Articles
Analisis Aktivitas Antioksi dalam Menghambat Radikal Bebas
Mudjiran, Mudjiran;
Karneli, Yeni
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan
Publisher : Utiliti Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69688/juksit.v2i2.33
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keunggulan ekstrak daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) sebagai sumber antioksidan dalam melawan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Penggunaan antioksidan alami dari tumbuhan merupakan pendekatan yang menarik untuk melawan efek negatif radikal bebas. Ekstrak daun Sungkai dipilih karena diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi, yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode penelitian melibatkan ekstraksi daun Sungkai menggunakan pelarut etanol dan analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dan ABTS (2,2'-azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun Sungkai memiliki aktivitas penangkap radikal bebas yang signifikan, dibandingkan dengan standar antioksidan asam askorbat. Kandungan total fenol dan flavonoid dalam ekstrak juga dianalisis, menunjukkan korelasi positif dengan aktivitas antioksidan. emuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun Sungkai memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif. Pemanfaatan ekstrak ini dapat dikembangkan lebih lanjut dalam formulasi produk kesehatan dan suplemen diet untuk mencegah dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam daun Sungkai dan mengevaluasi keamanan serta efikasi ekstrak ini pada model biologis yang lebih kompleks
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN REALITAS UNTUK MENGURANGI PERILAKU KONSUMTIF (STUDI KASUS PADA SISWA SEKOLAH DI MEDAN)
Tarmizi, Rahmadi;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 1 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v2i1.1433
Situasi Pandemi Virus Covid-19 berdampak terhadap aktivitas kehidupan manusia, dimana individu biasa beraktivias di luar rumah dan kini dibatasi untuk beraktivitas di luar rumah. Dampaknya individu belum siap dan yang paling dikhawatirkan adalah efek jangka panjang. Akibat lain yang ditimbulkan adalah munculnya perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan perilaku dimana timbulnya keinginan untuk membeli barang-barang yang kurang diperlukan untuk memenuhi kepuasan pribadi. Pandemi covid-19 membuat masyarakat cenderung lebih konsumtif, akibatnya mereka membeli barang di luar kewajaran dan kebutuhan atau lebih di dorong oleh faktor keinginan. Studi kasus ini bertujuan untuk membantu siswi mengurangi perilaku konsumtif melalui konseling individual dengan pendekatan realitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui penelitian studi kasus (case study). Sasaran dalam studi kasus dengan judul konseling individual dengan pendekatan realitas untuk mengurangi perilaku konsumtif adalah seorang Siswa yang berada di Kota Medan. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh berupa kurangnya perilaku konsumtif mahasiswi melalui konseling individual dengan pendekatan realitas
STUDI META ANALISIS BANTUAN BIMBINGAN KONSELING MENANGANI MASALAH HAMIL DI LUAR NIKAH (MARRIED BY ACCIDENT)
Salmiah Harahap;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 1 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v3i1.1458
Salah satu masalah sosial yang terjadi di masyarakat adalah maraknya perilaku amoral khususnya di kalangan remaja seperti hamil di luar nikah yang disebabkan oleh pergaulan bebas. Hamil di luar nikah akan berdampak terhadap kehidupan sosial remaja dan juga kehilangan masa depan. Peran bimbingan konseling baik di sekolah maupun dimasyarakat sangat penting untuk melakukan pencegahan ataupun pengentasan permasalahan hamil diluar nikah pada remaja. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran bimbingan konseling dalam menangani masalah hamil di luar nikah (merried by accident). Penelitian ini menggunakan metode meta analisis, tahap pertama dalam penelitian yaitu merumuskan masalah, tahap kedua tindak lanjut berupa penulusuran hasil penelitian dengan judul yang relevan untuk dianalisis. Penulusuran hasil penelitian melalui google scholar, portal garuda dan repository, sehingga diperoleh sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 artikel dan 2 tesis. Analisis data yang digunakan dalampenelitian ini adalah mendeskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bimbingan konseling dalam menangani masalah hamil di luar nikah berupa pemberian layanan invidual maupun layanakelompok dengan pendekatan, teknik dan juga bentuk pencegahan dengan pengembangan berbagai perilaku. Adapun pendekatannya seperti agama. Tekni konseling yang dapat diimplimentasikan seperti rasional emosional perilaku (REP), cognitive restructuring dan client centered. Selanjutnya bentuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh konselor untuk meminimalisir remaja hamil di luarnikah seperti mengembangkan penyesuaian diri, penyesuaia social, psychological well being.
TINGKAT PERILAKU ASERTIF SISWA DAN IMPLIKASI DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
Ngatini, Ngatini;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 1 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v2i1.1460
Penelitian ini berlandaskan pada permasalahan ketidakmampuan remaja dalam menyampaikan keinginannya atau pemikirannya sehingga cenderung berperilaku agresif, hal ini disebabkan oleh komunikasi yang tidak stabil. Untuk mengstabilkan interaksi dalam sosial, maka remaja membutuhkan kemampuan mengungkapkan sesuatu tanpa mengucilkan atau menghina satu pihak, dan pemyampaianya secara jelas yang tidak mengandung muliti tafsir. Sehingga dalam berinteraksi sosial, remaja dituntut untuk dapat berperilaku asetif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku asertif siswa. Metodologi penelitian yang digunaka dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP YPKI Jakarta Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 170 siswa yang dipilih dengan tekni random sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala Inventori Perilaku Asertif (IPA) dengan tingkat Reliabilitas sebesar 0,92 pada kategori sangan baik. Data dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: tingkat perilaku asertif siswa YPKI Jakarta pada kategori sedang, artinya perilaku aserti siswa membutuh bimbingan serta peningkatan. Oleh karena itu peran bimbingan konseling sangat diperlukan melalui layanan dasar seperti bimbingan klasikal yang terdiri dari layanan informasi dan penguasaan konten.
HUBUNGAN FATHERLESS DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA IMPLEMENTASI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
Dasalinda, Dwi;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 02 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v2i02.1461
Kemampuan penyesuaian sosial yang baik pada remaja merupakan sebagai keberhasilan untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompok pada khususnya, sehingga menjadikan remaja dapat berkembang secara optimal. Namun tidak semua remaja mampu melakukan penyusuai diri dengan biak. Hal ini dikarenak tidak hadirnya figur yang menjadi teladan dalam penyesuai sosial yaitu fatherless. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fatherless terhadap penyesuaian sosial remaja pada siswa SMA Negeri 10 Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif asosiatif deskriptif sampel dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala fatherless dengan tingkat reabilitas 0,913 pada kategori sangat tinggi dan skala penyesuaian diri dengan tingkat reabilitas 0,875 pada kategori sangat tinggi. Penelitian ini dianalis dengan menggunakan uji koefisien regresi sederhana dengan bantuan SPSS 20.00. Hasil penelitian secara umum menunjukkan rata-rata fatherless sebesar 80% pada kategori tinggi dan penyesuaian sosial remaja 75% pada kategori tinggi. Bedasarkan uji koefisien regresi sederhana dengan membandingkan nilai Sig dengan 0,05 diperoleh (0,000 < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara fatherless dengan penyesusian sosial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan layanan dalam menganalisis perilaku siswa dalam penyesuaian sosialnya.
TINGKAT KESIAPAN BELAJAR SISWA SMP TERBUKA JAKARTA IMPLIKASI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
-, Desnita;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 02 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v2i02.1462
Belajar merupakan kegiatan wajib yang harus dijalani siswa dalam upaya mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Salah satu aspek yang harus dimiliki siswa dalam belajar adalah kesiapan. Namun tidak semua siswa memiliki kesiapan belajar yang bagus, sehingga berefek kepada prestasi belajar yang rendah. Oleh karena tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesiapan belajar siswa SMP Terbuka Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 72 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala kesiapan belajar yang dikembangkan dari teori indikator kesiapan belajar dari Slameto (2010) dengan tingkat reabilitas 0,70 pada kategori cukup bagus. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, maksudnya penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan tingkat kesiapan belajar siswa SMP Terbuka Jakarta. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan siswa SMP Terbuka Jakarta pada kategori Tinggi (T) dengan tingkat persentase sebesar 79.26%. Kemudian berdasarkan deskriptif frekuensi jumlah siswa yang memiliki kesiapan belajar sebanyak 46 siswa pada kategori Tinggi. Hal ini bermakna kesiapan belajar siswa SMP Terbuka perlu dibimbing supaya kesiapan belajar yang siswa miliki dapat meningkatkan berbagai aspek lainnya yang dibutuhkan siswa dalam belajar. Oleh karena itu guru BK atau konselor sekolah dapat memberikan berbagai layanan dengan topik kesiapan belajar.
EFEKTIFITAS TEKNIK DISPUTE COGNITIVE UNTUK MENGURANGI PERILAKU NONSUICIDAL SELF-INJURY (STUDI KASUS PADA MAHASISWI TRAUMA)
Erly Yunita;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v3i2.1469
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Teknik Dispute Cognitive untuk mengurangi perilaku Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) pada kasus stres akibat trauma konflik dalam keluarga. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang mengalami stres akibat trauma konflik orang tua. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu yaitu memiliki perilaku NSSI yaitu cutting (menyilet tangan/ bagian tubuh lain). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah single subject research dengan menggunakan desain A-B, dimana A adalah kondisi baseline yang belum diberikan intervensi, dan B kondisi intervensi dengan teknik dispute cognitive yang diberikan kepada mahasiswi yang mengalami stres. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Data dikumpulkan melalui wawancara zoom meeting. Hasil penelitian menunjukkan intervensi pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan menggunakan Teknik Dispute Cognitive secara efektif dapat menangani perilaku Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) pada mahasiswi yang mengalami stres akibat trauma konflik orang tua.
PENGARUH COPING STRESS TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FKIP UHAMKA
Asmid, Ulfa Afriyani;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 1 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v3i1.1471
Mahasiswa memiliki tugas dan tanggung jawab dibidang akademik maupun non akademik. Tugas akademik seorang mahasiswa tidak lepas dari kewajibannya dalam menyelesaikan semua tugas perkuliahan. Pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa dapat menyelesaikan tugas perkuliahan secara benar dan tepat waktu. Terdapat beberapa mahasiswa masih terlambat atau menunda-nunda mengumpulkan tugas, salah satunya dalam menyelesaikan tugas skripsi. Penundaan tugas ini disebut dengan prokrastinasi akademik. Mahasiswa yang menyusun skripsi akan mengalami beberapa gejala stres ringan. Dalam kondisi tersebut, setiap mahasiswa harus memiliki strategi dalam mengatasi stresnya. Strategi yang digunakan oleh individu dalam mengatasi stres disebut coping stress. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menemukan pengaruh coping stress terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi tahun ajaran 2020-2021, di kampus FKIP Uhamka. Populasi penelitian ini berjumlah 110 mahasiswa, dengan 53 mahasiswa terpilih sebagai sampel penelitian. Teknik sampling menggunakan simple random sampling melalui perhitungan sesuai dengan rumus Slovin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Setelah data dianalisis melalui uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilakukan uji hipotesis. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh skor t senilai 26,388 dengan sig. sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa H1 di terima. Coping stress memberikan pengaruh sebesar 26,38 % terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh signifikan secara negative antara coping stress terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi. Maknanya adalah semakin rendah coping stress yang dimiliki akan semakin tinggi kecenderungan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi untuk melakukan prokrastinasi akademik.
HUBUNGAN KETIDAKHARMONISAN KELUARGA DENGAN INTERAKSI SOSIAL SISWA
nurmawati, nurmawati;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 02 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v2i02.1513
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketidakharmonisan keluarga dengan interaksi sosial siswa kelas XI SMA Negeri 10 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelatif dengan populasi berjumlah 172 siswa yang terdiri dari siswa kelas XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI MIPA 1, XI MIPA 2. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik probability sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan instrumen berupa skala angket yang telah diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan melakukan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan diperoleh hasil data berdistribusi normal, uji linieritas dan uji linieritas regresi sederhana. Uji hipotesis yang digunakan adalah product moment pearson. Berdasarkan hasil perhitungan uji product moment pearson diperoleh (0,000 < 0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan ketidakharmonisan keluarga siswa termasuk dalam kategori sedang yang ditunjukkan dari nilai rata-rata sebesar 63,26. Tingkat interaksi sosial siswa termasuk dalam kriteria tinggi dengan menghasilkan nilai rata-rata sebesar 79,60. Terdapat hubungan yang negatif antara ketidakharmonisan keluarga dengan interaksi sosial siswa kelas XI SMA Negeri 10 Jakarta, hal ini diketahui dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,527 yang artinya hubungan ketidakharmonisan keluarga dengan interaksi sosial bersifat sedang. Dengan demikian, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan dapat dikatakan ketidakharmonisan keluarga memberikan kontribusi (sumbangsih) sebesar 27,8% terhadap interaksi sosial dan sisanya sebesar 72,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN TEKNIK MOTIVATIONAL INTERVIEWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI PANTI ASUHAN
Melsi Syawitri;
Karneli, Yeni
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 1 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v3i1.1554
Pandemi covid-19 menjadikan pembelajaran yang mulanya dilakukan secara tatap muka beralih pada pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online. Hal ini menjadikan peran orang tua dinilai paling penting dalam membimbing, mengontrol dan memotivasi anak dalam belajar. Namun kenyataannya terdapat anak yang tidak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengarahan dan bimbingan secara langsung dari orangtuanya karena mereka menetap di panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan motivasi belajar anak panti asuhan setelah dilakukannya konseling individual dengan teknik motivational interviewing. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual dengan teknik motivational interviewing dapat membantu meningkatkankan motivasi belajar satu orang anak di panti asuhan Pekanbaru