Articles
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan Keterampilan Sosial Terhadap Hasil Belajar IPS Di SDN Kabupaten Bangkalan
Wahid, Abdul
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.375 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v3i12016p014
Abstrak: Pembelajaran yang baik merupakan perwujudan dari ketepatan penerapan teknologi pembelajaran yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara baik agar mencapai tujuan (efektif) dan dengan biaya yang lebih murah (efisien). Pembelajaran kooperatif jigsaw dipandang lebih baik dari pada pembelajaran secara individu, maupun pembelajaran yang bersifat kompetitif. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa hasil strategi pembelajaran jigsaw memberikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan tradisional. Penelitian ini menggunakan rancangan dengan desain faktorial non-equivalent control group design, yang dilaksanakan pada 4 (empat) kelas paralel di kelas V di 2 (dua) Sekolah Dasar, dengan jumlah siswa keseluruhan 134 orang dan yang diambil sebagai subjek penelitian adalah 120 orang. Teknik pemilihan kelas penelitian dilakukan dengan pengundian 4 (empat) kelas yang ada. Dua kelas diundi sebagai kelas eksperimen, sedangkan 2 (dua) kelas lainnya terpilih sebagai kelas kontrol. Untuk analisis data menggunakan ANOVA faktorial 2 x 2 (Anova dua jalur) dengan mempergunakan program SPSS 16. Hasil penelitian adalah: 1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok pebelajar yang menggunakan strategi pembelajaran jigsaw dengan kelompok pebelajar yeng menggunakan pembelajaran tradisional. 2) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok yang memiliki keterampilan sosial tinggi dengan kelompok pebelajar yang memiliki keterampilan sosial rendah. 3) terdapat interaksi yang signifikan antara implementasi strategi pembelajaran kooperatif tipe (jigsaw dan tradisional) dengan tingkat keterampilan sosial (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar. Kata kunci: strategi pembelajaran, jigsaw, tradisional, keterampilan sosial, dan hasil belajar.Abstract: Jigsaw cooperative learning is considered better than individual learning, or competitive learning. The research is a quasi-experiment using factorial nonequivalent control group design, applied with 4 parallel classes at the fifth grade in two elementary schools. The ANOVA factorial 2 x 2 (Anova two lines) applying with SPSS 16 was used to analyze. The results could be stated that there were significant achievements of jigsaw cooperative learning group with a traditional group of students, the insignificant achievement between high social skill group of learners and low social skill group, and there was significant interaction between the implementation of jigsaw cooperative learning strategy and traditional with social skill level.
Pelatihan dan Penerapan E-Learning dan M-Learning Berbasis Moodle Bagi Guru Siswa SMK Persada dan Bajiminasa Makassar
Wahid, Abdul;
Luhriyani, Seny
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.511 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v1i22015p102
Abstrak: Pelatihan dalam rangka kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi tentang bagaimana membuat e-learning dan mengembangkan konten e-learning. Perangkat lunak yang digunakan sebagai media pembuatan adalah perangkat lunak LMS (Learning Management System) MOODLE yang berbasis open source. Sedangkan peserta pelatihan merupakan guru dan siswa SMK Persada dan Bajiminasa. Pemberian materi dimulai dari pengenalan internet, website dan proses instalasi server sekaligus instalasi perangkat lunak MOODLE. Materi diakhiri dengan memberikan tugas mandiri bagi masing-masing peserta untuk membuat dan mengembangkan sendiri e-learning disesuaikan dengan bidang ajar peserta. Dari peserta dengan jumlah 30 guru dan siswa, semuanya dapat mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Selain itu, kesemua guru dapat menyelesaikan tugas mandiri dengan baik, yaitu mampu membuat dan mengembangkan e-learning beserta kontennya. Abstract: Training in the context of Community Service activities aims to provide knowledge and technology about how to make e-learning and develop e-learning content. The software that is used as a medium of manufacture is MOODLE based LMS (Learning Management System) software. While the training participants are teachers and students of Persada and Bajiminasa Vocational Schools. The material starts with the introduction of the internet, website, and server installation process as well as the installation of MOODLE software. The material was ended by giving independent assignments for each participant to create and develop their own e-learning tailored to the participants' teaching fields. Of the participants with 30 teachers and students, all of them can attend training from beginning to end. In addition, all teachers can complete their independent tasks well, namely being able to make and develop e-learning and its content.
Implementasi Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Teks Cerita Siswa Kelas V SDN 1 Lelong Kecamatan Praya Tengah Tahun Pelajaran 2023/2024
Wahid, Abdul;
Suhaiminah, Suhaiminah;
Sasmita, Eni;
Anwar, Khairil;
Sulfana, Evi Yanti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/telaah.v9i2.21949
Salah satu penyebab rendahnya hasil pembelajaran siswa adalah kurang tepatnya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran yang inovatif harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui sejauh mana pengaruh penerapan model pembelajaran Based Learning (PBL) pada siswa SDN 1 Lelong melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks cerita. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan subjek penelitiannya 20 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes hasil belajar kepada siswa, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata ketuntasan 77 dan pada siklus II diperoleh rata-rata ketuntasan 82. Dari hasil ini disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks cerita. Implikasi dari model pembelajaran ini adalah memberikan kepercayaan diri pada siswa untuk dapat memecahkan masalah sehingga dapat membantu siswa menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam penyelesaian persoalan kehidupan nyata.
Persepsi “Kafir” pada Muslim dan Non-Muslim: Konteks, Penggunaan, dan Komunikasi Partisipatif
Wahid, Abdul
Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication Vol 1, No 2 (2020): Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.049 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.tuturlogi.2020.001.02.1
The use of religious terms such as 'kafir' is seen as a form of radicalism because it discriminates against other groups; both Muslim and non-Muslim groups. Radicalism can encourage intolerant behavior and violence. In political contexts such as elections, mass groups often use these calls to discriminate against other groups that are considered to have different views. This study was conducted to find out how "kafir" are used and how participatory communication as a means of resistance. This study was conducted using a survey method for Muslim and non-Muslim students in Malang City. This study states, the context of "kafir" occurs in different ways. In social relations, kafir is used in a joke. But t is also considered tend to discrimination, especially when associated with conservative organizations and fundamentalist movements. When "kafir" are used discriminatively, respondents have the awareness to reject using the term. Forms of participatory communication are done through informal discussion forums rather than formal spaces.
Analisis Pengendalian Kualitas Sapu Nilon Menggunakan Metode Six Sigma
Frastiyo, Riski;
Wahid, Abdul
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33506/mt.v10i1.2700
In the era of globalization, business competition and producers to further spur productivity and creativity in running a business, products must be of high quality and be able to adapt to market changes. CV. Unit Clean Industry is a manufacturing company engaged in the distribution of household cleaning equipment. Company CV. The Clean Industry Unit in carrying out the production process of nylon brooms has many discrepancies in the products produced. So the researchers applied the six sigma method as a proposed improvement to the defective nylon broom product that occurred in the company. The purpose of this study is to identify defective products using the six sigma method, determine the most dominant causes of defects using Six Sigma. The Six Sigma method itself has 5 stages, namely Define, Measure, Analyze, Improve, Control. The results of the calculation of the six sigma method are obtained, namely an average sigma level of 3.00 with a possible damage of 70,430 for a million times of production (DPMO). Where the cause of the defective product is damage to the damaged lakop hole, broken lakop and broken lakop frame. This is of course the cause of enormous losses if left untreated. Then it is necessary to take actions such as periodic maintenance and repair of machines, supervising employees who work in the production section to improve the quality of the goods produced and record the production results of each type of machine and the types produced by employees during the production process.
Transcendental Communication in the Perang Topat Ritual: An Educational Analysis of Local Wisdom Values in Lingsar Village, West Lombok
Nujumudin, Nujumudin;
Wahid, Abdul;
Kadri, Kadri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v9i1.2673
The Perang Topat ritual, a significant cultural tradition in Lingsar Village, West Lombok, is rooted in the Sasak community's local wisdom and spiritual beliefs. This research explores the importance of transcendental communication within this ritual and its educational implications for preserving local wisdom values. The study aims to analyze how transcendental communication in the Perang Topat ritual conveys and reinforces educational values that contribute to character building and cultural preservation. A qualitative research method was employed, using ethnographic techniques to gather data through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using an interpretive approach to uncover the deeper meanings and educational aspects of the ritual. The results reveal that the transcendental communication within the Perang Topat ritual plays a crucial role in instilling values such as mutual respect, tolerance, and spiritual connection among participants. The conclusion highlights that the ritual not only serves as a medium for spiritual and cultural expression but also as an educational tool for the younger generation. The implications of this research emphasize the need for integrating local wisdom values into formal education to preserve and promote cultural heritage.
Perempuan dan Kearifan Lokal dalam Bina Damai: Pengalaman La Rimpu (Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan) di Bima, Nusa Tenggara Barat
Wardatun, Atun;
Wahid, Abdul
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v14i2.11548
The study considerately challenges several stereotypes regarding women as victims in conflicts and their condemnatory identity as sources of defamation and social instabilities. Regardless of numerous alternative perspectives concerning women and peace, critical investigations by creative measures utilizing local values to promote security and tranquillity while promoting women's roles in society are limited. This paper investigates the approaches and methods of la Rimpu (a women-initiated school for changes) in chronic conflicts of neighbouring villages in Bima, West Nusa Tenggara, and their beneficial impacts. By combining an auto-ethnographic method, intensive participatory observations, in-depth interviews with women with experiences in la Rimpu, and document analyses, this article argues that revitalizing and integrating local values to foster peace and prevent conflicts alternate a reasonable and effective strategy for two main reasons namely building women's confidence in advocating the issues and preventing refusal from the natives. Local values are considered as a crucial cultural capital strengthening their identity and social solidarity.
Pendidikan Pesantren Tradisional dalam Perspektif Pendidikan Modern
Wahid, Abdul;
Ali Maftuh, Moh
Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman Vol. 13 No. 01 (2023): AL HIKMAH
Publisher : Institut Agama Islam Al-Hikmah Tuban
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/hjsk.v13i01.3989
Abstract: Traditional Islamic boarding schools, that is, Islamic boarding schools that have not changed from their original form, only instruct texts published in Arabic in the 15th century by experts known as the Yellow Book. The curriculum is totally determined by the kiai who look after the Islamic boarding school and follows the halaqah system (deliberation), which is used in mosques or surau. Pesantren people have long utilized and benefited from traditional Islamic boarding school education. But in the modern era, advancement is happening very quickly throughout many industries, particularly in education. The evolution of the times themselves gave rise to modern education. where research is done to further education's improvement in the contemporary educational system. Keywords: Modern Education and Traditional Islamic Boarding Schools
Metode Make-A Match: Bagaimana Implementasinya dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Menengah Kejuruan?
Wahid, Abdul;
Andhira, Desy Ayu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3106
Metode pembelajaran bahasa merupakan bagian penting dalam kegiatan belajar-mengajar bahasa disetiap satuan pendidikan, tetapi realitasnya penerapan metode belajar bahasa masih terbatas dilakukan di sekolah—termasuk di SMK 1 Liliriaja Kabupaten Soppeng, Indonesia dalam mata pelajaran bahasa Indonesia karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh guru bahasa. Atas dasar itu, penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam berbicara melalui metode make-a match. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian classroom action reseach. 32 siswa kelas X yang bersekolah di SMK 1 Liliriaja Kabupaten Soppeng terlibat dalam penelitian ini. Tes dan lembar observasi itu dimanfaatkan untuk mendaptkan data berupa hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara dan data berupa kegiatan siswa selama proses pembelajaran. Data yang sudah dikumpulkan itu dianalisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan berbicara pada siklus pertama yaitu 57,63 dan termasuk berkategori tinggi, sedangkan nilai rata-rata keterampilan berbicara pada siklus kedua 79,80 dan dikategorisasi ke dalam kategori sangat tinggi. Temuan ini memperlihatkan bahwa implementasi metode make-a match berkontribusi penting terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM PEGAWAI HONORER SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA
Rikianto, Rikianto;
Cahyono, Stella Putri;
Wahid, Abdul;
Herryani, Mas Rara Tri Retno
Transparansi Hukum Vol. 4 No. 1 (2021): TRANSPARANSI HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/transparansi.v4i1.4349
ABSTRAK Tenaga honorer merupakan pegawai tidaktetap yang bekerja di instansi pemerintah dalam rangka membantu Pegawai Negeri Sipil dalam menjalankan tugasnya. Namun setelah penerapan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mempengaruhi kedudukan dan perlindungan hukum bagi pegawai honorer sebab dalam ketentuantersebut pegawai honorer dihapuskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan dan perlindungan hukum bagi pegawai honorer setelah berlakunya undang-undang nomor 5 tahun 20014 tentang Apparatur Sipil Negara. Pendekatan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif (Applied law research) yaitu penelitian hukum tentang pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif (kodifikasi, Undang-Undang atau kontrak) secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat.