Articles
PERKEMBANGAN DAN KESULITAN MASA REMAJA DALAM KONSEP PENDEKATAN KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL
Athalia A. Aptanta Tumanggor;
Netrawati;
Zadrian Ardi
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.941 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v10i1.16
Perkembangan pada saat dewasa yang sehat bermula dari segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan manusia yaitu pada masa remaja. Masa remaja ialah masa transisi dan masa yang cukup penting dalam membangun indentitas kedepannya. Apabila tugas perkembangan masa remaja sudah dikerjakan dengan baik, maka remaja tidak akan mengalami suatu kesulitan nantinya. Melihat tugas-tugas perkembangan dari remaja sungguh kompleks dan cenderung berat, maka dari itu guna dapat melaksanakan dan mengerjakan tugas-tugas tersebut para remaja membutuhkan suatu bimbingan dan arahan. Pendekatan konseling analisis transaksional dapat membantu masalah atau kesulitan para remaja yang berkaitan dengan komunikasi atau perkembangan serta perilaku-perilaku maladaptif. Metode penelitian ini menggunakan studi literature, tujuan penelitian ini adalah untuk menggali serta mengkaji konseling dan psikoterapi yang ditinjau dari konsep dan prosesnya. Adapun penelitian ini menggunakan sejumlah data, antara lain yaitu buku, laporan hasil penelitian, dan artikel ilmiah.
Perbedaan Perilaku Agresif Siswa Laki-laki dan Perempuan di SMA N 16 Padang
Tasya Nabilah Mutiara;
Netrawati Netrawati
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/realita.v8i1.7452
Perilaku agresif ada dalam setiap diri manusia, yang membedakan adalah bentuk, jenis, dan kuantitasnya. Agresif merujuk pada perilaku yang membuat objeknya mengalami bahaya atau kesakitan. Agresif mewujudkan setiap bentuk keinginan (drive motivation) yang mengarah untuk menyakiti dan melukai seseorang. Banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi agresif, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu nya yang mempengaruhi yaitu faktor genetis atau jenis kelamin. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku agresif tidak hanya dilakukan oleh laki-laki saja, bahkan perempuan pun juga dapat melakukan perilaku agresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku agresif siswa laki-laki dan perempuan di SMA N 16 Padang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif komparatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 1042 orang siswa kelas X, XI dan XII SMA N 16 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian sebanyak 200 orang siswa dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket perilaku agresif siswa dengan model skala likert. Teknik pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif dan teknik uji Mann-Whitney dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai perilaku agresif siswa laki-laki dan perempuan di SMA N 16 Padang dengan hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,003 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (0.003<0,05) diartikan bahwa hipotesis diterima.
Perbedaan Perilaku Altruisme Pada Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin di MTsN 6 Kota Padang
Siti Fauziah;
Netrawati Netrawati
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/realita.v8i1.7312
Perilaku altruisme pada siswa sudah mengalami kemunduran terhadap isu-isu yang terjadi di kehidupan sehari-hari yang salah satunya pada tingkat sekolah menengah pertama. Hal ini terlihat bahwasanya terdapat siswa di sekolah yang tidak membantu temannya ketika sedang mengalami kesusahan. Altruisme diartikan sebagai suatu pertolongan yang diberikan secara murni, tulus dan tanpa mengharapkan timbal balik atau balasan dari orang lain dan juga tidak memberikan manfaat apapun bagi dirinya sendiri. Perilaku altruisme dipengaruhi oleh beberapa faktor internal salah satunya adalah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku altruisme di MTsN 6 Kota Padang secara keseluruhan, untuk mendeskripsikan perilaku altruisme siswa laki-laki dan perempuan di MTsN 6 Kota Padang dan mengetahui perbedaan perilaku altruisme ditinjau dari jenis kelamin di MTsN 6 Kota Padang. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif-komparatif dimana subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan XI di MTsN 6 Kota Padang yang populasi dari penelitian berjumlah 771 siswa dan sampel sebanyak 265 siswa dengan menggunakan teknik sampel yaitu simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket skala likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu independent sample t-test dengan bantuan program SPSS versi 20.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa MTsN 6 Kota Padang terdapat perbedaan perilaku altruisme bila ditinjau dari jenis kelamin. Dimana F = 3,108 dengan p = 0,00 < 0,05 artinya ada perbedaan perilaku altruisme siswa ditinjau dari jenis kelamin. Dimana perempuan lebih tinggi perilaku altruismenya dibandingkan laki-laki. Dari hasil penelitian ini yitu terdapat perbedaan perilaku altruisme ditinjau dari jenis kelamin di MTsN 6 Kota Padang.
Emotional Intelligence Differences Between Male and Female Adolescents
Atiqul Ilmi El Faisal;
Netrawati Netrawati
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 6, No 1 (2023): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/egcdj.v6i1.21427
This study aims to determine differences in the level of emotional intelligence in male and female adolescents. This research is a type of comparative descriptive quantitative research. The population used in the study was 1060 students of SMAN 1 Kampar Timur who were enrolled in the 2022/2023 school year with a sample of 290 students who were selected using the proportional random sampling technique. Data collection was carried out using an emotional intelligence questionnaire which was arranged based on aspects of emotional intelligence. Data were processed using descriptive analysis techniques and comparative analysis techniques T-Test. The results showed that: 1) as many as 38.6% of students have moderate emotional intelligence; 2) as many as 37.2% of male adolescents have moderate emotional intelligence of male adolescents; 3) as many as 35.9% of young women have moderate emotional intelligence; 4) there is no difference in emotional intelligence in middle adolescents in terms of gender with the result sig = 0.078 (sig. > 0.05).TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Efektivitas Layanan Konseling Individu Pendekatan Cognitive Behaviour Therapy dalam Mereduksi Perilaku Self Injury pada Siswa
Ilham Wahyudi;
Netrawati Netrawati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4887
Perilaku self injury pada siswa merupakan dampak bagi siswa yang mengalami hambatan dalam menanggapi stimulus negatif yang didapatkan dari lingkungan, dengan sistem coping yang buruk sehingga siswa melakukan perilaku menyakiti diri sendiri (self injury). Penelitian ini bertujuanyuntuk menganalisis efektivitas layanan konseling cognitive behaviour therapy dalam mereduksi perilaku self injury pada siswa sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi, penelitian ini berbentuk eksperimen dengan metode single subjek research (SSR) dengan desain A-B dengan target behavior adalah menurunkan perilaku self injury pada siswa, perlakuan (intervensi) dalam penelitian ini yaitu dengan konseling cognitive behaviour therapy dengan teknik restrukturisasi kognitif, subjek pada penelitian ini siswa tingkatan SMP kelas IX di Sumatera Barat yang melakukan perilaku self injury penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu sebelum intervensi (pre test), intervensi dan setelah intervensi (post test). Instrument yang digunakan untuk mengetahui bentuk dan mengukur perilaku self injury pada siswa menggunakan inventory self injury scale dengan 30 butir pernyataan dengan skala guttman, teknik analisis data yangedigunakan adalah statitika non-parametrik analisis data keseluruhan pada subjek sebelum diberikan intervensi berada pada angka 60,00% menurun menjadi 3,33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu pendekatan cognitiveubehaviour therapy dengan teknik restrukturisasi kogntitif efektiv dalam mereduksi perilaku self injury pada siswa.
Information services using a scientific approach to prevent the tendency of student physical bullying
Suhaili, Neviyarni;
Netrawati, Netrawati;
Syarifuddin, Syarifuddin
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 4, No 2 (2020): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.506 KB)
|
DOI: 10.24036/00325za0002
The tendency of student physical bullying must be prevented because it can negatively impact physical and psychological aspects for the perpetrator, the audience, and the victim. One way that can be done to prevent this tendency is by providing information services using a scientific approach. This study aimed to test the effectiveness of information services using a scientific approach to prevent student physical bullying tendency. This study was a quantitative research with the actual experimental design, the randomized pretest-posttest control group design. The research sample consisted of 30 students for the experimental group and 30 students for the control group. The data were analyzed by using the non-parametric statistics using the Kolmogorov Smirnov 2 independent sample analysis technique. The study results proved that information services using a scientific approach are effective in preventing the tendency of student physical bullying.
Analisis Perilaku Bullying yang Dialami Anak Jalanan (Studi Kasus pada Anak Jalanan di Kota Padang)
Farah Fadhilah;
Netrawati Netrawati
Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29240/jbk.v6i2.6221
The problem that will be studied in this research is the types of bullying experienced by street children in the city of Padang. Street children are children who are forced to take to the streets due to several factors. The situation of street children is sometimes exacerbated by violence. Violence that occurs in the child's environment can be referred to as bullying. Bullying does not only occur in educational environments, but can also occur on the streets. This type of qualitative research with the case study method. Sources of data from street children as research subjects and research informants. Data collection methods used are interviews and observation. The data analysis technique refers to Miles and Huberman's interactive analysis model. To test the validity of the data used triangulation techniques with sources. The results showed that the type of bullying experienced by street children was direct bullying in the form of being beaten, pushed, tripped over, stoned, teased, humiliated, grabbed, compassed, pulled by his clothes, cursed at and slapped. For this type of indirect bullying in the form of being ostracized from social groups, spreading gossip, being insulted via the internet and being threatened via the internet.
ANALISIS MENGENAI KONSELING SELF (CARL RANSOM ROGERS) DALAM KAJIAN LITERATUR
Ledita Ezy Maulany;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2882
Artikel ini membahas mengenai konseling self atau sering juga disebut pendekatan konseling yang berpusat pada klien (client centered). Menggunakan rujukan yang bersumber dari buku bacaan langsung atau bacaan yang didapatkan melalui media elektronik (internet). Teori ini pertama kali diprakarsai oleh seorang psikolog bernama Carl Ransom Rogers, atas dasar penilaiannya bahwa setiap individu manusia memiliki kepercayaan diri secara positif sehingga tiap individu tersebut dapat berkembang dan maju kearah yang lebih baik daripada sebelumnya. Hal ini membuat Client Centered Rogers lebih menekankan kepada Suatu gagasan, elemen signifikan yang pada akhirnya mengungkapkan solusi untuk dilema klien adalah informasi utama atau bukti bahwa klien bertanggung jawab atas keadaan mereka.
Hubungan Pola Asuh Orangtua dan Fatigue dengan Prokrastinasi Akademik Peserta Didik
Rendi Yana Rahmanisa;
Marjohan Marjohan;
Netrawati Netrawati;
Dina Sukma
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol 6 No 1 (2023): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31539/joeai.v6i1.6231
This study aims to describe parenting styles, describe fatigue, describe academic procrastination and examine the relationship between parenting styles and fatigue with academic procrastination. This type of research is quantitative research using descriptive and correlational analysis approaches. In this study, what was described was parenting parents, fatigue and academic procrastination of students. The population in this study were students of class VIII MTsS Al-Hidayah Pasaman Barat, totaling 182 students. The number of samples in this study were 125 students who were taken using a proportional stratified random sampling technique. This study used two data analysis techniques, namely descriptive analysis and correlational analysis. Descriptive analysis was carried out using the percentage formula while correlational analysis used the product moment correlation formula and the calculation was assisted by using the SPSS version 20.0 for windows program. The results showed (1) the level of parenting in general was in the low category, (2) the level of fatigue was generally in the high category, (3) the level of academic procrastination of MtsS Al-Hidayah Pasaman Barat students was generally in the high category and (4) there is a significant relationship between parenting and fatigue with academic procrastination of MTsS Al-Hidayah Pasaman Barat students with a correlation coefficient of 0.704 and a significance level of 0.000. In conclusion, there is a significant relationship between parenting and fatigue with academic procrastination of students at MTsS Al-Hidayah Pasaman Barat. The implications of the research results can be used as input for creating a guidance and counseling service program at MTsS Al-Hidayah Pasaman Barat. Keywords: Parenting Style, Fatigue, Academic Procrastination
Analysis of Mathematics Anxiety Experienced by Students of Vocational School in Padang City and The Factors That Affect Them
Yufa Ficanysha Yufa;
Netrawati;
Neviyarni;
Nurfarhanah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v7i03.4900
Mathematics is a subject that many students fear. This fear has a negative impact, one of which is math anxiety. This study aims to describe the level of math anxiety of SMKN students in Padang and the factors that influence it. This research is a descriptive study with a total sample of 72 students at one of the State Vocational Schools in Padang City. Sampling used a purposive sampling technique, which is based on the results of recommendations, observations, and interviews from counseling teachers and Mathematics teachers at SMKN Padang. This study measures math anxiety which includes math test anxiety, numerical anxiety, and abstraction anxiety. The data collection tool used in this study was a questionnaire with a Likert scale model totaling 38 statement items with 5 alternative answers. Overall, Students' math anxiety is in the high category of 45.83%, which means that many students experience math anxiety, the average student anxiety towards mathematics is the high category which is influenced by personality, environmental and intellectual factors. Keywords:anxiety, math anxiety, vocational school students in the city of padang