Articles
RITUAL BARONG WAE TEKU MASYARAKAT DESA POCO RII KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR
Sendo, Flora;
Anita, Anita;
Geba, Thomas
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 1 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v7i1.1954
Latar belakang alasan peneliti mengangkat topik penelitian mengenai ritual Barong Wae Teku ini dimana ritual Barong Wae Teku ini merupakan salah satu ritus yang unik dan masih eksis di desa Poco Ri’i sampai pada saat ini. Permasalaan yang diangkat dalam tulisan ini adalah (1.)Bagaimana proses pelaksnaan ritual Barong Wae Teku bagi masyarakat Desa Poco Ri’i Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. 2.Apa makna ritual Barong Wae Teku bagi masyarakat Desa Poco Ri’i Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual Barong Wae Teku, serta untuk mengetahui makna ritual Barong Wae Teku pada masyarakat Desa Poco Ri’i Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data/display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan ritual Barong Wae Teku terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan seperti benta taung weki (undang semua keluarga), tahap pelaksanaan atau tahap inti seperti benta ise wura agu ceki (undangan para leluhur), tudak (sumpah kepada leluhur) torok manuk (acara puncak) dan tahap penutup. Sedangkan makna yang terkandung dalam ritual Barong Wae Teku bagi masyarakat Desa Poco Ri’i Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur yaitu untuk mensyukuri atas jasa dari para leluhur yang menjaga air minum.
ARSITEKTUR RUMAH ADAT KLAN LEIN DAN FUNGSINYA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL BAGI MASYARAKAT DESA LITE KECAMATAN ADONARA TENGAH KABUPATEN FLORES TIMUR
Sari Kolo, Nini;
Samingan, Samingan;
Anita, Anita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 2 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2420
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Arsitektur Rumah Adat Klan Lein. (2) Bagaimana Fungsi Rumah Adat Klan Lein. (3) Bagaimana makna Rumah Adat Klan Lein. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Arsitektur Rumah Adat Klan Lein dan Fungsinya sebagai bentuk kearifan lokal bagi masyarakat Lite Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian data kualitatif data-datanya berupa kata-kata yang di peroleh melalui berbagai sumber. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (a) Observasi, (b) Wawancara, (c) Dokumentasi. Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa arsitektur rumah adat Klan Lein terdapat tiga komponen yaitu (1) sejarah rumah adat Klan Lein yang perlu dilestarikan oleh generasi-generasi penerusnya berkaitan dengan semua ritual atau dalam pembuatan rumah adat klan lein tersebut. (2) bentuk arsitektur dari rumah adat Klan Lein seperti: arsitektur dari alang-alang, arsitektur dari Tanduk Kerbau, arsitektur dari tujuh batang bambu, arsitektur dari batu alam, dan arsitektur dari Tali koli. Rumah adat Klan Lein bagi masyarakat Klan Lein tidak sekedar menjadi rumah tradisional biasa, tetapi menyimpan sekian banyak makna : (1) Wujud tertinggi hadir : masyarakat Klan Lein mengakui adanya Rerawulan Tana Ekan yang mendiami rumah adat Klan Lein. (2) persekutuan dengan leluhur : masyarakat klan Lein mengingat kepada sang pewaris atau para leluhur. (3) Relasi sesama setiap kegiatan menjalankan ritual adat budaya, semua warga keturunan Klan Lein (kakak adik) hadir dalam satu persekutuan adat. (4) Persatuan dengan alam semesta :rumah adat Klan Lein menjadi salah satu sarana penghubung antara manusia (Masyarakat Klan Lein) dengan alam semesta.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA MELETUSNYA GUNUNG ILE LEWOTOLOK TAHUN 2020 DI DESA JONTONA KECAMATAN ILE APE TIMUR KABUPATEN LEMBATA
Daten, Margareta;
Anita, Anita;
Kean, Yohanes Yakobus Werang
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 2 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2426
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Jontona Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata pasca meletusnya gunung Ile Lewotolok tahun 2020. Teori yang digunakan adalah teori sosial ekonomi yang dikemukakan oleh Sismondi, dan teori solidaritas sosial dikemukakan oleh Emile Durkheim. Teori Sismondi menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Sebagai maklukh sosial manusia tidak bisa dipisahkan dengan orang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa:observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknik analisis data dalam penelitian ini diawali pengumpulan data, reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa Jontona pasca meletusnya gunung Ile Lewotolok dalam kehidupan sehari-hari sampai saat ini masih dalam kondisi belum membaik karena gunungnya masih dalam vase erupsi, sehingga masyarakat desa Jontona masih dalam vase kewaspadaan terhadap gunung tersebut. Dalam memecahkan masalah kehidupan sosial ekonomi yang ada di Desa Jontona pasca bencana belum dilakukan secara total mengingat rasa tromatik yang masih menghantui setiap orang sehingga sampai saat ini masyarakat dalam keadaan waspada ketika musim hujan mereka harus mengungsi ke tempat yang aman mengingat sisa sisa larva dari gunung yang akan menyebabkan banjir badang. Peran pemerintah dalam mengatasi masalah meletusnya Gunung api Ile Lewotolok. Yang pertama berupa memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara menghindar atau antisipasi bila terjadinya bencana secara tiba-tiba. Yang kedua pemerintah memberikan sumbangan beupa beras, pakayan, obat-obatan dan uang yang dapat membantu untuk memperbaiki perekonomian mereka.
ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO DI TENGAH MARAKNYA INDUSTRI MUSIK MODEREN DI DESA BOLATENA KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO
Rully, Elda Elodia;
Dentis, Yosef;
Anita, Anita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2889
Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut 1) Bagaimana upaya mengatasi alat musik Tradisional Sasando di tengah maraknya Industri alat musik moderen di Desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. 2) Apa nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di Desa Bolatena Kecamatan Landu leko Kabupaten Rote Ndao. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui alat musik tradisional Sasando di tengah maraknya industri musik moderen 2) untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, redukasi data, (data reducation ), pengajian data (dispalai data ) dan verifikasi atau penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) upaya mengatasi alat musik Tradisonal Sasando di tengah maraknya indutri musik moderen yaitu: (1) upaya upacara adat 2) melalui penjemputan tamu penting yang berasal dari luar daerah 3) upaya mengajak siswa siswi dan kaum remaja untuk mempelajari alat musik Sasando. Sementara itu nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando, 1) Nilai budaya 2) Nilai histori 3) Nilai estetik.
MAKNA GEREP RUHA (INJAK TELUR) PADA MASYARAKAT DESA HILIHINTIR KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI
Suhardi, Ignasius;
Anita, Anita;
Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2890
Permasalahan yang diangkat peneliti adalah: Bagaimana proses ritual gerep ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Apa makna Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Bagaimana presepsi kaum muda tentang nilai Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat desa Hilihintir kecamatan satar mese barat? Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui proses ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai. Untuk mengetahui makna ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Untuk mengetahui prepsi kaum muda nilai Gerep Ruha (Injak Telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Budaya atau kebudayaan yang digagas oleh salah satu ahli yaitu Koentjaraningrat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data atau display data, penarikan kesimpulan (Verifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa .Pelaksanaan tradisi gerep ruha ini tidak terlepas dari ketersediaan ruha manuk kampong (telur ayam kampung), saung ngelong (daun ngelong), gong, gendang, dan tange (bantal).Penggunaan benda-benda tersebut memiliki peran penting dalam tradisi Gerep Ruha ini karena mengandung makna atau simbol didalamnya.Ruha manuk kampong bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan kedua pengantin pada saat mereka hidup berkeluarga.Saung ngelong juga bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan suami istri dalam hidup berkeluarga. Dan juga harapannya rumah tangga yang dibangun akan mampu menyesuaikan diri dengan segala situasi yang terjadi dan tentunya hidup bahagia.
LIANG BUA SEBAGAI SITUS ARKEOLOGI HOMO FLORENSIENSIS DI DESA RAMPASASA KECAMATAN RUTENG KABUPATEN MANGGARAI
Loy, Maria Asni;
Anita, Anita;
Seto Se, Bonaventura R.
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2945
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1.) Bagaimana Mitologi Penemuan Manusia Liang Bua 2.) Apa Saja yang ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan di Liang Bua Desa Rampasasa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui Mitilogi Penemuan Manusia Liang Bua 2.) Untuk mengetahui hasil penelitian yang dilakukan di Liang Bua Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai? Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif kualitatif. Teknik Instrumen Penggumpulan Data yang Digunakan yaitu 1.) Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi 2.)Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1.) Reduksi Data 2.) Penyajian Data 3.) Penarikan Kesimpulan /Verifikasi. Hasi penelitian Situs Liang Bua adalah nama sebuah gua yang berada pada salah satu dinding perbukitan di Flores.Secara administrative, lokasi situs terletak di Desa Rampasasa, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Flores) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Situs ini merupakan sebuah gua hunian (okupasi) Manusia Prasejarah yang memiliki sejarah yang panjang. Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 1978-1989 oleh pusat Arkenas dan kemudian dilanjutkan melalui kerjasama penelitian dengan Universitas Ofnew Egland (Australia) pada tahun 2001-2004. Sekarang telah di temukan sejumlah bukti peninggalan budaya, sisa-sisa fauna dan manusia yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik prasejarah; yaitu mulai dari tingkat budaya Paleotikum, neolitikum-paleometalik (Masa logam awal). Salah satu bukti temuan yang menarik yang dihasilkan dalam evakuasi di situs liang bua tahun 2001-2004 adalah didapatkannya beberapa jenis temuan fragmen tulang manusia “Homo Florensiensis” yang tidak ditemukan dalam penelitian sebelumnya.
RITUAL ADAT MBAMA DI DESA WOLOSOKO KECAMATAN WOLOWARU KABUPATEN ENDE
Priatma, Alan Rusli;
Anita, Anita;
Bego, Karolus Charlaes
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3627
Abstrak Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Proses Berlangsungnya Ritual Adat Mbama? 2) Apa Fungsi Ritual Adat Mbama? 3) Apa Makna Dari Ritual Adat Mbama. Penelitian Ini Bertujuan Untuk :1) Untuk Mengetahui Peroses Berlangsungnya Ritual Adat Mbama ? 2) Untuk Mengetahui Fungsi Dari Ritual Adat Mbama ? 3) Untuk Mengetahui Makna Dari Ritual Adat Mbama?Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik Instrumen Pengumpulan Data yang digunakan yaitu 1) Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi 2)Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1 ) Reduksi Data ? 2) Penyajian Data? 3) Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: Persiapan untuk menyukseskan sebuah Ritual adat mbama sangat penting karena jika dipersipakan dengan baik sesuai dengan tata cara yang diwariskan oleh leluhur, maka ritual tersebut akan berjalan dengan baik dan apa yang dimohonkan akan diterima. Pada tahap persiapan telah disebutkan bahwa proses berlangsungnya ritual adat Mbama setelah upacara Ka Are Sewa Jala baru dimulai memasak nasi untuk Mbama. Ritual Ka Are Sewa Jala itu, khusus dilakukan oleh Mosalaki bertujuan untuk memohon para leluhur agar mereka menghalangi datangnya roh-roh penggangu, sehingga kegiatan Mbama akan berlangsung aman, nyaman, dan meriah.Fungsi ritual adat Mbama merupakan pelaksanaan upacara adat berkaitan dengan pemujaan kepada para leluhur, roh atau nenek moyang untuk meminta hasil panen yang diperoleh lebih berlimpah.Fungsi upacara adat Mbama mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakan rasa aman serta mempersatukan masyarakat dalam satu rumpun kekeluargaan. Makna upacara adat Mbama usaha manusia untuk dapat berhubungan dengan arwah para leluhur, juga merupakan perwujudan kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri secara aktif terhadap alam atau lingkungan sekitar.
REPRESENTASI SPIRIT SOLIDARITAS DALAM BUDAYA SIDA LAKI (Analisis Kualitatif pada Masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai)
Sarlin, Florentina Mardiana;
Anita, Anita;
Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4384
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana spirit solidaritas dalam budaya Sida Laki pada masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. 2) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap Sida Laki?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui spirit solidaritas dalam budaya Sida Laki pada masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese kabupaten Manggarai. 2) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Sida Laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Makna budaya Sida Laki sebagai salah satu cara untuk membina hubungan kekeluargaan dimana budaya Sida Laki bukan hanya mempersoalkan materi yang diberikan dari keluarga anak wina kepada keluarga anak rona tetapi juga memaknai sebagai tanda pemersatu dan kekerabatan antara anak wina dan anak rona. Budaya Sida Laki merupakan sebuah bentuk pemberian berkat dan rejeki dari pihak anak wina untuk anak rona. Sida Laki dapat membantu dan meringankan urusan adat anak rona. Masyarakat Desa Paka memiliki persepsi yang positif dan negatif mengenai budaya Sida Laki. Bagi masyarakat, budaya Sida Laki dapat menciptakan nilai spirit solidaritas pada masyarakat Desa Paka. Namun ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa Sida Laki menjadi beban tersendiri bagi pihak anak wina jika permintaan Sida Laki sangat besar.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Guru Sekolah Dasar dalam Kurikulum Merdeka
Mas’ud B, Mas’ud B;
Syafei, Muhammad;
Rahman, Rahmadani;
Nuratiqah, Nuratiqah;
Putri, Alifah Ananda;
Usman, Munjimayansari H.;
Selviana, Selviana;
Puspitasari, Puspitasari;
Anita, Anita;
Restiani, Restiani
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1: Juni (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63821/ajpkm.v4i1.284
Seminar ini bertujuan untuk membantu guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Ujung Kota Parepare dalam menerapkan kurikulum merdeka melalui pengelolaan kelas inklusif dan pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa PPG Prajabatan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare bekerjasama dengan KKG Gugus IX Wilayah II Kecamatan Ujung Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah seminar, diskusi, dan tanya jawab dengan narasumber ahli. Hasil seminar yang diikuti oleh 70 guru menunjukkan adanya partisipasi aktif dan antusiasme guru selama seminar menunjukkan motivasi tinggi untuk mengembangkan keterampilan pengelolaan kelas inklusif. Materi yang disampaikan berupa pembelajaran berdiferensiasi disertai dengan contoh-contoh kasus serta strategi penerapannya di kelas.
Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di Era Digital Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Audiovisual Berbasis Powerpoint
Adri, Didin;
Wotu, Asma H.J.;
Astuti, Nur;
Anita, Anita;
Darti, Darti;
Febriani, Ayuni;
Selvy, Selvy
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i4.1172
Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensinya semaksimal mungkin. Sekolah memegang peran penting dalam mengembangkan bakat, minat dan kepribadian siswa khususnya pada pendidikan dasar. Sekolah harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini sehingga anak-anak dapat belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan lingkungannya. Penggunaan media power point pada era 4.0 telah menjadi suatu kebutuhan yang penting dalam dunia pendidikan, termasuk di SD Negeri 4 Katobengke. Media power point dapat membantu meningkatkan efektifitas pembelajaran dan mempermudan proses pengajaran guru kepada siswa. Dalam pengabdian masyarakat ini, kami menggunakan power point agar guru di SD Negeri 4 Katobengke tidak lagi mengandalkan model pengajaran ceramah dan terbatas dalam penggunaan media dalam pembelajarannya.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran di SD Negeri 4 Katobengke. Para guru dapat menggunakan power point secara efektif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Selian itu, siswa juga lebih tetarik dan termotivasi dalam belajar dengan adanya presentasi yang menarik dan interaktif. Dengan meningkatkan kompetensi profesional guru diera 4.0 di SD Negeri 4 Katobengke diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas di sekolah tersebut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan diwilayah tersebut.