Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah geometri siswa yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran matematika yang masih konvensional serta kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan pembelajaran STEM berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Madapangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan pemecahan masalah geometri dan lembar observasi pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah geometri siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran STEM berbasis etnomatematika memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dengan kategori peningkatan berada pada tingkat sedang. Penerapan pembelajaran ini juga terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi aktif siswa, serta kemampuan berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berbasis etnomatematika dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran ini pada materi matematika lainnya serta pada jenjang pendidikan yang berbeda.