Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KB TPH) Tegalgondo memiliki peran strategis dalam penyediaan benih padi kelas dasar (foundation seed) yang berkualitas tinggi. Namun, persemaian konvensional di sawah masih menghadapi kendala efisiensi lahan serta kerentanan terhadap hama dan penyakit, sehingga berpotensi menurunkan kualitas bibit. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan dan mengoptimalkan sistem persemaian berbasis tray sebagai metode alternatif yang lebih efisien. Kegiatan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, diskusi teknis, dan praktik langsung dalam seluruh tahapan persemaian. Media tanam berupa campuran tanah aluvial dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1 digunakan dalam tray. Hasil menunjukkan bahwa sistem tray menghasilkan bibit yang lebih seragam, memiliki sistem perakaran yang lebih kuat, serta mengurangi kerusakan saat pindah tanam. Penggunaan benih sekitar 60 gram per tray mendukung kepadatan optimal dan mempermudah pengelolaan persemaian. Selain itu, metode ini meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan pengendalian kondisi tumbuh. Secara keseluruhan, sistem persemaian tray berpotensi meningkatkan kualitas bibit dan efisiensi operasional dalam perbanyakan benih padi