Articles
Penggunaan Instagram oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengoptimalkan destination branding Pangandaran
Priyo Subekti;
Hanny Hafiar;
Iriana Bakti
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.681 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v4i2.23545
Perkembangan media sosial yang semakin pesat dan bertambahnya pengguna yang semakin banyak menjadikan media sosial menjadi salah satu sumber rujukan informasi oleh sebagian banyak masyarakat. Media sosial telah menciptakan sebuah pola baru dalam berkomunikasi dan berpartisipasi sosial, hal ini dapat dilihat dari banyaknya keterlibatan para pengguna dalam sebuah forum komunikasi atau platform media sosial. Saat ini banyak lembaga pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat yang memanfaatkan media sosial menjadi salah satu media informasi untuk menjangkau masyarakat. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pangandaran memanfaatkan media sosial melalui akun instagram @pudalopspangandaran untuk memberitakan informasi mengenai kebencanaan, dan kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebencanaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Analisis yang digunakan dalam meneliti penggunaan Instagram oleh BPBD Kab. Pangandaran adalah konsep The Circular Model of Some dari Regina Luttrell yang terdiri dari membagikan (Share), mengoptimalkan (Optimize), mengelola (Manage), dan melibatkan (Engage). Tingginya potensi bencana di Pangandaran menjadi salah satu latar belakang perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebencanaan. BPBD Kabupaten Pangandaran memanfaatkan instagram melalui akun @pusdalopspangandaran sebagai media informasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat luas. Pengelolaan media sosial yang dilakukan oleh BPBD sudah cukup efektif menjangkau masyarakat khususnya masyarakat pangandaran, namun terkendala dengan kurangnya sumber daya manusia yang dapat mengelola media sosial agar tetap update.
Aksesibilitas website dan reputasi online marketplace reksadana
Hanny Hafiar;
Priyo Subekti;
Yanti Setianti;
Kholidil Amin
PRofesi Humas Vol 6, No 2 (2022): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/prh.v6i2.35708
Marketplace reksadana online mempermudah masyarakat yang memiliki minat untuk melakukan investasi. Marketplace reksadana online menawarkan serta menjual produk reksadana kepada masyarakat yang menjadi target sasarannya melalui digital platform. Terdapat sejumlah informasi terkait investasi pada setiap website marketplace reksadana online. Informasi tersebut sangat penting untuk diketahui oleh para investor dan calon investor dari berbagai kalangan, termasuk para investor dan calon investor dari kalangan penyandang disabilitas. Hambatan aksesibilitas terhadap informasi yang terkandung dalam website akan memberikan hambatan tertentu bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam dunia investasi. Sejumlah literatur menunjukkan keterkaitan antara aksesibilitas dengan reputasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah website marketplace reksadana online dari aspek aksesibilitas dan reputasi online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan melakukan evaluasi. Alat evaluasi aksesibilitas yang digunakan adalah aXe Devtools, dengan menggunakan WCAG 2.0 sebagai standar. Sedangkan untuk evaluasi reputasi online dilakukan melalui pengecekkan skor Search Engine Optimization (SEO) dengan menggunakan alat Lighthouse Report Review dan SEO Site Checkup. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa website marketplace reksadana online yang diteliti pada penelitian ini masih memiliki sejumlah isu aksesibilitas yang dapat menghambat aksesibilitas informasi bagi penggunanya, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas. Sedangkan hasil pengecekkan skor SEO menunjukkan angka yang cukup baik.
MANAJEMEN KAMPANYE ELIMINASI KAKI GAJAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN DI KABUPATEN BOGOR
Seftia Rahmaning Tyas;
Hanny Hafiar;
Anwar Sani
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.084 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v2i1.12008
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Kesehatan. Penelitian ini menggunakan konsep manajemen kampanye oleh Antar Venus yang dikembangkan berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, teknik dokumen, studi kepustakaan, dan angket menggunakan teknik pengumpulan informan dengan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa proses kampanye Belkaga dibagi dalam tiga tahap yaitu prakampanye, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil prakampanye menyatakan bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang merupakan daerah endemis dan belum melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF). Hasil pengelolaan menunjukkan bahwa Kementerian Kesehatan RI tidak melakukan identifikasi segmentasi sasaran berdasarkan klasifikasi warga yang sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan yang disampaikan dibuat sama rata. Selain itu, penyebaran informasi yang kurang jelas mengakibatkan pesan yang diterima khalayak tidak sesuai dengan apa yang ingin disampaikan komunikator. Kesimpulannya, masalah kampanye Belkaga timbul karena manajemen kampanye yang kurang efektif oleh Kementerian Kesehatan RI. Peneliti menyarankan agar Kementerian Kesehatan RI menyesuaikan pesan berdasarkan klasifikasi warga sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan tepat sasaran, mengoptimalkan media yang digunakan, memberikan pelatihan penyampaian informasi kepada kader kesehatan.
Dekonstruksi Citra Politik Jokowi Dalam Media Sosial
Rusmulyadi Rusmulyadi;
Hanny Hafiar
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1206.31 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v3i1.16729
Proses pembentukan citra politik dapat terjadi dalam semua lini media, tidak terkecuali lewat media sosial. Media sosial telah banyak digunakan untuk mem-brading citra politik seseorang atau partai politik tertentu. Sebaliknya, media sosial ternyata juga digunakan sebagai media pertarungan simbolik untuk mendekonstuksi atau pun mendegradasi citra politik seseorang atau lembaga politik. Twitter merupakan salah satu jenis media sosial dengan karakter microblogging yang turut dimanfaatkan untuk mengkonstruksi dan juga mendekonstruksi citra politik.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa bagaimana citra politik mengalami dekonstruksi dalam ruang media sosial. Analisa penelitian diarahkan terhadap postingan twitter dalam hastag #2019Ganti Presiden. Sampel teks diambil dari tweet netizen yang ada dalam hastag tersebut selama bulan April 2018. Hastag ini sendiri mengacu pada upaya untuk memviralkan pergantian Presiden dalam perhelatan Pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa isi kualitatif. Penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian analisa isi teks dengan aplikasi interpretasi hermeneutis terhadap teks twitter yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa dalam ruang media sosial citra politik Jokowi berupaya didekonstruksi dan dicitrakan sebagai sosok yang tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin dan inkonsiten terhadap janji-janji politiknya. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa media sosial Twitter telah menjadi saluran bagi kontestasi dan perebutan citra politik. Tentu saja, di dalamnya ada proses kontruksi dan dekonstruksi.
Menakar positioning dan arah branding program studi melalui pemetaan penggunaan metode riset
Renata Anisa;
Retasari Dewi;
Hanny Hafiar
PRofesi Humas Vol 5, No 2 (2021): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.263 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v5i2.28463
Reputasi sebuah lembaga pendidikan dapat dilihat kualitas lulusannya. Begitu juga dengan reputasi Program Studi Public Relations di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Salah satu kualitas lulusan Program Studi PR dapat ditinjau dari kemampuannya melakukan penelitian. Hal ini terkait dengan berbagai jenis riset yang mendasari setiap program kerja public relations. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan lulusan sebagai langkah awal bagi program studi untuk melakukan aktivitas branding yang akan ditonjolkan oleh lembaga di mata publik. Tugas akhir mahasiswa (skripsi) dapat memberikan gambaran tren metode riset yang digunakan dan dikuasai calon praktisi public relations. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan metode riset yang digunakan pada penelitian (skripsi) mahasiswa pada periode tahun 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan melakukan analisis terhadap 639 abstrak skripsi mahasiswa. Data diperoleh dari data sekunder untuk kemudian dianalisis sebagai bahan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar skripsi mahasiswa menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, studi kasus, dan fenomenologi, sisanya mahasiswa menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode uji hubungan, uji pengaruh, dan deskriptif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan mata kuliah yang terdapat pada kurikulum program studi humas agar sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta sebagai pertimbangan untuk menentukan arah branding program studi.
Profesi humas rumah sakit: antara profesionalisme dan humanisme
Baiq Vira Safitri;
Iriana Bakti;
Hanny Hafiar
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1043.456 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v4i1.16502
Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan layanan kesehatan mudah rentan terhadap paparan pemberitaan negatif serta isu-isu kesehatan, jadi sebagai profesi yang tergolong baru, petugas Humas rumah sakit dituntut untuk mengeksplorasi potensi kehumasannya. Dalam rangka mewujudkan peranan Humas yang profesional, petugas Humas rumah sakit menjalankan tugasnya melalui pemahaman dan penyesuaian dalam bingkai humanisme. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna profesi humas di rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Penelitian ini mengguakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi fenomenologi, melalui paradigma konstruktivis. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi pustaka, dan analisis terhadap sejumlah arsip serta dokumen dari subjek penelitian yang terpilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan peran petugas Humas rumah sakit belum optimal disebabkan sejumlah faktor: Faktor internal disebabkan masih terbatasnya kesadaran, tanggung jawab dan pengalaman petugas humas di rumah sakit. Faktor eksternal berkaitan dengan kepemimpinan budaya organisasi yang masih menganggap peran humas sebagai wujud formalitas. Simpulan penelitian menunjukan bahwa Profesi humas di rumah sakit dipandang dari sudut definisi, karakteristik pekerjaan, pencapaian target, serta dampak profesinya humas rumah sakit. Kesimpulannya, pemerintah idealnya membuatkan lembaga atau wadah yang berorientasi kepada kehumasan rumah sakit, atau dengan kata lain membangun perkumpulan khusus untuk petugas Humas rumah sakit di seluruh Indonesia.
Model Kemitraan PT. Holcim Indonesia Tbk.
Efrin Umma Nassaluka;
Hanny Hafiar;
Centurion Chandratama Priyatna
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.994 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v1i1.9468
Tujuan penelitian ini adalah untuk tahap perumusan kebutuhan bersama, pembentukan landasan bersama dan vis misi, penyusunan agenda kegiatan, penyampaian rencana aksi dan evaluasi kemitraan, dan penyusunan strategi penghentian kemitraan. Metode yang digunakan adalah deskiptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data.Berdasarkan penelitian, proses awal adalah dengan merumuskan kebutuhan bersama melalui social mapping, mengatasi perbedaan latar belakang kedua pihak dan mengadakan pelatihan. Tahap kedua adalah mengadakan pertemuan tertutup membahas landasan bersama, visi misi, kemudian menyatukan informasi tentang kebutuhan dengan visi misi untuk merencanakan agenda kegiatan. Selanjutnya, kedua pihak menyusun agenda kegiatan lewat road map dan Balanced BussinesPlan, serta merencanakan struktur kerja formal. Tahap selanjutnya adalah penyampaian rencana aksi berupa pemberian layanan atau jasa pada implentasi program CSR, menjaga keterlibatan pihak bermitra, serta evaluasi kemitraan. Tahap penyusunan exit strategy dilakukan dengan langkah perencanaan dan persiapan, perencanaan tindakan lanjut, serta persiapan generasi selanjutnya.Saran pada penelitian ini adalah agar pihak perusahaan banyak mengadakan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan CSR. Perusahaan sebaiknya menggunakan metode audit komunikasi sebagai salah saru cara mengevaluasi kemitraan ini. PKM sebaiknya mengkuantifikasikan ukuran tindakan yang mereka usulkan untuk di lakukan dengan tabel kuantifikasi kebutuha. PKM sebaiknya lebih ulet merencanakan program CSR walau sederhana. Pemerintah sebaiknya mendukung praktik comdev seperti ini dengan memberikan kemudahan birokrasi saat pelaksanaan CSR
PERCEPTION OF MILLENNIAL TOURISTS TOWARD FACILITIES AND SERVICES AT JAKARTA NATIONAL MUSEUM
Putu Gde Arie Yudhistira
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 3 (2018): Jurnal Kepariwisataan (edisi spesial)
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52352/jpar.v17i3.399
The Jakarta National Museum is the first and largest museum in Jakarta and it is the largest in Southeast Asia. The study aimed to analyze and describe how millennial tourists perceived before visiting the facilities and services at the Jakarta National Museum. In the millennial era, millennial tourists currently become one of the tourists who like practical things and want to know new things and this can be found at Jakarta's national museum. The method used in this study was qualitative by linking three variables, namely the perception before visiting tourists, expectations and perceptions of the objects’ quality. Data collection techniques used interviews. The data analysis process carried out data collection (interviews, observations, documents) then data reduction, coding according to parameters and indicators and interpretation. The validity test of this research was carried out using source triangulation. The results of this study indicated that the perception of millennial tourists before visiting states that the National Museum held many historical relics and had good facilities. The motivation ofvisitors was for curiosity needs. The expectation was to expect the National Museum to be bigger than they imagined, hoping that the service at the National Museum would be better than other museums, has a very complete collection, the layout of the museum collection was neat and clean. While the perception after visiting the National Museum had a lot of heritage of Indonesian culture and history, it had excellent facilities, the order of historical objects neatly arranged and easy to see, had friendly and good staffs in communication. The National Museum was also comfortable, safe, clean and well-maintained. Thus the comparison of tourists' perceptions and expectations before and after the visit is appropriate and it even exceeds expectations.
Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Dana Perimbangan Melalui Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jambi
Evi Adriani;
Ali Fahmi;
Muhammad Syukri
J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) Vol 6, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33087/jmas.v6i2.323
This study aims to find out: (1) The direct effect of balance funds on economic growth. (2) The indirect effect of balance funds through capital expenditures on economic growth. This study used secondary data in the form of panel data during the years 2014-2019 of districs/cities in Jambi Province. The data was obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and the Directorate General of Financial Balance (DJPK). Path Analysis model with Linear Regression Analysis approach is gradually used to analyze the direct and indirect effect between exogenous and endogenous variables in the presence of intervening variables. The results showed that: (1) The balance fund directly had a significant effect on economic growth. (2) The balance funds indirectly through capital expenditures has no significant effect on economic growth. Based on the results, it was hope that provides benefits for local government to utilize effectively and efficiently the regional revenues and as input for further research to getting even better results.
PENGGUNAAN METODE NN UNTUK MENGUKUR PENGARUH WEB PROMOSI DAN FAKTOR HARGA TERHADAP PENJUALAN KAIN TENUN OLEH PENGRAJIN DI PRINGGASELA LOMBOK TIMUR
Baiq Andriska Candra Permana;
Indra Gunawan;
Ramli Ahmad
Infotek: Jurnal Informatika dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Infotek : Jurnal Informatika dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (43.897 KB)
|
DOI: 10.29408/jit.v2i1.975
Selling woven fabric products using an online system will certainly lead to lower production costs and lower selling prices. Online selling requires a concept and a mature mind to find out important things that can attract consumers to visit the website and make purchases. With this research the seller will get an overview of the things that can attract consumers to purchase woven fabric based on several variables studied, like the promotion website and the selling price of woven fabric. From this variables seller can find out which variable has the most influence on the buyer's decision to purchase Lombok woven fabric, in this case the researcher conducted a study on this matter by analyzing using the Neural Network (NN) model. Base on the analysis that has been done, a result is obtained, where the variables that have the greatest influence on the purchase decision of woven fabric are prices and websites with an accuracy level of PRED (.25) of 95%.DOI : 10.29408/jit.v2i1.975