Penguatan ketahanan keluarga merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kompleksitas permasalahan keluarga di masyarakat Muslim. Salah satu tantangan utama dalam upaya tersebut adalah keterbatasan kompetensi konselor keluarga dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik konseling secara profesional dan kontekstual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi konselor keluarga melalui pelatihan konseling keluarga berbasis nilai Islam. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, yang melibatkan konselor keluarga dan pendidik sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan, praktik terbimbing, hingga refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, sikap profesional, dan kesiapan peserta dalam mengimplementasikan konseling keluarga berbasis nilai Islam. Peserta mampu mengintegrasikan nilai-nilai seperti musyawarah, kasih sayang (rahmah), tanggung jawab, dan keadilan ke dalam proses konseling keluarga secara lebih terstruktur dan bermakna. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas konselor keluarga serta pengembangan praktik konseling keluarga Islami yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan konseling keluarga berbasis nilai Islam direkomendasikan sebagai strategi pengabdian masyarakat yang efektif untuk mendukung ketahanan dan kesejahteraan keluarga.