Articles
Peran Profesi Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Masalah Psikologis Siswa
Putri, Widya Anggraini;
Hasibuan, Uli Makmun;
Annisa, Annisa;
Rezeki, Sri
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024): Februari-Mei 2024
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i1.464
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran profesi bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah psikologis siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, adapun hasil penelitian ini adalah ini secara jelas menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di sekolah dasar. Dengan membantu siswa mengelola emosi, meningkatkan self-efficacy, mengembangkan keterampilan sosial, dan belajar strategi koping yang efektif, program bimbingan konseling berpotensi menghasilkan generasi siswa yang lebih seimbang secara emosional dan lebih mampu mengatasi tantangan hidup. Selain itu, kolaborasi yang baik antara guru bimbingan konseling, siswa, dan orang tua sangatlah penting dalam memastikan efektivitas program ini dan pengembangan kesejahteraan psikologis yang optimal bagi siswa.
Peran Nilai Budaya dalam Komunikasi Konseling Lintas Budaya
Asbi, Asbi;
Putri, Widya Anggriani;
Annisa, Annisa;
Rezeki, Sri
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024): Februari-Mei 2024
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i1.470
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai budaya terhadap komunikasi dalam konseling lintas budaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya berpengaruh terhadap komunikasi dalam konseling lintas budaya. Konseling lintas budaya atau konseling multikultural, terjadi karena adanya dua orang yang berbeda latar belakang kebudayaannya, oleh karena itu di dalam bimbingan konseling juga memerlukan adanya nilai budaya dalam berkomunikasi agar bimbingan yang dilakukan berjalan secara maksimal sebagaimana mestinya, nilai budaya dalam berkomunikasi juga sangat menentukan keberhasilan dalam melakukan konseling.
Pengaruh Supervisi Bimbingan Konseling Terhadap Kualitas Kinerja Konselor Sekolah
Lesmana, Gusman;
Annisa, Annisa
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i2.477
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi bimbingan konseling terhadap kualitas kinerja konselor sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penyelenggaraan supervisi, maka kita dapat mampu meningkatkan kualitas kinerja Konselor dalam melaksanakan pelayanan konseling. Maka dari itu, semakin sering dilakukan supervisi bimbingan konseling kepada konselor, maka semakin meningkat pula kinerja konselor dalam pelayanan terhadap klien.
PENGARUH MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 1 KEPAHIANG
Annisa, Annisa
Jurnal Edukasi dan Penelitian Matematika Vol 12, No 3 (2023): September
Publisher : Departemen Matematika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/pmat.v12i3.15102
Mathematical problem-solving ability is one of the most important ability to expand in mathematical learning. In fact, mathematical problem-solving ability is not yet optimal especially in grade 12 students of SMA Negeri 1 Kepahiang. One of the solution given is implement Search, Solve, Create, and Share learning model. The research’s aims are to analyze whether mathematical problem-solving ability of students that using SSCS learning model is better than the students that using direct learning and also to describe their ability who using SSCS model learning. The research methods are quasi-experiment and descriptive using Nonequivalent Posttest-Only Control Group design. Hypothesis is tested using Mann Whitney U test with result P-Value = 0,000 which means reject H0. The conclusion is mathematical problem-solving of students that using SSCS learning model is better than students that using direct learning in grade 12 of SMA Negeri 1 Kepahiang.Keywords — Mathematical Problem-Solving Ability, SSCS Learning Model, Direct Learning
Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Melalui Implementasi Manajemen Kelas Pada Jenjang Madrasah Aliyah
Dendodi, Dendodi;
Nurdiana, Nurdiana;
Astuti, Yayuk Dwi;
Annisa, Annisa;
Sriati, Sriati
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 2 Juni 2024
Publisher : LPPPI Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52121/alacrity.v4i2.374
Pembelajaran yang efektif merupakan pembelajaran yang ketika dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan sesuai dengan standar mutu pendidikan yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran yang efektif di berbagai institusi pendidikan. Beberapa tantangan tersebut meliputi kurangnya keterlibatan siswa, masalah disiplin, keterbatasan sumber daya, serta variasi dalam kemampuan dan kebutuhan siswa yang belum sepenuhnya terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi peningkatan efektivitas pembelajaran melalui implementasi manajemen kelas di lingkungan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran manajemen kelas kurang diperhatikan oleh para pendidik, sehingga lingkungan pembelajaran yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menjadi kurang kondusif. Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, yang mana data dikumpulkan melalui wawancara para pendidik dan studi literatur. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi strategi konkret yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen kelas yang efektif dapat mengoptimalkan interaksi antara guru dan siswa, memfasilitasi pembelajaran yang terstruktur, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Berdasarkan hal ini, ada beberapa strategi praktis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk penggunaan aturan kelas yang jelas, pemberian umpan balik yang terarah, pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, dan pengelolaan konflik dengan baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah memberikan panduan yang berguna bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui manajemen kelas yang efektif.
Pengaruh Model Pembelajaran Koopratif Tipe Inside Circle (IOC) terhadap Motivasi Belajar IPA di Kelas V SD Muhammadiyah O3 Medan
Annisa, Annisa;
Pratiwi, Indah
EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2024): EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/edu.v4i2.2223
The use of a learning model really determines success in the learning process, for this reason it is necessary to design a learning model that provides opportunities for students to be more active and build the nature of cooperation in groups so that students are motivated in learning. One learning model that can be used in learning is the inside outside circle learning model. The problem formulation in this research is whether there is an influence of the inside outside circle learning model on students' learning motivation in science subjects at SD Muhamadiyah 03 Medan. The research method used in this research is a quasi-experimental method. This research was carried out on Jl. Abdul Hakim No.2, Tj. Sari, District. Medan Selayang, Medan City. Which consists of 1 class which is divided into experimental class and control class. Data collection techniques are questionnaires, observations and interviews. The data analysis technique uses the Liliefors test to test the normality of the data, the Fisher test to test the homogeneity of variance and the t-test to test the hypothesis. The observed aspect of learning motivation has increased with the average obtained from the five indicators of learning motivation in the Pretest of 72.87 increasing to Posttest 85.03. which means Ha is accepted and H0 is rejected. Based on the research results, it shows that there is an influence of the inside outside circle learning model on the learning motivation of class V students in science subjects in Class V of SD Muhammadiyah 03 Medan.
Krisis Karakter Mengancam Ideologi Pancasila
Annisa, Annisa;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i7.248
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan krisi karakter yang terjadi pada bangsa Indonesia. Krisis karakter yang terjadi pada masa kini mengakibatkan banyak hal yang merugikan bangsa yang bertentangan secara langsung dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Penulisan artikel ini menjelaskan ancaman dari krisis karakter bangsa dan moral terhadap pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Metode yang digunakan adalah metode kajian pustaka dengan teknik analisis deskriptif. Hasilnya akan didapatkan cara mengatasi permasalahan krisis karakter dan moral bangsa yang disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila.Faktor yang menjadi penyebab krisis karakter yang melibatkan keluarga dan sekolah. Ada beberapa alternatif solusi atau pemecahan masalah dari krisis karakter dan moral ini. Peran keluarga dan sekolah merupakan pelaku pendidikan yang pertama dan utama. Fungsi institusi keluarga yang perlu dioptimalkan, yaitu fungsi spiritual, intelektual, sosial, dan dakwah. Peran institusi sekolah sangat strategis dalam pendidikan karakter dengan mendasarkan pada peran guru. Guru harus mengoptimalkan perannya sebagai pengajar, pengasuh, pendidik dan pembimbing.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Pertolongan Pertama Keracunan Pada Anak Usia Sekolah
Jufrizal, Jufrizal;
Annisa, Annisa
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v8i2.73
Keracunan makanan banyak dijumpai pada anak-anak yang disebabkan oleh perilaku ingin tahu dan bereksplorasi terhadap lingkungan dan ini menyebabkan kegawatdaruratan dan berdampak pada kematian. Pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan sangat dibutuhkan oleh siswa agar dapat melakukan pertolongan pertama pada keracunan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan tentang pertolongan pertama keracunan antara lain: usia, jenis kelamin, sumber informasi dan pengalaman dalam menangani keracunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan bantuan pengetahuan pertama keracunan pada anak usia sekolah. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 89 yang memenuhi kriteria inklusi, alat ukur menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji person chi square . Hasil penelitian ini diperoleh Tidak ada hubungan usia dengan pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.167). Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.051). Tidak ada hubungan sumber informasi dengan pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.065). Tidak ada hubungan pengalaman dengan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.055). Disarankan kepada siswa agar lebih aktif lagi untuk mencari sumber informasi tentang keracunan yang nantinya akan berdampak pada pertolongan pertama pada keracunan.
Sistem Pengendalian Internal: Analisis Cara Menjaga Persediaan Obat pada Usaha Kecil dan Menengah
Annisa, Annisa;
Mubarok, Arif;
Himawan, Hilmi Satria;
Razikin, M. Khairur
Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal BALANCE: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52300/blnc.v16i1.12545
To manage inventory well, effective internal control is needed. The application of internal control can be applied to trading companies such as pharmacies. This study aims to determine the suitability of the application of internal control to drug supply according to COSO SME at the X Muara Teweh pharmacy, North Barito Regency. This research was conducted using observation, interview, and documentation techniques. The research subjects were Pharmacy Facility Owners (PSA) and Responsible Pharmacists (APJ). Data analysis was carried out by comparing the COSO SME components with the internal controls implemented by the X Muara Teweh pharmacy and assessing their suitability. The results showed that the X Muara Teweh pharmacy had implemented most of the internal controls in drug supply according to COSO SME. Components that have been implemented include risk assessment, roles and responsibilities, information and communication, and monitoring. Meanwhile, the control environment components and control activities have not been fully implemented according to COSO SME. The urgency of the research was carried out to find out and evaluate internal controls related to the management of drug supplies that have been implemented by pharmacies. The existence of a control component can overcome fraud and other risks. However, the lack of COSO SME information results in the rare implementation of internal control in small and medium-scale companies
Students’ Argumentative Ability in the Graduate Thesis Introductions
Annisa, Annisa
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 11 No. 2 (2023): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/ideas.v11i2.3624
The research aimed to explore the students’ argumentative ability in their thesis introduction and to explore the most difficult moves for students in their thesis introduction. Students’ argumentative ability refers to the way students write their thesis introductions by following swales’ pattern (1990). Swales’ Pattern consist of three moves, establishing a research territory, establishing a niche, and occupying the niche.This research used a Descriptive Quantitative Method. The sample of this research were graduate students thesis from the Graduate Program of English Language Education at Muhammadiyah University of Makassar who completed their studies in 2021. The total sample was sixteen graduate students thesis. The procedure of this research was collected by analysing the students’ thesis introduction by using a rubric.The results of research found that 1) Students’ argumentative ability in the graduate thesis introductions was good which the students wrote their introduction by claiming the importance of the research (move 1 step 1), reviewing items of previous research (move 1 step 2), indicating a gap (move 2 step 2) and outlining the purposes (move 3 step 1). 2) The most difficult moves for students were move one step two (reviewing items of previous research), and move two step one (indicating a gap). It was identified based on the lowest score got by the students in each move. Therefore, it can be concluded that in writing thesis introductions, the students from Graduate Program of English Language Education at Muhammadiyah University of Makassar who completed their studies in 2021 followed Swales’ Pattern (1990).Â