Articles
Budaya di Era Digital: Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Indonesia
Hermawan, Nuhsandriya;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Ardiansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.110
Budaya di era digital ini sangat erat kaitannya dengan pengaruh-pengaruh dari internet, kemudahan internet untuk diakses oleh banyak orang memberikan berbagai dampak, tidak hanya positif maupun negatif, tapi keduanya bisa diterima oleh warga Indonesia. Budaya yang dulunya sebatas menyebar secara lambat dari literatur; perilaku orang lain; dan sejarah, kini bertambah dengan internet. Bentuk audio-visual yang menyebar melalui sosial media seperti TikTok, Instagram atau juga YouTube adalah hal yang diterima oleh banyak warga internet. Fenomena viral merupakan bentuk lebih cepat dari meme, fenomena ini mampu memengaruhi banyak orang dalam waktu singkat, fenomena ini sering terjadi di internet, baik pada fenomena yang bernilai positif atau pun negatif. Budaya luar negeri yang masuk ke Indonesia, umumnya tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang dimiliki Indonesia, bahkan cenderung berbanding terbalik. Budaya ini tentu dapat mengancam identitas serta jati diri yang dimiliki dan masih bertahan sejak lama oleh bangsa Indonesia.
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan pada Generasi Alpha sebagai Bentuk Ketahanan Diri dalam Mengahadapi Arus Globalisasi
Sumarni, Rindi;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.111
Semakin berkembangnya teknologi yang diiringi dengan semakin meluasnya arus globalisasi membuat peradaban manusia dari masa ke masa semakin canggih. Dengan lahirnya generasi alpha di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi, membuat para generasi alpha sangat akrab dengan gadget sejak mereka dilahirkan. Maka, keberadaan tulisan ini dimaksudkan untuk memperingatkan kembali akan urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai sebuah alat yang mampu melindungi para generasi alpha dalam menghadapi penurunan rasa nasionalisme yang diakibatkan oleh mudahnya keterpengaruhan budaya asing yang diikuti dengan semakin meluasnya arus globalisasi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan studi literatur, yaitu dengan mengkaji dan meneliti berbagai rujukan dari artikel jurnal dan analisis terdahulu yang berhubungan dengan objek yang diteliti. Terlihat sekarang ini ramai budaya luar yang sudah diterapkan di Indonesia, yang menunjukkan bahwa semangat nasionalisme di Indonesia semakin lama semakin memudar, terutama pada generasi alpha yang lahir dalam keadaan krisis budaya, dimana mereka sangat membutuhkan sikap positif yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri mereka melalui penerapan Pendidikan Kewarganegaraan sejak dini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada generasi alpha, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sebuah cara yang paling dasar dalam menghadapi penurunan rasa nasionalisme dan permasalahan krisis budaya akibat dari mudahnya mengakses informasi budaya asing yang difasilitasi oleh perkembangan teknologi di era globalisasi.
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Kesadaran Hukum Siswa Sekolah Dasar pada Era Globalisasi
Rahmadewi, Anzani;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Muhammad Irfan Adriansyah
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.113
Pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia guna membentuk dan membangun karakter individu melalui proses perolehan pengetahuan, keterampilan, pemahaman yang berguna dalam kehidupan bangsa, serta nilai-nilai moral yang akan ditanamkan dalam diri individu. Peran guru Pendidikan Kewarganegraan dalam menumbuhkan kesadaran hukum pada siswa saat ini sangat penting karena derasnya arus globalisasi semakin merebak yang menyebabkan kesadaran hukum pada siswa menurun. Dengan adanya penelitian yang berbasis kualitatif ini, diharapkan dapat menjadikan siswa lebih menghormati guru, membiasakan aktivitas berdoa sebelum kelas dimulai, siswa lebih perhatian terhadap teman, berberpakaian rapi setiap hari, lebih disiplin dan menaati aturan, serta sadar akan kewajiban siswa sebagai kesadaran hukum.
Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air pada Generasi Muda dalam Menghadapi Era Masyarakat 5.0 melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Tarigan, Emia Rita Pitriani;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.121
Masyarakat 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk perspektif dan perasaan tentang negara atau tanah air. Generasi muda di era ini perlu memiliki rasa cinta tanah air yang kuat agar mampu berkontribusi dalam membangun bangsa dan mengatasi masalah dunia yang semakin rumit. Upaya terbaik untuk menerapkan prinsip kebangsaan pada generasi penerus adalah dengan mengajarkan mereka Pancasila dan kewarganegaraan. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengidentifikasi strategi dan teknik terbaik untuk menanamkan patriotisme pada generasi muda pada era masyarakat 5.0 melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai referensi kredibel untuk studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila dapat membantu generasi muda memahami nilai-nilai dasar negara, sejarah, budaya, dan jati diri bangsa. Pendidikan ini juga dapat meningkatkan kesadaran serta keterlibatan setiap warga negara Indonesia dalam kehidupan sosial dan politik.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia Implikasi dari Hilangnya Nilai Pancasila
Nafisa, Divaliya;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.124
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan proses dalam pendidikan yang bertujuan untuk membentuk dan membangun karakter anak bangsa agar terciptanya generasi penerus bangsa yang bermanfaat untuk negara dan masyarakat luas, membangun karakter yang bermoral agar terwujudnya suatu negara sejahtera yang terpenuhi hak dan kewajibannya. Artikel ini mengeksplorasi peran esensial Pendidikan Kewarganegaraan dalam pencegahan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan dampak negatif yang timbul terhadap keberlanjutan nilai Pancasila. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui peran penting Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pembentuk karakter anak bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memahami, menjelaskan, dan menggambarkan suatu fenomena dalam konteks yang lebih mendalam. Metode ini mengaitkan pengumpulan data yang bersifat deskriptif dengan menganalisis jurnal-jurnal yang sudah ada menggunakan metode studi literatur jurnal. Hasil yang didapat yaitu bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting guna membentuk suatu karakter yang memiliki moral dan menanamkan nilai pancasila sehingga kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dapat berkurang, serta diharapkan dapat memberikan pandangan terhadap Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat menjadi garda terdepan untuk mencegah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) serta dapat memperkuat asas nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi bangsa.
Masalah Anak Kewarganegaraan Ganda di Indonesia
Madaniah, Fuji Nurul;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.128
Kewarganegaraan dalam suatu negara dimiliki oleh setiap individu, karena kewarganegaraan sangat penting untuk memperoleh status dalam suatu negara dan memperoleh perlindungan hukum dari negara tersebut. Setiap pemerintah menerapkan peraturan hukum. Dalam hal kewarganegaraan, kewarganegaraan ganda memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk mengatasi permasalahan yang timbul dari perkawinan antar ras negara-negara lain. Status kewarganegaraan merupakan status hukum terbatas yang hanya berlaku bagi anak yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah. Seorang anak yang mempunyai kewarganegaraan ganda dapat memilih untuk berstatus WNI atau negara lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dimana menjelaskan secara deskriptif hasil penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kedudukan hukum bagi warga negara yang mempunyai status kewarganegaraan ganda, baik terhadap anak hasil perkawinan ganda maupun orang tua yang mempunyai kewarganegaraan ganda.
Pentingnya Kewarganegaraan Dalam Pendidikan Pelajar
Nurhalisyah, Annasa;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.130
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran vital dalam membentuk karakter warga negara muda. Artikel ini menguraikan urgensi PPKN di tengah tantangan global dan perubahan sosial. Fokus pada pembentukan karakter, pembelajaran PPKN di SD bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Kurangnya moral etika sopan santun menjadi problem pada kondisi saat ini. Banyak anak anak tidak mengetahui Pancasila, tokoh-tokoh nasionalisme dan bahkan lagu-lagu nasional. Maka dari itu, pentingnya menerapkan pendidikan kewarganegaraan dengan bertujuan agar menjaga dan mempertahankan Pancasila serta menumbuhkan sikap dan perilaku cinta tanah air, berjiwa demokratis, menjadi warga negara yang disiplin dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan. Adanya pendidikan kewarganegaraan tidak hanya bergantung pada lingkungan sekolah saja, tetapi juga pada lingkungan rumah hingga masyarakat luas sehingga generasi muda dapat mengimplentasikan Pendidikan kewarganegaraan ini dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Meski demikian, tantangan seperti keterlibatan siswa dan keterbatasan sumber daya perlu diatasi. Konklusi menekankan perlunya perbaikan kualitas pendidikan kewarganegaraan di tingkat dasar untuk menciptakan generasi yang aktif dan bertanggung jawab. Selain itu pengembangan karakter pada generasi muda, dengan diberikan pendidikan kewarganegaraan berhasil mengarahkan generasi muda untuk berpartisipasi mengusung karakter bangsa.
Urgensi Toleransi untuk Mempertahankan Integrasi Bangsa
Nurfauziah, Ayu;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Ardiansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i1.135
Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam perbedaan yang meliputi perbedaan kebudayaan, suku, agama, bahasa, dan adat istiadat yang tersebar di berbagai daerah. Dari banyaknya perbedaan ini tidak hanya menjadi keuntungan tapi juga tantangan bagi Indonesia untuk menciptakan sebuah integrasi agar negara Indonesia menjadi negara yang utuh dan berdaulat. Berbagai konflik bisa muncul dari banyaknya keberagaman yang ada, sehingga membutuhkan banyak penyatuan-penyatuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam setiap perbedaan. Penyatuan-penyatuan ini membutuhkan masyarakat sebagai penggerak persatuan yang bisa dilakukan dengan mengembangkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya sikap toleransi dalam lingkungan masyarakat yang memiliki banyak perbedaan. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dikombinasikan dengan literature research untuk mendapatkan data yang relevan. Dapat kita sadari, toleransi adalah suatu hal yang sangat penting. Namun sayangnya, sikap toleransi masih belum bisa diterapkan dengan baik dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Sehingga, masih banyak konflik-konflik yang terjadi akibat kurangnya sikap toleransi. Konflik ini dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat yang membuat Indonesia belum bisa menjadi wilayah yang utuh dan berdaulat. Perlu disadari bahwa toleransi merupakan hal yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Usability assessment of a HOTS evaluation tool in Pancasila-based Citizenship Education
Agustina, Dewiyana;
Sutini, Ai;
Abidin, Yunus;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Utami, Nissa Aulia Belistiana
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jk.v9i1.84815
The goal of this study is to use the System Usability Scale (SUS) method to see how useful a Higher Order Thinking Skills (HOTS) assessment tool would be in Pancasila Education. Thirty fifth-grade Pancasila Education teachers from primary schools took part in a quantitative descriptive method. We used SUS scores to determine how useful the developed tool was, using established usability standards to do so. The results show that the instrument got an average SUS score of 76.5, which puts it in the "practical" and "good" categories. More research shows that teachers thought the tool was easy to use, understood its instructions, and felt sure they could use it in the classroom. These results show how important it is to test the usability of educational tools, especially those that are meant to help people learn 21st-century skills. The study suggests that practicality testing should be a key part of validating educational tools and that more research should be done on how usable they are in digital and long-term learning settings.
Efektivitas Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Konstruktif dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Dewi, Dinie Anggraeni;
Nuraeni, Nani
Journal of Moral and Civic Education Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.972 KB)
|
DOI: 10.24036/885141202017117
The background of this study is the importance of teachers’ pedagogical competence in developing their professional duties by developing the learning activities as many as it could to achieve the learning outcomes from the learners. This is only possible if the teachers involve the thinking construct of learners in the learning process effectively by considering the available time aspect to gain optimal achievements in learning outcomes. This paper is the result of an in-depth research of the civic teachers who effectively develop constructive learning and show positive results in the learning quality of their students in the primary education level of junior high school. In order to obtain the meaning of the research objective, the researcher employs an integrated qualitative and quantitative approaches. The result of the study found that teachers’ effectiveness in developing constructive learning is showed by an attempt to create a productive learning atmosphere in the process of learning and to in-volve various learning interaction patterns to explore learners’ thinking skill in a high level. Keywords: teachers’ effectiveness, constructive learning, quality of learning outcomes ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam mengembangkan tugas profesinya yakni mengembangkan pembelajaran untuk sebesar-besarnya mencapai hasil belajar peserta didik. Hal ini hanya mungkin dapat dicapai apabila guru efektif melibatkan konstruk berfikir peserta didik dalam proses pembelajarannya, yakni mempertimbangkan aspek waktu yang tersedia untuk memperoleh capaian hasil belajar optimal. Tulisan ini merupakan hasil penelitian mendalam terhadap guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang efektif mengembangkan pembelajaran konstruktif dan menunjukkan hasil positif terhadap kualitas belajar peserta didiknya pada jenjang pendidikan dasar Sekolah Menengah Pertama. Untuk memperoleh makna tujuan penelitian, digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara terpadu. Hasil penelitian efektifitas guru dalam mengembangkan pembelajaran konstruktif ditunjukkan dengan upayanya untuk menciptakan suasana yang produktif dalam proses belajar dan melibatkan pola interaksi pembelajaran variatif untuk menggali keterampilan berfikir peserta didik pada tingkat tinggi. Kata kunci: efektifitas guru, pembelajaran konstruktif, kualitas hasil belajar