Articles
THE ROLE OF COUNSELING TEACHERS BASED ON THE CURRICULUM FREEDOM TO LEARN
Elfira, Yenni;
Mudjiran, Mudjiran;
Nirwana, Herman;
Karneli, Yeni
Widyagogik Vol 10, No 1 (2022): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/widyagogik.v10i1.15262
This paper aims to determine the role of guidance and counseling teachers based on the “Merdeka Belajar” curriculum. This writing uses a qualitative research method which is a literature study. The concept of the curriculum "Merdeka Belajar" is the freedom of learning for BK teachers to be free to think, innovate, and be creative. The expected evaluation is that it can provide comfort in the learning process.
Counselor Readiness and Diagnosis in The Psychhotherapy Counseling Process in Education
Mustika, Humaira;
Karneli, Yeni;
Hariko, Rezki
Widyagogik Vol 10, No 2 (2023): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/widyagogik.v10i2.20065
Readiness to provide counseling and psychotherapy is indicated by the fulfillment of several requirements. Counseling can only be initiated when people recognize the need for change and are ready to engage in the change process. A psychological diagnosis provides information about the client's current problems or conditions, such as the possible causes of the client's problems, techniques used, and the counselor's predictions about the client's future outcomes or behavior, and also includes the client's strengths. This research method uses a literature review, where a literature review is a written summary of journal articles, documents, and books that explain theories and data that have occurred in the past or are currently developing. The purpose of the results and discussion of this article is to determine the extent of counselor readiness in the diagnostic process in psychotherapeutic counseling.
Hubungan Kontrol Diri Dengan Kecemasan Korban Bullying
Lailatul, Fitri;
Karneli, Yeni
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0889cons
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adan siswa SMAN 1 Ulakan Tapakis yaitu adanya siswa merasa tidak berguna, merasa malu, dendam, kesal, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman dan merasa terancam,dan tidak percaya diri saat di olok-olok dan dikucilkan. penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kontrol diri (2) mendeskripsikan kecemasan korban bullying (3) menguji apakah tedapat hubungan antara kontrol diri dengan kecemasan korban bullying. Jenis penelitian deskriptif korelasional, populasi penelitian ini sebanyak 106 orang siswa yang terdaftar korban bullying di kelas X dan XI SMAN 1 Ulakan Tapakis dengan sampel 60 orang siswa kecemasan korban bullying yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, instrument yang digunakan angket. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) kontrol diri siswa berada pada kategori rendah, (2) kecemasan korban bullying berada pada kategori tinggi (3) terdapat hubungan negatif signifikan antara kontrol diri dengan kecemasan korban bullying dengan indeks korelasi -0,53 pada tingkat hubungan sedang
Hubungan Interaksi Sosial dengan Kecemasan Siswa Korban Bullying
Hasibuan, Devy Afriani;
Karneli, Yeni
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0869cons
Pada era saat ini maraknya kasus siswa yang mengalami bully di sekolah. Siswa yang menjadi korban bullying akan mengalami kecemasan, kecemasan mengacu perasaan tidak nyaman dan ketakutan bahkan kecemasan membuat seseorang sulit berinteraksi dengan seseorang dan lingkungan sekitar. Hal ini merugikan siswa karena siswa mengalami kecemasan sehingga tidak bisa mengontrol dirinya akibatnya siswa kesulitan berinteraksi dengan siswa lainnya bahkan hilangnya kepercayaan diri dan takut membina hubungan interaksi sosial dengan orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas Kelas XI dan Kelas XII SMAN 8 Padang berjumlah 653 dengan sampel sebanyak 74 siswa dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Tujuan penelitian mendeskripsikan bagaimana hubungan interaksi sosial dengan kecemasan siswa korban bullying. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan negatif yang signifikan antara interaksi sosial dengan kecemasan siswa korban bullying, penelitian merekomendasikan kepada guru BK meningkatkan perhatian terhadap korban bullying dengan memberikan layanan informasi, bimbingan kelompok dan penguasaan konten.
Perilaku Asertif Siswa Korban Bullying
Reval, Reval;
Karneli, Yeni
Current Issues in Counseling Vol 3, No 1 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0803cic
This research is motivated by the existence of a phenomenon that occurs in many students of SMP Negeri 22 Padang who are victims of bullying. The purpose of this study is to describe how assertive behavior is viewed from the aspect of conveying something directly, assertively, positively and persistently, fairness in human relations, acting based on self-interest, being able to defend oneself, exercising personal rights, respecting the rights of others. the rights of others, to express feelings honestly and comfortably. The type of research used in this research is quantitative with descriptive methods. The sample in this study were 62 students of SMP N 22 who were victims of bullying. The data were obtained by giving instruments in the form of questionnaires to students. The results showed that the level of assertive behavior of students who were victims of bullying at SMP N 22 Padang had assertive behavior in general in the medium category, while the assertive behavior of students who were victims of bullying was based on the aspect of conveying something directly, assertively. , positive and persistent are generally in the medium category.
Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Korban Bullying
Fadilla, Rifdha;
Karneli, Yeni
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0944cic
Cases of bullying still often occur in schools, victims of bullying come from people who are considered weak. Victims of bullying at school need to get social support from peers. Peer social support is a form of care, comfort, appreciation, or help that a person receives from another person or group. Support from peers is the most proactive way to prevent negative actions from the impact of bullying on its victims so that children who are victims of bullying do not feel alone and have the strength to fight helplessness and independence due to bullying. This study aims to describe peer social support for students who are victims of bullying in terms of aspects, namely: 1) Emotional support 2) Reward support) 3) Instrumental Support 4) Informational support) 5) Network Support. The research method used is a quantitative approach with a descriptive method. Sampling using purposive sampling technique with a total sample of 45 students of SMA Negeri 1 Hiliran Gumanti. The instrument used a peer social support questionnaire that had been tested for reliability with Cronbach's alpha of 0.947. The data analysis used is descriptive. The results of this study showed that peer social support for students victims of bullying as a whole was in the low category with a percentage of 42.22%. Furthermore, when viewed from each aspect, namely: 1) Emotional support is in the medium category with a percentage of 48.89% 2) Award support is in the low category with a percentage of 48.89% 3) Instrumental support is in the low category with a percentage of 55.56% 4) Informational support is in a low category with a percentage of 33.33% 5) Network support is in the medium category with a percentage of 42.22%. Based on the results of this study, guidance and counseling services that can be provided to improve peer social support for victims of bullying, namely information services, group counseling services and individual counseling services Keywords: Victims of Bullying, Peer Social Support
ANALISIS COPING STRESS PADA MAHASISWA KORBAN BULLYING
Ridwana, Ulfatmi;
Karneli, Yeni
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01012cic
Korban bullying sering mengalami stress yang bisa berdampak buruk pada prestasi akademis, kesehatan mental, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana korban bullying dapat mengatasi stress akibat bullying dengan menggunakan copping stress. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi coping stress yang digunakan oleh mahasiswa yang menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik dengan melakukan transkip wawancara yang telah diverbatim. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa. Beberapa mahasiswa cenderung menggunakan strategi coping aktif, seperti mencari dukungan sosial, self-reflection, dan pemecahan masalah, sementara yang lain lebih cenderung menggunakan strategi coping pasif, seperti penghindaran dan denial. Faktor-faktor yang berpengaruh seperti dukungan sosial, persepsi diri, dan pengalaman sebelumnya memainkan peran penting dalam pemilihan strategi coping.
Hubungan Empati dengan Perilaku Bullying Siswa
Melani, Cantika Triana;
Karneli, Yeni
Current Issues in Counseling Vol 1, No 2 (2021): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0948cic
Bullying merupakan salah satu perilaku yang tidak menyenangkan yang banyak dilakukan oleh siswa, perilaku ini marak terjadi dilingkungan sekolah oleh siswa yang memiliki kekuatan atau otoritas terhadap siswa yang lemah. Perilaku bullying muncul akibat rendahnya kemampuan mengelola emosi individu. Empati menjadi salah satu faktor resiko terhadap perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan sampelsebanyak 296 orang siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan empati pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan presentase 67,23% (2) Tingkat perilaku bullying pada siswa berada pada kategori tinggi dengan presentase 70,27% (3) Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dengan perilaku bullying siswa di SMAN 1 Tualang. Hubungan negatif yang signifikan dari hasil penelitian ini dapat diartikan semakin tinggi empati maka akan semkin rendah perilaku bullying. Sebaliknya semakin rendah empati maka semakin tinggi perilaku bullying. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan guru BK atau Konselor dapat memberikan bantuan berupa layanan Bimbingan dan Konseling.
Gambaran Tingkat Kecemasan Korban Bullying
Nisa, Atika Khairun;
Karneli, Yeni
Current Issues in Counseling Vol 3, No 1 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0875cic
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bullying yang terjadi di sekolah, yang mana bullying ini sudah menjadi bagian dari dinamika sekolah. tindakan bullying dapat memberikan dampak negatif bagi korban salah satunya yaitu kecemasan. Kecemasan yang dialami siswa korban bullying ini dapat menghambat proses berkembang dan belajar di sekolah yang mengakibatkan turunnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan siswa korban bullying ditinjau dari karakteristik fisik, behavioral, dan kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan model skala likert. Subjek dalam penelitin ini adalah siswa SMPN 1 V Koto Kampung Dalam sebanyak 62 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan siswa korban bullying secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan persentase 44%. Ditinjau dari masing-masing karakteristik yaitu karakteristik fisik berada pada kategori rendah dengan persentase 42%, karakteristik behavioral berada pada kategori rendah dengan persentase 45%, dan karakteristik kognitif berada pada kategori rendah dengan persentase 35%. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan guru BK atau konselor dapat memberikan bantuan berupa layanan Bimbingan dan Konseling.
The Effectiveness of Gestalt Counseling in Increasing Students' Self-Confidence
Robbi Asri;
Herman Nirwana;
Mudjiran;
Yeni Karneli;
Rendy Amora
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58355/manajia.v2i2.36
This article discusses the effectiveness of gestalt counseling in increasing students' self-confidence, where we know that currently students have low self-confidence, such as students who are afraid to come forward to answer questions because their classmates like to make fun of students' writing, making students afraid to express their opinions and ask. Everyone actually has problems with this term. There are people who feel they have lost self-confidence in almost all areas of their life. Maybe it's related to self-crisis, depression, loss of control, feeling helpless to look at the bright side of the future, and so on. There are also people who feel they are not yet confident/confident in what they are doing or what they are pursuing. There are also people who feel less confident when facing certain situations or circumstances. These problems that occur need to be resolved so that they do not interfere with daily life. This article also discusses Gestalt counseling as a strategy for increasing students' self-confidence. The method used is a literature review with critical analysis of research being conducted on a specific topic.