnya memilih gambar mana saja yang bisa dimasukkan ke dalam video. Kemudian dilakukan pemotongan gambar sesuai naskah (editing script) yang sudah dibuat sebelumnya oleh sutradara. Setelah itu video di-mix dengan rekaman audionya, dan diberi backsound musik yang mendukung. Selain itu ditambahkan juga beberapa efek agar menjadi satu kesatuan, antara lain Audio Transitions, Video Effects, Video Transmissions. Dokumentaris juga menambahkan teks yang dikira perlu untuk memberi keterangan yang berguna bagi audiens.9DAFTAR PUSTAKABuku:Ayawaila, Gerzon R. 2008. Dokumenter dari Ide sampai Produksi. Jakarta: FFTV -IKJ PRESSEffendy, Heru. 2002. Mari Membuat Film : Panduan Menjadi Produser. Yogyakarta: PanduanHampe, Barry. 1997. Making Documentary Films and Reality Videos. New York: Owl Books.Morissan. 2008. Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Jakarta: Kencana.Saroengallo, Tino. 2008. Dongeng Sebuah Produksi Film. Jakarta: PT Intisari Mediatama.Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.Widagdo, M. Bayu & Gora, S. Winastwan. 2004. Bikin Film Indie Itu Mudah!. Yogyakarta: Penerbit Andi.Wolseley, Roland E. 1969. Understanding Magazines. Ames, Iowa: The Iowa University Press.E-book:Stinson, Jim . 2002. Video Digital Communication & Production. Tinley Park : The Goodheart-Willcox Company, Inc.Internet:Anonim. Ngesti Pandowo Bertahan Dalam Keterbatasan.http://pancapana.multiply.com/journal/item/17/WO.-Ngesti-Pandawa-Tempatku-Kiprah diakses pada tanggal 4 Februari 2013.10Anonim. Anak Wayang Semarang Menggiring Angin.http://www.mesias.8k.com/ngestipandowo2.htm diakses pada tanggal 4 Februari 2013.Anonim. GRIS untuk Rakyat. http://www.mesias.8k.com/gris.htm diakses pada tanggal 22 Maret 2013.Blog Wayang Orang Ngesti Pandowo. http://wongestipandowo.wordpress.com/ diakses pada tanggal 4 Februari 2013.Dian Amalia. Pengantar Ilmu Jurnalistik.http://jurnalistikuinsgd.wordpress.com/2007/04/26/pengantar-ilmu-jurnalistik/ diakses pada tanggal 12 September 2012.Facebook Page “Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang.http://www.facebook.com/pages/WAYANG-ORANG-NGESTI-PANDOWO-SEMARANG/107095799314973 diakses pada tanggal 4 Februari 2013.Intan Ayu. Cicuk “Sang Penunggu” Ngesti Pandawa.http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/layar/2011/11/01/872/Cicuk-Sang-Penunggu-Ngesti-Pandawa diakses pada tanggal 12 September 2012.Nurfita Kusuma Dewi. GRIS, Jejak Historikal yang Hilang. http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=17056 diakses pada tanggal 22 Maret 2013.Ratri Furry P.R, M.Faris Afif. Wayang Orang Ngesti Pandowo, Ikon Budaya Kota Semarang yang Terlupakan.http://edentsonline.com/wayang-orang-ngesti-pandowo-ikon-budaya-kota-semarang-yang-terlupakan/ diakses pada tanggal 4 Februari 2013.
FUNGSI TARI DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK SAMPOT DI DESA LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Leni Marlina; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.535 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Fungsi Tari dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fungsi tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur, dan bagaimana makna gerak tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur. Pendekatan  pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari para tokoh masyarakat yang mengetahui tentang tarian Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi tari Landok Sampot pada masa sekarang ini sebagai sarana komunikasi, sarana hiburan dan sarana publikasi dimana dahulunya tarian ini hanya berfungsi sebagai hiburan semata dikalangan para bangsawan dan raja-raja. Gerakan dalam tari Landok Sampot ada empat gerakan dimana masing-masing memiliki makna tersendiri. 1) Gerak Landok Kedidi (Sembar) bermakna dimana gerak penari  seperti  burung elang yang mengintai musuhnya dan menyambar lawannya dan juga  kegagahan dan keberanian. 2) Gerak Kedayung maknanya yaitu menggambarkan masyarakat Kluet yang dahulunya masih menggunakan sampan sebagai alat tranportasi dan juga sebagai mata pencaharian masyarakat Kluet. 3) Gerak Parang memiliki makna yaitu menikam habis lawannya dengan menggunakan pedang dan juga mengadukan kehebatan masing-masing dalam memainkan pedang dan juga pertahanan diri dalam peperangan. 4) Gerak Sampot maknanya yaitu memukul lawan atau menyerang lawan dengan menggunakan pedang dan diakhiri dengan gerakan berputar-putar yang bermakna kemenangan.Kata Kunci: tari, Landok Sampot, fungsi, makna
PEGARUH KEADILAN, SISTEM PERPAJAKAN, DISKRIMINASI, KEMUNGKINAN TERDETEKSI KECURANGAN DAN INTENSITAS PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI ETIKAPENGGELAPAN PAJAK (Studi Empiris Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangkinang) Muhammad Ammar; Desmiyawati Desmiyawati; Devi Safitri
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze Influence of Fairness, Tax System, Discrimination, Possibility of Fraud Detected, and Intensity of Tax Audit on the perception of tax payer on the ethics of tax evasion. The sample consists of 100taxpayers listed in the Tax Office of Pratama Bangkinang. The data that was used in this research was primary data and selected by using accidental sampling method, while the data processing methods used by research are the multiple regression analysis use SPSS version 22.00 as the software for processing the data.The result of the adjusted R-square showed that the value of the adjusted Rsquare is 0,721, which mean that 72.1% the ethics of tax evasion can be explain by the variation of the independent variables, while the other 27,9% explained by other variables which not included in this research. Results of hypothesis testing showed,the result indicate that fairness has affected the perception of taxpayer on the ethics of tax evasion. Tax system has affected the ethics of tax evasion, discrimination has affected the ethics of tax evasion, possibility of fraud detected has affected the ethics of tax evasion, and intensity of tax audit has affected the ethics of tax evasion.Keyword: fairness, tax,discrimination, fraud, and audit
TPR: The Old but Gold Strategy in Enlarging Young Learners’ Vocabulary Ahmad Zainudin
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English has a decisive role in the global era and is required by all students to master and acquire. This paper aimed at reviewing literature to help teachers enlarge young English learners’ vocabulary. The problem is that they are afraid to say words because they are in lack number of vocabularies related to what level they should use. EFL school students would need an active vocabulary at least 3000 high-frequency words of English. This would be great for students to develop the knowledge of vocabulary, or it can be encouraged for them to have an average of seven words per day. Therefore, this paper focused on discussing Total Physical Response (TPR) which concerns on speech and actions at the same time. It could be an old strategy but still the gold one which emphasizes meaningful and purposeful vocabulary for young learners. Keywords: vocabulary, young learners, TPR Abstrak: Bahasa Inggris mempunyai sebagai peran penting yang menentukan dalam era global dan semua pelajar dituntut untuk menguasainya. Artikel ini bertujuan meninjau literatur untuk memperluas kosakata pelajar, terutama pelajar muda. Masalahnya adalah mereka takut untuk mengucapkan kata dalam bahasa Inggris karena mereka kekurangan jumlah kosa kata yang berhubungan dengan tingkat apa yang harus mereka lakukan. Pelajar sekolah EFL (English as a Foreign Language) membutuhkan kosakata aktif setidaknya 3000 kata bahasa Inggris. Jumlah ini bagus bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan kosa kata, atau dapat disoroti untuk rata-rata tujuh kata per hari. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada membahasa tentang Total Physical Response (TPR) yang strategi pembelajaran kosa kata bahasa Inggris dimana berbicara dan melakukan tindakan pada saat yang sama. Ini dapat saja dianggap sebagai strategi lama tetapi tetap merupakan strategi emas yang menekankan penguasaan kosakata yang penuh makna dan tujuan bagi pembelajar muda. Kata-kata kunci: kosa kata, pembelajar muda, TP
USING THINK PAIR SHARE TEACHING STRATEGY TO STUDENTS IN TEACHING SPEAKING Melikhah Nur Maulani; H. Khalimi Romansyah; M. Ita Atiyawati
The Journal of English Literacy Education: The Teaching and Learning of English as a Foreign Language Vol 6, No 2 (2019): The Journal of English Literacy Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jele.v6i2.9951

Abstract

Many people may find some difficulties to share their ideas or opinion through oral language. Even though they have something to speak, they do not know how to express it. They also have problems related to lack of participation and low motivation in speaking. Therefore, a teacher should select the best technique that can encourage students and increase their motivation to speak. The teacher can use “Pair Work” to teach English speaking. This technique demands students to be active to speak based on the material has been given. Through this technique, students should practice to speak in order to give agreeing and disagreeing opinion. By apliying this technique in speaking class, it will make the class fun and interesting. The objective of this paper is to explain how to use pair work technique in teaching speaking to junior high school students in Smpn 1 Plumbon.
PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) DI KEC. KEDUNG KAB. JEPARA Hariyanto Hariyanto; Muhdi Muhdi; Ghufron Adbdullah
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i3.2002

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik. Permasalahan dalam penelitian ini motivasi berprestasi,  supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui adakah pengaruh motivasi berprestasi guru terhadap kompetensi pedagogik guru, 2) mengetahui adakah pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru, 3) mengetahui adakah pengaruh motivasi berprestasi dan supervisi kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kompetensi pedagogik guru.Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru MTs di Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara sebanyak 198 responden. Pengambilan sampel mengacu pada rumus Slovin sebanyak 66 responden dengan teknik sampling menggunakan teknik proporsional random sampling.Hasil penelitian diperoleh (1) motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kompetensi pedagogik guru di MTs sebesar 0,782 atau 78,2 %. (2) Besarnya pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru adalah  0,595 atau 59,5 %. Dan (3) Besarnya pengaruh Motivasi berprestasi dan supervisi kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kompetensi pedagogik adalah 0,865 atau 86,5%. Kepala Sekolah MTs di Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara hendaknya terus lebih meningkatkan kegiatan supervisi akademik agar dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru.
Forecasting Model Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Provinsi DKI Jakarta Menggunakan Algoritma Regresi Linier Untuk Mengetahui Kecenderungan Nilai Variabel Prediktor Terhadap Peningkatan Kasus Aji Rahmat Muhajir; Edi Sutoyo; Irfan Darmawan
Fountain of Informatics Journal Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v4i2.3199

Abstract

AbstrakDi Indonesia khususnya di Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini Demam Berdarah Dengue masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. Meski sudah ada beberapa langkah untuk mengatasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), namun harus ada metode analisis untuk melakukan peramalan terhadap kasus DBD menggunakan serangkaian data yang ada, dan memperkirakan nilai data dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model forecasting peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue menggunakan algoritma regresi linear dan melakukan analisis pengaruh dari temperatur, kelembapan dan curah hujan dalam kanaikan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Provinsi DKI Jakarta dari model regresi yang dibuat. Data DBD yang digunakkan merupakan dataset pemantauan penyakit endemik yang diperoleh dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta sedangkan data cuaca merupakan dataset yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dari model regresi yang dibuat diperoleh nilai R2 sebesar 0.3622, hal tersebut menunjukan presentase pengaruh variabel predictor terhadap kasus demam berdarah sebesar 36.22%, sedangkan 63.78% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel independen tersebut.Setelah melakukan uji simultan, dapat disimpulkan bahwa temperatur, kelambapan, dan curah hujan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kenaikan jumlah kasus demam berdarah di Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya uji parsial membuktikan bahwa, kelembapan dan curah hujan memiliki pengaruh signifikan terhadap kenaikan kasus demam berdarah, sedangkan untuk variabel bebas, temperatur terbukti tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan kasus demam berdarah dengue di Provinsi DKI Jakarta.Kata kunci: Data Mining, Predictive Mining, Regresi Linier, Demam Berdarah Dengue Abstract[Forecasting Model of Dengue Hemorrhagic Fever in DKI Jakarta Using Linear Regression Algorithm to Know Trends of Predictor Variable Value for Case Increasing] In Indonesia specifically in DKI Jakarta Province, Dengue fever is still the main public health problem. Although there are already several steps to overcome the spread of Dengue Fever (DHF), there still needs to be an analytical method to forecast the increase dengue cases using and estimated data values in the future. This study aims to make a forecasting model for increasing the number of cases of Dengue Fever using a linear regression algorithm and analyzing the effect of temperature, humidity and rainfall in the case of Dengue Hemorrhagic Fever in DKI Jakarta Province from a regression model made. The DHF data used is an endemic disease monitoring dataset obtained from the DKI Jakarta Health Office while the weather data is a dataset obtained from the DKI Jakarta Environmental Service. From the regression model made, the value of R2 is 0.3622, it shows the percentage of the influence of temperature, humidity and rainfall on cases of dengue fever is 36.22%, while 63.78% is influenced by other factors outside the independent variable. After conducting a simultaneous test, it can be concluded that temperature, humidity and rainfall together, influence the increase in the number of dengue cases in DKI Jakarta Province. Then the partial test proves that humidity and rainfall have a significant influence on the increase in dengue cases, whereas for temperature independent variables proved that no significant effect on the increase in cases of dengue hemorrhagic fever in DKI Jakarta Province.Keywords: Data Mining, Predictive Mining, Linear Regression, Dengue Fever (DHF)
Implementasi Limited Tolerance Relation Untuk Sistem Informasi yang Tidak Lengkap Pada Data Mahasiswa Edi Sutoyo
Fountain of Informatics Journal Vol 3, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v3i1.1833

Abstract

Rough set theory is one of the mathematical models for dealing with a vague, imprecise, and fuzzy knowledge that has been successfully used to handle incomplete information systems. Since, in fact in the real-world problems, often found the conditions that are the user can not provide all the necessary preference values. In this research, an implementation of extension technique of rough set theory that called limited tolerance relation is used to overcome incomplete information systems in student data at Telkom University. Based on the obtained results, the limited tolerance relation technique successfully used to handle that problem. The results show that the technique achieved the  accuracy of 96.04% with an execution time of 3.1830 seconds.
TEACHER’S BELIEFS ON USING CODE SWITCHING IN RELATION TO BUILDING STUDENTS’ SOCIAL EMOTIONAL COMPETENCE L A Suganda; I Petrus; Zuraida Zuraida; D Kurniawan; Mardiana Mardiana
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigated the phenomenon of code switching or the use of English and Indonesian as a medium of instruction used by the English as a Foreign Language teacher in her classroom discourse. It was conducted in a seventh grade English class at one secondary school in South Sumatera, Indonesia. This case study focuses on revealing the teacher’ perceptions towards her use of code switching in relation to build her students’ social emotional competence. The teaching and learning processes in the classroom were recorded and transcribed to explore the occurrence of code switching in the classroom discourse. A face to face semi-structured interview with the teacher was held and analysed to see her perception and purposes of doing code switching in the class. The study results indicated that the switching between English and Indonesian in the EFL classrooms plays a positive role in building the students social emotional competence during the teaching and learning process. The main reason the teacher uses code switching is to have a better communication with her students while transferring the material or topic of discussion as well as to remind and motivate them to have higher social emotional competence in their English learning process.
Co-Authors . Fadhilah . Fitriana . Fitriani . Irsanti . Masniar . Mukhirah . Nurhayati . Rosnidar . Suftiah A Hanafy, Dicky A Kurniawan A. Muri Yusuf A.A.NYOMAN SUPADMA Aan Nurhadi Abd. Rasyid Syamsuri Abdillah, Rahmad Abdul Hakim Alkatiri Abdul Jalil Amri Arma Abdul Rouf Abu Tholib Achmad Musyadar Adelina, Nabila Adhantoro Rahadian Adil, Fitriani Adinda Devanti Adnania Nugra Heni Afandi, Irwan Afdal Afdal, Afdal Afra Nabila Irda Afri Azwar Hasan Harahap Afriyanto, Dian Agus Harsoyo Agus Harsoyo Agus Kristiyanto Agus Setyadi Agus Supriono Agus Wahyudi Agus Wahyudin Agusly Irawan Aritonang Agustina Agustina, Titin Agustinus Waskito N Ahmad Eddison Ahmad Hudaifah, Ahmad AHMAD SEHRI BIN PUNAWAN Ahmad Yani Aisyah, Kiki Inayatul Aji Rahmat Muhajir Akmal, Rifqi Al Ashadi Alimin Albert Sudharsono Alexander E Tondas Alexander E Tondas Alexander Edo Tondas Alexander Edo Tondas Alexander Tondas Alfi Satriadi Ali Syahputra Alvin Nursalim Alvin Nursalim Alvin Praditya Amalia Amalia Amalia Ayu Wulansari Amang Sudarsono, Amang Amelia Ariyani Amiliana M. Soesanto Aminuyati Amir Aziz Alkatiri Amrina Rizta Amrizal Lubis An Nisa Dian Rahma Anang Budikarso Anang Siswanto Anatasya Sembiring Andi Chairil Ichsan Andi Haryanto Andi Masriah Andi Mulyadi Andika S Andriano - Andriano Anggraeni Anggraeni Anggraini Aulia Niken Anggraini P.L, Fibria Anggun Sukmawati Ani Sella Anik Suwandari Aniqotul Khusna Anisa Fitriani Anizar Ahmad Anjar Setiawan Annawaty Annawaty, Annawaty Annizar Ahmad Anthony Wijaya Anwar Santoso Apik Budi Santoso Apsari, Anindita Aquami Ardi, Andi Wahyuni Ardian Rizal Arfenda P Mustikawati Ari Puspa Yudha Ari Puspa Yudha Ari Wijayanti Arief Boediono Aries Pratiarso Arif Djunaidy Arif Wibowo Aris Ismanto Aris Munandar Ariyani Indrayati Ariyanto Darmawan Asep Aulia Ulfan Asfriyati ,MKes Asnita Maghfirah Astrid Henariani Prakoso Asyhad, M. Atika Yunia Rahayu Aulia Fitriani Auzan Lazuardi Avon Budiono Ayu Deswita Ayutamas, Lynuwih Azis Rifai Aziz Rifai Azmi Nurul Afifah B Rahardjo, Sunu B. H. Iskandar B. Murdiyanto B. Wiryawan BA, Megaiswari Bambang Budi Siswanto Bambang Dalyono Bambang Murdiyanto Bambang S. Purwoko Bambang Sugiharto Baskoro Rochaddi Bayu Ardyantara BAYU RACHMADYA Bella Rizki Dwi Fitriana Benito Heru Purwanto Beny Hartono BENYAMIN SITUMORANG Berlian Idriansyah Idris Betta Rizq Maulidya Bianca Abigail Lasut Biyangi, Fatra Bonita Hirza Boyke Setiawan Soeratin Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budhi Setianto Budhi Setianto Budhi Setianto Budi Susetyo, Aditya Budiastuti Kurniasih Budiono, Rahmat Budiyanto Nagawidjaja Budy Wiryawan Bunga Dewanggi Bunyamin Bunyamin Catur Wasonowati Chaerul Achmad Chaidir Iswanaji Cholilie, Irvan Adhin Chotijah, Cintia Chotimah, Indira CHRIST ALVIN TIMOTHY SIREGAR Christin Wigin Cindy Elfira Boom Cintya Oktaviana, Cintya Clara Fin Badillah Cut Luthfa Raihan D Fernando D Kurniawan Daf Juzar Damar Suryaningndari Damayanti, Wanda Dangkun, Dangkun Daniel R Mulyono Daniel Tanubudi Darmeli Nasution Darwis, Arwin Deddy Wahjudi Dede Kusmana Dede Maryana Dedi Afandi Dedy Kusnadi Deffy Susanti Dei Rizki Ananda DENA ADI SANTOSA Denny Nugroho Sugianto Deris Stiawan Desfri Handika Desi Erawati Desliani Zalukhu Desmiyawati Desmiyawati Destriani, Destriani Devi Novitasari, Devi Devi Safitri Devyana Dwi Ratnasari DEWA AYU PUTU RISTA SWANDEWI Dewi Agushinta R. Dewi H Suprobo Dewi H Suprobo Dewi Kusumaningsih Diah R Widowati Dian Andina Munawar Dicky A Hanafi Dicky A Hanafy Dicky A Hanafy Dicky A Hanafy Dicky A Hanafy Dicky A Hanafy Dicky A Hanafy Dicky A Hanafy Dicky A. Hanafy Dicky Armein Hanafy Dicky Hanafy Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Nugroho, Didik Dilla Wiranty Dina Hastalona Dinda Amalia Dini P. Daengsari Djoko Setyabudi Dodi Mulyadi Dodi Mulyadi Dondin Sajuthi Doni Firman Donny Farhan Dony Y Hermanto Dony Yugo Dony Yugo Dony Yugo Hermanto Dr. Ruslan, SH., MH Durotun Nafisah Dwi Amalia Dwi Ampuni Agustina Dwi Ratnaningsih, Dwi Dwinawaty, Aziza Maulida Dwita Darmawati Dyah Lestari, Erika Ebban Bagus Kuntadi Eddy Suryantha Tarigan EDOARDO WAHYUDI TOBAN Edrian Zulkarnaen Edy Kurniawansyah Effendi, Asep Effendy, Aidil Amin Effionora Anwar Eka Ariyati Eka Samsul Maarif Eka Sri Apriliana Ekasaputra, Bobby Elen Elen Elen Sahara, ELIHAMI, ELIHAMI Elisa Sri Puji Lestari Elly Diana Putri Elok Dwi Permata Elok Faiqoh Elvita Yenni Emma Lilianti, Emma Emma Rizmanda Endang - Gunaisah ENDANG YUNIASTUTI Endro Haksara Enny Dwi Lestariningsih Eny Dwimawati Erdi Erdi Erdwin R Hasibuan Erfa Astriani Erika Maharani Erika Maharani Erika Maharani Erika Maharani Erika Maharani Erika Maharani Erika Maharani Erika Maharani Erna Kurniawati Erwin Mulia Erwin, Erwin Ester Gita Kartika Estralita Trisnawati Eti Ramaniyar Eva Banowati Eva wulandari, Eva F Amelia Fadhilah . Fahri Fahri Fajar Tyas Adi Farel Juliansyah Farial Indra Faris Basalamah Fatchur Rochman Fauzan, Ahmad Fauzi, Ahmad Febiyani Sakinah Febrian, Feby Febriana, Yane febriyanti febriyanti Fibriani, Suwinda Fikriah Noer Fikriah Noer Finaul Asyura Fira Dinan Firda Tri Aulia FITRI CAHYANINGRUM Fitri Yanti Fitriana . Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriani, Herdiyana Fitriati, Azmi Fuaddilah Ali Sofyan Fuaddilah Ali Sofyan Gakuh Munia Setianingsih Galuh A Tyagitha Ganesja M Harimurti Ganesja M Harimurti Ganis Lukmandaru Ganis Lukmandaru Ghufron Adbdullah Giartama, Giartama Gilang Wicaksono GILBERT ALLEGRO HUTABARAT, GILBERT ALLEGRO Granit Agustina Gunawan, M Syarif Indra Guruh S, Muhammad Gustaf David Sinaka H Haryadi Hadijah Putri Hadits Lissentiya Armal Hafni, Nurul Halimi, Ferry Hamzah Hamzah Hananto Andriantoro Handayani - Haniah Ilhami Haniah Mahmudah Hany Handajani Hapsari, Triana Dewi Hardja Priatna Harfiani, Rizka Hari Wahyuningrat S. Hariadi Hariawan HARIANDI ASRIL, HARIANDI Harry Praptoyo Harry Suharman Harsito, Catur Hartikasari, Annisa Ilma Harun Sujadi Haryadi Adi Hasani, Umar Ode Hascaryo Pramudibyo Hasril Hadis Hauda El Rasyid Hauda El Rasyid Hayatun Nisa' Hayatush Shalihah Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendhi Hermawan Hendri Zalman Hendro Widodo Herdyansyah, Ridwan Herfiana, Sepsi Hermanto, Dony Yugo Hermawan Hermawan Hermawan, Sapto Hermawati Syarif Herni Justiana Astuti Herwin Herwin, Herwin Heryoso Setiyono Heti Rais Khasanah Hilfa Yulia Humaizi, Humaizi Husna, Jannatul Hutagalung, Dhaniel I DEWA MADE ARTHAGAMA I DEWA PUTU GDE ABIJANA DHARMANANTA I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan I GUSTI AYU SURYA UTAMI DEWI I GUSTI NGURAH GAURA GOPAL PRASAD PRASAD I Irmalita I Irmalita I KADEK ANGGA WIRA SENTANA I Made Putra Swi Antara I Nengah Agus Tripayana . I Nyoman Dibia I NYOMAN SUNARTA I Petrus I PUTU DHARMA I Wayan Diara I Wayan Suryasa Ichsan Maulana Ida Ayu Iran Adhiti Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Nuriala Trise Idris Idham Ignatius Yansen Ihsan Ihsan Iin Narwanti Imbron Imbron Indah Jayani indah putra INDAYATI LANYA Indih Aminah Indira Ayudhia Maharani Indriwanto Sakidjan Intan Ayuningrum Inyana Dwi Agustien Ira Yunani Widyarini Irawan Suntoro Irfan Darmawan Irham Nurwidyanto Iriansyah, Herinto Sidik Iriyani, Siska Irma H Suparto Irma Herawati Suparto Irma Muliani Irmalasari . Irna C Wyrahardja Irwandy Irwandy Is One Nugroho Iskandar M. Lapanjang Isma Lianira Mutmaina Ismail Ismail Isman Firdaus Ismayani . Ismir Fahri Ismoyo Sunu Ismoyo Sunu Isnaeni Subekti Isnaeningsih, Heni Nur Israyanti, Israyanti Isyana Miranti Ivonna Safitri Iwan Setiawan J.P. Gentur Sutapa Jajang Sinardja Jamhari Jamhari Januari Siregar Jaya, Belardo Prasetya Mega Jayadi Jayadi Jein, Jein Jhon Ginever Sibarani Joharman Joharman Joko Sulistyo Joko Suryono Jon Farizal, Jon Joyo Nur Suyanto Gono Julianti, Elin Jumakir Jumakir Jumina Jumina Junia Erlina Juniar, Heni Juniati Gunawan, Juniati Jurianti Jurianti, Jurianti Jusuf Endang Jusup Endang Juwita, Annete Kabul Priyantoro Kamal, Imam Fadlun Kamase, Jeni Kartika, Gloria Kartinah Kartinah Kemalasari Nas Darisan Kenji Umemura Khansa Ashila Khirnika, Khirnika Kirbani Sri Brotopuspito Kokoh Dwiyan Krisna Dharmayanti Kuntjoro Harimurti Kurnia Ningsih Kustanto Kustanto Kustiawan, Memen Kusumawati, Nyimas Inda Kusumo, Ayub T. S. L A Suganda Lady Joanne Tjahyana Laela Hayu Nurani Lahsmin, Yulia Kirana Laila Rahmah Larasati, Meita Laura Komala Liastuti, Lies Dina Lina Haryati Linda Dwi Astuti Lindawati Lindawati Listianasari, Yanita Listrianti, Feriska Liva Wijaya Lola Lolita Lolita Safitri Lucinda Reka Putri Lungka, Ria Nofanti Luzi Lustia M Bayu Widagdo M Naely Azhad M Teguh Kurniawan M. Fachrurrozi . M. Ismail M. Ita Atiyawati M. Marthoenis M. Munawar Made Satria Yudha Dewangga MADE SRI SUMARNIASIH Maemonah, Maemonah Maharani Kurnia Sari Manoefris Kasim Mardwita Maria Yosephine Simbolon, Maria Yosephine MARLIA SINGGIH WIBOWO Marwa, Atikah Maryati Maryati masroini masroini Massiseng, Andi Nur Apung Maulina, Cut Sri Maya Eria Br Sinurat, Maya Eria Br maya Matofani Maya Melati Maysarah Hastuti Melikhah Nur Maulani Melisa Vivitri Mellisa Towadi Mely Malihah MESI BR HALOHO Mhd. Lailan Arqam Moh Salimi Moh. Rolli Paramata Mohammad Syaifur Rohman Monik Kasman Mubarak Mubarak Muchamad Yuliano Muchamad Yulianto Muchammad Yulianto Muchtar, Ajeng Erlinda Muchtaruddin Mansyur Muetiah Annisa Muh. Furqon Hidayatullah Muh. Kasim Muh. Said L Muhammad Akbar Nugroho Muhammad Fadil MUHAMMAD HATTA NUGROHO Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Munawar Muhammad Navis Rofii Muhammad Noor Muhammad Nur Akbar Muhammad Riyandi Firdaus Muhammad Yamin muharam, Iqbal Muhdi Muhdi Muhfizar, Muhfizar Muhimatul Ifadah Mukhirah . Muna, Nailul Munawwarah . Munazzirah, Munazzirah Murti Kanti Muslimin Muslimin Muslimin Muslimin Mustasim, Mustasim Muzakkir Muzakkir Nadine Alvira Apny Nadira Amalia Nafalia, Ayu Nafila, Nafila Nailul Muna Najmawati Sulaiman Nala Ulya Nanang Syahroni Nancy S N S Nanda Sukma Nani Hersunarti Nani Hersunarti Nasrah Nasrah Nawi, Abdul Rahman Nena Mardiana Nenda Marliani Nensi Yucandry W Samba Netrawati, Netrawati Ngatman, Ngatman NI KADEK DIAN ASRI LESTARI NI LUH AYU DANA LESTARI NI WAYAN KRISTINA MONIKA DEWI NI WAYAN MAYA SARI Nia Aprilia Darma Nia Lisnawati Niaa Nuvita Aryanti Nike Rahayu Niken Subekti Budi Utami Nindy Sevirasari Nok Izatul Yazidah Noval, Mochammad NOVI ADI PUSPITANINGRUM Novianti Surya Putri NOVIN JUWITA CAHYANI Novita . Novita Rani NRV Barus Nugraha, Zaki Setia Nugroho, Asianto Nur Nur Annisa Safitri Yusuf Nur Haryono Nur Haryono Nur Haryono Nur Hidayat Nur Hikmah Nuraeni Zisca Cahyani Nurbaiti . Nurfa Khoirunnisa Nurfarhanah Nurfarhanah Nurfarida Sholihah Nurhalima, Nurhalima Nurhayati SY Nurhidayati . Nuriadi Nuriadi Nurina Kurniasari Rahmawati Nurjannah Nurjannah NURLAELA NURLAELA Nurlela Baco Nursalam . Nurul Faudiah Nurul Fuadi Nurul Latifa Nurul Manzili Nurul R Ningrum Nurul R. Ningrum Nurul Shoumi Nurung, Ayyub Harly Nuwun Priyono Nyoman Surya Wijaya Nyoto Santoso Octavia Lilyasari Oka Karyanto Okti Sri Purwanti Otte J Rachman Otte J. Rachman Pamitri Pamitri pamuji, ikhwan Pasaribu, Marsaulina P.L. Pashori, Aswar Paulutu, Risman Peppy Herawati Peri Dani Putra Petrus Subardjo Pipiet Wulandari Prafithrie Avialita Shanti Prahastiwi, Linda Pramono Sigit Pramono Sigit Prasetio Hadi Prasetyanto, Panji Kusuma Prima Almazini PRIMA AYU RIZQI MAHANANI, PRIMA AYU RIZQI Pringgodigdo Nugroho, Pringgodigdo Prisela Elgita Diasa Pritazahra, Armalya Probo S, R. Bayu Puguh Bayu Prabowo, Puguh Bayu PURNAMA HIDAYAT Putri Nanda Laina Putri Sholihat Akbar Putri Utami Putro Saptono Putu Widhi Iswari Qaidah, Fadhila Zul R Siswardana, Sany R Tanoto R. Rusli R. Suyarto R. Yunendah Nur Fu’adah Rachma Hidana Rachma Hidana Raden Mohamad Herdian Bhakti Radityo Prakoso Radityo Prakoso Radityo Prakoso Rahadian Adhantoro Raharjo, Purwono Sungkowo Rahayu Subekti Rahma Hayati Rahma Iqbalia Fisabilillah Rahma Putri Agmalita Rahmaniah, Rahmaniah Rahmiati Aulia Raisha Media Umami Rakhmia Nalibratawati Ramlawati Ramlawati Ratih Fathimah Ratih Latifah Murniati Rd. Rohmat Saedudin Relasari, Relasari Reosa Andika Firmansyah Retna Dewayani Reynold Agustinus Reza Octavianus Reza Octavianus Reza Octavianus Riana Eka Budiastuti Ricky Firanda. S Ridwan Rasyid Riki Adriansyah Rina Murfiana Rini Ekayati Rini Rosliani Riska Dhenabayu Rispawati Rispawati Ristika Handarini Rizki Bactiar Rizky Amalia RIZKY DELLI ZULKARNAEN Robert E. Saragih Rokhani, Rokhani Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Rosita Candrakirana Rosmala Dewi Rossimaria, Vienna Rossimarina, Vienna Roy Christian Roy Sembel Ruchayanti Listiana Ruslinar, Meli S, Qomaruddin Sabrina M Phonna Sahara Sahara Saiful, Inal Sainal Salham, Munir Salmariza Salmariza Salsabila, Religiana Samia Rahayu Samoedro, Erlang Sandro Hasoloan Tobing Sandy Allifiansyah Sany R Siswardana Saparudin Saparudin Saptiana Sulastri Saptono Putro Saputro, Arintoko Sarah Nadia Sari Oktavia Dewi Nur Indah Sari, Diah Luki Yunita Sari, Dwi Kartika Sari, Risca Kurnia Satrio Nur Pambudi Sefri Noventi Sofia Seniwati Seniwati, Seniwati Septiyanti, Septiyanti Setiawan, Sasmita Rohizah Setyaningrum, Paramita Setyo Leksono Sevrima Anggraini Shaumi Shaumi Sholeh, Achmad Nur Shuichi Kawai Shuichi Kawai Siddhi Saputro Silmi Kaffah Silviatu Sa’adah Simbolon, Jessica Putri Natalia SINANTYA FERANTI ANINDYA, SINANTYA FERANTI Singgih Dwi Prasetyo Siska Suridanda Siska Suridanda Danny Sismanto Sismanto Sitardja, Meco Siti Aimah Siti Aminah Siti Hajar Komariah Siti Khodijah Parinduri Siti Nurhidayati Sitompul, Mey Krisselni Sitti Fatimah Sitti Marwah Soetikno Soetikno Solly Aryza Solo, Alfret Rusandi Tanggu Sonny H Wicaksono Soroy Lardo Sowapa Zavihatika Sri Haryuni Sri Murdiati Sri Murni Setyawati Sri Nugroho Marsoem Sri Putri Kurniati SRI RAHAYU Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wilarso Srirejeki, Ni Luh Komang Galih Sriyono Sriyono St Fathimah ‘Athiyyah St. Zaenab Sterra Helena Mathilda Suciati Sudarisman Sudarmawan, I Wayan Eka Sudaryanto Djamhari sudati nur safiah Sugeng Widada Suhaili, Neviyarni Suhartono Suhartono Suhendra Suhendra Sukaarnawa, I Gusti Made Sumadi Sumadi Sumarsono Sumarsono Sunarya Soerianata Sunarya Soerianata Sunu B Rahardjo Sunu B Rahardjo Sunu B Raharjo Sunu B Raharjo Sunu Budhi Raharjo Sunu Budi Raharjo Suparwoto Suparwoto Supentri Suprayitno Suprayitno Surya Hafidiansyah Suryadi Damanik Suryanti, Suryanti Syafiq Muhammad Qualitoaji Syahdam Arrahman Syamsul Arifin T A Prayitno Tadjuddin Naid Taka Mehi Taka Mehi Tandiyo Pradekso Taslim Arifin TATIEK KUSMAWATI Taufik Arbain Tiara Aninditha Tibertus Agus Prayitno Tiyar Okti Indriati Tomi Kiyatmoko Tri Joko Tri Saptuti Susiani Tri Supadmi Tri Susanti Tribudi Santoso Trisnawati, Endang Trissulfi Anggraini Triyono Lukmantoro Tulim, Anto Turista, Dora Dayu Rahma Turnomo Rahardjo Tutut Handayani Tyas Oktaviana Ulfa, Hendro Nurkholis Ulya Meiliana Rofiatul Umami, Khairil Umi Sakinah Unggul Priyadi Urip Purwono USWATUN HASANAH Utami, Sulistiyati Bayu Victor G Simanjuntak Victorian, Ahmad Richard Vireza Pratama W. Widjijono Wahyu Andri Wibowo Wahyu Endrunaka Wahyu Indra Bayu Wahyu Widayati, Wahyu Wahyu Widyaningsih Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Irmah Waluyo Warto Warto Wawan Tripiawan Wenny Fitrina Dewi Wenny Fitrina Dewi Wibowo, Arief Dwi Wibowo, Jangkung Widha Sunarno Widihardjo . Widyatno Widyatno Widyo Mahargo Wiet Rizwijaya Wijayanti, Shanty Wikan Purwihantoro Sudarmaji Wilis Malasari Wimas Hasan Febrianto Winarno, Djoko W. Wira Yusniawati Sarumaha Wirdatul Husna Wishnu Aditya Wisnah Syari Wisqa Nabilah Wiwi Widiawati WIYANTI WIYANTI Y. Novita Yahanan Yahanan Yan Reiza Pemana Yandi Arifiudin Yanter Hutapea Yanuar Luqman Yasmin Tadjoedin Yenda Puspita Yeni Karneli Yopi Novita Yosaphat Bayu Rosanto Yosi Laila Rahmi Yoyo Yoyo Yudhi Mahmud Yuditya Adifandi Yulianto Yulianto Yulkarnain Harahab Yundari, Yundari Yunis Sulistyorini Yunita K S Yunita K S Yusak Maryunianta Z Zainuddin Zahra Safira Zainal Arifin Zaini, Jamal Zainuddin Rahman Zuhri Ramadhan zulfitria zulfitria Zuraida Zuraida