Articles
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Rasa Nasionalisme pada Siswa Sekolah Dasar
Sastradipura, Rizty Azzahra;
Dewi, DinieAnggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2364
Nasionalisme adalah nilai luhur Pancasila yang perlu dimiliki peserta didik sebagai generasi penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dan mampu memberikan kontribusi bagi negara sehingga dapat terwujud karakter peserta didik yang dapat berdaya saing dan tangguh di tengah era globalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan rasa nasionalisme pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskrifptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan yang lainnya. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa peran guru pendidikan kewarganegaraan sangat penting dalam meningkatkan sikap nasionalisme pada siswa sekolah dasar yaitu Guru pendidikan kewarganegaraan sebagai pembimbing, Guru PPKn sebagai jembatan antar generasi, Guru pendidikan kewarganegaraan sebagai Stimulus kreativitas dan Guru pendidikan kewarganegaraan sebagai Otoritas. Sedangkan bentuk sikap Nasionalisme pada siswa sekolah dasar sebagai berikut: Sikap Nasionalisme dalam hal bangga menjadi bangsa Indonesia, Sikap Nasionalisme dalam hal rela berkorban, Sikap Nasionalisme dalam hal menerima kemajemukan dan Sikap Nasionalisme dalam hal menghargai jasa para pahlawan.
Urgensi Pendidikan Pancasila pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi
Prasetio, Tegar Adi;
Dewi, DinieAnggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2365
Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan tanah air Indonesia, maka pendidikan pancasila dibutuhkan di perguruan tinggi dengan landasan yuridis Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang isinya bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus dari dini dikenalkan dan diajarkan kepada manusia Indonesia termasuk di Perguruan Tinggi. Sebagai pembentuk intelektual yang bermoral ketuhanan dan kemanusian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan yang lainnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa pancasila perlu dipelajari, didalami, dan dipahami oleh mahasiswa secara benar apalagi dengan terjadinya berbagai macam tindakan, peristiwa-peristiwa yang berdampak terhadap keutuhan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia seperti berita hoax, provokasi, intoleran, ujaran kebencian, tindakan-tindakan pelanggaran etika dan moral serta hal-hal lain yang justru bukanlah kepribadian bangsa Indonesia sendiri, hal-hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya pendidikan pancasila diselenggarakan di perguruan tinggi untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus cita-cita bangsa.
Penguatan Ekstrakulikuler Pramuka untuk Membangun Rasa Kebhinekaan
Fadhilah, Ossie Destiani;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2371
Di Ekstrakurikuler Pramuka kita diajarkan berbagai hal positif diantaranya belajar menjadi pemimpin, berbagi, membantu sesama, terlatih kuat dalam menghadapi berbagai hal, dan mampu membangun rasa keberagaman. Keberagaman merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dengan memahami makna dari keberagaman ini, kita dapat mempererat persatuan. Berbagai upaya strategis harus terus dilakukan dalam rangka membangun Diversity. Salah satu upaya tersebut adalah pengembangan Ekstrakurikuler Pramuka sebagai ekstrakurikuler yang membangun rasa Kebhinekaan.
Peranan Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar
Permana, Belva Saskia;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2372
Peran guru dalam membentuk peserta didiknya sanggatlah penting. Arahan guru menjadi petunjuk jalan bagi kegiatan siswanya. Seorang guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan melatih, ketika ingin mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk membuat seorang siswa berperilaku yang berkarakter, sebagai pendidik harus bisa memberikan contoh perilaku yang baik bagi siswanya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru kewarganegaraan dalam membangun pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan studi literatur. Hasil yang akan dicapai dari penelitian ini adalah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan karakter pancasila pada siswa sekolah dasar yaitu motivator, dinamisator, evaluator, inspirator dan keteladanan. Karakter yang terbentuk siswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berdasarkan peran guru adalah disiplin, tanggung jawab dan religius.
Suku, Ras dan Agama Mempengaruhi Kedudukan Hak Asasi Manusia di Indonesia
ulfa, Ina;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2385
Hak dan kesetaraan bagi setiap orang sering menjadi pusat perhatian bagi masyarakat. Akan tetapi dalam kehidupan sosial pencapaian kesetaraan akan harkat dan martabat warga negara masih belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. HAM, agama, ras dan suku belum direspons secara serius oleh negara. hak-hak bersuku-suku, ras dan hak memilih agama bagi setiap orang kerap dilanggar. Pernyataan HAM didalam pancasila mengandung pemikiran bahwa manusia itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yaitu hak kebebasan hidup untuk saling menghormati, melindungi dan saling membela. Penelitian ini dilatar belakangi oleh HAM yang mempengaruhi suku, ras, dan agama karena hak bagi setiap manusia itu adalah hal yang harus dihormati orang diri sendiri dinegara Indonesia ini bermacam-macam suku, ras maupun agama yang membuat kita harus lebih memahami keadaan indonesia ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study case.
Upaya Membangun Karakter yang Unggul dengan Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Nurhasanah, Anisa;
Furnamasari, Yayang Furi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2386
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjabarkan tentang pemahaman bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan atau diimplikasikan di kehidupan sehari-hari dalam membangun karakter jati diri anak bangsa guna melahirkan generasi yang memiliki karakter unggul dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai ideologi memegang peranan penting dalam membangun karakter masyarakat Indonesia. Sehingga Pancasila harus bisa dipahami dan ditanamkan pada diri bangsa melalui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila. Sebagai manusia yang menjunjung keharmonisan dan keserasian sebagai jati diri bangsa maka sangatlah tepat jika nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai nilai moral untuk landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari sumber-sumber yang dapat di percaya. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa mengandung nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan. Apabila manusia mampu menyadari dan benar-benar bisa menjalankan kelima aturan moral atau kelima nilai yang terkandung dalam Pancasila, maka manusia dapat membangun karakter yang unggul dan dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesame dalam kehidupan sehari-hari
Pendidikan Kewarganegaraan bagi Siswa dalam Perubahan Sosial di Masyarakat
Pebriani, Yulia Nuraeni;
Dewi, Dinie Anggraeni;
Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2396
Pendidikan kewarganegaraan merupakan pengetahuan wajib dalam dunia pendidikan, dari jenjang sekolah sampai perguruan tinggi. tujuan pendidikan kewarganegaraan yang paling utama adalah menciptakan civics inteliegence. Hakikatnya pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga Negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksaan hak dan kewajiban dalam bela Negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan Negara. Bukan hanya menguatkan moral untuk berbangsa dan bernegara. tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mampu meningkatkan kecerdasan dalam kewarganegaraan secara intelektual, sosial, dan emosional serta kecerdasan kewargaan secara spiritual. Visi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah berorientasi pada terbentuknya masyarakat demokratis yang lebih dikenal dengan masyarakat madani (civil society). PKn paradigma baru berupaya memberdayakan warga Negara melalui proses pendidikan agar mampu berperan serta aktif dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Berdasarkan pada visi mata pelajaran PKn tersebut, maka dapat dikembangkan misi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan paradigma baru, yaitu membentuk warga negara yang baik (good citizenship), yaitu menciptakan kompetensi siswa agar mampu berperan aktif dan bertanggung jawab bagi kelangsungan pemerintahan demokratis melalui pengembangan pengetahuan karakter dan keterampilan warga negara.
Penerapan Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar dalam Upaya Menghadapi Era Globalisasi
Insani, Naila;
Furnamasari, Yayang Furi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2402
Pada era globalisasi terdapat dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan seperti karakter baik yang dimiliki peserta didik semakin menurun, oleh karena itu sebuah lembaga pendidikan harus menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didik. Pendidikan karakter merupakan sebuah proses pendidikan untuk membentuk dan membangun karakter peserta didik. Tujuan dari pendidikan karakter yaitu agar peserta didik memiliki karakter yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada di negara kita, serta agar bisa menghadapi era globalisasi tanpa terbawa arus negatif dari era globalisasi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif yaitu secara literatur atau kepustakaan. Hasil kajian ini yaitu bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk dilaksanakan dalam setiap pendidikan dan penerapannya bisa dilakukan dengan menerapkan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran dan dengan keteladanan melalui pembiasaan-pembiasaan di lingkungan sekolah.
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa terhadap Mata Pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan)
Septia, Della;
Furnamasari, Yayang Furi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2407
Upaya meningkatkan kedisiplinan siswa terhadap mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menelaah dan mengumpulkan data dan membaca literatur yang telah ditemukan peneliti lain tentang masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tingkat kedisiplinan siswa dan (2) Mendeskripsikan upaya untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data yang didapat setelah melakukan penelitian dengan menggunakan teknik menelaah, membaca dan mengumpulkan, maka terdapat hubungan pemahaman tentang upaya guru dalam menanamkan kedisiplinan dan kegiatan belajar peserta didik. Guru diharapkan dapat terus menyertai peserta didik dalam setiap proses belajar maupun di luar proses belajar. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Menumbuhkan Rasa Nasionalisme pada Anak SD Melalui Pembelajaran Pkn
Amalia, Gina;
Furnamasari, Yayang Furi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2408
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana cara menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak SD melalui pembelajaran PKN. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan secara kualitatif. Hasil data diperoleh dengan melakukan studi litelatur yaitu mengumpulkan data-data yang berkaitan atau relevan dengan penelitian ini. Hasil dari pembahasan terdapat nasionalisme yang menggambarkan pengertian nasonalisme, penyebab menurunnya nasionalisme, dan semangat nasonalisme. Selain itu, pada penelitian ini membahas tentang pentingnya PKN dan peran dari PKN. Kemudian, membahas tentang bagaimana cara menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak SD melalui pembelajaran PKN. Penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia terutama pada lingkungan SD agar dapat menumbuhkan rasa nasionalisme melalui PKN.