Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media visual berbasis Dual Coding Theory guna meningkatkan penguasaan kosakata siswa tunarungu di sekolah dasar. Keterbatasan akses auditori menyebabkan rendahnya pemerolehan kosakata, sehingga diperlukan media visual yang sistematis dan berbasis pada teori kognitif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa tunarungu kelas I–II di dua Sekolah Luar Biasa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, validasi ahli, serta pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa media “Semua Tentang Saya (STS)” sangat layak (ahli materi 92%, ahli media 90%) dan efektif dalam meningkatkan kosakata (p < 0,05). Secara teoretis, penelitian ini menguatkan peran integrasi visual-verbal dalam Dual Coding Theory, serta secara praktis menyediakan media pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif bagi guru SLB.