Articles
Analisis Penyesuaian Diri Siswa di SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak
W. N Irfan;
Netrawati Netrawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh individu agar bisa diterima dengan baik dilingkungannya. Penyesuaian diri di lingkungan sekolah menuntut siswa untuk hidup dan bergaul secara tepat dengan lingkungan sekolah mereka, sehingga mereka dapat merasa senang dengan diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri akan merasa khawatir, merasa bersalah, tidak merasa puas dengan apa yang telah mereka capai, serta mengeluh tentang masalah yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri siswa di SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 245 siswa dipilih dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket mengenai penyesuaian diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak memiliki tingkat penyesuaian diri berada pada kategori tinggi dengan persentase 67,76%. Hal ini berarti siswa di SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak sebagian besar sudah dapat beradaptasi dengan lingkungannya dengan melakukan penyesuaian diri dengan baik.
Penerapan Pendekatan Analisis Transaksional dalam kelompok Berbasis Kato Nan Ampek
Zulhelmi Narti;
Yeni Karneli;
Netrawati Netrawati
Jurnal Counseling Care Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (570.826 KB)
|
DOI: 10.22202/jcc.2022.v6i2.6372
Free association makes humans insensitive to cultural norms that exist in society, as well as the ethics of communicating with others (interpersonal communication). In Minangkabau, communication with other people has rules and ethics called kato nan ampek. When individuals do not understand and do not apply kato nan ampek in communication, it is called Minang Indak Tau di Nan Ampek. Kato Nan Ampek communication model in Minangkabau culture as an effective pattern of communication to build counselor and counselee relationships. The purpose of this research is to improve the counselee's interpersonal communication related to kato nan ampek. This study uses the library research research method. Data analysis technique using content analysis. The results of the study show that communication patterns greatly determine the success of counseling. Kato Nan Ampek's communication model can be an alternative in implementing counseling services. The counselee's interpersonal communication skills can be improved for the better through group counseling with a transactional analysis approach (AT).Keywords: interpersonal communication, kato nan ampek, counseling transactional
Penerapan Pendekatan Analisis Transaksional dalam kelompok Berbasis Kato Nan Ampek
Zulhelmi Narti;
Yeni Karneli;
Netrawati Netrawati
Jurnal Counseling Care Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22202/jcc.2022.v6i2.6372
Free association makes humans insensitive to cultural norms that exist in society, as well as the ethics of communicating with others (interpersonal communication). In Minangkabau, communication with other people has rules and ethics called kato nan ampek. When individuals do not understand and do not apply kato nan ampek in communication, it is called Minang Indak Tau di Nan Ampek. Kato Nan Ampek communication model in Minangkabau culture as an effective pattern of communication to build counselor and counselee relationships. The purpose of this research is to improve the counselee's interpersonal communication related to kato nan ampek. This study uses the library research research method. Data analysis technique using content analysis. The results of the study show that communication patterns greatly determine the success of counseling. Kato Nan Ampek's communication model can be an alternative in implementing counseling services. The counselee's interpersonal communication skills can be improved for the better through group counseling with a transactional analysis approach (AT).Keywords: interpersonal communication, kato nan ampek, counseling transactional
Krisis masa dewasa awal pada mahasiswa magister: Tantangan kehidupan dan relevansi layanan bimbingan dan konseling
Insanti Kamila;
Netrawati Netrawati
Counseling and Humanities Review Inpress (2023)
Publisher : Counseling and Humanities Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Individu dewasa awal, termasuk mahasiswa magister, menghadapi tantangan dan perubahan yang signifikan dalam hidup mereka yang disebut dengan krisis masa dewasa awal. Namun, penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk menganalisis krisis ini pada mahasiswa magister karena masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis masa dewasa awal pada mahasiswa magister. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 157 mahasiswa magister FIP UNP yang berusia 20-30 tahun, sedang menyusun tesis dan terdaftar pada semester Januari-Juni dengan sampel sebanyak 113 mahasiswa yang dipilih secara Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Instrumen Krisis Masa Dewasa Awal pada Mahasiswa Magister”. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa krisis masa dewasa awal berada pada kategori tinggi. Aspek karier, aspek keluarga dan aspek kesehatan pada krisis masa dewasa awal berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan aspek hubungan berada pada kategori tinggi.
PENGAPLIKASIAN PENDEKATAN KONSELING REALITY THERAPY DALAM MEMBANGUN RASA TANGGUNG JAWAB
Zulfikar Fadhlullah;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3276
Tanggung jawab adalah aspek penting dalam kehidupan kita. Ini melibatkan kesadaran tentang tugas dan kewajiban yang kita miliki terhadap diri sendiri, orang lain, dan masyarakat secara luas. Namun, pada kenyataannya, banyak orang tampaknya kekurangan rasa tanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Dalam masyarakat modern, fenomena kurangnya rasa tanggung jawab semakin merajalela. Tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan merupakan komponen penting dalam membangun hubungan yang sehat dan menciptakan perubahan positif dalam kehidupan. Namun, banyak orang tampaknya kekurangan rasa tanggung jawab. Salah satu pendekatan konseling yang berfokus kepada pemebentukan sasa tanggung jawanb adalah pendekatan reality therapy. Pendekatan reality therapy adalah salah satu pendekatan dalam bidang konseling yang menekankan pada pengalaman dan tanggung jawab individu terhadap kehidupan mereka. Dalam konteks tanggung jawab, pendekatan ini berfokus pada kesadaran dan pengakuan individu terhadap peran dan tanggung jawab mereka dalam menciptakan perubahan positif dalam hidup mereka.
MEREDUKSI FOMO PADA ERA SOCIETY 5.0 MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSELING KOGNITIF BEHAVIORAL
Rizki Kurniawan;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3399
Kondisi kesehatan mental masyarakat dilaporkan memburuk dengan sangat cepat saat ini. Meningkatnya kecanduan platform media sosial adalah salah satu elemen yang berkontribusi terhadap masalah tersebut. Akibat kecanduan, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masalah Fear of Missing Out (FOMO) semakin meluas di kalangan mahasiswa. Ketika kita memiliki akses ke perangkat seluler dan aplikasi yang disertakan dengan platform media sosial, akan ada banyak konsekuensi positif dan negatif dalam hidup kita. Ini adalah fenomena yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Selain itu, karena dampak negatif dari kedua masalah kesehatan mental ini, banyak dari kita yang terkena dampak langsung dari penyakit ini, meskipun kita belum mengetahui fakta ini. Ini adalah kasusnya meskipun faktanya kita tidak menyadarinya. Analisis Fear of Missing Out (FOMO) adalah fokus dari proyek penelitian ini, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana model konseling terapi perilaku kognitif diterapkan untuk melakukan analisis FOMO. Pendekatan penelitian ini terdiri dari tinjauan literatur yang dilakukan sebelumnya. Sebagai hasil dari penelitian ini, dikembangkan konsep aliran kondisi personal yang mengalami fomitus, dan merupakan hal yang dapat dielaborasi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang lebih mendalam. Berdasarkan temuan penelitian ini, model konseling cognitive behavioral treatment (CBT) berpotensi untuk dimanfaatkan dalam proses mengkategorikan perkembangan kondisi simtomatik (FoMO) pada setiap individu secara umum.
PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENGOPTIMALKAN KEMATANGAN EMOSI PADA PASANGAN YANG MENIKAH DI USIA DINI
Tri Ulviani;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3324
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan kematangan emosi pada pasangan yang menikah di usia dini dengan pendekatan cognitive behavioral therapy. Tinjauan literatur dan studi literatur digunakan dalam penulisan artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi cognitive behavioral therapy sangat tepat penanganan kasus ini karena terapi perilaku kognitif, suatu bentuk psikoterapi, menekankan kesadaran sosial dan pemecahan masalah dalam hubungan interpersonal sambil berfokus pada pemikiran dan tindakan yang menyertai masalah kesehatan mental. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa dalam pernikahan, suami dan istri sering berinteraksi, sehingga diperlukan kematangan emosi untuk keberhasilan interaksi. Pertimbangan dan perasaan yang salah pada akhirnya akan mempengaruhi cara berperilaku individu, sehingga mereka dianggap memerlukan membutuhkan terapi intervensi psikologis dalam siklus mental dan perilaku untuk mendapatkan perubahan dalam pemikiran, perasaan, dan perilaku. Dalam terapi perilaku kognitif (CBT), metode yang sering digunakan adalah: 1) mengendalikan keyakinan irasional; 2) biblioterapi; 3) mencoba menggunakan; 4) mengulang; 5) mengukur perasaan; dan 6) menahan pikiran Berpikir positif dan bahagia terkait dengan pendekatan terapi perilaku kognitif (CBT)
KONSELING RELITAS UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI DIRI SISWA: LITERATURE REVIEW
Rachman Hakim;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3406
Saat ini, sejumlah besar siswa masuk dalam kategori memiliki tingkat ketahanan yang rendah; Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan dan konseling yang mengambil pendekatan konseling realitas. Pengembangan resiliensi yang lebih besar di kalangan siswa adalah tujuan dari implementasi konseling realitas. Dalam penelitian ini, digunakan metode studi literatur dengan pendekatan pengumpulan data yang memanfaatkan tinjauan berbagai referensi yang terhubung. Pelaksanaan treatment dengan menggunakan konseling realita dinilai efektif, berdasarkan hasil berbagai penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada diri konseli antara sebelum dan sesudah menerima treatment dengan menggunakan konseling. Berdasarkan hasil dapat disimpilkan bahwa Pelaksanaan konseling realitas sebagai sarana untuk mengatasi resiliensi individu menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidik BK untuk menyesuaikan dan mengembangkan kompetensinya sejalan dengan pergeseran norma budaya dan kemajuan inovasi teknologi. Serta dapat membantu siswa untuk meningkatkan resiliensi dirinya.
KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN PERSON CENTERED THERAPY UNTUK MENINGKATKAN IDENTITAS DIRI
Neni Elvira Z;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3340
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis identitas diri dengan memanfaatkan pendekatan person centered therapi dengan konseling individu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menjelaskan secara rinci tentang pentingnya konseling individu dengan pendekatan person centered therapy untuk meningkatkan identitas diri. Sumber data penelitian adalah berita, artikel, dan publikasi jurnal yang dikumpulkan dengan memanfaatkan teknik dokumen. Hasil penelitian menunjukkan selama proses konseling individu, hubungan antara konselor dan klien hangat dan saling percaya, dan klien dipandang sebagai orang dewasa yang dapat mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas keputusannya sendiri. Ketika individu mengetahui dan memahami dirinya yang sebenarnya sesuai dengan keinginannya, konseling dengan pendekatan yang berpusat pada klien dapat membantu siswa meningkatkan identitas dirinya. Kesimpulannya bahwa konseling individual menggunakan terapi yang berpusat pada individu potensial untuk meningkatkan identitas diri klien. terapi yang berpusat pada individu memandirikan klien sehingga hasil konseling pun adalah hasil kerja keras dari klien.
MEMANFAATKAN SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY DALAM PERAWATAN KECANDUAN NARKOBA PADA REMAJA YANG PUTUS SEKOLAH: MEMBERDAYAKAN REMAJA DALAM PEMULIHAN
Denia Syapitri;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3372
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat Solution-Focused Brief Therapy dalam penanganan kecanduan narkoba pada remaja putus sekolah. Metode yang digunakan untuk pengkajian ini adalah studi literatur yang bersumber dari catatan, buku, makalah atau artikel, jurnal terkait kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, remaja putus sekolah, dan terapi singkat yang berfokus pada solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Solution-Focused Brief Therapy berpotensi untuk digunakan dalam pengobatan kecanduan narkoba pada remaja putus sekolah untuk memberdayakan remaja dalam pemulihan. Hal ini karena SFBT menggunakan serangkaian strategi tertentu untuk membuat penyesuaian kecil yang menguntungkan yang kemudian mengalir ke seluruh sistem klien untuk menghasilkan perubahan yang lebih signifikan dan tahan lama. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa remaja yang sudah putus sekolah dapat menggunakan pendekatan ini dengan bantuan seorang konselor. Teknik yang dapat digunakan seperti kalimat pengecualian, pertanyaan ajaib, pertanyaan skala, metode untuk mengalokasikan tugas ke sesi utama, dan terapi umpan balik/pujian klien.