Articles
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD
Suryaningsih, Anik;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196
Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD. Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD
Suryaningsih, Anik;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196
Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD. Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.
Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Monopoli Asean untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup Pada Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar
Mahesti, Ganes;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33586
Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah dan kurangnya media pembelajaran yang menarik sehingga pembelajaran menjadi monoton dan membosankan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat validasi dari ahli materi dan ahli media. Jenis penelitian dan pengembangan media pembelajaran menggunakan metode Research and Development atau (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Data untuk uji validasi ahli media dan validasi ahli materi dianalisis menggunakan teknik deskriptif presentase. Data hasil uji validasi ahli diperoleh sebagai berikut: (1) Penilaian yang diberikan oleh validator ahli media mmperoleh presentase sebesar 83% yang menunjukkan penilaian dengan kriteria sangat baik. (2) Penilaian yang diberikan oleh validator ahli materi mmperoleh presentase sebesar 78% yang mennjukkan penilaian dengan kriteria baik. Berdasarkan nilai yang diperoleh media pembelajaran Game Monopoli Asean untuk meningkatkan hasil belajar Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup pada Kelas 6 Sekolah Dasar dapat dikatakan sangat layak untuk digunakan. Implikasi penelitian ini yaitu media pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru untuk membantu siswa dalam belajar
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Sosial Aspek Tanggung Jawab Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas 4 SD
Safitri, Khanifatul;
Harjono, Nyoto
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33352
Pada Kurikulum 2013 penilaian dalam pembelajaran sekolah dasar mencakup tiga ranah pembelajaran yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Fokus pada penilaian sikap pada pembelajaran yang dirasa masih kurang tepat. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama penelitian bahwa guru dalam melakukan penilaian sikap hanya melalui observasi selama proses pembelajaran. Untuk itu instrumen penilaian sikap perlu dikembangkan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrument penilaian sikap sosial yang valid khususnya pada aspek tanggung jawab. Produk ini penting untuk dikembangkan supaya dapat mengetahui tingkat perkembangan sikap tanggung jawab peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian RND (Research and Development) dengan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluation). Sample dalam penelitian ini menggunakan subjek peserta didik kelas 4 yang secara keseluruhan berjumlah 15 responden. Dari uji coba terbatas didapatkan bahwa dari 40 butir pernyataan yang diujicobakan, 12 (30%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, 14 (35%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas tinggi, 12 (32,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas cukup, 1 (27,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas rendah dan memiliki rata-rata rhitung sebesar 0,671 ≥ 0,20 maka instrumen dinyatakan valid. Sedangkan reliabilitas pada uji terbatas diperoleh α sebesar 0.970 dengan kriteria sangat reliabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument penilaian sikap sosial aspek tanggung jawab pada pembelajaran tematik terpadu kelas 4 layak untuk digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Tematik Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 4 SD
Sari, Rika Kurnia;
Harjono, Nyoto
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33356
Kurangnya minat belajar siswa disebabkan oleh terbatasnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam melakukan proses pembelajaran serta kurangnya kompetensi yang dimiliki guru sehingga tidak dapat memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Artiqulate Storyline tematik pada mapel tematik untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu analysis, design, development, implemation dan evaluatioan. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa yang akan melakukan uji coba media, ahli media, dan ahli meteri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif   dan kategoris untuk melihat kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian diperoleh media interaktif berbasis Artiqulate Storyline dapat dikatakan layak dengan hasil pengujian ahli materi sebesar 81% yang dikategorikan sangat baik dan dari ahli media sebesar 78% yang dapat dikategorikan baik. Sedangkan dari hasil respon lembar angket siswa memiliki hasil validitas rata-rata r hitung tingkat validasi angket minat belajar siswa sebesar 0,598, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Dan untuk hasil realibilitasnya sebanyak 0,925 termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan Dari pengujian yang sudah dilakukan media interaktif berbasis Artiqulate Storyline ini layak digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan membantu siswa untuk menumbuhkan minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
PEMBANGUNAN APLIKASI GO-PAJAK BERBASIS MOBILE
Pamungkas, Wicaksono Dwi;
Setiyawati, Nina
POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Vol 6 No 2 (2020): Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31961/positif.v6i2.922
Pelayanan publik adalah jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh pemerintahan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satu pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Menurut data SAMSAT kota Magelang, data kepemilikan kendaran bermotor bertambah dan terjadi peningkatan jumlah wajib pajak. Namun, pelayanan pembayaran pajak dinilai kurang maksimal dikarenakan masih terdapat antrian panjang saat pembayaran pajak. Hal ini juga menyebabkan banyaknya masyarakat melakukan pembayaran melewati batas tempo atau juga menitipkan antrian pada jasa perantara (calo). Oleh karena itu, dibangun aplikasi berbasis mobile (GO-PAJAK) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran pajak dengan cara antar jemput dokumen kendaraan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang terhubung antara driver (pegawai SAMSAT) dan pelanggan (wajib pajak). Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan pada kantor SAMSAT dan mengurangi antrian wajib pajak serta berkurangnya penggunaan calo dalam pengurusan administrasi pelayanan publik yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Pendidikan Kesehatan Melalui Ceramah dan Konseling Kelompok pada Pekerja Pengasap Ikan sebagai Usaha Pencegahan Ispa di Semarang
Sudiyono, -;
Sutomo, Adi Heru;
Prabandari, Yayi Suryo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/mmjkk.v2i1.1500
The research was aimed to investigate the difference on the effectiveness of health education that was done through speech method supported by poster and through group counseling method supported by poster, in order to im¬prove the knowledge, attitude and behavior of fish fumigation workers in the effort of ARI prevention in Semarang. It was Quasi experimental with Nonequivalent Control Group Design with Pre Test and Post Test. There were 60 subjects chosen that based on inclusion criteria were divided into two groups: 30 workers (treatment group) whom given poster speech method and 30 others (control group) whom given poster counseling method. The result of data analysis which used pair t-test and McNemar test, showed that: 1) poster speech method and poster counseling method could improve the knowledge and attitude offish fumigation workers in preventing of ARI: 2) poster counseling method could show the behavior changes of fish fumiga¬tion workers in preventing of ARI and 3) poster speech method could not show the behavior changes of fish fumigation workers in preventing ARI. The effectiveness test of both methods which was done by using indepen¬dent t-test and Chi-Square test showed that there was no difference between both health education methods in influencing the knowledge, attitude and behavior offish fumigation workers in preventing ARI. Indeed, the result showed that both had similar influence in improving the knowledge, attitude and be¬havior of fish fumigation workers in prevention of ARI disease.Penelitian ini ditujukan untuk meneliti perbedaan efektivitas penyuluhan kesehatan fmm dilakukan melalui metode ceramah dengan poster dan melalui kelompok Ibffisdmg dengan poster dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku a pengasap ikan dalam upaya pencegahan ISA di Semarang. Bentuk penelitian adalah eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol no-ekivalent dengan pre¬test izn postest. Sejumlah 60 subyek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dibagi menjadi 1 pdtaeipok: 30 pekerja (kelompok perlakuan) yang diberikan metode ceramah dengan posterdan 30 lainnya (kelompok kontrol) yang diberikan metode konseling dengan nHftor. Hasil data analisis yang menggunakan uji t berpasangan dan tes McNemar reennnjukkan bahwa: l)metode ceramah dengan poster dan metode konseling poster dapat memperbaiki pengetahuan dan sikap pekerja pengasap ikan dalam pencegahan ISPA; 2) metode konseling dengan poster dapat menunjukkan perubahan perilaku cari pekerja pengasap ikan dalam pencegahan ISPA dan 3) metode ceramah dengan poster tidak dapat menunjukkan perubahan perilaku dari pekeija pengasap ikan dalam pencegahan ISPA. Uji efektivitas dari kedua metode tersebut yang dilakukan dengan menggunakan uji t tidak berpasangan dan tes X kuadrat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kedua metode penyuluhan tersebut dalam mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku dari pekerja pengasap ikan dalam pencegahan ISPA. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan bahwa keduanya mempunyai pengaruh j mg serupa dalam memperbaiki pengetahuan, sikap dan perilaku pekerja pengasap dalam upaya pencegahan penyakit ISPA.
The role of grit and parent-child communication in career adaptability
Wibowo, Doddy Hendro;
Ambarwati, Krismi Diah;
Crescenzo, Pietro
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.159 KB)
|
DOI: 10.21580/pjpp.v5i2.5727
The transition period from school to the world of work is a critical time that affects determining one's career. This study aims to examine the role of grit and parent-child communication in students’ career adaptability. Using a purposive sampling technique, the study involved 218 High School (SMA) students and 124 Vocational High School (SMK) students in Salatiga, Indonesia. The measurement instruments used in the research were the career adaptability scale, grit scale, and parent-child communication scale. The results show that the R-value was .595 and the adjusted R squared (R2) value was .354. The significance value generated from the regression test was .000 (p<.01). Based on the calculation results, it can be concluded that grit and communication between parents and children together play a significant role in career adaptability. The research implication is that students’ grit and effective parent-child communication should be developed to improve career adaptability.
The Impact of Global Technology on Music Industry: The End of Copyright Regime
Hergianasari, Putri;
Rumaksari, Atyanta Nika
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/jsw.2018.2.1.2476
On a global scale, the music industry is currently experiencing declining growth after a significant decline in profits. This phenomenon is common in the era of digital transformation. Based on the EU report (European Commission, 2017) that global technology is changing rapidly. This reflects the desire of humans to do more by finding opportunities to meet their needs. The internet is the starting point for why the global world is changing so fast. One example is the global economic sector. By using the internet, people can search for all digital entertainment content easily without filtering it out. Sharing files on the internet has a negative impact on the music industry's sales the old way. They demand the termination of sharing music through the internet such as Youtube. This paper analyzes the advantages and disadvantages of company-based file-sharing businesses in Indonesia. How the government takes advantage of this business and how the Indonesian music industry overcomes the effects of globalization
Perempuan dalam kelindan rumah pengasingan: Sebuah kajian psikoanalitis tradisi humkoit/koin di pulau buru
Soulissa, Lizanty Jelita;
Prapunoto, Susana;
Kristijanto, A.Ign.
Indigenous Vol. 5 No. 1, 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.11073
Tradisi Humkoit/koin bagi perempuan Pulau Buru pada saat melahirkan dan pascamelahirkan merupakan bentuk kepercayaan terhadap kehadiran leluhur dengan menggunakan ritual smake. Tradisi pengasingan ini merupakan bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan pada era milenium. Penelitian bertujuan menganalisis kebutuhan dan masalah mendasar yang dialami perempuan di rumah pengasingan berdasar kajian psikoanalitis Jung. Metode kualitatif dan teknik studi kasus digunakan untuk menganalisis kebutuhan dan masalah serta nilai-nilai kesejahteraan hidupperempuan dalam pengasingan di Buru Selatan dan Buru Utara. Unit amatan adalah 8 perempuan yang sedang dan pernah dimasukkan dalam rumah pengasingan. Unit analisis mencakup pengalaman psikologis, reaksi emosional, interaksi sistem psiko-spiritual-budaya dan biologis. Hasilnya adalah tradisi turun temurun sebagai warisan budaya sudah membentuk sistem kepribadian melalui ketidaksadaran kolektif. Sekalipun dilakukan melalui keterpaksaan dan ketidakberdayaan, namun arketipe sebagai bagian struktur warisan, dirasakan oleh subjek kajian mampu memberi petunjuk dalam mengatasi situasi yang mengancam, dan membuat individu semakin didominasi perasaan emosional. Arketipe yang dominan pengaruhnya adalah kelahiran, kematian, Tuhan, setan dan orang bijak berpengaruh mengatur tingkah laku. Kajian ini memberi petunjuk pentingnya pemimpin masa depan memerhatikanpemerataan pendidikan. Secara empiris pendidikan diharapkan meningkatkan fungsi kesadaran. Self sebagai proses individuasi diharapkan mampu menyeimbangkan kesadaran dan ketidaksadaran, sehingga dalam mencapai realisasi diri, kepribadian yang sejahtera dapat terintegrasi secara harmonis dalam ego melalui fungsi psikis yang religius. Katakunci: perempuan; rumah pengasingan; humkoit/koin; psikoanalitis; Pulau Buru