Articles
Implementasi Fiqh Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja
Subur, Subur;
Baihaqi, Akhmad
Community Empowerment Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.716 KB)
|
DOI: 10.31603/ce.v4i1.3122
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap siswa di SMA Muhammadiyah 2 Kota Magelang, serta bagaimana proses internalisasi fiqh remaja guna mencegah kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah2Kota Magelang. Metode yang dipakai adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif atau Participatory Rural Apraissal (PRA). Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara mendalam, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari kegiatan ini adalah melaksanakan sosialisasi dan pendampingan fiqh remaja guna mencegah kenakalan remaja secara preventif. Cara yang digunakan adalah dengan sosialisasi dan pendampingan guna internalisasi dan implementasi fiqh remaja bagi siswa. Materi yang diajarkan adalah pedoman hidup bagi remaja, sumber hukum Islam, kebersihan dan bersuci, ibadah umum dan khusus dan nilai-nilai pembentuk kepribadian muslim. Data awal menunjukkan bahwa pemahaman dan pengetahuan tentang fiqh remaja cukup rendah. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan fiqh remaja bagi siswa SMA Muhammadiyah 2 Kota Magelang ini mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang fiqh remaja. Hasil kegiatan ini dapat diketahui dari peningkatan pemahaman dan perilaku siswa, diantaranya ketepatan dalam menjawab soal serta perilaku siswa yang lebih bertanggung jawab dan religius
Analisis Pengaruh Budaya Kaizen Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Reward Sebagai Variabel Moderasi Dalam Rangka Penguatan Daya Saing Bisnis
Pamungkas, Erix Irvan;
Franksiska, Rosaly
Jurnal Manajemen Dayasaing Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Daya Saing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/dayasaing.v20i1.6037
Every company has its own organizational culture, in which the organizational culture will affect the employee performance and also company performance. Kaizen culture originated from Japan is a culture of continuous improvement with low cost and the impact can be felt in the future. If the Kaizen culture combined with reward will also be able to improve the employee performance. The purpose of this research is to analyze the influence of Kaizen culture to employee performance with reward as a moderating variable. This a quantitative exploratory research using Moderated Regression Analysis (MRA). The data collection method is using questionnaire, with sample of 93 respondents of warehouse department of PT SM Karangjati, Semarang. The result of this study indicated that Kaizen culture influence employee performance and reward can moderate or strengthen the impact of Kaizen culture on employee performance.
Student Satisfaction Towards the Use of F-Learn Services in Online Learning
Satyawati, Sophia Tri
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 53, No 3 (2020): OCTOBER 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.606 KB)
|
DOI: 10.23887/jpp.v53i3.27849
This research aims to analyse the level of student satisfaction as the users of F-Learn service in online learning. The level of student satisfaction is measured by using the End User Computing Satisfaction (EUCS), model which includes five dimensions, namely: 1) content; 2) accuracy; 3) format; 4) ease of use; and 5) timeliness. The research method used was a survey with a quantitative descriptive approach. The sampling technique used was saturated sampling because the population used in this study was relatively small, namely 30 students as the users of the F-Learn service in online learning. The results show that the level of student satisfaction as users of the F-Learn service in all dimensions are at a good level. Meanwhile, the level of satisfaction in each dimension shows: 1) the content is at an acceptable level; 2) accuracy at the level is quite good; 3) format at an acceptable level, 4) ease of use at an acceptable level; and 5) timeliness at a good enough level. The findings of this study will be used as a measuring tool for the e-learning system (F-Learn) and as input for further development.
Pengembangan Instrumen Penilaian Karakter PPK Aspek Kemandirian Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa SD Kelas 4
Lestari, Nia Fuji;
Harjono, Nyoto
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33379
Kesulitan yang dihadapi guru saat ini adalah mengukur keberhasilan pembelajaran karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen penilaian karakter PPK aspek kemandirian menggunakan Skala Likert pada pembelajaran tematik terpadu siswa SD kelas 4 yang layak untuk digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian Research & Development dengan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Jenis data yang digunakan merupakan data primer berupa data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket.  Produk diujikan secara terbatas kepada 15 siswa kelas 4 yang berasal dari 3 sekolah berbeda. Data diolah menggunakan IBM SPSS 25 for Windows. Dari hasil uji terbatas diperoleh validitas dari 40 butir pernyataan yang diuji cobakan, 6 (15%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, 25 (62,5%) katagori validitas tinggi, 6 (15%) katagori validitas cukup, 3 (7,5%) katagori validitas rendah, dan memiliki rata-rata rhitung sebesar 0,667 ≥ 0,20 maka instrumen dinyatakan valid. Reliabilitas instrumen memiliki alpha cronbach’s (α) sebesar 0.965 dengan kriteria sangat reliabel. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian karakter PPK aspek kemandirian pada pembelajaran tematik terpadu SD kelas 4 layak untuk digunakan. Implikasi penelitian ini yaitu instrumen yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru untuk mengukur pembelajaran karakter.
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD
Suryaningsih, Anik;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196
Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD. Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD
Suryaningsih, Anik;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196
Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD. Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.
Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Monopoli Asean untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup Pada Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar
Mahesti, Ganes;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33586
Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah dan kurangnya media pembelajaran yang menarik sehingga pembelajaran menjadi monoton dan membosankan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat validasi dari ahli materi dan ahli media. Jenis penelitian dan pengembangan media pembelajaran menggunakan metode Research and Development atau (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Data untuk uji validasi ahli media dan validasi ahli materi dianalisis menggunakan teknik deskriptif presentase. Data hasil uji validasi ahli diperoleh sebagai berikut: (1) Penilaian yang diberikan oleh validator ahli media mmperoleh presentase sebesar 83% yang menunjukkan penilaian dengan kriteria sangat baik. (2) Penilaian yang diberikan oleh validator ahli materi mmperoleh presentase sebesar 78% yang mennjukkan penilaian dengan kriteria baik. Berdasarkan nilai yang diperoleh media pembelajaran Game Monopoli Asean untuk meningkatkan hasil belajar Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup pada Kelas 6 Sekolah Dasar dapat dikatakan sangat layak untuk digunakan. Implikasi penelitian ini yaitu media pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru untuk membantu siswa dalam belajar
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Sosial Aspek Tanggung Jawab Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas 4 SD
Safitri, Khanifatul;
Harjono, Nyoto
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33352
Pada Kurikulum 2013 penilaian dalam pembelajaran sekolah dasar mencakup tiga ranah pembelajaran yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Fokus pada penilaian sikap pada pembelajaran yang dirasa masih kurang tepat. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama penelitian bahwa guru dalam melakukan penilaian sikap hanya melalui observasi selama proses pembelajaran. Untuk itu instrumen penilaian sikap perlu dikembangkan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrument penilaian sikap sosial yang valid khususnya pada aspek tanggung jawab. Produk ini penting untuk dikembangkan supaya dapat mengetahui tingkat perkembangan sikap tanggung jawab peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian RND (Research and Development) dengan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluation). Sample dalam penelitian ini menggunakan subjek peserta didik kelas 4 yang secara keseluruhan berjumlah 15 responden. Dari uji coba terbatas didapatkan bahwa dari 40 butir pernyataan yang diujicobakan, 12 (30%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, 14 (35%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas tinggi, 12 (32,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas cukup, 1 (27,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas rendah dan memiliki rata-rata rhitung sebesar 0,671 ≥ 0,20 maka instrumen dinyatakan valid. Sedangkan reliabilitas pada uji terbatas diperoleh α sebesar 0.970 dengan kriteria sangat reliabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument penilaian sikap sosial aspek tanggung jawab pada pembelajaran tematik terpadu kelas 4 layak untuk digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Tematik Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 4 SD
Sari, Rika Kurnia;
Harjono, Nyoto
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33356
Kurangnya minat belajar siswa disebabkan oleh terbatasnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam melakukan proses pembelajaran serta kurangnya kompetensi yang dimiliki guru sehingga tidak dapat memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Artiqulate Storyline tematik pada mapel tematik untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu analysis, design, development, implemation dan evaluatioan. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa yang akan melakukan uji coba media, ahli media, dan ahli meteri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif   dan kategoris untuk melihat kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian diperoleh media interaktif berbasis Artiqulate Storyline dapat dikatakan layak dengan hasil pengujian ahli materi sebesar 81% yang dikategorikan sangat baik dan dari ahli media sebesar 78% yang dapat dikategorikan baik. Sedangkan dari hasil respon lembar angket siswa memiliki hasil validitas rata-rata r hitung tingkat validasi angket minat belajar siswa sebesar 0,598, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Dan untuk hasil realibilitasnya sebanyak 0,925 termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan Dari pengujian yang sudah dilakukan media interaktif berbasis Artiqulate Storyline ini layak digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan membantu siswa untuk menumbuhkan minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
PEMBANGUNAN APLIKASI GO-PAJAK BERBASIS MOBILE
Pamungkas, Wicaksono Dwi;
Setiyawati, Nina
POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Vol 6 No 2 (2020): Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31961/positif.v6i2.922
Pelayanan publik adalah jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh pemerintahan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satu pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Menurut data SAMSAT kota Magelang, data kepemilikan kendaran bermotor bertambah dan terjadi peningkatan jumlah wajib pajak. Namun, pelayanan pembayaran pajak dinilai kurang maksimal dikarenakan masih terdapat antrian panjang saat pembayaran pajak. Hal ini juga menyebabkan banyaknya masyarakat melakukan pembayaran melewati batas tempo atau juga menitipkan antrian pada jasa perantara (calo). Oleh karena itu, dibangun aplikasi berbasis mobile (GO-PAJAK) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran pajak dengan cara antar jemput dokumen kendaraan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang terhubung antara driver (pegawai SAMSAT) dan pelanggan (wajib pajak). Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan pada kantor SAMSAT dan mengurangi antrian wajib pajak serta berkurangnya penggunaan calo dalam pengurusan administrasi pelayanan publik yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.