Articles
Meta-Analisis Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Tipe TPS dan TSTS Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika SD
Paramita Indah Widyastuti;
Theresia Sri Rahayu
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mi.v26i1.33565
Penyampaian materi pembelajaran yang kurang menarik sering kali menjadi kendala bagi siswa untuk memahami inti dari materi yang disampaikan. Dibutuhkan keahlian guru dan berbagai model pembelajaran yang menarik untuk dapat membangkitkan semangat siswa dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan dan dapat memecahkan masalahnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas penggunaan model pembelajaran tipe Think Pair Share dan Two Stay Two Stray terhadap kemampuan memecahkan masalah Matematika Sekolah Dasar dengan menggunakan metode Meta Analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode Meta Analisis dengan menggunakan 20 jurnal sebagai sampelnya10 jurnal yang berkaitan dengan model TPS dan 10 Jurnal yang berkaitan dengan model TSTS. Uji Prasyarat dan uji Ancova untuk mentukan Effect Size. Pada Uji Prasyarat model Think Pair Share dan Two Stay Two Stray telah teruji berdistribusi normal, homogen, dan linear. Effect Size yang dihasilkan adalah sebesar 0,008 < 0,005 dan nilai pada Partial Eta Square sebesar 0,435 atau 0,2 < 0,435 ≤ 0,5 yang artinya bahwa model Think Pair Share dan Two Stay Two Stray memberikan pengaruh yang tergolong sedang terhadap kemampuan memecahkan masalah Matematika tingkat Sekolah Dasar. Model Think Pair Share dan Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika pada siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini model pembelajaran tersebut dapat diterapkan sehingga dapat meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Instrumen Penilaian untuk Mengukur Sikap Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar
Lidyaa Widhaningsih;
Mawardi Mawardi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 3 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i3.34931
Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang masih digunakan hingga saat ini. Dalam kurikulum ini penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.. penilaian sikap menjadi salah satu komponen penilaian yang penting dan harus dilakukan, akan tetapi penilaian yang dilakukan dirasa masih kurang, di zaman modern dan semakin pesatnya perkembangan teknologi semakin banyak anak-anak yang kurang memiliki sikap dislipin di sekolah maupun dirumah serta di sekolah masih banyak guru yang melakukan penilaian sikap hanya berdasarkan dari pengamatannya saja. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan instrumen penilaian sikap untuk menilai sikap disiplin siswa kelas 2 SD. Pengembangan instrumen ini menggunakan skala Likert. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian pengembangan R&D. Instrumen sikap sudah melalui tahap uji validitas beberapa ahli, yaitu ahli penilaian, ahli bahasa, dan ahli pembelajaran. Uji validitas bahasa mendapatkan skor 75% sehingga masuk dalam kategori tinggi, uji validitas dari ahli penilaian sikap mendapat skor 80% sehingga masuk dalam kategori tinggi, uji validitas dari ahli pembelajaran mendapatkan skor 74,94% sehingga masuk dalam kategori tinggi. Oleh karena itu maka instrumen skala sikap unuk menilai sikap disiplin siswa kelas 2 SD ini layak untuk digunakan, serta dengan pemilhan instrumen penilain untuk mengukur sikap disiplin yang tepat dapat berpegaruh signifikan terhadap sikap disiplin siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat dapat memfasilitasi guru dan siswa dalam mengukur kemampuan afektif khususnya sikap disiplin agar tujuan pendidikan lebih mudah tercapai.
Sopi Maluku diantara Cultural Capital dan Market Sphere
Grantino Milando Pattiruhu;
Wilson M.A. Therik
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v6i2.28175
Keberadaan minuman tradisional jenis Sopi yang terdapat di daerah Maluku sampai dengan sekarang ini masih menjadi perdebatan dan pertentangan di kalangan pemerintahan. Sopi yang sejak dulu menjadi Cultural Capital orang Maluku kini mendapat penolakan dari pemerintah ketika ada dan masuk dalam Market Sphere sebagai usaha ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang Sopi di antara Cultural Capital dan Market Sphere dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon serta memperoleh gambaran yang jelas tentang Sopi di antara produsen, konsumen, dan kebijakan pemerintah Maluku. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dari Miles dan Huberman yaitu wawancara mendalam, observasi, dan kajian dokumentasi dan menggunakan analisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan setelah semua data terkumpul dan dilakukan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa harapan terbesar selalu diberikan dari masyarakat kepada pihak pemerintah untuk meregulasikan Sopi agar mendapatkan pengawalan sehingga terhindarkan dari kontroversi yang nantinya merugikan salah satu pihak. Sopi secara Cultural Capital sudah legal keberadaannya, namun pada Market Sphere Sopi masih belum mampu diregulasikan oleh pemerintah daerah. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyitaan dan razia Sopi yang selalu dilakukan di Kota Ambon oleh pemerintah dan aparat keamanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pihak pemerintah daerah provinsi Maluku perihal keberadaan Sopi dan dapat mengeluarkan regulasi terhadap minuman lokal tradisional jenis Sopi dan bagi masyarakat produsen Sopi diharapkan dapat mengatur dan mengembangkan dengan baik minuman lokal ini sampai ke tangan konsumen.
Kelemahan Dasar Pokdarwis Wonderful Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kawasan Situs Manusia Purba Sangiran
Yudhi Van Stepan Simorangkir;
Wilson Therik;
Widhi Handayani
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v6i2.29524
Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh Pokdarwis Wonderful dan mengusulkan solusi guna meningkatkan kinerja Pokdarwis Wonderful dalam pengembangan kepariwisataan di Situs Manusia Purba Sangiran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang berlandaskan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang mendalam dan observasi. Teknik analisis dan strategi validitas data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya isu dan konflik dalam organisasi Pokdarwis Wonderful dalam mengembangkan kepariwisataan Sangiran, ditambah ketidak mampuan pengurus dalam menyelesaikan masalah, berpengaruh kepada minimnya tingkat partisipasi masyarakat lokal bergabung ke organisasi Pokdarwis Wonderful. Sementara itu, rendahnya inovasi dan kreativitas organisasi Pokdarwis Wonderful yang hanya mengelola beberapa bagian dari museum Manusia Purba Sangiran menjadi masalah dalam pengembangan kepariwisataan di Sangiran. Beberapa kendala tersebut berkaitan dengan masalah internal organisasi Pokdarwis Wonderful yang pada akhirnya juga berdampak pada pengembangan kerja sama dengan lembaga lain.
THE THEORIZATION OF INSTITUTIONS OF JUDICIAL REVIEW OF THE CONSTITUTIONALITY OF LAWS
Titon Slamet Kurnia
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.834 KB)
|
DOI: 10.22146/jmh.16061
This article argues for judicial review of the constitutionality of legislation or laws. This article opines that the judiciary is more favourable in discharging the function as the guardian of the constitution than other government bodies. According to Marbury v. Madison, the judiciary enjoys the jurisdiction of judicial review to declare the unconstitutionality of legislation or laws because “it is emphatically the province and duty of the judicial department to say what the law is”. Artikel ini membahas tentang pengujian yudisial konstitusionalitas undang-undang. Dalam artikel ini penulis berpendapat bahwa badan yudisial merupakan kandidat utama sebagai penjaga konstitusi ketimbang badan-badan pemerintahan yang lain. Pendapat ini didasarkan pada kasus Marbury v. Madison yang meyakini bahwa menentukan makna hukum adalah ranah dan tugas badan yudisial, termasuk dalam melakukan pengujian yudisial untuk menyatakan suatu undang-undang inkonstitusional.
How Adat Law Breaks The Cycle Of Vengeance: The Epkeret Tradition in Southern Buru
Ari Siswanto;
Leo Christy Menoha Teslatu
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.164 KB)
|
DOI: 10.22146/jmh.29212
AbstractThis study was conducted on epkeret practice as an adat institution to resolve the conflict in South Buru. Specifically, the examined problems are how epkeret contributes to resolving inter-family conflicts and how the parties perceive epkeret. This study aims to identify the potential of epkeret as a customary dispute resolution. The research, which was mainly conducted using interview method, reveals that epkeret played an important role in preventing the cycle of violence in society. Another result obtained is that parties associated with epkeret have a positive perception of this adat institution.IntisariPenelitian ini dilakukan terhadap praktik epkeret sebagi pranata adat untuk menyelesaikan konflik di Buru Selatan. Secara lebih spesifik masalah yang diteliti adalah bagaimana kontribusi epkeret dalammenyelesaikan konflik antar-keluarga dan bagaimana pihak-pihak yang terkait mempersepsikan epkeret. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi epkeret sebagai salah satu cara penyelesaian sengketa secara adat. Penelitian yang terutama dilakukan melalui metode wawancara ini mengungkapkan bahwa epkeret memainkan peran penting untuk mencegah siklus kekerasan di dalam masyarakat. Hasil lain yang diperoleh adalah bahwa pihak-pihak yang terkait dengan epkeret memiliki persepsi positif terhadap pranata adat ini.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Dalam Pembelajaran Tematik
Sri Wahyuni;
Indri Anugraheni
MAGISTRA Vol 7 No 2 (2020): Magistra: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/magistra.v7i2.2981
Abstrak Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest study. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, yaitu soal. Teknik analisis data menggunakan uji t (one sample test) untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis sebelum diberi perlakuan (pretest) menggunakan model problem based learning dan sesudah diberi perlakuan (posttest) menggunakan model problem based learning. Hasil analisis dengan menggunakan uji t diperoleh hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0, 05 dengan hasil thitung 4,388 > ttabel 2,052, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis menggunakan model problem based learning. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 1 Kembagnkuning Tahun Pelajaran 2019/2020. Kata kunci: Problem Based Learning, berpikir kritis
FREQUENCY HOPPING SPREAD SPECTRUM RECEIVER DENGAN PSEUDO NOISE CODE
Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 02 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.546 KB)
Dalam tulisan ini dirancang sebuah alat sistem telekomunikasi data digital dengan teknik Frequency Hopping Spread Spectrum dengan menggunakan Pseudo Noise Code. Perancangan ini diwujudkan dengan merealisasikan sebuah penerima sederhana yang dapat memberikan gambaran tentang penerima dari sistem telekomunikasi data digital dengan teknik Frequency Hopping Spread Spectrum seperti proses pelompatan frekuensi dan proses penerimaan data digital yang terjadi yang merupakan proses dasar dalam teknik Frequency Hopping Spread Spectrum. Perangkat ini menampilkan hasil dalam pengamatan sinyal-sinyal yang dapat dilihat melalui alat ukur osiloskop. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa perangkat ini dapat digunakan dengan baik sebagai sebuah penerima dari sistem telekomunikasi dengan teknik Frequency Hopping Spread Spectrum dengan Pseudo Noise Code.
MANAJEMEN PERUBAHAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SEKOLAH MELALUI PELAKSANAAN MOVING CLASS DI SMP
Wahyu Mulya Ningrum;
Muhammad Asrori;
Muhammad Syukri
ICoTE Proceedings Vol 2, No 1 (2018): ICoTE Proceedings 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.735 KB)
Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberikan tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar. Kepala sekolah haruslah memiliki kemampuan sepadan dengan kecakapan, kepandaian atau skill, dan management. Sekolah sebagai lembaga tempat penyelenggaraan pendidikan, merupakan sistem yang memiliki sumber daya fisik maupun non fisik, yang salah satunya adalah guru dan kurikulum. Untuk mencapai syarat sekolah yang mandiri tersebut tentunya dibutuhkan suatu sistem yang mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan sekolah dengan managemen yang dilakukan kepala sekolah dalam membawa perubahan untuk sekolah yang lebih baik salah satunya penerapan sistem moving class. Adapun tujuan diadakannya penerapan moving class yaitu untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, meningkatkan disiplin, keterampilan, keberanian dan dapat memotivasi.
Sumbangan Pemikiran Filsafat Pendidikan Paulo Freire Bagi Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia
Damianus Pongoh;
Harol R. Lumapow;
Jeffry S. J. Lengkong;
Viktory N. J. Rotty;
Ignatius J. C. Tuerah
Media (Jurnal Filsafat dan Teologi) Vol. 3 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53396/media.v3i1.57
This essay discusses the philosophy of education according to Paulo Freire, specifically methodology in the education process. The main question deals with the contribution of Freire's thought to the education system in Indonesia. Through literature review, the author underlines the concept of education as a process of liberation. Education is no longer regarded as a transfer of knowledge, but a process of change to create social structures that are more just and humane. Freire criticizes the bank-style education model which makes the teacher the subject, while the student as an object like an empty box to be filled. According to Freire, education should be developed as problem-posing education, namely education that aims at posing and discussing actual problems. It can be the main inspiration for the education system in Indonesia. This approach allows students to freely and creatively recognize their abilities and the reality of the problem objectively-contextually and respond appropriately to problems by creating productive and changing-oriented works.