Articles
Kebijakan publik: konsep pelaksanaan
Desrinelti Desrinelti;
Maghfirah Afifah;
Nurhizrah Gistituati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003906000
Sebuah negara harus melakukan proses pembangunan agar meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Proses pembangunan tersebut dapat dituangkan dalam kebijakan yang bersifat terikat dan memaksa. Agar kebijakan tersebut dapat menunjang keberhasilan pembangunan maka diperlukan pemahaman kebijakan publik lebih mendalam. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji konsep dasar kebijakan publik yang dapat dijadikan landasan dalam melakukan analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan publik. Metodologi penulisan ini menggunakan metodologi studi kepustakaan. Penulisan artikel ini dilakukan dengan mengkaji sebanyak 23 artikel nasional yang berhubungan dengan kebijakan publik yang terdapat pada database google scholar. Hasil studi kepustakaan menyatakan bahwa pelaksanaan kebijakan merupakan kegiatan, program dan aktivitas dalam penerapan keputusan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan pada keputusan kebijakan. Pelaksanaan kebijakan dipengaruhi oleh empat aspek yaitu disposisi, sumber daya, komunikasi dan struktur birokrasi. Selain itu terdapat dimensi yang ada dalam proses pelaksanaan kebijakan yaitu efisiensi, efektivitas, keadilan, akuntabilitas, transparansi dan konsistensi. Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan kebijakan maka ada tiga tahapan dalam penilaian pelaksanaan kebijakan yaitu penilaian ex-ante, on-going dan ex-post..
Model perumusan kebijakan pendidikan
Henni Marsari;
Sunita Hairani;
Nurhizrah Gistituati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003908000
Perumusan kebijakan pendidikan sangat penting untuk dilaksanakan agar tujuan pendidikan yang telah disusun dapat dicapai secara maksimal. Untuk merumuskan kebijakan pendidikan maka perlu diketahui model-model perumusan kebijakan pendidikan tersebut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan menginformasikan model formulasi kebijakan pendidikan agar dapat dijadikan solusi dalam melahirkan kebijakan pendidikan. Metodologi penulisan ini menggunakan studi kepustakaan. Penulisan artikel ini dilakukan dengan mengkaji sebanyak 26 artikel nasional yang berhubungan dengan kebijakan pendidikan yang terdapat pada database google scholar.. Dari hasil pengkajian ditemukan beberapa model perumusan kebijakan pendidikan yaitu model kelembagaan, model sistem, model penyelidikan,model elit, model rasional, model inkrementalis, model analisis kebijakan, dan model pendekatan implementasi kebijakan publik. Pengkajian ini juga menemukan bahwa model perumusan kebijakan yang tepat digunakan di Indonesia adalah model analisis kebijakan pendidikan dan model implementasi kebijakan publik.
Kebijakan pendidikan: kerangka, proses dan strategi
Linda Sari Oktavia;
Nurhidayati Nurhidayati;
Nurhizrah Gistituati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003909000
Kebijakan pendidikan merupakan hasil akhir dari sebuah keputusan dibidang pendidikan yang diambil dengan memperhatikan komponen-komponen pendidikan dan komponen sosial yang berkaitan. Untuk menghasilkan kebijakan pendidikan yang tepat maka penyelenggara pendidikan harus mampu mengetahui hakikat kebijakan pendidikan terutama yang berhubungan dengan kerangka kerja pengembangan kebijakan pendidikan. Oleh sebab itu tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji kerangka kerja pengembangan kebijakan pendidikan, proses analisis kebijakan pendidikan, dan strategi implementasi kebijakan pendidikan. Metodologi penulisan ini menggunakan metodologi studi kepustakaan. Penulisan artikel ini dilakukan dengan mengkaji sebanyak 26 jurnal nasional yang berhubungan dengan kebijakan pendidikan yang terdapat pada data base google scholar. Hasil dari pengkajian kemudian di jabarkan melalui artikel ilmiah. Dalam mengembangkan kebijakan pendidikan diperlukan kerangka pengembangan diantaranya yaitu infromasi kebijakan, metode perolehan informasi, argumentasi kebijakan dan bentuk analisis kebijakan. Selain itu ada enak tahapan analisis kebijakan pendidikan yang terdiri dari inisiasi, estimasi, seleksi, implementasi, evaluasi dan terminasi. Untuk menerapkan sebuah kebijakan pendidikan maka diperlukan tahapan sosialisasi, tahapan piloting, dan tahapan desiminasi.
Lembaga pendidikan: kebijakan dan pengambilan keputusan
Fitri Hayati;
Riri Zulvira;
Nurhizrah Gistituati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003911000
Pemimpin lembaga pendidikan tidak terlepas dari kebijakan dan pengambilan keputusan. Kebijakan dan pengambilan keputusan merupakan hal yang salin berkaitan satu dengan yang lainnya. Namun banyak dari pemimpin kurang memahami makna dari kebijakan dan pengambilan keputusan sehingga berdampak terhadap kualitas kebijakan dan pengambilan keputusan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai kebijakan dan pengambilan keputusan, jenis-jenis pengambilan keputusan, tahap-tahap pengambilan keputusan serta gaya dan model pengambilan keputusan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menganalisis sebanyak 21 artikel nasional yang berkaitan dengan kebijakan dan pengambilan keputusan yang terdapat pada database google scholar. Hasil dari penulisan artikel ini adalah adanya perbedaan antara kebijakan dan pengambilan keputusan. Kebijakan bersifat teoritis sedangkan pengambilan keputusan bersifat praktis. Jenis pengambilan keputusan terdiri dari keputusan individual dan keputusan kelompok. Dalam pengambilan keputusan terdiri dari tahapan penyelidikan, perancangan dan pemilihan. Ada tiga tipe kepemimpinan yaitu tipe normatif, personal dan transaksional.
Analisis manajemen sumber daya manusia
Masri Masri;
Rusdinal Rusdinal;
Nurhizrah Gistituati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 4 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30032793000
Studi ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia yang berkelanjutan dan untuk mengidentifikasi elemen kunci, tren dan kesenjangan penelitian. Penelitian ini mengkaji berbagai konsep manajemen sumber daya manusia berkelanjutan yang telah digunakan dalam studi organisasi, dengan penilaian melalui tinjauan literatur yang sistematis, manajemen sumber daya manusia yang canggih dan elemen kuncinya, tren dan kesenjangan penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan menggunakan database jurnal-jurnal bereputasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 115 artikel yang diklasifikasikan pada empat kategori, yang mencakup 74% dari unit dasar korpus yang dianalisis. Dari artikel yang ditelaah umumnya berfokus pada konsep manajemen sumber daya manusia dan mensurvei hubungan antara manajemen sumber daya manusia dan dimensi keberlanjutan lingkungan telah diidentifikasi. Selain itu, praktik manajemen sumber daya manusia harus fokus pada kebutuhan karyawan dan keluarganya dan tidak hanya pemenuhan peraturan hukum semata. Praktik manajemen sumber daya manusia juga harus fokus pada inisiatif tanggung jawab sosial, mengamati kepentingan peranan internal dan eksternal untuk efisiensi jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang.
Implementasi kebijakan pendidikan kurikulum merdeka belajar
Masri Masri;
Rusdinal Rusdinal;
Nurhizrah Gistituati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 4 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30032794000
Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kurikulum merdeka belajar. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan menggunakan database jurnal-jurnal publish or perish. Hasilnya menunjukkan 126 artikel dengan kata kunci pencarian didasarkan pada: "kebijakan kurikulum merdeka”. Implementasi kebijakan kurikulum merdeka belum sepenuhnya terlaksana secara efektif dan efisien. Di beberapa tempat pelaksanaan, implementasi kebijakan kurikulum merdeka belajar saat ini masih sebagai opsi dan belum dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Selain itu, praktik implementasi kebijakan kurikulum merdeka belajar harus menjadi perhatian khusus oleh guru, kepala sekolah siswa, orang tua siswa dan pemerintah dalam mendukung keberhasilan implementasi kurikulum merdeka belajar. Hal ini akan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dimasa mendatang. Ini juga harus fokus pada inisiatif menjadi tanggung jawab bersama dalam mensukseskan kurikulum merdeka belajar di segala satuan pendidikan di Indonesia untuk efisiensi jangka pendek maupun keberlanjutan jangka panjang.
Just community approach to character education: school change or student change?
Sukma, Dina;
Ananda, Azwar;
Gistituati, Nurhizrah;
Daharnis, Daharnis
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/0020190419810
This article focuses on the development of, and research about, a strong democracy education intervention, the Just Community approach. Three questions frame the discussion: 1) Does Just Community change student or do student in these program change their school? 2) How Just Community change student and how Just Community change their school? 3) How can democracy be 'learned' by student in these program? This article begins with a brief history of the Just Community approach, a description of the original developmental model created by Lawrence Kohlberg, some research has been created in European and US. Just Community’s theoretical basis: Piaget’s cognitive development theory and Durkheim’s view of collective socialization. How to run this program? The aim of the program and implementation for education.
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL DAN BUDAYA MUTUSEKOLAH: KAJIAN LITERATUR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Rismayani, Risha;
Rizki, Ridonal;
Gistituati, Nurhizrah;
Rismayani, Rusdinal;
Rismayani, Nellitawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v11i02.46482
This study aims to analyze the role of instructional leadership and school qualityculture in improving the quality of learning through a Systematic Literature Review(SLR) approach. The method used is a qualitative approach with literature studytechniques involving various relevant international journals, books, and scholarlysources within a specific time frame. Data were collected through processes ofidentification, selection, and analysis of articles based on inclusion and exclusioncriteria, and then synthesized thematically to obtain a comprehensiveunderstanding of the relationships among variables. The results indicate thatinstructional leadership has a significant influence on improving teacherperformance, learning effectiveness, and student learning outcomes. On the otherhand, school quality culture has been proven to strengthen commitment to qualitystandards, enhance collaboration among teachers, and encourage instructionalinnovation. The integration of instructional leadership and quality culturedemonstrates a synergistic relationship in creating an effective, adaptive, andsustainable learning system. This study concludes that instructional leadershipand school quality culture are two key factors that complement each other inimproving the quality of learning. Therefore, strengthening both aspectssimultaneously becomes an important strategy in efforts to enhance the quality ofeducation in schools.Keywords: instructional leaders
TAHAPAN PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI LANDASAN PENGAMBIL KEBIJAKSANAAN
Abdullah Abdul;
Alchonity Harika Fitri;
Ayu Mustika Sari;
Nurhizrah Gistituati;
Rusdinal Rusdinal
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Muara Pendidikan Vol 7 No 1, Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52060/mp.v7i1.778
The purpose of this research is to understand the various stages of public policy making so as to make it easier to analyze complex problems so that they can be formulated into a policy for a public leader. Public policy studies seek to review shared theories and processes that occur in public policy. It can be said that public policy cannot be separated from the process of policy formation itself, thus, one of the objectives of the study of public policy is to analyze how the stages of the process of forming public policy are so that a certain policy is realized. These stages are summarized as a process of public policy making cycle. Each stage in the process of forming public policy contains various steps and methods in more detail. The stages involved in making a public policy have various benefits and consequences from the existence of the process, especially for actors making public policies
PERAN KEPEMIMPINAN DIGITAL DALAM MENDORONG PERILAKU INOVATIF DI ORGANISASI PENDIDIKAN: TINJAUAN LITERATUR
Malahayati, Rahmi;
Rori Dolayance;
Nurhizrah Gistituati;
Rusdinal;
Nellitawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v11i02.47496
This study aims to analyze the role of digital leadership in fostering innovative behavior within educational organizations. The approach used is qualitative with a literature review method, which involves examining various scientific sources such as journals, books, and relevant policy documents. The findings indicate that digital leadership plays a crucial role in developing innovative behavior through the integration of technology with organizational culture, strengthening collaboration, and enhancing human resource competencies and digital literacy. Digital leadership does not operate directly but works through organizational mechanisms such as innovation culture, transformational leadership style, and a supportive work environment. However, its implementation still faces several challenges, including resistance to change, limited digital competencies, non-adaptive organizational culture, and inadequate infrastructure. Therefore, a holistic leadership approach is needed by balancing technological and human aspects to create sustainable innovation within educational organizations.