Articles
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kepercayaan Diri Peserta Didik SMKS Duafa Padang
Putra, Tomi;
Firman, Firman;
Netrawati, Netrawati;
Rahman, Mohd Nazri Abdul
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/counselia.v5i2.147
Masa remaja ialah sesuatu fase dalam ekspedisi hidup manusia yang menandai transisi dari masa anak- anak mengarah berusia. Ada pula aspek yang pengaruhi keyakinan diri merupakan konsep diri serta. Seorang yang mempunyai pemikiran yang positif tentang dirinya, hingga hendak bisa merealisasikan seluruh keahlian yang dimilikinya secara optimal. Tujuan riset ini merupakan buat mengenali ikatan konsep diri dengan keyakinan diri pesertadidik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dhuafa Padang. Riset ini ialah riset korelasi dengan memakai metode analisis revew literatur. Tinjauan literatur ini mempraktikkan tata cara analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber rujukan yang digunakan mencakup postingan, novel, serta data dari media teknologi serta komunikasi yang relevan dengan topik yang lagi dibahas. Lewat tinjauan literatur ini, dicoba proses analisis, sintesis, ringkasan, serta perbandingan antar literatur yang terdapat. Bersumber pada hasil riset ini membuktikan kalau ada ikatan yang signifikan antara body image serta konsep diri terhadap keyakinan diri partisipan didik gadis.
Teknik Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Person Centered Therapy Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Korban Kekerasan Seksual
Jannah, Miftahul;
Karneli, Yeni;
Netrawati, Netrawati
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/counselia.v5i2.166
Kasus kekerasan seksual di Indonesia terus mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Korban dari kekerasan seksual bukan hanya orang dewasa saja melainkan juga dari anak-anak yang masih dibawah umur. Hal tersebut cukup menarik perhatian untuk ditangani mengingat dampak negatif yang akan dirasakan oleh para korban seperti rasa takut, menurunnya rasa percaya diri, menurunnya kualitas hidup bahkan sampai trauma yang mendalam yang dirasakan oleh korban. Berdasarkan kasus kekerasan seksual yang terjadi tersebut tentunya terdapat faktor penyebab mengapa kekerasan seksual tersebut bisa terjadi, biasanya faktor penyebab datang dari dalam diri individu itu sendiri dan dari luar individu itu sendiri. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendampingan dan penanganan yang baik bagi korban kekerasan seksual. Penangan tersebut dapat dilakukan oleh konselor dengan teknik konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan Person Centered Therapy. Mengingat pendekatan Person Centered Therapy merupakan pendekatan yang menenkankan pemahaman klien terhadap dirinya sendiri. Pelaksanaan konseling kelompok yang dilakukan oleh konselor diharapkan mampu untuk membantu korban kekerasan seksual yang mengalami penurunan kualitas hidup dengan menggunakan pendekatan Person Centered Therapy, maka dari itu korban diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidupnya di masa yang akan datang dan mampu menjalani kehidupan yang efektif sehari-hari tanpa adanya rasa takut didalam dirinya.
Systematic Literature Review: Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Pendekatan Person Centered Untuk Mencegah Kekerasan Seksual Pada Remaja Perempuan
Mulia, Fika Dwi;
Karneli, Yeni;
Netrawati, Netrawati
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/counselia.v5i2.167
Kekerasan ialah suatu bentuk perilaku kejahatan yang dilakukan kepada orang lain. Kekerasan dapat terjadi pada berbagai kalangan dan tidak memandang usia maupun jenis kelamin. Fenomena yang hingga saat ini kerap terjadi ialah kekerasan seksual yang terjadi kepada wanita. Fenomena kekerasan seksual akhir-akhir ini menjadi isu yang menonjol. Berdasarkan data pengaduan Komnas Perempuan sepanjang tahun 2022 menunjukkan kekerasan seksual sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan yang dominan (2.228 kasus/38.21%) diikuti kekerasan psikis (2.083 kasus/35,72%). Namun perlu adanya upaya pencegahan terjadinya kasus kekerasan seksual pada remaja perempuan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dan upaya pencegahan kekerasan seksual pada remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Studi literatur adalah suatu metode pengumpulan data untuk mengungkap berbagai teori yang berkaitan dengan pertanyaan yang sedang diteliti, dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan sumber lain yang dianggap relevan dengan subjek atau objek penelitian. Berbagai artikel yangberikaitan dengan kekerasan seksula pada remaja perempuan dari berbagai jurnal yang telah dipublikasi di Google Scholar dari tahun 2019-2023.
Trauma Pada korban Kekerasan Seksual Dengan Pendekatan Person Centered
Afriani, Anisa;
Karneli, Yeni;
Netrawati, Netrawati
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/counselia.v5i2.168
Kasus pelecehan seksual sudah tidak biasa lagi dipandang sebagai kasus yang biasa saja, yang bukan hanya marak di perkotaan namun juga didaerah perdalaman, merupakan salah satu penyebab seseorang terkena trauma yang dapat mengganggu kesejahteraan hidup seseorang. Dengan ini diadakan nyalah sebuah konseling kelompok yang dimana dapat membantu korban dalam menyelesaikan trauma tersebut. Berdasarkan kasus yang terjadi di indonesia bahwa ditemukannya kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak yang berada pada lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual adalah banyaknya pelaku disekitar korban bahkan orang yang dikenal korban sehingga kekerasan seksual bisa terjadi dimana saja, selanjutnya juga faktor yang mempengaruhi timbulnya kekerasan seksual adalah karena anak-anak dianggap steril sehingga anak-anak rentan menjadi korban kekerasan seksual karna hal tersebut timbullah trauma pada diri korban karena kejadian yang menimpa korban. Pelaksanann konseling yang dilakukan terhadap korban kekerasan seksual adalah pertama konselor melakukan konseling kelompok dengan pendekatan Person Centred.
Penerapan Pendekatan Person Centred Therapy Dalam Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri (Self Trust) Terhadap Korban Tindakan Pelecehan Seksual
Anissa, Anissa;
Karneli, Yeni;
Netrawati, Netrawati
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/counselia.v5i2.169
Maraknya tindakan pelecehan seksual di Indonesia menimbulkan trauma yang berkepanjangan terhadap korban pelecehan seksual baik secara fisik maupun secara verbal sehingga korban menjadi tidak percayaan diri, hal ini menjadi perhatian yang khusus dan keprihatinan terhadap korban pelecehan seksual, dengan terjadinya fenomena yang sering terjadi belakangan ini. Diadakan nyalah sebuah penerapan pendekatan person centred therapy untuk meningkatkan kepercayaan diri (self-truts)yang dimana dapat membantu korban dalam meningkatkan kepercayaan diri. Berdasarkan kasus yang terjadi di Indonesia bahwa ditemukannya tindakan pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak dan remaja yang berada pada lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Faktor yang mempengaruhi terjadinya tindakan pelecehan seksual adalah pelaku biasanya orang-orang terdekat korban bahkan dari keluarga korban sehingga pelecehan seksual biasa terjadi dimana saja selanjutnya faktor yang mempengaruhi timbulnya pelecehan seksual adalah karena korban dianggapakan bungkam dan tidak akan berani untuk memberi tahu tindakan pelecehan seksual yang terjadi pada dirinya karna hal tersebut menimbulkan trauma yang membuat korban merasa tidak percaya diri dan menutup diri dari lingkungannya. Penerapan pendekatan person centred therapykonseling yang dilakukan terhadap korban pelecehan seksual adalah konselor melakukan konseling dengan pendekatan person centred therapyagar korban menjadi pecaya diri dan tidak menutup diri dari lingkungannya.
Peningkatan Percaya Diri Korban Kekerasan Seksual Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Melalui Pendekatan Person Centered
Wulandari, Rike;
Karneli, Yeni;
Netrawati, Netrawati
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/counselia.v5i2.228
Layanan Konseling kelompok merupakan salah satu layanan konseling yang bermanfaat dan strategis dalam membantu anak-anak yang menghadapi masalah pribadi dengan menggunakan kontribusi pemikiran kelompok untuk mengatasi masalah pribadi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui layanan konseling kelompok dengan pendekatan Person-Centered dalam peningkatan kepercayaan diri pada anak korban kekerasan. Konseling kelompok dengan pendekatan Person-Centered dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anak korban kekerasan dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan layanan konseling kelompok terhadap anak sehingga diharapkan konselor melakukan penanganan bersifat segera jika menemukan klien yang menjadi korban kekerasan agar aktivitas serta interaksi sosial para korban kekerasan seksual tidak terganggu. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah konseling kelompok dengan pendekatan Person-Centered.
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENGELOLA KECEMASAN PADA SISWA ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)
Ahmad Zaki Ilman Nasution;
Netrawati, Netrawati;
Zadrian Ardi
Counseling Milenial (CM) Vol. 6 No. 1 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/konselor.v6i1.7854
Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often experience difficulties in the school environment, especially in terms of concentration, hyperactive behavior and impulsivity. Although most children with ADHD are still served in regular classes, this can hinder students' development, both academically and socially. To support student development, a guidance and counseling approach based on collaboration between teachers, counselors and parents is very important. One intervention that has been proven effective is Cognitive Behavioral Therapy (CBT), which can help ADHD children manage anxiety and impulsive behavior. This research uses a literature review method to explore the application of CBT in managing anxiety in ADHD students, with an analysis of various relevant studies. The research results show that CBT is effective in helping ADHD children overcome the difficulties students face at school and in social interactions, as well as supporting better development. Researchers emphasize the importance of collaboration between educators and counseling personnel to create a supportive environment for children with ADHD.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN GESTALT UNTUK MENGATASI QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA
Lia Mita Syahri;
Netrawati Netrawati;
Syahrial Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 1 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin bertambahnya usia, individu akan memikirkan terkait bagaimana keadaan masa depannya. Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang masa depannya. Banyak individu yang terperangkap dalam keadaan rasa cemas, takut, dan sedih, bahkan hingga menjadi stress ketika harus dihadapkan dengan pertanyaan bagaimanakah nanti masa depannya. Hal ini disebut dengan istilah quarter life crisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu individu mengatasi quarter life crisis dengan menggunakan pendekatan yang diberikan secara berkelompok. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan artikel atau jurnal yang terkait dengan konseling kelompok, pendekatan gestalt, dan quarter life crisis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pendekatan gestalt dengan cara konseling kelompok efektif untuk membantu individu-individu yang sedang mengalami quarter life crisis. Salah satu teknik yang digunakan yakni latihan saya bertanggung jawab.
The Role of Guidance and Counseling in Non-Formal Education in Indonesia
Melva Syahrial;
Yeni Karneli;
Ifdil;
Netrawati
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58355/manajia.v3i1.76
Education is an important human right to be accessed by everyone without exception. One form of education in Indonesia is non-formal education. Non-formal education is one of the main pillars in nation development. Non-formal education in Indonesia also continues to develop and adapt to changing times. Non-formal education is very much needed. In Indonesia, there are various non-formal education programs that can help students who cannot afford to get an education and improve their skills to achieve it. For students who have to help their parents, non-formal education can be the right alternative to continue to receive education and improve their skills, while also helping to ease the burden on their parents. The government is trying to fulfill the right to education for all Indonesian children, including students who are far from access to education. The right to education is a shared responsibility. Various efforts have been made by the government and various parties to provide quality non-formal education for children in remote and outermost areas so they can have an education. Students in non-formal education have diverse needs. They may come from various backgrounds in age, education and life experience. Counseling can help them adjust to new learning environments and overcome specific learning obstacles.
Study of Literature: Implementation of Modeling Techniques Information Services to Increase Student Readiness for Vocational School Students for Practice
Ice Desvikayati;
Firman;
Netrawati
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58355/manajia.v3i1.81
Students' readiness to face Industrial Work Practices (Prakerin) is one indicator of the success of Vocational Schools in carrying out their functions. This research investigates the effectiveness of modeling engineering information services in increasing the readiness of Vocational High School (SMK) students to face Industrial Work Practices (Prakerin). This research method uses a literature study approach to prepare in-depth reviews of various articles and journals that are relevant to this topic. The results of the analysis show that modeling techniques significantly improve students' understanding of the world of work, help them develop practical skills such as communication and time management, and strengthen their confidence in facing challenges in the workplace. In addition, this technique also helps students identify and overcome potential obstacles they may face during internship, as well as prepare them to adapt to different work cultures. The implication of this study is the importance of integrating modeling techniques in the vocational education curriculum to prepare the younger generation to face the dynamic and competitive world of work.