Articles
Mereduksi Kecemasan dalam Pernikahan dengan Konseling Gestalt
Kiki Mulyani;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 3 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.53414
Individu menghadapi beberapa tantangan ketika memasuki fase kehidupan pernikahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan konseling gestalt terhadap kasus kecemasan dalam pernikahan. Informan adalah seorang wanita berinisial RM usia 28 tahun yang berada di daerah Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Tujuan wawancara dan observasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui apa yang menjadi kecemasan RM dalam pernikahannya. Jenis wawancara adalah wawancara terbuka dan bimbingan pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong, informan mampu bangkit dari kondisi KES-T menjadi kondisi KES, serta lebih siap untuk menjalani kehidupan pernikahannya. Keterampilan RM yang diperlukan terkait pencapaian tujuan tersebut yaitu RM mampu fokus dengan kondisi “here and now” dan memiliki kesadaran untuk melupakan mantan kekasihnya dan memilih tindakan memperbaiki kehidupan pernikahannya, dengan berani menyatakan perasaan yang diinginkan kepada suaminya. Klien RM berkomitmen mengurangi kecemasannya dengan fokus pada “apa” yang dihadapi saat ini, bukan berfokus pada masa lalu. Hal ini menunjukkan karakteristik konseling gestalt yaitu informan/klien mampu memiliki kesadaran pribadi, memahami kenyataan yang terjadi, dan mendapatkan insight secara penuh untuk menghilangkan kecemasannya
Penggunaan model konseling client centered dalam konseling pranikah
Yuliarti Yuliarti;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42411
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penggunaan model konseling client centered pada konseling pranikah, dengan berfokus terhadap keterampilan klien dalam menetapkan prioritas dan pemecahan masalah untuk dirinya. Adapun klien yang ditangani inisial DW, usia 33 tahun, domisili Depok yang mengalami kekhawatiran dalam menghadapi pernikahannya terutama dari diri klien sendiri, sulit memiliki percaya diri, dan tidak yakin untuk menghadapi pernikahan. Berkaitan kondisi klien yang khawatir dalam menghadapi pernikahan, konselor memberikan pendekatan client centered dalam konseling pranikah agar klien dapat memahami, menerima dan mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya dalam menghadapi pernikahan yang merupakan salah satu moment yang paling utama dalam kehidupannya. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Analisis data yang digunakan diperoleh dengan cara menganalisis, mendeskripsikan, dan meringkas berbagai kondisi dan situasi, yang dikumpulkan melalui berbagai data mengenai masalah penelitian lapangan yang dikumpulkan dalam bentuk wawancara atau observasi.
Penggunaan konseling realitas pada klien kleptomania sebagai akibat kondisi broken home
Dian Es Anggraeni;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42416
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan konseling realitas pada klien kleptomania sebagai akibat kondisi broken home. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan layanan konseling menggunakan pendekatan konseling realitas. Subjek penelitian ini adalah klien yang mengalami kleptomania sebagai akibat korban perceraian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil positif, karena metode yang dilakukan bisa menyadarkan klien untuk berubah menjadi lebih baik. Pelaksanaan konseling individu dalam menangani klien kleptomania sebagai akibat kondisi broken home dilakukan berbagai tahap. Tahap awal meliputi tahap perencanaan dan mendefinisikan masalah, tahap kedua atau pertengahan meliputi kegiatan pelaksanaan konseling yang bertujuan untuk mengolah atau mengerjakan masalah anak, dan di tahap terakhir dilakukan tahap evaluasi dan tindak lanjut.
Konseling behavior contract untuk mengurangi perilaku membolos sekolah di tingkat menengah kejuruan
Cindy Marisa;
Wildha Banu Yekti;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42421
Kasus membolos yang sudah umum terjadi merupakan perilaku maladaptif yang sering dialami siswa di sekolah. Perilaku terjadi akibat ketidakmampuan siswa dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Teknik Behaviour Contract yang bertujuan mengubah perilaku individu dapat menjadi solusi atas tindakan maladaptif tersebut. Teknik ini dilakukan dengan kesadaran dan komitmen yang baik antara konselor dengan klien. Prinsip dasar dalam teknik Behaviour Contract, antara lain: 1) Kontrak dilakukan dengan penguatan, 2) Penguatan harus segera dilakukan, 3) Kontrak dinegosiasi secara bebas dan terbuka serta disepakati bersama, 4) Kontrak adil dan jelas, 5) Kontrak memiliki kejelasan target tingkah laku, frekuensi dan lamanya kontrak, 6) Kontrak terintergritas dengan program sekolah. Penggunaan layanan konseling perorangan dengan teknik behavior contract dapat terapkan konselor sehingga klien mempunyai mempunyai kesadaran dan menghapus perilaku membolos di sekolah menengah.
Konseling realita untuk mengatasi kekhawatiran perjodohan
Tiar Huzakiah;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): TERAPUTIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.52412
Salah satu kebutuhan dasar individu yang harusnya dipenuhi adalah kekhawatiran perjodohan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan dalam konseling individu pendekatan realita terhadap kasus kekhawatiran perjodohan. Informan adalah seorang wanita berinisial WN 28 tahun di Jakarta. Jenis penelitian kualitatif studi kasus dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan konseling realita dengan tahapan WDEP (Wants, Do, Evaluation, Planning), informan mampu mencapai kondisi KES dan mengatasi kondisi KES-T, serta terampil menghadapi masalah. Pengalaman WN yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu adalah pengalaman memusatkan pada tingkah laku, perasaan khawatir dalam mengurangi perjodohan dengan duda yang memiliki anak satu sudah bisa terentaskan dengan baik, dan WN pun akan berusaha untuk membuka kembali perasaannya dan mengurangi rasa kekhawatiran yang WN rasakan. Hal ini menunjukkan karakteristik konseling realita yaitu klien mampu menentukan pilihan atas apa yang dipilih; klien juga sudah tidak menyesali kesalahan masa lalunya dan beranggapan bahwa masa sekarang yang lebih baik lebih penting.
Analisis permasalahan ruminasi dan implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling
Jovita Sri Dewajani;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42415
Artikel ini merupakan artikel konseptual yang bertujuan untuk memberikan wawasan tentang penggunaan layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk mereduksi ruminasi. Ruminasi (Overthinking) termasuk kedalam psychological disorder karena dapat membuat kecemasan. Seseorang yang memiliki kecemasan berlebih dapat menimbulkan sakit fisik. Overthinking, bisa dialami seseorang yang terus menerus memikirkan suatu permasalahan tanpa menemukan solusi (buntu). Salah satu layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk mereduksi ruminasi yaitu konseling individu dengan pendekatan cognitive behaviour. Prinsip utama dari teknik konseling cognitive behavioural adalah: 1) Mengakses pikiran irasional dan maladaptif konseli, 2) Mengarahkan konseli menjadi lebih adaptif atau lebih berpikir rasional dan teach verbal internal strategi coping instruksional, 3) mendukung konseli ketika mereka menerapkan hal ini pertama kalinya dan mengembangkan kemampuan dalam kehidupan mereka. Simpulan dalam artikel ini adalah teknik konseling cognitive behaviour dapat menjadi rujukan yang representatif dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu klien yang memiliki masalah ruminasi.
Penggunaan pendekatan konseling individu trait and factor dalam perencanaan karier pada pria korban pelecehan seksual
Widiani Hartati;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42422
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan konseling Trait and factor pada klien korban pelecehan seksual dalam layanan konseling perorangan. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Yang dilakukan kepada seorang klien pria yang berusia 19 tahun yang merupakan korban pelecehan seksual. Metode analisis yang digunakan dengan menggunakan laiseg (penilaian segera) dan laijapen (penilaian jangka pendek) dengan berpedoman kepada BMB3 (Berpikir, Merasa, Bersikap, Bertindak dan Bertanggungjawab). Hasil konseling dapat dikatakan cukup berhasil, terutama dalam membantu klien menyadari dan menggali bakat, potensi, kekuatan dan kelemahan diri untuk menentukan dan memutuskan karir setelah menjadi korban pelecehan seksual dan mengalami kegagalan dalam menyelesaikan pendidikan. Faktor pendukung keberhasilan dari klien berupa penerimaan dan kesadaran diri serta motivasi untuk menyelesaikan kejadian buruk yang pernah dialami dan bangkit untuk menata kehidupannya di masa sekarang dengan mengatasi segala bentuk ketakutan atau kekhawatiran mengenai keputusan karir
Penerapan Teknik Cognitive Restructuring dalam Konseling Perorangan untuk Mereduksi Gangguan Kecemasan
Anna Rufaidah;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42417
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan penggunaan teknik rekonstruksi kognitif untuk mengurangi kecemasan dalam konseling pribadi. Upaya pembinaan yang diterapkan menggunakan teknik cognitive restructuring. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan teknik cognitive restructuring dapat mereduksi kecemasan klien yang dibuktikan dengan adanya perubahan perilaku pada klien setelah diberikan layanan konseling perorangan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaparan penggunaan teknik cognitive restructuring dalam konseling perorangan untuk mereduksi gangguan kecemasan. Objek penelitian ini adalah subjek layanan konseling yang menderita gangguan kecemasan. Pekerjaan pembinaan terapan menggunakan teknik restrukturisasi kognitif. Upaya pembinaan yang diterapkan menggunakan teknik cognitive restructuring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi rekonstruksi kognitif dapat mengurangi kecemasan konsumen yang ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku konsumen setelah diberikan layanan konseling individu.
Kombinasi terapi relaksasi dan self-talk (studi kasus pada anak panti asuhan Rawamangun)
Zulfa Saleh;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42423
Kecemasan adalah suatu reaksi yang wajar ketika seseorang menghadapi situasi baru. Namun, ketika kecemasan terjadi secara berlebihan akan membawa perubahan perilaku, kognitif dan afektif kearah yang negatif. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap seorang klien laki-laki berusia 13 tahun yang tinggal di panti asuhan. Klien tinggal di panti asuhan sudah hampir satu tahun dan mengalami kecemasan karena pengalaman negatif masa lalu. Data kecemasan diperoleh dari hasil pengolahan instrumen Dass yang mengukur tekanan (stress), kebimbangan/kecemasan (anxiety), dan kemurungan (depression). Dampak kecemasan berpengaruh pada malas belajar, kurang mengerti apa yang diterangkan guru, dan lekas lupa pada bahan pelajaran yang telah dipelajari. Kepada klien dilakukan konseling perorangan dengan teknik relaksasi dan self talk untuk mengurangi kecemasan yang dialami. Setelah dilakukan konseling dengan teknik relaksasi dan self talk, klien merasa berkurang kecemasannya dari skala 6 berkurang menjadi 4 dan raut wajah lebih cerah.
Studi literatur teknik restrukturisasi kognitif dan relaksasi dalam mereduksi stress seorang istri dalam hubungan pernikahan
Shinta Yulianti;
Yeni Karneli
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.42419
Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang studi literatur tentang teknik restrukturisasi kognitif dan relaksasi dalam mereduksi stress seorang istri, khususnya stress dalam hubungan pernikahan. Metode kualitatif dengan jenis studi literatur ini untuk menelaah studi literatur dan penelitian terkait dengan restrukturisasi kognitif dan relaksasi merupakan sebuah teknik konseling dalam mereduksi stress pada seorang istri terhadap persepsi negatif dengan pasangan dalam hubungan pernikahan. Maka teknik konseling ini dapat digunakan konselor kepada klien yang mengalami masalah tersebut. Teknik restrukturisasi kognitif dan relaksasi mampu mereduksi stress seorang istri yang mengalami kejenuhan dan masalah dalam hubungan pernikahan. Dalam teknik konseling ini bermanfaat untuk konselor profesional dengan menggunakan teknik konseling reststukturisasi kognitif dan teknik relaksasi kepada klien dalam mereduksi stress seorang istri dalam hubungan pernikahan.