Articles
Peran Penyuluh Sebagai Motivator untuk Meningkatkan Kerukunan Hidup Beragama Di Masyarakat
Anggreni, Marshela;
Apriani Putri, Dwi;
Ulfah Nabilah, Fauziah;
Jetmy, Whendy;
Ardyansah, Ardyansah;
Zubaidah, Zubaidah
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 4 No. 1 (2023): March
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62159/dawuh.v4i1.1072
This study aims to discuss the role of Islamic religious instructors in fostering harmony between Islamic community organizations in Kepahiang District. This research uses qualitative research with descriptive-analytical method. The formal object of this research is role analysis, while the material object is Islamic religious instructors in fostering harmony between Islamic community organizations in Kepahiang District. The results and discussion of this study include the objective conditions of harmony between Islamic religious instructors and Islamic community organizations in Kepahiang district, the steps taken by Islamic religious instructors, and the obstacles experienced by Islamic religious instructors in fostering harmony between Islamic religious instructors and Islamic community organizations in Kepahiang. This research is a relatively new research, so it is hoped that a more in-depth research will be conducted with a holistic approach.
Peran Penyuluh Agama dalam Membentuk Kesadaran Diri Remaja di Timur Indah RT.22 RW.02
Sopia Fitria, Desy;
Puspita Sari, Wiwied;
Lestari, Mopi;
Yolanda Pracella, Aisha;
Zubaidah, Zubaidah
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 5 No. 1 (2024): March
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62159/dawuh.v5i1.1127
The role of religious instructors in the formation of awareness of adolescent self-diversity in Timur Indah RT.22 RW.02. Currently there are several cases that are reflected in the low level of religious awareness in some adolescents in Indonesia, Religious Counselors have a role in increasing religious awareness in adolescents who are the target group of Religious Counselors. The purpose of this study is to find out how the role and function of Religious Counselors in increasing the religious awareness of adolescents, the religious conditions of adolescents, and the sustainability of religious counseling activities in Timur Indah RT.22 RW.02. The method used is qualitative with a descriptive approach of phenomenology type. The technique in determining informants uses purposive sampling technique. The results of this study indicate that the roles and functions of Religious Counselors in Timur Indah RT.22 RW.02 carry out roles in participatory organizing, planning extension programs, identifying target problems and carrying out the duties and functions of the Religious Counselor itself based on the Decree of the Minister of Religion (KMA) Number 79 of 1985. The educative, informative and consultative functions are the dominant tasks carried out in Timur Indah RT.22 RW.02, teenagers have different religious awareness before and after joining Timur Indah RT.22 RW.02, religious counseling is carried out using lecture, question and answer and practice methods if needed, the output and outcom of the counseling can increase religious awareness which can indirectly affect the personal and social life of adolescents in the environment.
Concept of Parenting in the Digital Era
Zubaidah, Zubaidah;
Rahmayanty, Dinny;
Finanjani, Syakila;
Setiawati, Yodia;
Aryanto, Randy
International Research-Based Education Journal Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um043v6i1p110-115
The digital era has introduced new challenges for parents in educating their children, as information technology and social media have a significant influence on children's daily lives. Furthermore, the development of digital technology has had a significant impact on parenting and child-rearing practices. The purpose of this article is to help parents, prospective parents, and educators understand the concept of parenting, with a specific focus on the principles of positive parenting, to address the challenges of parenting in the digital age and ensure that children are shielded from the negative effects of technology. The method used in this study involves a literature review that discusses similar topics under the title. The findings reveal positive principles in parenting that help parents understand appropriate parenting methods for children born in the digital era, thus minimizing the negative impact of technology on children.
The Impact of Democratic Parenting in Supporting Children's Personality
Putri, Adinda Eka;
Zubaidah, Zubaidah;
Rimulawati, Vegestina;
Rahmayanty, Dinny;
Husna, Nurul
International Research-Based Education Journal Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um043v6i1p53-62
Democratic parenting has been the focus of research in child development psychology over the past few decades. The writing of this article uses a literature study method derived from various articles that are in accordance with the title and problems discussed. This article aims to investigate the impact of democratic parenting on children's personality development. The results of this article show that democratic parenting that involves children in decision-making, provides emotional support, and instills democratic values has a positive impact on children's personality development. Children who come from families with democratic parenting tend to show higher levels of trust, good communication skills, and positive social attitudes. In addition, they also tend to have the ability to manage conflict in a healthier way. These findings prove that democratic parenting can positively shape children's personalities and potentially help them become more independent individuals who contribute positively to society.
ANALISIS HUBUNGAN PELAKSANAAN VULVA HYGIENE PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ASTAMBUL TAHUN 2023
Arifah, Arifah;
Zubaidah, Zubaidah;
Norfitri, Raihana
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54004/jikis.v11i2.133
Pendahuluan: Pelaksanaan vulva hygiene yang kurang baik pada ibu hamil dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme sehingga terjadi Infeksi Saluran Kemih pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui hubungan pelaksanaan vulva hygiene pada ibu hamil dengan kejadian infeksi saluran kemih Metode: Desain penelitian analitik observasional dengan populasi dan sampel penelitian sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pelaksanaan vulva hygiene pada ibu hamil dan kejadian infeksi saluran kemih. Hasil : Ibu hamil yang melaksanakan vulva hygiene dengan kategori baik sebanyak 28 orang (93,3%) dan kejadian infeksi saluran kemih pada Ibu hamil terdapat 5 orang (16,7%). Analisis uji korelasi Pearson hubungan vulva hygiene ibu hamil dengan kejadian infeksi saluran kemih menghasilkan nilai p =0.006 sehingga nilai p 0.006 < 0.05 dengan koefisien korelasi sebesar 0.580 hal ini menunjukkan hubungan yang kuat antara pelaksanaan vulva hygiene yang baik pada ibu hamil dengan tidak terjadinya saluran kemih. Kesimpulan: Ada hubungan pelaksanaan vulva hygiene yang baik pada ibu hamil dengan kejadian infeksi saluran kemih di wilayah kerja UPTD Puskesmas Astambul Saran: Sebaiknya ibu hamil lebih mencari informasi serta mengaplikasikan perilaku vulva hygiene yang baik agar tidak terjadi infeksi saluran kemih.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI
Norfitri, Raihana;
Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54004/jikis.v11i2.134
Pendahuluan: Sekitar 22,4% ibu hamil risiko tinggi yang tidak mau periksa ke pelayanan kesehatan dan belum paham mengidentifikasi tanda-tanda ibu hamil yang berisiko tinggi. Pengetahuan dan sikap menjadi faktor utama dan salah satu upaya yang harus ditingkatkan untuk mencegah dan deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di puskesmas Astambul Tahun 2022. Metode : Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan data primer. Populasi adalah seluruh ibu hamil (total sampling) yang mengalami risiko tinggi kehamilan dipuskesmas Astambul sebanyak 50 0rang. Sampel dalam penelitian adalah seluruh populasi ibu hamil yang ada di puskesmas Astambul sebanyak 50 orang. Variabel penelitian adalah pengetahuan dan sikap ibu hamil yang mengalami risiko tinggi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian oleh Suryani dengan nilai re 0,789. Hasil: Hasil penelitian pengetahuan baik sebanyak 74% dan dengan sikap positif sebanyak 94%. Kesimpulan: ibu hamil pengetahuan yang baik dan dengan sikap yang positif mengenai pengetahuan kehamilan risiko tinggi. Saran : untuk responden selalu berupaya meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dari kehamilan risiko tinggi dan jika ada tanda bahaya tersebut segera melakukan pemeriksaan kepelayanan kesehatan.
PENGARUH NYERI HAID TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR REMAJA PUTRI KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH HIDAYATULLAH MARTAPURA TAHUN 2024
Rahmah, Siti;
Zubaidah, Zubaidah;
Raziansyah, Raziansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54004/jikis.v12i1.175
Pendahuluan: Menstruasi merupakan proses lepasnya dinding endometrium diikuti dengan perdarahan, nyeri haid pada saat menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pada remaja putri, berupa kurang bersemangat dalam belajar, sulit berkonsentrasi saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan: Menganalisis pengaruh nyeri haid terhadap aktivitas belajar remaja putri kelas XI di Madrasah Aliyah Hidayatullah Martapura Tahun 2024. Metode: Desain penelitian menggunakan studi analitik observasional. Populasi penelitan siswi kelas XI di Madrasah Aliyah Hidayatullah Martapura Tahun 2024 berjumlah 79 siswi. Sampel penelitian semua siswi pernah mengalami nyeri haid berjumlah 67 orang. Varibel berupa nyeri haid dan aktivitas belajar remaja putri dengan instrumen berupa kuesioner serta analisis menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil: secara kategorik nyeri haid remaja putri mayoritas nyeri sedang dengan aktivitas belajar terganggu. Hasil analisisi didapatkan nilai p= 0,001 yang berarti ada pengaruh nyeri haid terhadap aktivitas belajar remaja putri kelas XI di Madrasah Aliyah Hidayatullah Martapura Tahun 2024. Kesimpulan: Remaja putri yang mengalami nyeri haid akan berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Saran: Remaja putri yang mengalami nyeri haid hendaknya dilakukan penanganan secara maksimal untuk menghilangkan rasa nyeri sehingga tidak mengganggu aktivitas belajarnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN KEPATUHAN MELAKUKAN ANTENATAL CARE
Norfitri, Raihana;
Zubaidah, Zubaidah;
Hayani, Risda
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54004/jikis.v12i1.176
Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan mengakibatkan ibu hamil tidak patuh melakukan pemeriksaan antenatal care serta kurang perilaku positif ibu terhadap pemeriksaan kehamilan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care (ANC) di desa Bincau wilayah kerja puskesmas Martapura 1 tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil yang ada di desa Bincau dengan total 56 orang dan sampel adalah total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara Univariat, Bivariat menggunakan uji korelasi sommer’sd Hasil: Uji analisis sommers didapatkan nilai p=0,014 <0,05, dan nilai (r) sebesar 0,307. Sehingga terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan ANC di desa Bincau wilayah kerja puskesmas Martapura 1. Kesimpulan: Ibu hamil yang berpengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan maka ibu tersebut akan patuh melakukan pemeriksaan antenatal care. Saran: Bagi ibu hamil yang sudah mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan sebaiknya memberikan informasi kepada ibu hamil yang lain di lingkungan sekitarnya yang masih belum mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan.
Peran Guru Kelas Dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SD 106 Kota Bengkulu
Nengseh, Esy Sapitri;
Mardianti, Riska;
Fransisca, Sherly;
Monika, Zela;
Sasmita, Ok Lusiana;
Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/jkip.v5i1.923
Di sekolah dasar layanan bimbingan dan konseling tidak ditangani secara khusus oleh konselor atau guru BK. Karena itu, dibutuhkan sebuah layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh setiap guru kelas. Untuk dapat menjalankan peran tersebut, guru kelas harus memperhatikan tingkat perkembangan masing-masing siswanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling, pelaksanaan bimbingan dan konseling di SDN 106 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SDN Serang 106 Kota Bengkulu telah dilaksanakan dengan baik meskipun ada beberapa aspek yang belum tercapai secara optimal. Peranan dalam mendidik siswa yang telah dilakukan oleh guru kelas diantaranya ialah (1) senantiasa mengingatkan siswanya untuk berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari, (2) memberikan arahan dan nasehat untuk membantu siswa tetap disiplin, terutama dalam menyelesaikan tugas dan mengumpulkan tugas secara tepat waktu, (3) memfasilitasi siswa melalui pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling sangat diperlukan untuk membantu perkembangan peserta didik.
Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling Bagi Peserta Didik Di SDN 106 Kota Bengkulu
Khoirunnisa, Kurnia;
Periska, Peli;
Yuanra, Olin;
Cahyani, Fitria Dwi;
Pratiwi, Atika Mahdia;
Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/jkip.v5i1.924
Dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk melihat betapa pentingnya layanan bimbingan konseling bagi siswa di SDN 106 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling pada siswa di SDN 106 Kota Bengkulu mempunyai peranan yang penting, karena peranannya yang krusial dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahannya. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi dirinya, memahami dirinya, dan mengatasi masalah sebelum masalah tersebut muncul. Di sekolah dasar, tidak ada guru bimbingan dan konseling khusus; guru kelas yang berperan sebagai guru bimbingan dan konseling. Hal ini seringkali mengakibatkan keterbatasan dalam memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa. Kurangnya dukungan orang tua juga berdampak pada pendidikan anak di sekolah. Layanan bimbingan dan konseling sangat penting di sekolah dasar untuk mendorong perkembangan siswa secara holistik. Untuk memberikan kesempatan terbaik kepada siswa dalam mengatasi hambatan perkembangan, diperlukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan implementasi layanan ini. Secara keseluruhan, layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar berperan penting dalam membantu siswa mencapai kesejahteraan holistik, termasuk aspek emosional, sosial, akademik, dan profesional dalam kehidupan mereka.