Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum responsif budaya serta strategi penguatan identitas lokal dalam konteks pendidikan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan tema kurikulum berbasis budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum responsif budaya merupakan pendekatan yang menempatkan budaya lokal sebagai landasan dalam perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan pembelajaran. Integrasi budaya dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap identitas budaya, memperkuat karakter, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan mereka. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi tiga strategi utama dalam penguatan identitas lokal melalui pendidikan, yaitu pengembangan kurikulum berbasis pemetaan budaya, pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogis berbasis budaya, serta integrasi konten budaya dalam berbagai mata pelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa kurikulum responsif budaya memiliki relevansi strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi sekaligus memastikan keberlanjutan budaya lokal di lingkungan pendidikan