p-Index From 2021 - 2026
75.072
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Lembaran Ilmu Kependidikan Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Jurnal Moral Kemasyarakatan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Jurnal Inventa JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Journal of Moral and Civic Education Aulad : Journal on Early Childhood Journal on Education Ensiklopedia of Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Academy of Education Journal KOLOKIUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Syntax Idea Journal Civics and Social Studies JURNAL ILMU PENDIDIKAN AHLUSSUNNAH Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan JURNAL EDUKASI NONFORMAL JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Kewarganegaraan These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Cokroaminoto Journal of Primary Education Pahlawan : Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Budaya Edukasi: Journal of Educational Research Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Action Research Literate (ARL) Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Abdi Panca Marga Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Basicedu Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Journal of Law, Education and Business JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Beginner: Journal of Teaching and Education Management Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Cendikia Pendidikan MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Konstruksi Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Journal of Society and Development Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurpis Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Social Sciences Journal (SSJ) DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Open Access DRIVERset Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Pancasila Sebagai Dasar Kehidupan Bermasyarakat Wandani, Amalia Rizki; Dewi, Dinie Anggraeni
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.29797

Abstract

With the eroding of Pancasila values little by little among the people makes the Indonesian nation can be threatened with losing its character. Whereas Pancasila is the source of all legal resources that should be used as guidelines for the life of society, nation and state. The writing of this article using qualitative methods is a study based on the theory and data available. The sources cited in this paper are journals, articles, and thesis. The first President of Indonesia, Ir. Soekarno, suggested that Pancasila is the content and soul of the Indonesian nation that has existed since time immemorial that has long been buried due to western power. In contrast to the opinion of Notonegoro, he revealed that Pancasila is what is wanted to be the foundation of Indonesian life.  With the existence of globalization and media that causes the exchange of culture faster, the value of Pancasila is fading therefore it is necessary to understand that the value of Pancasila is not only understood in theory but can be applied in public life. In Pancasila itself certainly contains very sacred values. Among them is the value of godliness, not only obliging every citizen of diverse countries but also respecting each other's religious differences. The value of humanity, having the same equality as a creature created by God Almighty The value of unity, must help each other between human beings. The value of deliberation / consensus, which always put forward the common interest. The value of justice, always put justice first. Therefore we as citizens and part of the Unitary State of the Republic of Indonesia are able to apply it in public life. It is expected that even though the times continue to develop people do not forget the value of Pancasila because in essence Pancasila is always able to adjust to the development of the times.Dengan terkikisnya nilai-nilai Pancasila sedikit demi sedikit dikalangan masyarakat membuat bangsa Indonesia bisa terancam kehilangan karakternya. Padahal Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang harus dijadikan pedoman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif merupakan penelitian berdasarkan teori dan data yang tersedia. Sumber-sumber yang dikutip dalam penulisan ini berupa jurnal, artikel, dan skripsi. Presiden pertama RI yaitu Ir. Soekarno mengemukakan bahwa Pancasila merupakan isi dan jiwa bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala yang telah lama terkubur akibat adanya kebuadayaan barat. Berbeda dengan pendapat dari Notonegoro, beliau mengungkapkan bahwa Pancasila adalah yang diinginkan agar menjadi landasan hidup bangsa Indonesia. Dengan adanya globalisasi dan media yang menyebabkan pertukaran kebudayaan semakin cepat, nilai pancasila pun semakin pudar oleh sebab itu diperlukan adanya pemahaman agar nilai pancasila bukan hanya dipahami secara teori saja namun bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pancasila sendiri tentunya mengandung nilai-nilai yang sangat sakral. Diantaranya adalah nilai ketuhanan, bukan hanya mewajibkan setiap warga negara beragaman namun juga saling menghormati perbedaan agama yang ada. Nilai kemanusiaan, memiliki kesetaraan yang sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa Nilai persatuan, harus saling mambantu antar sesama manusia. Nilai musyawarah/mufakat, yang selalu mengedepankan kepentingan bersama. Nilai keadilan, selalu mengedepankan keadilan. oleh karena itu haruslah kita sebagai warga negara dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan meskipun zaman terus berkembang masyarakat tak melupakan nilai pancasila karena pada hakikatnya pancasila selalu mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN GENERASI MUDA BANGSA MELALUI INTEGRASI PENDIDIKAN FORMAL, INFORMAL DAN NONFORMAL Dinie Anggraeni Dewi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.267

Abstract

ABSTRACT The current state of corruption should encourage every citizens of the nation, all parties, the leaders of the nation, law enforcement officials, educators and religious leaders, to focus their attention to character building. Character development should be established as part of the national strategy to improve nation’s life. The study begins from my concern about the backwardness of character education in Indonesia. The article concludes that to be successfull, character development should include the participation of three important institutions of social life: family (informal), school (formal) and community (nonformal) so as to create sustainability and harmonization. Keywords: Character nation, Young Generation, Formal Education, Informal Education, Nonformal Education. ABSTRAK Merajalelanya korupsi menandai bahwa persoalan pendidikan karakter bangsa harus menjadi perhatian semua pihak, pemimpin bangsa, aparat penegak hukum, pendidik dan tokoh-tokoh agama, golongan dan lain sebagainya. Pembangunan karakter harus dibentuk. Latar belakang penulisan, dari keprihatinan penulis tentang persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam hal pendidikan karakter bangsa. Dari hasil analisis dan pembahasan, didapatkan kesimpulan bahwa pembangunan karakter bangsa jika ingin efektif dan utuh mesti menyertakan tiga institusi, yaitu keluarga (informal), sekolah (formal) dan masyarakat (nonformal) sehingga tercipta kesinambungan dan harmonisasi. Kata Kunci: Karakter Bangsa, Generasi Muda, Pendidikan Formal, Pendidikan Informal dan Pendidikan Nonforma
Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Juga Penerapan dan Relevansi dalam Kehidupan Di Era Teknologi Generasi Milenial Elza Amalia Salsya Bani; Dinie Anggraeni Dewi
Syntax Idea Vol 3 No 4 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v3i4.1167

Abstract

The purpose of this study is to get an overview related to the application of relevance in life in the era of technology millennials. The method used in this study is qualitative method with descriptive research. The research instrument used uses interview guidelines, notes in the field. Data analysis techniques ranging from data collection, data reduction, to conclusion drawing. The result of this study is that the author states that millennials are a generation that is currently very vulnerable when not getting moral and religious education, even good and strong citizenship. This is because today's young generation is very vulnerable in believing information that is not yet clear validity, or commonly known as hoaxes, when the child is unable to distinguish between the original news and the fake one. If this is the case continuously, then Indonesia in the future will be prone to be divided, because its successors are easy to be pitted against if they cannot distinguish between the right and the not.
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK AGAR MENCIPTAKAN SISWA YANG BERKUALITAS Karina Cahyani; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34131

Abstract

Guru selaku pendidik yang berada di sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Dalam dunia pendidikan zaman sekarang ini, tugas seorang guru tidak hanya menjadi pengajar saja, tetapi selain menjadi pengajar guru juga sebagai pendidik karakter, moral, serta budaya untuk siswanya. Untuk membuat seorang siswa berperilaku yang berkarakter, sebagai pendidik harus bisa memberikan contoh perilaku yang baik bagi siswanya. Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang melatih siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan bertindak demokratis. Dalam Pendidikan Kewarganegaraan peran guru dalam membentuk karakteristik yaitu dengan cara menjadi panutan dan teladan untuk dicontoh oleh siswa serta guru harus mendidik siswanya memiliki integritas dan kedisiplinan dalam kehidupannya sehari-hari.
PENERAPAN NILAI PANCASILA DARI ARUS SEJARAH PERJUANGAN DAN DAMPAK GLOBALISASI Maharani Sartika Dewi; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34134

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan perjuangan terbentuknya pancasila yang harus diterapkan setiap nilainya dalam kehidupan sehari-hari dan menganalisis dampak globalisasi, peran negara dan maknanya tentang perwujudan nilai ideologi nasional warga negara Indonesia, dengan metode mempelajari literatur, mengamati, dan wawancara. Dari hasil data ditemukan bahwa globalisasi memiliki nilai yang mempengaruhi pemikiran, sikap dan perilaku beberapa warga yang didukung konsistensi, kepercayaan diri dan penguatan peran pemerintah dalam menjaga nilai kesatuan. Selain itu, berdampak pula pada pengurangan penataran dan aktivitas yang mengarah pada perilaku yang menekankan pada emosi asli dan berdampak meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya ideologi nasional, meski sebenarnya tidak secara langsung mempercepat perwujudan nilai-nilai ideologi bangsa utama.
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK NEGARA DEMOKRATIS DAN MEWUJUDKAN HAK ASASI MANUSIA Roja Khalda Berlian; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34151

Abstract

Demokrasi bukan hanya sekedar bentuk pemerintahan dalam sebuah negara melainkan juga sebuah pandangan hidup suatu bangsa. Selain itu, dalam konsepsi demokrasi terdapat keberada hak asasi manusia. Oleh karena itu, dalam suatu negara demokrasi dan hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dan sudah menjadi satu kesatuan. Namun dalam prakteknya, demokrasi belum dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari hari. Maka dari itu, kita memerlukan upaya untuk dapat mewujudkan kehidupan yang demokratis dan dapat mewujudkan hak asasi manusia. Pendidikan kewarganegaraan dirasa dapat menjadi salah satu upaya yang sangat menjanjikan dan efektif. Karena dalam pendidikan kewarganegaraan diajarkan pemahaman mengenai demokrasi yang dapat meningkatkan pemahaman generasi muda. Selain itu, pendidikan kewarganegraan pun oleh para ahli dinilai sebagai mata pelajaran yang mendidik generasi muda untuk menjadi warga negara yang demokratis. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini, saya akan membahas begaimana pendidikan kewarganegraan mampu menjadi alat bangsa untuk menumbuhkan jiwa domkrasi dan menerima hak asasi manusia pada generasi muda. Sehingga bangsa kita menjadi bangsa demokratis yang seutuhnya.
PERANAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA Dinie Anggraeni Dewi; Zakiah Ulfiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34152

Abstract

Krisis karakter pada bangsa Indonesia, mengancam nilai karakter bangsa yang bermartabat bagi bangsa Indonesia. Indonesia membutuhkan penanganan untuk menyelesaikan permasalahan karakter bangsa Indonesia yang telah mengalami penurunan terutama di era globalisasi ini. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang dalam tujuannya yaitu membentuk karakter bangsa. PKn diwajibkan untuk dipelajari dimulai dari tingkat dasar, menengah sampai dengan pergururan tinggi. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dibentuk berdasarkan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dengan begitu, karakter yang seharusnya melekat pada setiap bangsa Indonesia yaitu karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Itulah mengapa PKn dipelajari dan diterapkan kepada peserta didik sejak sekolah dasar. Walaupun demikian, pendidikan karakter pada peserta didik tidak akan berhasil apabila hanya bergantung pada lembaga pendidikan saja, perlu adanya kontribusi dari lingkungan sekitarnya pula. Maka dari itu, tidak adil apabila ketidak berhasilan dalam membentuk karakter bangsa justru disalahkan hanya pada satu pihak saja.
Nilai moral Pancasila untuk membangun bangsa di era globalisasi Anisa Nur Padilah; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.20536

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan peran, implementasi serta aktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila di era globalisasi dalam rangka memperkuat moral untuk membangun dan memajukan bangsa. Dalam penulisannya, penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif atau pendekatan deskriptif sehingga diperoleh pembahasan melalui studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber. Setelah di analisis, maka diperoleh bahwa globalisasi merupakan hal yang membawa dampak perubahan bagi tatanan kehidupan masyarakat. Dalam hal ini Pancasila memiliki peran untuk menerima dan menyaring informasi baru yang masuk agar bangsa Indonesia khususnya generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, karena generasi muda sangat diharapkan untuk dapat meneruskan perjuangan dalam membangun dan memajukan bangsa. Dengan adanya hal tersebut diperlukan penanaman nilai-nilai Pancasila untuk kembali membangun dan memajukan bangsa. 
Revitalisasi Nilai Luhur Pancasila sebagai Resonansi Kebangsaan di tengah Derasnya Arus Globalisasi Ratih Novi Septian; Dinie Anggraeni Dewi
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 3 No 1 (2021): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai globalisasi yang menyebabkan batas ekonomi dan sosial budaya antar negara terlihat samar sehingga terjadi perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Mengetahui dampak-dampak globalisasi yang terjadi di Indonesia dan suatu upaya revitasisasi nilai-nilai pancasila sebagai pemulihan dan penyelesaian dari berbagai permasalahan dan krisis nilai moral yang terjadi. Pancasila yang merupakan dasar Negara serta pandangan hidup bangsa memiliki peran yang penting untuk menyaring segala bentuk nilai yang turut terbawa oleh arus globalisasi. Sehingga nilai-nilai yang terbawa masuk tetap berpedoman kepada kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Karena seluruh bangsa di dunia tentunya membutuhkan suatu pandangan hidup untuk mengetahui tujuan dan arah yang akan dicapai dan dapat mengatasi setiap persoalan yang terjadi. Dengan adanya suatu pemahaman yang utuh terhadap ideologi Pancasila, keberagaman yang ada dalam kehidupan masyarakat tidak membuat bangsa menjadi tercerai-berai, melainkan justru menjadi sebuah kekuatan bangsa dan Negara Indonesia dalam menghadapi pergaulan dunia yang terjadi.
Menyingkap Perkembangan Pengimplementasian Pancasila dari Masa ke Masa Silviana Lilis Apriliani; Dinie Anggraeni Dewi
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 3 No 1 (2021): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran pengimplementasian Pancasila dari masa ke masa. Metode penelitian dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu kajian literatur, atau studi kasus. Hasil kajian ini menunjukkan bahwad ari masa ke masa, pengimplementasian Pancasila belum terlaksana sebagai mana mestinya. Banyak penyimpangan yang terjadi dan hendaknya harus disikapi dengan benar dan tegas.
Co-Authors Acep Iyan Acil Ridwan Adawiyah, Siti Adhari, Putri Amelia Adinda Dyah Permata Aditia, Ilham Maulana Adriansyah, Muhammad Irfan Adventyana, Benedicta Dwi Afa Zahra Afifah, Nabila Putri Nur Agil Nanggala Agus Mulyana Agustina, Dewiyana Ai Lisnawati Ai Lisnawati Ai Sutini, Ai Aini Shifana Savitri Aini Shifana Savitri Aini, Nurassyifa Qurotul Ainun, Silmi Ireskiani Ajeung Laras Nurbaity Al-Khansa, Bunga Bhagasasih Alexandria Sarah Vania Alexandria Sarah Vania Alfiyana, Fahrid Maruf Alifa Nur Latifah Aljamaliah, Syifa Nailul Muna Alvira Oktavia Safitri Alvira Oktavia Safitri Alvira, Salma Alwasi, Farina Trias Amalia Dwi Pertiwi Amalia Rizki Wandani Amalia, Gina Amalia, Gina Amaliyah, Sania Amanda Ramadhan Firdaus Amelia Putri Wulandari Amelia Putri Wulandari Amelia, Diaz Putri Amelia, Riski Fauzi Anatasya, Ervina Andara, Sefhiana Andika Rizky Nugraha Andika Rizky Nugraha Andri Mauliddina, Shela Andriani Safitri Anggraeni, Putri Nur Ani Hendriani Anisa Nur Padilah Annisa Anastasia Salsabila Annisa Anastasia Salsabila Annisa Annisa Annisa Dwi Hamdani Annisa Laela Putri Annisa Laela Putri Annisa Sabilla Annisa, Farah Annisa, Marcella Nurul Annisa, Renata Nur Anti Muthmainnah Anti Muthmainnah Apriliani, Silviana Lilis Ardiansyah, Muhammad Irfan Arfadila Arfi Purnama Nur Indah Ari Sujarwadi Artirestu, Iqbal Resa Arya Chandra Wiguna Ashifa, Riswati Asriani, Devi Asti Widiastuti Asti Widiastuti Asyahidah, Nur Laeli Asyari, Daniar Auli Ihza Ahyati Aulia Azzahra, Zaskia Putri Aulia Nur Jannah Aulia, Lulu Rahma Auliadi Auliadi Awalia Marwah Suhandi Ayu Kartini AYU RAHMAWATI Azima, Nishfa Syahira Azizah, Winda Nur Azka Aulia Azzahrah Azna Dewi Wulandari Azzah'ra Syafitri Aulia Azzahra, Dea Azzahra, Kania Syifa ‘Adawiyyah, Ridla Benedicta Dwi Adventyana Berlian As, Roja Khalda Budi Hendrawan Buldani, Asep Anggi Bunyamin Maftuh Cahyani, Karina Cahyani, Rahma Cahyani, Sekar Ayu Cantika K, Salwa Chairunissa, Chairunissa Chendi Maulana Baharudin Yusup Daniar Asyari Deby Sabina Defany Dwi Rahmadhani Desviana Zakiya Agistiani Deti Rostika, Deti Deti, Salsabila Devyanne Oktari Dewi Kartini Dewi Wulan Sari Dewi, Larasati Dewi, Maharani Sartika Dewi, Syva Lestiyani Dewiyana Agustina Diaz Putri Amelia Diaz Putri Amelia Dina Amaria Sembiring Dinarti, Novi Suci Dinda Rahma Dipta Afrilia Putri Dudung Priatna, Dudung Dwi Putri, Yunita Nursyamsi Dwi Wulandari Dwi Wulandari Egwu, Nurva Miliano Eka Fauziah Pratiwi Ekaprasetya, Sahma Nada Afifah Elsa Agustina Elsa Aulia Fadhilah Elsa Aulia Fadhilah Elza Amalia Salsya Bani Enceng Suwarna Enok Maryani Erlinda Risa Nur Aulia Ervhy Indra Puspita Ervina Anatasya Fadhilah Salsabila Riadi Fadhilah, Elsa Aulia Fadhilah, Ossie Destiani Fadhilah, Raden Adinda Zalfa Fadilah Putri Awaliah Fadilah Putri Awaliah Fahdini, Alya Malika Fahira, Hilda Fajriyatur Robi'ah Fakhruddin, Alifia Mutsla Fakhrudin, Alifia Mutsla Fannia Sulistiani Putri Fany Isti Fauzia Suryana Farah Annisa Farah Sabilla Febriany Faridah, Tsana Nur Farina Trias Alwasi Fatimah, Siti Faujan, Izha Fardan Nur Febby Nur Adhari Febrianti, Natasya Febrianti, Sizka Amelia Febriany, Farah Sabilla Fina Puspa Effendi Fina Puspa Effendi Firdaus, Amanda Ramadhan Firmansyah, R. Khayla Fadhilla Azahra Fitri, Siti Fadia Nurul Fitriani, Lisna Annisa Frysca Amanda Putri Fuadah, Insania Kamila Furi Furnamasari, Yayang Furnamasari, Yayang Furnamasari, Yayang Ffuri Furnamasari, Yayang Fuji Furnamasari, Yayang Puri Galand, Patricia Bunga juwita Galuh Nur Insani Galuh, Azahra Dewanti Genika, Pingkan Regi Geovany Sabaritha Nimaisa Ghina Fauziah Hazimah Ghina Fauziah Hazimah Ghina, Hikmatul Gina Amalia Hafni Fauziyyah Hafni Fauziyyah Haifarashin, Ridha Hakim, Aulia Nur Haliza, Vesha Nuriefer Hamid, Solihin Ichas Hamis, Solihin Ichas Handak, Indira Syifa Karai Handayani, Puji Ayu Hani Risdiany Hanifa, Dina Siti Hanifa, Syakira Harliani, Risfa Khoerunisa Hasna Salsabila Hasna Salsabila Hasna, Syofiyah Hayat, Rizky Saeful Herdiani, Syafa Herdiansyah, Rachel Fadila Putri Hermawan, Nuhsandriya Hesti Hopipah Aliyani Hidapenta, Detania Hidayah, Yayuk Hidayat, Noviani Arum Sari Nur Hidayat, Rizky Saeful Hikmah, Shofi Nurul Hikmatul Ghina Hilda Fahira Humaira, Jihan Idah Mujahidah Iga Ghufrani Juniarti Ikhsan Fitrian Catur Nugraha Indira Syifa Karai Handak Indriani, Egita Dwisari Insani, Galuh Nur Insani, Naila Isa, Salsha Fairuz Putri Isfi Aulia Iskandar, M. Fahmi Iskandar, Mochammad Fahmi Isna Nadifah Nur Fauziah Isnaini, Putri Nur Istianti, Tuti Istiqomah, Yunita Yasmin Iswanda, Mila Lisnadiani Izzati, Nurul Jaelani, Wahdini Rohmah Jamilla Agustin Ummu Sholih Jamilla Agustin Ummu Sholih Jannah Mutiarani Pradana Jannah, Aulia Nur Jayadi, Naura Lathifah Jenisa Tasya Kamila Jenisa Tasya Kamila Jessica Angeline De Eloisa Tobing Juansah Juansah Juardi, Indri Fitriani Julianty, Annisa Azzahra Julya Marlita Khaerunisa, Seilla Juniarti, Iga Ghufrani Kaamilah Nurnazhiifa Kaamilah Nurnazhiifa Kamila, Jenisa Tasya Kanigara, Riska Rahmat Karina Cahyani Karina Cahyani Kartini, Dewi Khairani, Ilmi Annisa Khalda Berlian, Roja Khalimatu Sa’diyah, Melani Kholisah, Nur Kiranti, Nandia Kusnadi, Uus Lailatul Qurrota Ayuni Lala Karmila Sari Lara Sati Lara Sati Lara Sati, Lara Larasati Dewi Lesi Oktiani Putri Lesi Oktiani Putri Lestari, Nurita Aulia Lin Herlina Linda Cibya Rahmawati Linda Puspita Sari Linda Salsa Apriyanti Lisnawati Suargana lisnawati suargana Lisnawati, Ai Luthfia, Raisa Ayu Luthfiyah, Hasna Muthi Madaniah, Fuji Nurul Mae Afriliani Maharani Sartika Dewi Maharani Sartika Dewi Maharani, Delia Maola, Putri Sofiatul Marlita Khaerunisa, Seilla Julya Marsanda Claudia Parameswara Maulana Aditia, Ilham Maulida Sukmalia Maylitha, Evi Maysa Aulia Zhahira Mega Triasya Resmana Mei Nur Rusmiati Meilani, Ersha Meiwatizal Trihastuti Melia Nurkhalisa Melia Nurkhalisa Meliana Lalita Putri Meynawati, Latifah Mila Andriani Nurcahya Miliano, Nurva Millah, Nia Sofiyatul Mita Maulani Monica Oktafianti MUH. HUSEN ARIFIN Muhamad Farhan Nurdiansyah Muhammad Humam Nasrudin Muhammad Humam Nasrudin Muhammad Irfan Adriansyah Muhammad Irfan Adriansyah Muhammad Irfan Ardiansyah Muhammad Luthfi Mujahidah, Idah Mulyani, Tresna Sri Mulyawan, Rico Mustika Khoirunnisa Kholillah Muthi Luthfiyah, Hasna Muthia Aprianti Muthia Aprianti Muthmainnah, Anti Muzamil, Ika Nur N, Putri Salma Nabila Ratri Widya Astuti Nabila Ratri Widya Astuti Nabila, Khansa Shafa Nadiah, Leni Nadya Rudianti Putri Nadya Rudianti Putri Nafisa, Divaliya Najm Al Inu, An Nisaa'an Najmira, Salwa Nandia Kiranti Nasrudin, Muhammad Humam Naura Lathifah Jayadi Nayla Rizqiyah Neng Ani Nida Hanifah Nisa, Nurul Noviani Arum Sari Nur Hidayat Noviani Arum Sari Nur Hidayat Novitasari, Nisha Novitasari, Selvi Nugraha, Andika Rizky Nugraha, Ikhsan Fitrian Catur Nur Agnia, Ai Siti Gina Nur Indah, Arfi Purnama Nur'insyani, Syahla Rizkia Putri Nuraeni, Irawati Nuraeni, Nani Nuraini, Aulia Nurazizah, Tsani Shofiah Nur’aeni, Nani Nurfatimah, Siti Aisyah Nurfauziah, Ayu Nurhafsah, Najwa Nurhalisyah, Annasa Nurhasanah, Anisa Nurjanah, Indri Januari Nurnazhiifa, Kaamilah Nurohmah, Ai Nurul Nurohmah, Widianti Nurul Izzati Nurul Nisa Octavia, Nisagita Oktafianti, Monica Oktaviani, Salsabila Ayu Padilah, Anisa Nur Parameswara, Marsanda Claudia Parawangsa, Endah Patricia Bunga Juwita Galand Pebriani, Yulia Nuraeni Permana, Belva Saskia Pertiwi, Amalia Dwi Pertiwi, Putri Indah Pingkan Regi Genika Pradana, Jannah Mutiarani Prasetio, Tegar Adi Pratama, Nabella Yaniariza Putri Pratiwi, Eka Fauziah Pujasmara, Destiani Dwi Puji Ayu Handayani Puri Furnamasari, Yayang Puspita, Ervhy Indra Puspitasari, Regita Putri Amelia Adhari Putri Nur Anggraeni Putri Salma N Putri Sofiatul Maola Putri, Annisa Laela Putri, Fani Widia Putri, Fannia Sulistiani Putri, Indah Cahaya Putri, Lesi Oktiani Putri, Nadia Nabilah Putri, Nadya Rudianti Putri, Salsa Berliana Qinwan Nishrina Nurul Bayani Rachmania, Setyaningsih Rachmi Nursifa Yahya Rafidah, Dita Dinar Rahadatul Aisy , Zulfa Ishmah Rahma, Arlanda Nissa Rahma, Dinda Rahma, Vadila Zikra Rahmadewi, Anzani Rahmadiyani, Alya Rahman Wahid Rahmat Kanigara, Riska Rahmawati, Linda Cibya Raisa Ayu Luthfia Raisa Ayu Luthfia Ramdani, Rizki Randita Lestari Rani Fitriani Ratih Novi Septian Ratih Novi Septian Ratih Setiawati Ratih Setiawati Regiani, Ega Renata Nur Annisa Rendrapuri, Rezy Vianthia Retno, Ajeng Sri Rico Mulyawan Ridha Haifarashin Ridha Haifarashin Rieke Siti Sarah Rika Hanipah Rika Hanipah Rindi Rendiyawati Risda Fitria Anjanie Risdiany, Hani Riski Fauzi Amelia Riswati Ashifa Riswati Ashifa Rizka Putri Ayuning L. F. Rizki Ramdani Rizky Saeful Hayat Rizky Saeful Hayat Rizky Saeful Hayat Rizma Rubia Ningsih Rizma Rubia Ningsih Robi'ah, Fajriyatur Rohmah, Hana Nurur Rohmatilahi, Levy Roja Khalda Berlian Rudianti, Sandra Rizkya Rusmiati, Mei Nur Sa’aadah, Salwa Siti Sa’diyah, Melani Khalimatu Sabian Nuraprilia Sabilla Febriany, Farah Sabilla, Annisa Sabina, Deby Saeful Hayat, Rizky Safitri, Alvira Oktavia Sakinah, Regina Nurul Salamah, Ilma Siti Salima, Dinda Maryam Sallamah, Dewi Salsa Berliana Putri Salsabila Ayu Oktaviani Salsabila, Annisa Anastasia Salsabila, Hasna Salsabila, Shalwa Rizkya Salsabilah, Azka Salmaa Salsabilah, Tian Adha Salshabila Febrianti Sukmana Salsya Bani, Elza Amalia Salwa Cantika K Salwa Cantika Khoriunnisa Salwa Siti Sa’aadah Saparina, Amalya Salsa Saputri, Shalaisa sari, linda puspita Sartika Dewi, Maharani Sasmita Adi, Wijang Putra Sastradipura, Rizty Azzahra Sa’aadah, Salwa Siti Sa’diyah, Melani Khalimatu Sekar Ayu Cahyani Sembiring, Dina Amaria Septi Yunita Septia, Della Septian, Ratih Novi Serli Malini Serlina Agustin Setianingsih, Evi Setyawan Anshory, Muhammad Luthfi Shalaisa Saputri Shalaisa Saputri SHELA ANDRI MAULIDDINA Shela Silvia Sianturi, Yohana R. U. Sielvyana, Sielvyana Silsi Nur Azizah Silviana Lilis Apriliani Silviana Lilis Apriliani Siti Aisyah Nurfatimah Siti Fadia Nurul Fitri Siti Fatimah Siti Humaeroh Siti Komala Putri Siti Utami Mutmainah Siti Zahra Al Munawaroh Siti Zaqiyah Sizka Amelia Febrianti Sizka Amelia Febrianti Solihin Ichas Hamis Solly Aryza Somantri, Diki Sormin, Yeyen Sri Wulandari Suargana, Lisnawati Sudarmansyah, Ranu Sudirman, Putri Rizqi Aura Tanzil Sudirman, Putri Rizqi Aura Tanzilla Sujarwadi, Ari Sukawan, Intan Afiyah Sukmalia, Maulida Sukmana, Salshabila Febrianti Sumarni, Rindi Suryani, Zihan Sutisna, M.Ridwan Suwandi, Nandita Putria Syafitri, Aryani Syafitri, Mutia Ade Syalwa Poetri Chiekal Amalia Syaumi, Ihda Khaerunisa Syifaun Nafisah Syofiyah Hasna Tarigan, Emia Rita Pitriani Tia lahera Tin Rustini Tin Rustini, Tin Tita Aulia Tita Mulyati, Tita Tobing, Jessica Angeline De Eloisa Triana, Rani Triananda, Shalika Fajrin Tsabitah Rafifah Tsabitah Rafifah Tsani Shofiah Nurazizah Tsani Shofiah Nurazizah Tsani Shofiah Nurazizah Ulfa, Ina Ulfiah, Zakiah Umairoh, Uum Utami, Cantika Meyta Utami, Nissa Aulia Belistiana Vadila Zikra Rahma Vania, Alexandria Sarah Vesha Nuriefer Haliza Vichaully, Yessi Wahdini Rohmah Jaelani Wahyuni, Dianisa Waman, Yulianti Wandani, Amalia Rizki Wenny Yolandha Widianti Nurohmah Winarti Wulan Nurafifah Wulandari, Amelia Putri Wulandari, Azna Dewi WULANDARI, WIDYA Yadi, Nofri Yahya, Rachmi Nursifa Yayang Furipurnamasari Yeni Yunarti Yeni Yuniarti, Yeni Yessi Vichaully Yeyen Sormin Yhesa Rooselia Listiana Yolandha, Wenny Yona Wahyuningsih, Yona Yuga Fibra Nurhakim Yulia, Leni Yuliani, Dinar Yulianti Waman Yulianti Yulianti Yunica, Ervina Yunita Yasmin Istiqomah Yunita Yasmin Istiqomah Yunus Abidin Yusuf Tri Herlambang Yusuf Tri Herlambang, Yusuf Tri Zahra, Afa Zainab, Meisya Siti Zakiah Ulfiah Zakiah Ulfiah Zakiah Ulfiah Zakiyah, Hana Zaqiyah, Siti Zulfa Ishmah Rahadatul Aisy ‘Adawiyyah, Ridla