Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual perkembangan pasar modal syariah di Indonesia dengan fokus pada peran strategis obligasi syariah (sukuk) sebagai instrumen investasi halal dan pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan metode analisis tematik terhadap jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan institusional yang relevan hingga tahun 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasar modal syariah dan sukuk memiliki kontribusi signifikan dalam memperluas inklusi keuangan, mengurangi ketergantungan pada pembiayaan konvensional, serta mendukung pembiayaan proyek infrastruktur dan lingkungan melalui penerbitan green sukuk. Namun demikian, tantangan utama masih terletak pada rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan likuiditas pasar sekunder. Artikel ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi, digitalisasi layanan, dan edukasi keuangan syariah sebagai strategi pengembangan pasar modal syariah yang berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sukuk memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi hijau melalui penerbitan green sukuk. Selain memberikan keuntungan yang stabil dan sesuai prinsip syariah, sukuk juga memperluas inklusi keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan konvensional. Namun demikian, tantangan utama masih terletak pada literasi keuangan syariah yang rendah dan likuiditas pasar sekunder sukuk yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan regulasi, digitalisasi layanan, serta peningkatan edukasi dan literasi keuangan syariah merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi sukuk sebagai instrumen investasi dan pembangunan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas digitalisasi dalam memperluas inklusi keuangan syariah serta dampak konkret green sukuk terhadap proyek-proyek pembangunan berkelanjutan. Islamic Capital Market and Islamic Bonds: Pillars of Halal Investment in the Modern Era Abstract This study aims to examine the growth of the Islamic capital market in Indonesia, with a particular focus on the strategic role of Islamic bonds (sukuk) as an alternative halal investment and a financing instrument for sustainable development. The background of this study is driven by the increasing awareness of the Muslim community regarding the importance of investments that comply with Sharia principles, along with the development of Sharia-based financial instruments such as the Islamic capital market and sukuk. Using a literature review method, this study analyzes various theories of Islamic finance, market regulations, statistics on the growth of Sharia-compliant investors, and digital innovations in Islamic investment services. The findings indicate that sukuk play an important role in supporting infrastructure development and strengthening the green economy through the issuance of green sukuk. In addition to providing stable returns that comply with Sharia principles, sukuk also expand financial inclusion and reduce dependence on conventional financing. However, the main challenges remain the low level of Islamic financial literacy and the suboptimal liquidity of the secondary sukuk market. This study concludes that strengthening regulations, digitalizing services, and enhancing education and literacy in Islamic finance are strategic steps to maximize the potential of sukuk as instruments for investment and development. Future research is recommended to explore the effectiveness of digitalization in expanding Islamic financial inclusion and the tangible impacts of green sukuk on sustainable development projects.