Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Hinas Kiri, Pegunungan Meratus, telah berlangsung sejak 2017 dengan melibatkan masyarakat Dayak Meratus sebagai mitra utama. Kegiatan ini berfokus pada solusi terhadap degradasi lahan akibat praktik tebang-bakar dan rendahnya pendapatan dari ladang berpindah. Pendekatan yang diterapkan adalah Model Permakultur Talas, yang mengombinasikan Talas (Colocasia esculenta) dengan pohon lokal seperti Meranti, Sengon, Kopi, Kelor, Bambu, dan Karet melalui teknik Miyawaki. Rangkaian kegiatan meliputi perancangan agroforestri partisipatif, rehabilitasi lahan, pelatihan petani, serta pemantauan aspek ekologi dan ekonomi. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan tutupan vegetasi hingga ±35% per musim, kenaikan bahan organik tanah sebesar 50% dalam tiga tahun, serta peningkatan indeks keanekaragaman hayati dari H’ = 1,2 menjadi H’ = 2,8. Secara ekonomi, sistem memberikan pendapatan stabil dengan tren kenaikan ±2% per tahun, mencapai titik impas pada tahun ketiga, ROI ±300% pada tahun kedelapan, serta kontribusi mitigasi iklim melalui penyerapan 5–12 ton CO₂/ha/tahun. Sebagai inovasi, model ini menawarkan pendekatan yang dapat di replikasi di daerah lain dengan karakteristik ekologis dan sosial yang serupa, memberikan potensi untuk skala yang lebih luas dalam upaya rehabilitasi lahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis agroforestri berkelanjutan.